Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Vegetasi dan Indeks Keragaman Gulma pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) di Kelurahan Kawangu Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur Viktor U. Tara Andung; Yonce M Killa; Lusia Danga Lewu
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2023): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v11i1.7568

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan liar yang tumbuh di antara tanaman budidaya padi sawah yang tidak dikehendaki keberadaannya karena dapat merugikan tanaman budidaya dalam persaingan kebutuhan unsur hara yang dapat menimbulkan penurunan hasil panen petani. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan nilai penting gulma pada lahan tanaman padi sawah di Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022. Pengambilan sampel di lakukan di 15 titik pada 3 lokasi yang berbeda yang di tentukan dengan metode purposive sampling dengan ukuran 1x1 meter. Hasil identifikasi jenis gulma secara umum terdapat 6 jenis gulma yaitu Isolepis satacea, Juncus effusus,Imperata cylindrica, Echinochloa crus-galli, Cyprus rotundus, Eichornia crassipes. Berdasarkan perhitungan nilai penting yang di peroleh 3 Jenis gulma dengan nilai tertinggi yaitu Echinochloa crus-galli (27.93%) dan gulma Cyperus rotundus (18.62%) sedangkan gulma dengan presentase kerapatan relatif terendah adalah Isolepis setacea (1.40%).
Kajian Sifat Fisik Tanah pada Lahan Kering Beriklim Kering di Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur Yonce Melyanus Killa; Melycorianda Hubi Ndapamuri; Edmilson Umbu Ratu; Matias Umbu Teul
Jurnal Galung Tropika Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v13i1.1161

Abstract

Dry land with a dry climate (LKIK) is suboptimal land that has the potential to be developed. A higher evapotranspiration rate than rainfall characterizes this land, so this land is in a condition of water shortage. One of the areas with LKIK conditions is Wulla Waijelu District, East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province, which is one of the areas with LKIK conditions. This area has not utilized its land potential because the land's condition, especially the soil's physical properties, has yet to be discovered. Therefore, this research was conducted to determine the physical properties of the land so that its use was based on the capabilities of the land. This research was conducted in Wulla Waijelu District in June-August 2023. This research used survey methods and sampling at predetermined points for four land uses. The observation variables are soil texture, permeability, porosity, bulk weight, and field capacity water content. The research results show that the research results provide varying values between land use and observation variables. Soil texture consists of clay, sandy clay, dusty clay, sandy loam, and dusty clay. Permeability criteria are medium, medium to fast, and fast, with soil porosity ranging from 22.8-70.3%. Soil bulk weight is between 0.96-1.6 gr/cm3, with field capacity water content varying from 22.8% to 70.3%.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat di Kelompok Tani Hortikultura, Kelurahan Kawangu-Sumba Timur Lusia Lewu; Junaedin Wadu; Uska Peku Jawang; Suryani K.K.L Kapoe; Yonce Melyanus Killa; Melycorianda H. Ndapamuri; Marten U. Nganji; Elsa Christin Saragih
Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Karya Nyata : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/karyanyata.v2i2.1714

Abstract

Horticultural commodities are an important component in the development of agriculture that continues to grow. In order to fulfill family nutrition, horticultural cultivation is one of the routine jobs of farmers in Kawangu Village, Pandawai District-East Sumba which is located in a coastal area with an altitude of 40 meters above sea level. The soil conditions that are more dominated by sand and rocks cause farmers in the location to experience obstacles in fulfilling organic fertilizers as an important input in the process of cultivating horticultural plants. This community service activity is expected to provide new knowledge about making solid organic fertilizers so that farmers can apply them to horticultural plants. Community service activities are carried out using the PRA (Participatory Rural Approach) method including observation, problem identification, counseling, making solid organic fertilizers, mentoring and evaluation. Through this activity, farmers have succeeded in making solid organic fertilizers using local materials available around the horticultural land and have been applied directly in the cultivation of horticultural plants. This community service has been successfully implemented independently by farmers by utilizing leaf litter and livestock manure around the horticultural land.
Sosialisasi aneka sorgum lokal Sumba dan pembuatan pupuk organik cair untuk meningkatkan pertumbuhannya di desa Kuta – Sumba Timur Lusia Danga Lewu; Melycorianda Hubi Ndapamuri; Marten Umbu Nganji; Uska Peku Jawang; Yonce Melyanus Killa; Suryani K. K. L. Kapoe
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23562

