Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pharmaceutical Science Journal

TINGKAT KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU PADA PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIPAYUNG KOTA DEPOK Agung Dewantoro; Aulia Nadya Rizki Imansari; Ahmad Fadhila
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 2, No 2 (2022): PHRASE (PHARMACEUTICAL SCIENCE) JOURNAL VOL 2 NO 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v2i2.400

Abstract

Tuberculosis is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which can attack the lungs and other organs. Transmission occurs when a person inhales droplet nuclei that enter through the mouth or nose, upper respiratory tract and bronchi until they reach the lungs. One of the determinants of success in the treatment of pulmonary TB is that the patient must improve compliance in taking anti-tuberculosis drugs obediently and regularly until complete. There are several factors that influence the level of adherence to the use of anti-tuberculosis drugs in patients with pulmonary TB, namely motivation, family support, supervision from PMO, education level and occupation. This study aims to determine the level of adherence to the use of anti-tuberculosis drugs in pulmonary TB patients at the Cipayung Health Center. The type of research used is descriptive by using the total sampling method and the sample used is 28 respondents. Data were collected using a validated questionnaire based on the MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). The results of this study were (57%) male samples, (36%) were early adults between 26-35 years old, (57%) had high school education, (53.5%) worked as private employees. And the results obtained (82%) have a high level of compliance, (14%) have a moderate level of compliance, and (4%) have a low level of compliance. The conclusion from the level of adherence to the use of anti-tuberculosis drugs in pulmonary TB patients at the Cipayung Health Center with a value (82%) has a high level of adherence as many as 23 respondents.
Gambaran Pelayanan Informasi Obat (PIO) pada Pasien di Klinik Bahar Medika 2 Periode Maret - Juni 2023 Rahajeng, Suny Koswara; Rizki Imansari, Aulia Nadya; Fadhilah, Humaira; Sayyidah, Sayyidah; Maharani, Anis Dwi
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 1 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 1, 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i1.735

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan penyediaan dan pemberian informasi yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya. Hal yang perlu disampaikan mengenai PIO kepada pasien antara lain nama obat, sediaan obat, dosis obat, cara pakai obat, penyimpanan obat, indikasi obat, kontra indikasi obat, efek samping obat, dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif. Pelayanan informasi obat yang diterima olehh pasien mengenai pemberian informasi obat melalui leaflet atau brosur sebanyak 21,38% selalu dilakukan, informasi terkait nama obat sebanyak 54,14% selalu dilakukan, bentuk sediaan obat sebanyak 58,28% selalu dilakukan, dosis obat sebanyak 76,55% selalu dilakukan, cara pemakaian obat sebanyak 87,24% selalu dilakukan, cara penyimpanan obat sebanyak 51,38% selalu dilakukan, indikasi obat sebanyak 92,41% selalu dilakukan, interaksi obat sebanyak 52,41% selalu dilakukan, pencegahan terhadap interaksi obat sebanyak 56,21% selalu dilakukan, efek samping obat sebanyak 50,69% selalu dilakukan, cara pemusnahan obat sebanyak 15,52% selalu dilakukan. Hanya saja pada pelayanan informasi mengenai pemberian leaflet atau brosur hasilnya 21,38% dan cara pemusnahan obat hasilnya 15,52% yang artinya masih jarang dilakukan pemberian informasi dan edukasi oleh Apoteker kepada pasien di Klinik tersebut tentang pemberian leaflet atau brosur dan cara pemusnahan obat
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sheet Mask dari Sari Wortel (Daucus carota L) Imansari, Aulia Nadya Rizki; Apriyanti, Rini; Rahmi, Junaida
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 4, No 2 (2024): Pharmaceutical Science Journal Vol 4 No 2
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v4i2.909

Abstract

Wortel kaya akan nutrisi dan senyawa antioksidan seperti Beta-Karoten dan Vitamin C yang melindungi kulit dari kerusakan. Sheet mask yang terbuat dari bahan non-woven, kertas, atau Bioselulosa, populer karena praktis dan efektif dalam melembapkan serta mencerahkan kulit. Di Indonesia, sheet mask dari wortel digunakan luas untuk perawatan kulit, dengan manfaat menghindari jerawat dan memberikan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan dan evaluasi sediaan sheet mask dari ekstrak wortel (Daucus Carota L.), serta memformulasikan formulasi yang optimal. Penelitian ini mengunakan metode penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian eksperimental atau kegiatan percobaan (experiment research) adalah kegiatan percobaan (exsperiment), yang bertujuan mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Sediaan Sheet Mask ekstrak wortel (Daucus Carota L) dengan berat 25 gram per kemasan. Setiap formulasi memiliki konsentrasi ekstrak wortel yang berbeda, yaitu F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), dan F3 (5%). Perbedaan ini menghasilkan variasi dalam konsistensi produk, warna, dan aroma, yang berbeda pada setiap tingkat konsentrasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa formula 3 dengan konsentrasi 5% merupakan formula yang paling optimal disimpan dalam penyimpanan pada suhu ruangan 15-30oC dan suhu dingin 2-8oC. Semakin tinggi konsentrasi zat aktif ekstrak wortel, maka semakin tinggi pula kekuatan antioksidanya. Hal tersebut karena pada konsentrasi yang tinggi, kemampuan antioksidan untuk menangkap radikal bebas semakin besar.