Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Minuman Herbal Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Covid-19 Marten Umbu Nganji; Lusia Danga Lewu; Uska Peku Jawang; Yonce Melyanus Killa; Sri Ita Tarigan
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 4, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v4i2.1072

Abstract

Abstract: Moringa leaves can be processed in various food and beverage products such as clear vegetables, juice, omelette, chips, nastar, donuts, bakwan and Moringa leaf noodles. In addition, Moringa leaves can be processed as herbal drinks. Currently, with the covid-19 pandemic conditions around the world, many alternative herbal ingredients are consumed by the public to increase body nutrition in order to prevent transmission of the virus, one of which is Moringa leaves. Moringa plants are high in nutrients, such as vitamin C, calcium, vitamin A, potassium, and protein. The purpose of implementing this PkM activity is to provide information and, to provide assistance to the community in utilizing Moringa plants to prevent Covid-19, as well as to improve community skills in making Moringa herbal drink to prevent Covid-19. This PkM was held at the Ori Angu Farmers Group in Pambotanjara Village, with a series of activities including the socialization of the importance of Moringa leaves, the preparation of raw materials for making herbal moringa drinks, and the practice of manufacturing Moringa leaf herbal drink products. The results of this activity were the socialization of the use of Moringa leaves as a way to increase immunity in order to prevent viruses and the practice of making Moringa leaf tea with members of farmer groups, students and lecturers at the Ori Angu Farmer Group, Pambotanjara Village.Keywords: herbal drink; moringa leaves; prevents covid-19Abstrak: Daun kelor dapat diolah dalam berbagai produk makanan dan minuman seperti sayur bening, juice, omelet, keripik, nastar, donat, bakwan dan mie daun kelor. Selain itu, daun kelor dapat diolah sebagai minuman herbal. Saat ini, dengan adanya kondisi pandemik covid-19 di seluruh dunia, banyak alternatif bahan herbal yang dikonsumsi oleh masyarakat untuk menambah nutrisi tubuh agar dapat mencegah terjadinya penularan virus tersebut, salah satunya adalah daun kelor. Tanaman kelor memiliki nutrisi tinggi, seperti vitamin C, kandungan kalsium, vitamin A, kandungan potasium, dan protein. Tujuan pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah untuk memberikan informasi dan, melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan tanaman kelor untuk mencegah covid-19, serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan minuman herbal daun kelor dalam mencegah covid-19. PkM ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara dengan runtutan kegiatan adalah sosialisasi pentingnya daun kelor, persiapan bahan baku pembuatan minuman herbal daun kelor, dan praktik pembuatan produk minuman herbal daun kelor. Hasil dari kegiatan ini adalah terlaksananya sosialisasi pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu cara menambah imunitas tubuh dalam rangka mencegah virus dan dilaksanakannya praktik pembuatan teh daun kelor bersama anggota kelompok tani, mahasiswa dan dosen di Kelompok Tani Ori Angu Desa Pambotanjara.Kata kunci: daun kelor; mencegah covid-19; minuman herbal
Jenis Dan Dominasi Gulma Pada Lahan Tanaman Jagung Di Lokasi Food Estate Kabupaten Sumba Tengah Fiter Karenga; Yonce Melyanus Killa; Surnyani K. K. L. Kapoe; Uska Peku Jawang
AGRISAINTIFIKA: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 6, No 1 (2022): Agrisaintifika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v6i1.2259

