Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRILAND

evaluasi aspek lingkungan melalui penilaian tingkat kenyamanan di hutan Kota Bendosari, Kota Salatiga Pratitis Prasetyaning Utani; Andree Wijaya Setiawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3094

Abstract

Ruang terbuka hijau atau RTH adalah salah satu pengunaan lahan untuk penghijauan dan penyeimbang lingkungan. Peran RTH adalah sebagai penyeimbang iklim mikro yang berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan lingkungan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kenyaman Hutan Kota Bendosari dan hubungannya terhadap vegetasi yang ada didukung dengan persepsi masyarakat terhadap kenyamanan di hutan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan Hutan Kota Bendosari masuk dalam kategori nyaman. Nilai THI yang di dapat adalah 23,22 pada zona 1, zona 2 22,77, zona 3 22,51, dan 22,46 pada zona 4. Selain itu, terjadi perbedaan THI berdasarkan vegetasi yang ada di setiap zona pengamatan. Pada peta persebaran pohon dan THI menunjukan zona 4 dengan vegetasi yang rapat memiliki nilai THI yang rendah sedangkan pada zona 1 yang memiliki vegetasi dengan jarak yang tidak terlalu rapat memiliki THI yang tinggi walaupun masih dalam kategori nyaman. Hal ini menunjkan vegetasi berpengaruh terhadap tingkat kenyaman yang ada di Hutan Kota Salatiga karenasemakin banyak pohon maka pengendali iklim mikro akan berjalan dengan baik dengan manfaat pohon yang berfungsi untuk keteduhan, menurunkan suhu dan mengurangi banyaknya radiasi matahari.
evaluasi aspek lingkungan melalui penilaian tingkat kenyamanan di hutan Kota Bendosari, Kota Salatiga Pratitis Prasetyaning Utani; Andree Wijaya Setiawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3094

Abstract

Ruang terbuka hijau atau RTH adalah salah satu pengunaan lahan untuk penghijauan dan penyeimbang lingkungan. Peran RTH adalah sebagai penyeimbang iklim mikro yang berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan lingkungan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kenyaman Hutan Kota Bendosari dan hubungannya terhadap vegetasi yang ada didukung dengan persepsi masyarakat terhadap kenyamanan di hutan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan Hutan Kota Bendosari masuk dalam kategori nyaman. Nilai THI yang di dapat adalah 23,22 pada zona 1, zona 2 22,77, zona 3 22,51, dan 22,46 pada zona 4. Selain itu, terjadi perbedaan THI berdasarkan vegetasi yang ada di setiap zona pengamatan. Pada peta persebaran pohon dan THI menunjukan zona 4 dengan vegetasi yang rapat memiliki nilai THI yang rendah sedangkan pada zona 1 yang memiliki vegetasi dengan jarak yang tidak terlalu rapat memiliki THI yang tinggi walaupun masih dalam kategori nyaman. Hal ini menunjkan vegetasi berpengaruh terhadap tingkat kenyaman yang ada di Hutan Kota Salatiga karenasemakin banyak pohon maka pengendali iklim mikro akan berjalan dengan baik dengan manfaat pohon yang berfungsi untuk keteduhan, menurunkan suhu dan mengurangi banyaknya radiasi matahari.
evaluasi aspek lingkungan melalui penilaian tingkat kenyamanan di hutan Kota Bendosari, Kota Salatiga Pratitis Prasetyaning Utani; Andree Wijaya Setiawan; Bistok Hasiholan Simanjuntak
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i2.3094

Abstract

Ruang terbuka hijau atau RTH adalah salah satu pengunaan lahan untuk penghijauan dan penyeimbang lingkungan. Peran RTH adalah sebagai penyeimbang iklim mikro yang berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan lingkungan bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui tingkat kenyaman Hutan Kota Bendosari dan hubungannya terhadap vegetasi yang ada didukung dengan persepsi masyarakat terhadap kenyamanan di hutan tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukan Hutan Kota Bendosari masuk dalam kategori nyaman. Nilai THI yang di dapat adalah 23,22 pada zona 1, zona 2 22,77, zona 3 22,51, dan 22,46 pada zona 4. Selain itu, terjadi perbedaan THI berdasarkan vegetasi yang ada di setiap zona pengamatan. Pada peta persebaran pohon dan THI menunjukan zona 4 dengan vegetasi yang rapat memiliki nilai THI yang rendah sedangkan pada zona 1 yang memiliki vegetasi dengan jarak yang tidak terlalu rapat memiliki THI yang tinggi walaupun masih dalam kategori nyaman. Hal ini menunjkan vegetasi berpengaruh terhadap tingkat kenyaman yang ada di Hutan Kota Salatiga karenasemakin banyak pohon maka pengendali iklim mikro akan berjalan dengan baik dengan manfaat pohon yang berfungsi untuk keteduhan, menurunkan suhu dan mengurangi banyaknya radiasi matahari.
Efektivitas penanaman tanaman jagung (Zea mays L.) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan metode tumpangsari Yetero Hendikus Hulu; Andree Wijaya Setiawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5159