Abstract

AbstrakSorgum merupakan salah satu komoditas pangan alternatif yang sedang dikembangkan di Indonesia. Desa Kuta Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu wilayah sasaran yang memiliki beranekaragam tanaman sorgum lokal. Tetapi, sorgum menjadi komoditas yang hampir punah seiring dengan kecenderungan masyarakat yang lebih mengutamakan beras padi sebagai sumber pangan utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan kembali aneka sorgum lokal sekaligus memberikan informasi tentang pembuatan pupuk organik cair  yang dapat dibuat dari bahan lokal yang terdapat di sekitar lokasi penanaman sorgum. Pupuk organik cair ini berfungsi untuk menunjang kegiatan usaha tani khususnya dalam peningkatan pertumbuhan sorgum. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu melalui tahap perencanaan, wawancara sepintas dengan metode FGD (Focus Group Discussion), pelaksanaan kegiatan dan evaluasi akhir. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah peserta dapat mengenal jenis sorgam lokal serta mampu membuat  pupuk organik cair dan langsung diaplikasikan pada tanaman sorgum. Berdasarkan evaluasi keberhasilan dalam pengamatan 5 HST diperoleh bahwa tanaman sorgum yang diaplikasikan pupuk organik cair berkecambah dan tumbuh lebih subur dibandingkan tanaman tanpa aplikasi pupuk cair. Kata kunci: sorgum lokal ; Sumba ; pengabdian ; pelatihan ; pupuk organik cair AbstractSorghum is an alternative food commodity that is being developed in Indonesia. Kuta Village, Kanatang District, East Sumba Regency is one of the target areas which has a variety of local sorghum plants. However, sorghum is becoming a commodity that is almost extinct in line with the tendency of society to prioritize rice as the main food source. This community service activity aims to reintroduce a variety of local sorghum as well as provide information about making liquid organic fertilizer which can be made from local materials found around the sorghum planting location. This liquid organic fertilizer functions to support farming activities, especially in increasing sorghum growth. The method used in this activity is through the planning stage, cursory interviews using the FGD (Focus Group Discussion) method, implementation of activities and final evaluation. The results of this activity were that participants were able to get to know local types of sorghum and were able to make liquid organic fertilizer and apply it directly to sorghum plants. Based on the evaluation of success in observations after 5 days, it was found that sorghum plants that were applied with liquid organic fertilizer germinated and grew more fertile than plants without the application of liquid fertilizer. Key words: local sorghum; Sumba; devotion; training ; liquid organic fertilizer
UJI EFEKTIVITAS SERBUK DAUN AWAR-AWAR (Ficus septica Burm) DALAM MENGENDALIKAN HAMA Sitophilus zeamais Mia Kahi Ata Djawa; Yonce Melyanus Killa
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1394

Abstract

Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu bahan pangan yang memiliki peranan sangat penting, menempati posisi kedua setelah padi. Di Indonesia, jagung tidak hanya berfungsi sebagai sumber makanan, tetapi juga sebagai komoditas strategis setelah beras dan kedelai, karena perannya juga sangat penting dalam penyediaan pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pestisida daun awar-awar terhadap S. zeamais. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian direncanakan berlangsung dari bulan April hingga Mei 2025. Penelitian ini merupakan penelitian yang dideasin menggunakan rancangan acaka lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, dan diulangi sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 satuan unit percobaan yaitu: P0= kontrol (tanpa serbuk daun awar-awar), P1= 5 g serbuk daun awar-awar, P2= 10 g serbuk daun awar-awar, P3= 15 g serbuk daun awar-awar, dan P4= 20 g serbuk daun awar-awar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk daun awar-awar berpengaruh nyata terhadap hama S. zeamais pada semua parameter yang diamati seperti mortalitas hama, penurunan aktivitas makan dan kecepatan mati. Perlakuan terbaik yang dapat direkomendasikan digunakan adalah P4 (20 g serbuk daun awar-awar.
Kompetisi Gulma dan Tanaman Cabai (Capsicum sp.) Pada Perlakuan Dosis Pupuk Kandang Kambing Oktavianus Dongga Hunggurami; Yonce Melyanus Killa
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2025): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v13i2.13382