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan pada lahan yang tidak dikehendaki keberadaanya dan menimbulkan kerugian pada tanaman. Penelitian ini dilakukan Untuk mengetahui jenis gulma dan tingkat dominasi gulma pada lahan tanaman jagung di lokasi food estate Desa Umbu Pabal Selatan. Penelitian dilakukan di Desa Umbu Pabal Selatan pada bulan Desember 2021- Januari 2022. Metode yang dilakukan adalah metode survei dan hasil survei dideskripsikan. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi berbeda yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Gulma yang diperoleh kemudian di cocokan dengan buku gulma. Berdasarkan penelitian menunjukan jenis gulma yang terdapat di lahan tanaman jagungĀ  yaitu Ischaenum rugosum, Ocinum gratissimum, Borreria alata, Spigelia anthelmia L, Chromolaena odorata L, Ageratum conyzoides, Imperata cylindrical, Eriosema critinum, Momiso pudica. Hasil perhitungan kerapatan relatif dan dominasi relatif menunjukan bahwa gulma Borreria alata menunjukan hasil tertinggi sedangkan yang terendah adalah gulma Ocinum gratissimum dan gulma Spegelia anthelmia L.
Kadar Klorofil Daun Berbagai Genotip Jagung Pulut (Zea mays ceratina) Lokal Pada Beberapa Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Sapi Yohanis Ndamu Yilu; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2022): AGRILAND: JURNAL ILMU PERTANIAN
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i2.5790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi tentang kadar klorofil daun beberapa genotip jagung pulut (Zea mays ceratina)lokal pada beberapa perlakuan dosis pupuk kandang sapi. Penelitian dilakukan dua tahap, pertama yaitu kegiatan budidaya di Kelurahan Wangga Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur kemudian dilanjutkan dengan pengukuran kadar klorofil daun di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor I Varietas jagung pulut lokal terdiri dari 3 level yaitu: G1= Nggaha Ori Angu, G2= Haharu, G3= Pahunga Lodu dan Faktor II dosis pupuk kandang terdiri dari 3 level yaitu: D0= tanpa pupuk kandang (kontrol), D1= 5 ton/Ha, D2= 10 ton/Ha. Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang berpengaruh nyata (p0,05) terhadap kandungan klorofil a, klorofil b dan klorofil total tanaman jagung. Genotip jagung dan interaksi genotipe jagung dengan dosis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil a, klorofil b dan klorofil total tanaman jagung pulut.
Penilaian Kesesuaian Lahan Padi dan Jagung di Kecamatan Lewa Tidahu Kabupaten Sumba Timurn Padi dan Jagung di Kecamatan Lewa Tidahu Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa
Savana Cendana Vol 5 No 04 (2020): Savana Cendana (SC) - October 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.624 KB) | DOI: 10.32938/sc.v5i04.999

Abstract

The District of Lewa Tidahu was one of districts in eastern sumba regency, Province of Nusa Tenggara Timur (NTT). This area was majority farming in dry farming area with the pottentialy developing rice and corn farming. The aim of this study was to discovering the suitability and chacracteristics of the rice and corn farming land in Lewa Tidahu district, eastern sumba regency. This study were threated in January-June, 2019. The analisys method apply in this studyusing Matching and overlay method by extension modelbuilderin software Archview 3.2. The result of sutability analization by overlay farming land characteristics method showed the class of suitability for rice land farming was very suitable (S1) with 21.301 ha (61,99%) large; suitable enough (S2) with 12.859 ha (37,43%) large; and Non-suitable (N) with 199 ha (0,58%) large. The class of suitability for corn land farming showed very suitable (S1) with 7.651 ha (22,26%) large; suitable enough (S2) with 26.507 ha (77,14%) large; and Non-suitable (N) with 201 ha (0,60%) large. The matching result with the grown condition of rice and corn has a mean limiting factor, it were amount od oxygen demand (ao) like drainage and soil deep, erotion hazard (eh) or slope, land farming preparation (lp) or the rocks on the land surface.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN KAWANGU KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR Umbu Andira; Yonce; Suryani
Jurnal Agro Indragiri Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v7i2.2133

