Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Seni Tradisi Dan Kreativitas Dalam Kebudayaan Minangkabau Hengki Armez Hidayat; Wimbrayardi Wimbrayardi; Agung Dwi Putra
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v1i2.26

Abstract

Masyarakat Minangkabau menganut falsafah-falsafah sebagai konsepsi yang implikasikan ke dalam kebudayaannya, salahsatunya yaitu dengan kehadiran kesenian. Kesenian dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau hidup dan berkembang bersama perjalanan waktu serta daya kreativitas masyarakatnya dinamis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan melakukan pengamatan terhadap kesenian, khususnya yang berhubungan dengan tradisi dan kreativitas dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau dengan menggunakan pendekatan Hermeneutik dan studi literatur. Penelitian dilakukan dengan pengamatan mengenai bentuk-bentuk seni tradisi Minangkabau khususnya musik tadisi dan perkembangannya pada masyarakat Minangkabau. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini antara lain mengenai; bentuk-bentuk kesenian tradisi Minangkabau dan kesenian dalam kebudayaan Minangkabau.
Peningkatan Kompetensi Guru Seni Musik Melalui Pembelajaran Berbasis Literasi Menggunakan Pendekatan Kontekstual Irdhan Epria Darma Putra; Rudi Nofindra; Agung Dwi Putra
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v2i2.45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru seni budaya (musik) berbasis literasi yang mengedepankan pembelajaran humanistik dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Melalui pembelajaran literasi dengan memasukkan unsur kearifan lokal, diharapkan mampu mendorong guru untuk menggunakan strategi pembelajaran kontekstual agar relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kepustakaan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seni dan budaya di sekolah menjadi sangat terbatas, salah satunya karena keterbatasan literasi. literasi yang dimaksud dapat dilakukan dengan jalan observasi, selain itu dapat pula dilakukan dengan melakukan aktivitas konkret atas realitas yang dihadapi peserta didik dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk tulisan atau karya seni. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran seni dan budaya.
Pendidikan Musik sebagai Wahana Pendidikan Nilai Agung Dwi Putra; Sofyan Sauri; Aceng Kosasih
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v4i1.78

Abstract

This article seeks to provide readers with a comprehensive understanding that Music Education is actually a vehicle for Value Education because it presents good values ​​that can be internalized by a person so that a positive character is built. The research was conducted by reviewing the relevant literature so that the results can be described as answers that build a certain theoretical framework. The relevant literature in question is obtained from various written sources originating from journals, books, and web pages (internet). The entire literature is then reviewed, filtered to see its relevance, interpreted, described, reinterpreted, and described as an answer that explains the concept of Music Education as a vehicle for Values ​​Education. This study found that Music Education is a very important element as a vehicle for value learning, regardless of its implementation which has certain standards as regulated in NAfME as a Music Education organization in the world based in the United States. In the national context, Ki Hadjar Dewantara has always seen the importance of Music Education as a vehicle for Value Education through his conception of Gending and Wirama.