Etriya Etriya
Department Of Agribusiness, Faculty Of Economics And Management, Bogor Agricultural University

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Budaya Bugis Terhadap Akses Finansial Dan Pelatihan Pada Perempuan Wirausaha Di Sulawesi Selatan Salassa, Dara Intan; Mohammad Baga, Lukman; Etriya, Etriya
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 11 No. 1 (2023): Juni 2023 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2023.11.1.48-63

Abstract

Budaya lokal diduga berhubungan dengan perempuan wirausaha, termasuk dalam kegiatan akses ke keuangan dan pelatihan. Bugis merupakan etnis asal Indonesia yang memiliki nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan kewirausahaan perempuan. Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan karakteristik perempuan wirausaha dan nilai-nilai budaya Bugis: reso (kerja keras), macca (cerdas dan terampil), passibijaang (kekeluargaan), dan barani (keberanian mengambil risiko) pada perempuan wirausaha; dan (2) mengukur hubungan antara nilai budaya Bugis (reso, macca, passibijaang, dan barani) dengan akses finansial dan pelatihan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei online dan survei dengan wawancara tatap muka. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 205 responden. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan korelasi rank pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) budaya reso dan macca pada perempuan wirausaha cenderung tinggi, sedangkan budaya passibijaang dan barani pada perempuan wirausaha cenderung menengah; (2) Budaya macca dan barani berhubungan positif dengan akses finansial. Budaya macca memiliki tingkat hubungan yang sangat lemah dengan akses finansial, sedangkan budaya barani memiliki tingkat hubungan yang cukup kuat dengan akses finansial. Budaya passibijaang berhubungan positif dengan akses pelatihan, dengan tingkat hubungan terkategorikan lemah. Saran penelitian yaitu dilakukannya pembentukan komunitas guna mewadahi perempuan wirausaha pedesaan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berwirausaha.
PENDAPATAN USAHATANI UBI KAYU BERDASARKAN SALURAN PEMASARAN DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Nur Hidayah, Risa; Khilat Adhi, Andriyono; Etriya, Etriya
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 12 No. 1 (2024): Juni 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.1.140-150

Abstract

Produksi ubi kayu yang tinggi berkontribusi pada pendapatan masyarkat di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Akan tetapi, usahatani ubi kayu menghadapi tantangan, seperti tingginya harga pupuk dan fluktuasi harga jual ubi kayu di tingkat petani. Petani di Kabupaten Gunungkidul memiliki dua alternatif saluran pemasaran (sebagai pembeli ubi kayu) yaitu melalui pedagang pengumpul dan melalui pengolah pangan. Masing-masing saluran pemasaran tersebut membeli ubi kayu petani dengan harga dan kriteria kualitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan antara pendapatan usahatani ubi kayu yang menjual ke pengolah pangan dan yang menjual ke pedagang pengumpul di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode analisis pendapatan usahatani dan R/C ratio untuk menganalisis pendapatan usahatani ubi kayu dan uji beda (independent sample t test) untuk mempelajari perbedaan antara pendapatan usahatani yang menjual ubi kayu ke pengolah pangan (dengan kualitas tertentu) dan menjual ke pedagang pengumpul (tanpa kualitas tertentu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani ubi kayu petani yang menjual ke pengolah pangan lebih tinggi dari pada petani yang menjual ke pedagang pengumpul berdasarkan biaya tunai maupun non tunai. Penelitian ini menemukan bahwa pupuk menjadi salah satu komponen biaya usahatani yang tinggi. Oleh karena itu, pemerintah disarankan untuk membantu petani mendapatkan akses ke pupuk bersubsidi yang disertai dengan pendampingan penggunaan pupuk tepat dosis, sehingga biaya usahatani bisa lebih rendah.
THE INFLUENCE OF ACCESS TO FINANCING, FINANCIAL LITERACY AND ENTREPRENEURIAL COMPETENCE ON UMK PERFORMANCE IN KENDARI CITY Syahadat, Muhammad Khafif Hamdun; Suharno; Etriya, Etriya
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): Desember 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.2.383-398

Abstract

Kendari City although the growth of MSEs shows a positive trend, challenges such as access to financing, financial literacy and entrepreneurial competence still need to be overcome to encourage positive MSE performance. The existing literature still does not conclusively state how the role and how to utilize information about financial access, financial literacy, and entrepreneurial competence. Therefore, there is a high urgency to conduct research on this subject, agat obtained benefits for the development of MSEs. This study aims to analyze the effect of access to financing, financial literacy and entrepreneurial competence on the performance of MSEs in Kendari City. Data collection using survey techniques located in Kendari City. The number of samples in this study as many as 165 respondents who have a SIUP. Data were analyzed using PLS-SEM method. The results showed that access to financing, financial literacy and entrepreneurial competence have a positive effect on the performance of MSEs. Access to financing is proven to improve the performance of micro and small enterprises (SMEs). Similarly, financial literacy improves performance. Furthermore, entrepreneurial competence also improves the performance of MSEs. Policy implications and recommendations that can be followed up by simplifying credit application requirements and procedures, conducting regular financial management training and training in skills and product innovation supported by collaboration between local governments and financial institutions to encourage sustainable growth of MSEs in Kendari city.