Abstract

Kawangu Village is one of the areas in Pandawai District which has a large agricultural land. However, until now there is no information about the state of soil chemistry on agricultural land. Knowledge of soil chemical properties will provide important information in the context of managing an agricultural land. This study aims to analyze the chemical properties of soil on agricultural land in Kawangu Village, Pandawai District, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province. This research was carried out in May-June 2022 at Kawangu Village. The research was conducted by survey method and sampling and the samples were analyzed in order to obtain the results of the analysis. The chemical properties observed were available N, available P, available K, cation exchange capacity (CEC), and base saturation (BS). The results showed that the content of N elements ranged from 0.11-0.66% (low to high status), P elements ranged from 15.58-57.78 ppm (low to high status) and P elements ranged from 15.58-57.78 m.e./100g (moderate to Very high status). The condition of the soil CEC ranged from 34.56-39.65 m.e./100g and the soil KB ranged from 72.72-95.71%.Kawangu Village, soil chemical properties
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L) Jeki Jeans Ndula Awang; Yonce M Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6333

Abstract

Pepaya adalah salah satu komoditas yang dapat disantap dalam buah segar dan dapat dibuat dalam bentuk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan bibit pepaya. Akan tetapi dalam penyediaan bibit sangat dipengaruhi benihnya. Hal ini menyebabkan perlunya bahan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dari bibit. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan bibit pepaya (Carica papaya L). Penelitian dilaksanakan di Kebun Lapangan Pertanian Universitas Kristen Wira Wacana Sumba pada bulan September-November 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga jumlah unit percobaab 20 percobaan yaitu kontrol (A0), 10% air kelapa (A1), 20% air kelapa (A2), 30% air kelapa (A3), 30% air kelapa (A3), 40% air kelapa (A4). Hasil penelitian menunjukkan pemberian air kelapa pada perlakuan 30% memberikan presentase rata-rata tertinggi pada pengamatan variabel jumlah daun, tinggi tanaman dan diameter batang
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PEPAYA (Carica papaya L.) Frederikus Umbu Luki; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
Jurnal Agro Indragiri Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agro Indragiri
Publisher : Fakultas Pertanian, Program Studi Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jai.v8i1.2477

Abstract

Tanaman pepaya termasuk tanaman tahunan yang dapat tumbuh mencapai ketinggian 8 m dengan batang tidak berkayu, bulat, berongga, bergetah, dan memiliki sisa-sisa tangkai daun dan dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki curah hujan 1000-2000 mm/tahun. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair buah terhadap bibit tanaman pepaya. (C. papaya L.) pada dosis yang berbeda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kebun Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Desa Kuta, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur pada bulan Mei-Juli 2022. Penelitian ini dilakukan di lapangan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 satuan percobaan yaitu P0 sebagai kontrol, P1 pemberian dosis POC 100 ml/liter air, P2 pemberian dosis POC 200 ml/liter air, P3 pemberian dosis POC 300 ml/liter air, dan P4 pemberian dosis POC 400 ml/liter air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC atau pupuk organik cair buah (pisang, pepaya, tomat, dan nanas) pada berbagai dosis yang diteliti tidak memberikan pengaruh nyata (tidak signifikan) terhadap pertumbuhan bibit pepaya. Tetapi dari hasil percobaan yang telah dilaksanakan, pemberian dosis POC 400 ml/liter air mendapatkan nilai rataan tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, dan diameter batang pertumbuhan bibit pepaya (C. papaya L.).
Identifikasi Jenis dan Nilai Penting Gulma Tanaman Padi Sawah di Lahan Food Estate Desa Umbu Pabal Selatan, Kabupaten Sumba Tengah: Identification of Types and Importance of Weeds in Rice Fields in Food Estates in Umbu Pabal Selatan Village Central Sumba Regency Ipan Umbu Katanga Yani; Yonce M. Killa; Suryani K. K. L. Kapoe
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 10 No. 2 (2022): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.523 KB) | DOI: 10.30605/perbal.v10i2.1761

