Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Effect of Evaluation Model on Accountability of School Counselor Aip Badrujaman; Suherman Suherman; Eka Wahyuni
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2: December 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v7i2.12936

Abstract

The purpose of the current study was to find out the effect of the evaluation model on the school counselor's accountability in State Junior High School of East Jakarta in carrying out guidance curriculum. The study employed waiting-list control group true experimental research. The subject of the study was thirty-three school counselors of State Junior High Schools of East Jakarta who were randomly selected and assigned into experimental and control group. The instrument utilized in the study was accountability scale consisting of 3 subscales including Accountability scale in the version of Headmaster, Homeroom teacher, and students. The school counselor's accountability score which was a composite score of three subscales was analyzed using ANAKOVA in order to find out the effect by controlling the variable of attitude toward guidance curriculum evaluation and guidance curriculum evaluation skill. The result of the study showed that accountability-oriented guidance curriculum evaluation model could not improve the whole accountability components of school counselors of state junior high schools of East Jakarta in carrying out guidance curriculum. There was only one accountability component that was affected by the evaluation model namely the component of explaining guidance curriculum to the stakeholder. The result of the study provides contribution to the Educational Service (Dinas Pendidikan) and the school counselors as consideration in carrying out training activity in order to improve guidance curriculum evaluation skill.
Gambaran professional quality of life guru bimbingan dan konseling Trias Ristian; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2021): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/159600

Abstract

Kualitas hidup profesional merupakan kualitas yang dirasakan seseorang berhubungan dengan pekerjaannya sebagai pemberi bantuan. Guru bimbingan dan konseling merupakan salah satu profesi yang memiliki peran untuk membantu konseli/ klien dalam menghadapi permasalahannya. Memiliki kualitas hidup profesional yang baik tentunya akan memiliki dampak yang baik tidak hanya untuk diri para pemberi bantuan dalam dunia pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka, tetapi juga akan berdampak pada konseli/ klien yang mereka bantu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei untuk melihat gambaran kualitas hidup profesional guru bimbingan dan konseling. Penelitian dilakukan kepada 93 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah Jabodetabek dan 30 orang guru bimbingan dan konseling di wilayah non-Jabodetabek dengan total responden 123 orang guru bimbingan dan konseling. Hasil menunjukkan bahwa skor untuk aspek kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) sebesar 69.9% Sedang dan 30.1% Tinggi. Skor untuk aspek kelelahan (Burnout) sebesar 63.4% Rendah dan 36.6% Sedang. Skor untuk aspek stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress) sebesar 59.3% Rendah, 39.8% Sedang, dan 0.8% Tinggi. Secara keseluruhan dengan rata-rata skor kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) berada pada kategori sedang mendekati tinggi, skor kelelahan (Burnout) rendah, dan skor stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress) rendah, hal ini merupakan hasil yang positif. Namun untuk lebih meningkatkan kepuasan welas asih (Compassion Satisfaction) dan mengurangi maupun meminimalisir kelelahan (Burnout) dan stres traumatis sekunder (Secondary Traumatic Stress), peneliti merekomendasikan untuk peneliti selanjutnya mengembangkan buku manual pelatihan Compassion Cultivation Training (CCT) untuk meningkatkan kualitas hidup profesional (Professional Quality of Life).
Gambaran Perilaku Asertif Siswa Sekolah Menengah Atas Siti Husnah; Eka Wahyuni; Lara Fridani
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.15 KB) | DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1858

Abstract

Perilaku asertif pada remaja merupakan kecakapan hidup yang berperan penting pada tahap perkembangan remaja dan sangat diperlukan di setiap sisi kehidupan. Penelitian dilakukan untuk melihat gambaran perilaku asertif siswa SMA dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian survei yang dilakukan kepada 100 siswa SMA kelas XI MIPA dengan teknik pengambilan sampel cluster  Sampling.Untuk mengukur perilaku asertif digunakan instrumen Simple Rathus Asertiveness Scale. Hasil penelitian menunjukan perilaku asertif siswa SMA Negeri 1 Ciampea sebagian berada pada kategori asertif dengan skor rata-rata sebesar 100.31. Sebanyak 1 Siswa (1 %) memiliki perilaku asertif sangat tinggi, 13 Siswa (13%)  memiliki perilaku asertif tinggi , 57 Siswa (57%) memiliki perilaku asertif sedang, 24 Siswa (24%) memiliki perilaku asertif rendah dan 5 Siswa (5%) memiliki perilaku asertif sangat rendah. Aspek perilaku asertif yang memiliki mean tertinggi yaitu aspek kemampuan untuk menjalin interaksi sosial termasuk menyapa, membuka percakapan serta mengetahui apa yang harus dikatakan  yaitu sebanyak 38 % siswa, sedangkan aspek yang memiliki mean rendah yaitu aspek kemampuan mengungkapkan perasaan dan pendapat sebanyak 48 % siswa memiliki skor rendah. Hasil ini menunjukan bahwa walaupun rata-rata siswa dikategorikan asertif tetapi dalam kemampuan mengungkapkan perasaan, dan pendapat mereka memiliki hambatan.
KETERAMPILAN BELAJAR (STUDY SKILLS) MAHASISWA BIMBINGAN DAN KONSELING FIP UNJ Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.457 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.011.04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterampilan belajar (study skills)mahasiswa bimbingan dan konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan populasi seluruh mahasiswajurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNJ angkatan 2010 dan 2011 sebanyak129 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah the Learning and Study StrategiesInventory (LASSI) yang telah dikembangkan selama sepuluh tahun oleh Weinstein,Palmer and Schulte (1987). Berdasarkan hasil analisis data didapat bahwa mahasiswaangkatan 2010 memiliki keterampilan belajar yang lebih baik dari mahasiswa angkatan2011 namun masih banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan segera untukmeningkatkan keterampilan belajarnya. Aspek yang perlu mendapat perhatian segeraadalah konsentrasi, bantuan belajar, manajemen waktu, pengujian diri, dan kecemasan.KataKunci: keterampilan belajar, bantuan belajar, manajemen waktu.
PROFIL CREATIVE-SELF OF WELLNESS MAHASISWA S1 FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA Evan Setiawan; Eka Wahyuni; Gantina Komalasari
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.63 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.042.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil creative-self pada mahasiswa S1 Fakultas Imu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2011 s.d. 2014 sebanyak 3.291 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 317 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen creative-self yang dibuat berdasarkan teori the indivisible self dari Myers dan Sweeney, yang berisi 48 butir penyataan dengan lima pilihan jawaban yaitu selalu, sering, kadang-kadang, jarang, dan tidak pernah. Koefisien reliabilitas instrumen 0,923yang di intepretasikan sangat tinggi artinya instrumen reliable untuk digunakan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kategorisasi yang dibagi menjadi lima yaitu, sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Hasil Peneliitian menunjukan bahwa pencapaian creative-self mahasiswa S1 FIP UNJ 17,61% pada kategori sangat tinggi, 64,47% pada kategori tinggi, 16,98% pada kategori sedang, dan 0,94% pada kategori rendah. Penemuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa S1 FIP UNJ memilik creative-self yang baikyang berarti mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam berpikir secara aktif, terbuka, dan dapat berkreasi dalam pemecahan masalah, mampu menyadari perasaan dan berekspresi secara wajar, percaya pada kemampuan dirinya dan dapat menguasai dirinya, merasa nyaman dengan jurusan yang dipelajarinya, mampu mengatasi beban tugas yang ada serta mahasiswa mampu dengan baik mengunakan humor yang positif. Pencapaian creative-self yang tinggi berpengaruh positif terhadap keberhasilan akademik.Fakultas Ilmu Pendidikan diharapkan dapat memberikan sarana untuk mengembangkan creative-self mahasiswa dengan mengadakan kompetisi, diskusi terbuka, penelitian bersama antar jurusan, atau melalui kegiatan organisasi yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa FIP. Kata Kunci: Creative-Self, Mahasiswa
Kesejahteraan Mahasiswa: Implikasi Terhadap Program Konseling Di Perguruan Tinggi Eka Wahyuni; Juntika Nurihsan; Syamsu Yusuf
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 7 No 1 (2018): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.58 KB) | DOI: 10.21009/insight.071.08

Abstract

Penelitian ini dibuat berdasarkan banyaknya tantangan dan resiko yang dihadapi mahasiswa tahun pertama yang dapat memicu munculnya masalah yang menghambat kesuksesan di bidang akademik maupun kehidupan personal di masa selanjutnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gambaran kesejahteraan mahasiswa angkatan 2016 di Universitas Negeri Jakarta dan implikasinya bagi program konseling di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan responden sebanyak 1200 mahasiswa angkatan 2016. Instrumen yang digunakan adalah lima faktor kesejahteraan yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kesejahteraan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta masih jauh di bawah norma. Faktor diri esensial dan sosial dengan sub faktor spiritualitas, perawatan diri dan cinta adalah faktor dan sub faktor yang memiliki rata-rata skor terendah. Untuk itu direkomendasikan untuk penyedia layanan bantuan kesehatan mental mahasiswa perlu mengembangkan program yang bersifat prevensi dan pengembangan untuk membantu mahasiswa mengembangkan kesejahteraannya terutama pada faktor dan sub faktor yang rendah.
Gambaran Self-Compassion Siswa di SMA Negeri Se-Jakarta Pusat Eka Wahyuni; Titun Arsita
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.537 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran self-compassion siswa di SMA Negeri se-Jakarta Pusat. Sampel penelitian ini adalah siswa di SMA Negeri se-Jakarta Pusat sebanyak 1348 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan survei dan dianalisis dengan menggunakan persentase Hasil penelitian menunjukkan self-compassion siswa di SMA Negeri se-Jakarta Pusat cukup baik, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori sedang sebesar 68.47%. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa masih perlu diadakan peningkatan karena masih ada kecenderungan untuk melakukan kritik diri, merasa terasing, dan melebih-lebihkan masalah dan perasaan saat mengalami masalah. Oleh sebab itu, guru BK perlu memberikan layanan preventif dan responsif untuk meningkatkan self-compassion pada siswa melalui layanan klasikal maupun layanan individual.
Hubungan Antara Kepuasan Hidup dan Kesejahteraan Psikologis pada Siswa SMA Negeri Se-Jakarta Pusat Eka Wahyuni; Irma Maulida
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 8 No 2 (2019): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.495 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.082.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan hidup dan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA Negeri Se-Jakarta Pusat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh siswa di SMA Negeri Se-Jakarta Pusat yang terdiri dari 13 sekolah dengan sampel 1.253 siswa. Penentuan sampel menggunakan teknik multistage random sampling. Data diperoleh dengan menggunakan skala kepuasan hidup dan kesejahteraan psikologis. Uji validitas menggunakan expert judgment dan uji coba intrumen dengan penentuan gugur atau tidaknya item dengan rumus Product Moment dari Pearson’s. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan program SPSS for Windowsrelease16.0 diperoleh koefisien reliabilitas skala skala kepuasan hidup sebesar 0,710 dan kesejahteraan psikologis sebesar 0,877. Analisis data menggunakan korelasi product moment dari Pearson’s dengan program SPSS for Windowdsrelease16.0. Hasil penelitian menujukan bahwa mayoritas siswa di SMA Negeri Se-Jakarta Pusat memiliki tingkat kepuasan hidup pada kategori sedang (71%) sebanyak 894 siswa dan tingkat kesejahteraan psikologis pada kategori sedang (73%) sebanyak 910 siswa. Hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa r hitung = 0,494 dengan taraf signifikansi 0,05%, maka diperoleh r table = 0,062, didapatkan bahwa r hitung > r table, dengan demikian terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepuasan hidup dan kesejahteraan psikologis pada siswa SMA Negeri Se-Jakarta Pusat.
Stres Remaja: Kebutuhan Video Mindfulness-Breathing Meditation Untuk Mengurangi Stres Remaja Yustia Nova Annisa; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.868 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.092.02

