Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X Purwaningsih, Neneng Sri; Rizki Imansari, Aulia Nadya; Maharani, Naura Arzetti
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.285

Abstract

ABSTRACT Background: Drug requirement planning is the process of determining the quantity and timing of procurement for Pharmaceutical Preparations, Medical Devices, and Medical Consumable Materials based on the results of prior selection activities, to ensure the fulfillment of the principles of the right type, right quantity, right timing, and efficiency. Objective: TThis study aims to evaluate the planning of antibiotic drug procurement using the ABC VEN analysis method in the outpatient pharmacy installation at Ilanur Mother and Child Hospital. Method: The method used is descriptive non-experimental with ABC VEN analysis. Results: The results of the study showed that from the ABC analysis, group A had a percentage of drug items of 10.25% (4 drug items) and a percentage of budget value of 69.63%. Group B had a percentage of drug items of 20.52% (8 drug items) and a percentage of budget value of 21.32%. And group C had a percentage of drug items of 69.23% (27 drug items) and a percentage of budget value of 9.02%. The results of the VEN analysis with group V had a percentage of drug items of 51.28% (20 drug items). Group E had a percentage of drug items of 41.03% (16 drug items). Group N has a percentage of drug items of 7.96% (3 drug items). Conclusion: In this study, category A drugs are drugs that have the largest budget and category V is important drugs that must not run out. ABSTRAK Latar belakang: Perencanaan kebutuhan obat merupakan proses untuk menentukan jumlah serta waktu pengadaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan, guna memastikan terpenuhinya prinsip tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, serta efisien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perencanaan pengadaan obat antibiotik dengan menerapkan metode analisis ABC VEN pada instalasi farmasi rawat jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ilanur. Metode : deskriptif dengan pendekatan crossectional dengan pengambilan data secara retrospektif dan pengambilan sampel secara purposive. Hasil: Hasil penelitian menunjukan dari analisis ABC kelompok A memiliki persentase item obat 10,25% (4 item obat) serta persentase nilai anggaran 69,63%. Kelompok B memiliki persentase item obat 20,52% (8 item obat) serta persentase nilai anggaran 21,32%. Dan kelompok C memiliki persentase item obat 69,23% (27 item obat) serta persentase nilai anggaran 9,02%. Hasil analisis VEN dengan kelompok kelompok V memiliki persentase item obat 51,28% (20 item obat). Kelompok E memiliki persentase item obat 41,03% (16 item obat). Kelompok N memiliki persentase item obat 7,96% (3 item obat). Kesimpulan: Pada penelitian ini obat kategori A yaitu obat yang memiliki anggaran dana terbesar dan kategori V yaitu obat yang penting tidak boleh sampai habis.
Identifikasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Beyond Use Date (Bud) Pada Sediaan Obat Di Rt 002/002 Kelurahan Pinang Kota Tangerang Imansari, Aulia Nadya Rizki; Sayyidah, Sayyidah; Khoirani, Anisah Putri
PHRASE (Pharmaceutical Science) Journal Vol 5, No 2 (2025): Pharmaceutical Science Journal Vol 5 No 2, 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/phrase.v5i2.1173

Abstract

Public knowledge regarding the expiration of medications after opening or compounding, known as Beyond Use Date (BUD), remains relatively low. BUD plays a crucial role in maintaining the quality, effectiveness, and safety of medications. This study aims to describe the level of public knowledge about BUD in pharmaceutical preparations in RT 002/002, Pinang Subdistrict, Tangerang City. This research employed a descriptive quantitative method with purposive sampling and involved 100 respondents. Data were collected using a questionnaire and analyzed using frequency distribution and percentages. The results showed that most respondents had a moderate level of knowledge (50%), followed by good (24%) and poor (26%) levels. The majority of respondents were aged 17–25 years, female, held a higher education degree, and obtained information about BUD mainly from the internet. It can be concluded that public knowledge regarding BUD still needs improvement, particularly through proper education and information dissemination.
Gambaran Medication Error Tahap Peresepan (Prescribing) di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul Periode Januari – Desember Tahun 2020 Aulia Nadya Rizki; Yuni Mutmainah; Frida Kasumawati
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v5i2.1920

Abstract

Medication error adalah suatu kejadian yang tidak hanya merugikan pasien tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pasien yang dilakukan oleh petugas kesehatan khususnya dalam hal pelayanan pengobatan pasien. Medication error dapat terjadi di dalam tiap proses pengobatan, salah satunya pada fase prescribing. Adanya medication error fase prescribing apabila komponen seperti kelengkapan data pasien, data dokter, dan tanggal resep belum belum lengkap 100% pada lembar resep.3 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kejadian medication error pada tahap prescribing dalam pelayanan pengobatan di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif. Pengumpulan data menggunakan metode teknik non probability sampling dengan jumlah pengambilan sempel resep sebanyak 270 resep pada bulan Januari – Desember 2020 di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul. Dari hasil penelitian menunjukkan potensi kejadian medication error pada kelengkapan administratif yaitu meliputi berat badan 100%, jenis kelamin 87%, paraf dokter 83%, umur pasien 60%, SIP dokter 57%, tanggal resep 27%, nama dokter 24%, dan nama pasien 1%. Sedangkan pada kelengkapan farmasetik potensi kejadian medication error yaitu meliputi ketidaklengkapan kekuatan sediaan 77%, bentuk sediaan 28%. Masih ditemukan ketidaklengkapan pada penulisan resep yang berpotensi terjadi nya medication error di apotek dan klinik keluarga sehat muncul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan mencegah terjadinya medication error pada fase prescribing.