Abstract

Tanaman sawi Salah satu komoditas pertanian utama yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah cabai dengan aroma, rasa, dan warnanya yang khas, cabai sering dimanfaatkan sebagai rempah dan bumbu dalam berbagai masakan. Peningkatan produksi tanaman cabai dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam tanah melalui pemberian pupuk pupuk dari kotoran kambing. Pupuk yang di aplikasikan adalah pupupk kandang kambing yang mempunyai kandungan 0,60% N, 0,30% P, 0,17% K, dan 85% H2O, dengan rasio C/N sebesar 21,12%. Hal ini dilakukan penggunaa aplikasi pupuk kandang kambing terhadap kompetisi gulma dan tanaman cabai (capsicum sp.) pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing. Penelitian di laksanakan pada bulan februari-maret 2025 di Desa Kiritana, yang berada di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini susun dengan mengunakan Rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5 perlakuan dosis pupuk kandang kambing dengan 4 ulangan dan terdapat 20 unit plot percobaan tanaman cabai. Hasil penelitian terlihat bahwa pemberian pupuk kandang kambing dengan dosis berbeda tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai, tetapi pemberian pupuk dengan dosis P2 memberikan nilai tertinggi pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah gulma dan pada berat buah yaitu pada dosis P4 yang memberikan nilai tertinggi.
Pengaruh Pemberian Kompos Feses Kambing Terhadap Peningkatan Sifat Fisik Dan Kimia Tanah Lahan Kering Maxi Sandro Christian Lodo Ola; Lusia Danga Lewu; Yonce Melyanus Killa
Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Mei 2026 (SJAA)
Publisher : Prodi Agroteknologi dan Agribisnis - Universitas Kristen Wira Wacana Sumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58300/fz898649

Abstract

Produktivitas lahan kering di Sumba Timur rendah akibat keterbatasan air, degradasi tanah, erosi, kandungan bahan organik rendah, dan ketersediaan hara terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis kompos feses kambing yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas tanah lahan kering. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%, 40% per polybag) dan 4 ulangan. Tanah halus homogen dicampur kompos sesuai dosis, diinkubasi 7–14 hari, kemudian diamati parameter bobot isi, kadar air, permeabilitas, porositas, pH, KTK, dan C-organik yang dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNT taraf 5%. Hasil prnrlitian menunjukkan dosis 10–30% (P1–P3) meningkatkan sifat fisik tanah melalui penurunan bobot isi (1,36–1,45 g/cm³) dan peningkatan permeabilitas sangat nyata dari 9,63 cm/jam menjadi 40,23–53,15 cm/jam, mendukung gembur tanah, porositas, drainase, dan aerasi. Namun, dosis 40% (P4) menurunkan kualitas fisik tanah karena bobot isi meningkat menjadi 1,80 g/cm³ akibat pemadatan mekanis atau bahan organik belum terdekomposisi sempurna. Kompos meningkatkan sifat kimia tanah melalui peningkatan pH dari asam moderat 6,34 menuju netral 7,00 pada dosis 40%, akibat pelepasan kation basa (Ca²?, Mg²?, K?) yang menetralkan keasaman dan meningkatkan ketersediaan hara N, P, K. Meskipun demikian, kompos tidak meningkatkan secara nyata kadar air tanah, KTK, dan C-organik. Dosis optimal untuk lahan kering adalah 10–30% yang menurunkan kepadatan, meningkatkan permeabilitas, dan menaikkan pH mendekati netral tanpa menyebabkan pemadatan.