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres remaja dan kebutuhan untuk mengembangkan video tutorial mindfulness-breathing meditation sebagai strategi dalam mengurangi stres remaja. Convenience sampling yang digunakan untuk mengumpulkan data pada 165 peserta didik. Alat ukur yang digunakan adalah perceived stress scale (PSS) dan studi kebutuhan video mindfulness-breathing meditation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres remaja yang tinggi (27 dari skor total 40). Perempuan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi daripada laki-laki (27,2 vs 26,6), persentase perempuan yang mengalami stres tingkat tinggi lebih banyak daripada laki-laki (54,1%vs 41,3%). Meskipun prevalensi stres sangat tinggi di kalangan remaja, sebagian besar peserta didik sangat minim memiliki paparan materi mengenai cara mengurangi stres (80,15%) serta mengenai latihan bernafas dengan baik. Peserta didik juga sangat antusias untuk mempelajari meditasi pernafasan melalui video (100%). Diketahui juga bahwa pengembangan video mindfulness-breathing meditation sangat penting untuk membantu peserta didik dalam mengurangi stres mereka. Kata Kunci: Stres, Remaja, Mindfulness, Breathing Meditation Abstract This research aims to determine the stress level of adolescents and the need to develop a mindfulness-breathing meditation video as a strategy to reduce adolescents’ stress. The convenience sampling was used to collect data form was 165 students. The measures are the perceived stress scale (PSS) and the needs of mindfulness-breathing meditation video. The results shows that the adolescent’ stress level is high (27 out of 40). Female has higher level stress than male (27,2 vs 26,6), the percentage of female who experience high level stress was outnumber male (54,1% vs 41,3%). Despite the high prevalence of stress among adolescent, most of students has minimum exposure to stress reduction (80,15%) as well as breathing exercises. All students enthusiastic to learn mindfulness-breathing meditation through video. It is recommended that development of mindfulness-breathing meditation video is crucial to help students in reducing their stress. Keywords: Stress, Adolescent, Mindfulness, Breathing Meditation
Difusi Kognitif Remaja: Kebutuhan Video Tutorial Latihan Difusi Kognitif Gita Amelia; Eka Wahyuni
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 9 No 2 (2020): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.255 KB) | DOI: 10.21009/INSIGHT.092.06

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat fusi kognitif remaja dan alat yang sesuai untuk memfasilitasi latihan difusi kognitif. Convenience sampling digunakan untuk mengumpulkan data dari 199 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami fusi kognitif tinggi (m = 29). Hasil tingkat fusi berdasarkan jenis kelamin, perempuan memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki (30 vs 28). Persentase perempuan yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah laki-laki (53% vs 42%). Hasil tingkat fusi berdasarkan sosial ekonomi, tingkat sosial ekonomi rendah memiliki tingkat fusi yang lebih tinggi dibandingkan sosial ekonomi tinggi (34 vs 29). Persentase sosial ekonomi rendah yang mengalami fusi tingkat tinggi melebihi jumlah sosial ekonomi tinggi (75% vs 48%). Sebagian besar peserta didik memiliki eksposur terbatas pada latihan difusi kognitif (-70%) dan semuanya ingin belajar latihan difusi kognitif melalui video. Direkomendasikan bahwa video latihan difusi kognitif dibutuhkan untuk membantu peserta didik dalam meningkatkan kemampuan difusi kognitifnya. Kata Kunci: Difusi Kognitif, Fusi Kognitif Abstract This study aims to explore the level of adolescents’ cognitive fusion and suitable tools to facilitate cognitive defusion exercise. The convenience sampling used to gather the data from 199 students. The instrument used are the Cognitive Fusion Questionnaire (CFQ-7). The results showed that 60% of adolescents experienced high cognitive fusion (m = 29). The result of fusion level based on gender, female has higher level fusion than male (30 vs 28). The percentage of female who experience high level fusion was outnumber male (53% vs 42%). The result of fusion level based on sosial economy, low social economy higher level fusion than high social economy (34 vs 29). The percentage of low social economy who experience high level fusion was outnumber high social economy (75% vs 48%). Most of student has limited exposure to cognitive diffusion exercises (-70%) and all of them eager to learn cognitive defusion exercises through video. It is recommended that cognitive defusion exercise video is needed to help student increase their cognitive defusion skill. Keyword: Cognitive Defusion, Cognitive Fusion