Abstract

Tumpangsari merupakan penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada lahan yang sama dan waktu yang berbeda ataupun bersamaan. Pemilihan tanaman yang baik dan optimal antara tanaman, kedua tanaman harus memiliki hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme). Pemilihan tanaman legum sebagai tanaman sela bertujuan untuk membantu menyediakan nitrogen di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tumpangsari antara tanaman jagung dan kacang tanah. Sampel tanah diambil pada saat awal dan akhir untuk dilakukan analisis kimia tanah, serta daun dan pelepah jagung diambil untuk dilakukan analisis jaringan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.  Dari 26 sampel tanah yang terdiri dari 1 sampel tanah awal dan 25 sampel tanah akhir. Analisis tanah awal diperoleh nitrogen total (0.34%), fosfor total (1.80%), kalium total (0.0016%), pH (6.07), dan bahan organik (8.48%), sedangkan analisis tanah akhir diperoleh data bahwa perlakuan monokultur jagung (P4) kandungan unsur hara relatif rendah jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya dengan hasil nitrogen total (0.37%), fosfor total (1.68%), kalium total (0.00034%), pH (6.02), dan bahan organik (8.18%). Berdasarkan hasil analisis beberapa parameter, diketahui bahwa perlakuan tumpangsari jagung dan kacang tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung
Isolasi dan karakterisasi bakteri pada tanah organik dan anorganik di Kec.Kopeng dan Kec.Magelang Fransiskus Tri Nugroho; Andree Wijaya Setiawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i1.3931

Abstract

Mikroorganisme tanah merupakan bagian penting dari ekosistem tanah dalam pemulihan dan keberlanjutan ekosistem. Jumlah dan keanekaragaman mikroorganisme tanah dipengaruhi oleh status kesuburan tanah, termasuk pemupukan. Penggunaan pupuk organik atau anorganik secara langsung dapat mempengaruhi mikroorganisme tanah, menyuplai unsur hara dan secara tidak langsung mengubah nilai pH tanah. Penggunaan pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Sementara itu, pertanian anorganik dapat menyebabkan penurunan yang signifikan dalam komunitas bakteri dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jumlah bakteri dari budidaya tanah organik dan anorganik. Sampel tanah diambil menggunakan ring tanah pada bagian rizosfer dengan kedalaman ± 20 cm, lalu diisolati menggunakan metode T-Streak untuk memperoleh koloni bakteri, kemudian diidentifikasi berdasarkan uji mikrobiologis dan uji biokimiawi. Dari 6 sampel tanah yang terdiri dari 3 sampel tanah organik dan 3 sampel tanah anorganik, didapat 21 koloni bakteri pada sampel tanah organik  yang diberi kode TO pakcoy, TO selada, TO sawi putih dan sampel tanah anorganik didapat 44 koloni bakteri yang diberi kode TA pakcoy, TA selada, TA sawi putih. Berdasarkan hasil identifikasi secara fenotipik, dari seluruh isolat terpilih, hasilnya lebih dominan pada anggota kelompok bakteri Gram positif dengan bentuk dominan basil, ada yang bersifat motil dan nonmotil, dengan hasil uji katalase yang dominan positif, hasil uji indol yang dominan negatif dan uji fermentasi glukosa melalui pembentukan gas dan asam dominan bersifa negatif.
Pengaruh Jenis Kemasan Dan Suhu Penyimpanan Terhadap Pendugaan Umur Simpan Beetroot Leather Dengan Metode ASLT (Accelerated Shelf Life Test) Mei Rina Eka Pagiatun; Wijaya Setiawan
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i1.7472

Abstract

Fruit leather merupakan olahan berbahan dasar buah bit yang memiliki bentuk lembaran tipis dengan ketebalan 2-3mm yang dikeringkan dengan suhu 70oC. penelitian mengenai formulasi beetroot leather sudah dilakukan dalam penelitian terdahulu dengan menambahkan CMC sebanyak 0,25 gram memberikan hasil mutu yang baik pada produk Beetroot Leather, namun dalam penelitian terdahulu belum diketahui umur simpan dan jenis pengemasan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui umur simpan, perubahan pada nilai sensorik dan kadar air selama penyimpanan dengan tiga jenis kemasan PP, PE serta Alumunium Foil dan pada suhu yang berbeda. Untuk menduga umur simpan menggunakan Metode Accelerated shelf life Testing (ASLT) dengan pendekatan Arrhenius yang disimpan pada suhu oven 35OC,45OC,55OC, suhu  Ac, suhu ruang dan suhu kulkas lalu diamati setiap hari ke 0, 5, 10, 15, 20, dan 25. Hasil perhitungan umur simpan produk dan jenis pengemasan yang baik berdasarkan pada parameter pengujian kadar air melalui pendekatan Arrhenius pada produk Beetroot Leather pada kemasan PP dengan suhu 4oC 49,47 hari, suhu 10oC 47,24 hari dan suhu 29oC 41,34hari. Pada kemasan PE dengan suhu 4oC 85,25hari, suhu 10oC 77,55hari dan suhu 29oC 58,9 haris sedangkan pada kemasan Alumunium foil dengan suhu 4oC 48.43hari, suhu 10oC 45,23hari dan suhu 29oC 37,07hari.