Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Respon Pertumbuhan Vegetatif Padi (Oryza sativa L.) Tercekam Salinitas Menggunakan Dua Jenis Amelioran Organik dengan Umur Bibit Berbeda Nasrudin Nasrudin; Selvy Isnaeni; Hilal Hamdah
Agroteknika Vol 4 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i2.108

Abstract

Salinitas memiliki dampak negatif terhadap tanaman berupa hambatan bagi pertumbuhannya. Penggunaan amelioran organik dan ketepatan umur bibit padi mampu memberikan kondisi lingkungan tanah agar tanaman mampu tumbuh dan memperoleh nurtisi dengan baik serta agar tanaman mudah melakukan adaptasi pada kondisi salin. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh penggunaan amelioran organik dan ketepatan umur bibit terhadap pertumbuhan vegetatif padi yang ditanam pada kondisi salin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan faktor pertama yaitu jenis amelioran yang terdiri atas pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 dan kompos jerami 10 ton ha-1. Faktor kedua yaitu umur bibit yang terdiri atas 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan amelioran organik berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk dan indeks luas daun. Umur bibit padi berpengaruh nyata terhadap bobot segar tajuk, kadar air tajuk, indeks luas daun, dan laju pertumbuhan tanaman. Penambahan pupuk kandang sapi mampu meningkatkan bobot segar tajuk dan indeks luas daun terbaik. Penggunaan bibit padi dengan umur 21 HST mampu meningkatkan bobot segar tajuk, indeks luas daun, dan laju pertumbuhan tanaman sedangkan penggunaan bibit padi dengan umur 35 HST mampu meningkatkan kadar air tajuk.
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Semangka (Citrullus Vulgaris Schard.) dengan Berbagai Konsentrasi POC Urine Kelinci dan Pemangkasan Buah Rian Wildan; Selvy Isnaeni; Nasrudin Nasrudin
Agroteknika Vol 6 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i1.157

Abstract

POC urine kelinci mengandung berbagai macam hara yang bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Pemangkasan buah bermanfaat untuk menghasilkan kualitas semangka. Tujuan dari penelitian yaitu mengkaji pengaruh konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka. Rancangan Acak Kelompok berfaktor dengan faktor pertama yaitu konsentrasi POC urine kelinci (10 mL.L-1, 15 mL.L-1, 20 mL.L-1, dan 25 mL.L-1), dan faktor kedua yaitu pemangkasan buah (satu buah disisakan dan dua buah disisakan), pengulangan dilakukan sebanyak tiga ulangan. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah berpengaruh nyata pada parameter panjang sulur tanaman. Perlakuan P3 (20 mL.L-1) memberikan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan P1(10 mL.L-1), perlakuan P3 (20 mL.L-1) menghasilkan sulur terpanjang yaitu 159.25 cm, sedangkan perlakuan P1 (10 mL.L-1) menghasilkan sulur terpendek yaitu 125.20 cm. Perlakuan pemangkasan buah mempengaruhi pertumbuhan panjang sulur pada umur 28 HST. Konsentrasi POC urine kelinci dan pemangkasan buah tidak mempengaruhi jumlah daun, warna daun, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlarut. Konsentrasi POC urine kelinci yang terbaik yaitu 20 mL.L-1 pada parameter jumlah daun, warna daun, panjang sulur, berat buah, panjang buah, bulat buah, ketebalan kulit buah, dan total padatan terlalut buah sedangkan pemangkasan buah yang terbaik yaitu B1 (satu buah semangka) pada parameter berat buah, panjang buah, lingkar buah, dan ketebalan kulit buah.