Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Empowerment Community

ADOPSI TEKNOLOGI VERTIKULTUR SKALA RUMAH TANGGA PADA BEBERAPA JENIS SAYURAN DI DESA PARAKANNYASAG, TASIKMALAYA Selvy Isnaeni; Roza Yunita
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.729 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i1.179

Abstract

Budidaya tanaman hortikultura merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Desa parakannyasag memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Zahra, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya cabai dan beberapa jenis sayuran, seperti seledri, selada dan beberapa lainnya. Kelompok wanita tani Zahra ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan lahan kwt dan keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya adalah transfer teknologi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini para peserta pengabdian melakukan budidaya secara vertikultur dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan mengevaluasi tanggapan para anggota terhadap ketertarikan budidaya vertikultur. 
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR BODAS SECARA VERTIKULTUR Selvy Isnaeni; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.517

Abstract

Budidaya tanaman sayuran merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang  memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan pengetahuan budidaya dan kontinuitas budidaya juga keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui pengembangan masyarakat desa binaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah : (1)  Mendorong tumbuhnya motivasi dan kreativitas kwt Mawar Bodas dalam proses budidaya tanaman sehingga meningkatkan produksi, (2) Membantu potensi kwt Mawar Bodas dalam mengembangkan budidaya dengan produksi yang maksimal, dan (3) Membantu kwt Zahra dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya, agar dapat membangun kecamatan tawang lebih baik. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah dihasilkannya produksi beberapa jenis sayuran dan olahan berkualitas untuk Kecamatan Tawang. Pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya teknologi budidaya yaitu secara vertikultur. Kata kunci : budidaya, kelompok wanita tani, vertikultur, sayuran.
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM (IFS) PETERNAKAN SAPI – HORTIKULTURA DI KABUPATEN PANGANDARAN Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin; Malik Ramadhan, R Arif
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.2124

Abstract

Peningkatan Produksi Pangan dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) Ternak Hortikultura di Kabupaten Pangandaran. Kelompok Tani Karya Gumilang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti peternakan dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Para petani dan KWT telah lama memiliki rumah kompos, namun belum dimanfaatkan karena belum ada yang mengelola rumah kompos tersebut secara optimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari peternak tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, sistem pertanian terpadu (SPT) sangat memungkinkan untuk dilakukan di KWT petani dan KWT. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi budidaya hortikultura di Kabupaten Pangandaran khususnya pada petani dan KWT serta penerapan pertanian organik dan mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan adalah materi umum mengenai sistem pertanian terpadu (SPT) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktik yang dilakukan adalah praktik pembuatan kompos dan penerapan kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini, kelompok tani Karya Gumilang menjadi unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang diperoleh, pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan penerapan kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak produk tanaman hortikultura. Kata kunci: Kompos, hortikultura, pertanian terpadu.
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN DENGAN INTEGRATED FARMING SYSTEM (IFS) PETERNAKAN SAPI – HORTIKULTURA DI KABUPATEN PANGANDARAN Isnaeni, Selvy; Nasrudin, Nasrudin; Malik Ramadhan, R Arif
Journal of Empowerment Community Vol. 7 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v7i1.2124

Abstract

Peningkatan Produksi Pangan dengan Sistem Pertanian Terpadu (SPT) Ternak Hortikultura di Kabupaten Pangandaran. Kelompok Tani Karya Gumilang dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum Saluyu mengelola banyak sektor seperti peternakan dan budidaya seperti budidaya padi, tanaman hortikultura, dan pakan ternak. Para petani dan KWT telah lama memiliki rumah kompos, namun belum dimanfaatkan karena belum ada yang mengelola rumah kompos tersebut secara optimal. Sehingga kotoran sapi yang ada dari peternak tidak dimanfaatkan dengan baik. Dari analisis awal yang telah dilakukan, sistem pertanian terpadu (SPT) sangat memungkinkan untuk dilakukan di KWT petani dan KWT. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu mengembangkan potensi budidaya hortikultura di Kabupaten Pangandaran khususnya pada petani dan KWT serta penerapan pertanian organik dan mengembangkan potensi budidaya hortikultura. Materi yang disampaikan adalah materi umum mengenai sistem pertanian terpadu (SPT) dan pembuatan kompos serta materi budidaya tanaman hortikultura. Praktik yang dilakukan adalah praktik pembuatan kompos dan penerapan kompos untuk budidaya tanaman hortikultura. Serta pendampingan panen tanaman hortikultura. Dengan adanya IFS ini, kelompok tani Karya Gumilang menjadi unggul dalam bidang pertanian. Dari hasil yang diperoleh, pemanfaatan kotoran ternak untuk kompos dan penerapan kompos pada tanaman hortikultura dapat menekan biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak produk tanaman hortikultura. Kata kunci: Kompos, hortikultura, pertanian terpadu.
Integrasi Pendidikan, Teknologi, dan Pemberdayaan Ekonomi dalam Kegiatan KKN di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya Isnaeni, Selvy; Apriliawan, Irsan; Nurul Awaliyah, Ghevira; Fadillah, Aini; Aulia, Ula; Nurahmah, Ai Linda
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 2 (2026): Oktober 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i2.2696

Abstract

Community service activities through the Real Work Lecture (RWL) program in Tanjungjaya Village, Tasikmalaya Regency, were carried out to optimize existing potential. Tanjungjaya Village boasts favorable agroclimatic conditions and a rich cultural heritage, exemplified by the reog dog-dog art form. However, this potential has not been fully utilized due to technological limitations, low practitioner retention, and a lack of innovation. This activity uses a participatory approach with methods of community education, training, and mediation. The programs implemented include counseling on clean and healthy lifestyles, education on plastic waste recycling, socialization of disaster mitigation and tree planting to prevent landslides, and assistance to farmers to optimize agricultural cultivation as well as bridging the gap between farmers and extension workers and village officials regarding limitations in the field of agriculture. This activity also strengthens the partnership between universities and village governments and provides students with practical experience in applying their knowledge in the field. Overall, the community service program in Tanjungjaya Village has proven effective in encouraging community empowerment based on local potential towards independent and sustainable village development.