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di antara tanaman budidaya padi sawah yang tidak dikehendaki keberadaannya karena dapat merugikan tanaman budidaya dalam persaingan kebutuhan unsur hara yang dapat menimbulkan penurunan hasil panen petani. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan nilai penting gulma pada lahan tanaman padi sawah di Desa Umbu Pabal Selatan, Kabupaten Sumba Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2022. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi yang berbeda yang di tentukan dengan metode purposive sampling dengan ukuran 1x1 meter. Hasil identifikasi jenis gulma secara umum terdapat 8 jenis gulma yaitu Cyperus iria, Cyperus disfformis, Fimbristylis miliacia, Fimbristylis dichomata, Cuphea carthagenesis, Monochoria vaginalis, Echinochloa colona L. dan Echinochloa crus- galli. Berdasarkan perhitungan niali penting di peroleh 3 jenis gulma dengan nilai tertinggi yaitu gulma F. miliacia dengan nilai 80, 50%, C. iria L. 51,93% dan gulma C. disfformis dengan nilai 50,74% serta gulma paling rendah adalah gulma C. carthagenesis 12,22%. Weeds are wild plants that grow among rice cultivation plants. It can harm cultivated plants because of competition in nutrient absorption and finally decreasing yields. This research was conducted to identify the types and importance of weeds in lowland rice fields in Umbu Pabal Selatan Village, Central Sumba Regency. This research was conducted in February to March 2022. Sampling was carried out at 15 points at 3 different locations determined by the purposive sampling method with a size of 1x1 meter. The results of the identification of weed types in general are 8 types of weeds which are divided into 4 families and 3 groups and there are 3 types of weeds with the highest value being Fimbristylis miliacia weed with a value of 80.50%, Cyperus iria L. 51.93% and weed Cyperus dysfformis with a value of 50.74% with the lowest weed is Cuphea carthagenesis 12.22% With the results of the analysis of significant value data, it can be seen that the highest value was Fimbristylis miliacia weed and the lowest weed was Cuphea carthagenesis weed.
Respon Tanaman Kangkung (Ipomea reptans Poir) Terhadap Beberapa Jenis Dan Dosis Pupuk Kandang Dewi Rambu Baba Lalu; Yonce Melyanus Killa; Suryani K.K.L Kapoe
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol 1 No 1 (2023): Edisi Mei 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jts.v1i1.495

Abstract

Kale plants are plants that are popular with the community and are rich in nutritional sources. One way to increase the production of kale plants is to provide fertilizers such as horse and chicken manure. The purpose of this study that is determine the response of water spinach (I. reptans Poir) to several types and doses of manure. This research was conducted in May-August 2022 in Hambala Village, Waingapu City District, East Sumba Regency. Experiments in this study using completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely PK1 (chicken manure 2.5 tons/ha = 22.68 g/polybag); PK2 (chicken manure 5 tons/ha = 45.37 g/polybag); PK3 (horse manure 2.5 tonnes/ha = 22.68 g/polybag); PK4 (horse manure 5 tons / ha = 45.37 g/polybag). The results of the study found that the best fertilizer application that affected plant height and number of leaves was chicken manure at a dose of 2.5 tons/ha, while for fresh weight the best result was horse manure at a dose of 2.5 tons/ha.
Pengaruh Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata) Hendro Andreatno Tobias; Yonce Melyanus Killa; Lusia Danga Lewu
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol 1 No 1 (2023): Edisi Mei 2023 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/jts.v1i1.500

Abstract

Kacang hijau atau yang bisa di sebut dengan Vigna Radiata adalah suatu tanaman yang popular di Indonesia. Bahkan menjadi peringkat ketiga setelah kacang tanah dan kedelai. Kacang hijau adalah salah satu bahan makanan dengan kandungan gizi yang baik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui interval pemberian air yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau dengan menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan pada tanaman adalah 28 hari dengan interval Z1,Z2 dan Z3 serta pemberian interval air pada tanaman kacang hijau tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter.