Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Majelis Ta'lim: A Model of Non-Formal Islamic Education and Development (A Phenomenological Study of its Role, Opportunities and Challenges in the Modern Era) M Fadli
At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol. 10 No. 2 (2023): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : the Faculty of Education and Teacher Training of the Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/tarbawi.v10i2.6997

Abstract

Majelis ta'lim is a non-formal institution that plays a role in fostering and providing religious education to its congregation. In the past, majelis ta'lim was carried out traditionally, but with the rise of digitalization, the traditional forum was eroded by the modern majelis ta'lim model. The purpose of this research is to analyze the role, opportunities, and challenges of majelis ta'lim in today's modern era. This paper is produced from a literature review with a data collection model in the form of documentation from the web or virtual majelis ta'lim sites spread across various online media. In addition, this paper will also use important research results related to the issues discussed in this paper. The argument built from the results of this research is that the modern era of majelis ta'lim is very instrumental in the current pattern of Islamic education. Especially for Ustadz who is viral with various interesting studies. This is a great opportunity for Ustadz in packaging material to be delivered easily without requiring a large place like traditional ta'lim assemblies. However, behind this convenience, big challenges also arise. The challenge is related to the material of the taklim assemblies that feature different studies that cause people to become confused and allow misunderstanding of the material presented. The results of this study are expected to be new information in the model of guidance and education of majelis ta'lim.
TA'TSIR AT-THARIQAH RESITASI WA ISTIKHDAMUHA ‘ALA TATHWIRIN MA'RIFII LI THULLAB FII MAHARATIL ISTIMA' BI MAN 1 LANGSA Fakhrun Nisa; M. Fadli
Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 2 (2020): VOLUME 5 No 2 TAHUN 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan bahasa Arab IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Judul penelitian ini adalah Pengaruh Metode Resitasi Terhadap Perkembangan Kognitif Siswa Pada Kemahiran Mendengar di MAN 1 Langsa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode ResitasiTerhadap Perkembangan Kognitif Siswa Pada Kemahiran Mendengar di MAN 1 Langsa, dan Apa saja pengaruh penggunaan metode resitasi terhadap Kognitif Siswa Pada Kemahiran Mendengar di MAN 1 Langsa. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian eksperimen menggunakan metode resitasi. Ini adalah cara yang cocok untuk digunakan dalam meningkatkan keterampilan mendengar. Dan adapun metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode eksperimen quasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini meliputi 118 siswa kelas XI di MAN 1 Langsa tahun pelajaran 2019-2020 dengan jumlah sampel 22 siswa dari kelas kontrol dan 22 siswa dari kelas eksperimen. Dan instrumen yang digunakan adalah wawancara, observasi dan tes. Setelah peneliti menganalisis data maka peneliti menemukan hasil penelitian yaitu: metode resitasi berpengaruh besar terhadap perkembangan kognitif siswa khususnya kemahiran mendengar, ini di buktikan dengan nilai t-hitung 2,04 lebih besar dari pada nilai t-tabel 1.697, dan macam-macam pengaruh dari penggunaan metode resitasi terhadap perkembangan kognitif siswa pada kemahiran mendengarkan di MAN 1 Langsa yaitu : siswa dapat memahami materi pelajaran dengan baik, siswa dapat memecahkan masalah dan siswa mengetahui materi yang baru dari materi yang di ajarkan oleh guru.
Tathbiiq Namudzaj At- Ta’allum Al-Qaaim ‘ala Al-Masyru’ fii Tathwiiri Mahaarati Al-Kitabah: Applying The Project-Based Learning Model To Develop Public Speaking Skills hatta sabri; M.Fadli; Nasruddin
Al Intisyar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 10 No. 2 (2025): VOLUME 10 No.2 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan bahasa Arab IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/intisyar.v10i2.12757

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model in developing students’ speaking skills in the Arabic Language Education Program at Langsa State Islamic University. The study employs a qualitative approach with a case study method, involving lecturers and students as data sources through interviews, observations, and documentation. The results indicate that PjBL effectively enhances students’ ability to prepare and deliver Arabic speeches confidently and competently. Students actively engage in planning, executing, and evaluating speech projects, thereby simultaneously developing their language proficiency, critical thinking, creativity, and interpersonal skills. PjBL provides an authentic and contextual learning experience, integrating theory and practice harmoniously. The primary challenge observed is students’ anxiety in public speaking, which can be mitigated through guidance and self-reflection. This study underscores the importance of employing student-centered learning models to achieve superior communication competencies.
Pengembangan Produk Media ICT Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Hendro Septyawan; M. Fadli
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 12 (2025): NJMS - Juli 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) memberikan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya pengembangan media ICT dalam pembelajaran Akidah Akhlak, langkah-langkah pengembangan, serta manfaatnya bagi pembelajaran. Metode penulisan yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis deskriptif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa penerapan media ICT dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memfasilitasi gaya belajar yang beragam, serta menumbuhkan minat belajar peserta didik. Pengembangan media ICT perlu memperhatikan relevansi materi, prinsip-prinsip pendidikan Islam, serta kompetensi guru dalam bidang teknologi. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara pendidik, ahli teknologi, dan pakar agama untuk menghasilkan media pembelajaran ICT yang bermakna, kontekstual, dan mendukung pembentukan karakter Islami.
Teori Belajar, Pendekatan, Model Dan Strategi Pembelajaran PAI Masyithah; Muhammad Haikal; M. Fadli
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 12 (2025): NJMS - Juli 2025
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), yang menjadi tuntutan dalam era digital. Pembelajaran PAI tidak hanya bertujuan menyampaikan materi keislaman secara kognitif, tetapi juga membentuk karakter, sikap spiritual, dan keterampilan peserta didik. Untuk itu, pemahaman tentang teori belajar, pendekatan, model, dan strategi pembelajaran yang tepat menjadi hal krusial. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa teori kognitivisme, humanistik, behavioristik, dan konstruktivisme menjadi landasan utama dalam pembelajaran PAI. Pendekatan kontekstual, saintifik, dan multikultural relevan untuk diterapkan, sementara model kooperatif, problem-based learning, dan inquiry learning efektif dalam pembelajaran berbasis ICT. Strategi seperti ceramah interaktif, storytelling, project-based learning, dan role playing mampu memperkaya proses pembelajaran secara holistik. Integrasi pedagogi dan teknologi memungkinkan PAI disampaikan secara menarik, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.