Claim Missing Document
Check
Articles

Found 97 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Sintesis Al2o3 Nanopartikel Dari Bahan Bijih Bauksit Untuk Aplikasi Pada Model Radiator Devi Silfia Istiqomah; Muhamad Ramdlan Kirom; Dani Gustaman Syarif
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nanofluida mempunyai potensi untuk menggantikan fluida pendingin konvensional. Penelitian ini membahas mengenai invensigasi nanofluida Air-Al2O3 dengan menggunakan model radiator. Al2O3 anopartikel diperoleh dari proses bayer dan solgel. Bahan alam bijih bauksit diekstraksi hingga menghasilkan senyawa Al2O3. Al2O3 ditambah sukrosa, dipanaskan, kemudian dikalsinasi sehingga diperoleh Al2O3 nanopartikel berukuran 6,31 nm dengan menggunakan metode karakterisasi Surface Area Meter. Al2O3 nanopartikel didispersikan dengan air dengan konsentrasi 0,03 % volume, 0,08% volume dan 0.13% volume per 300 ml air sehingga diperoleh nanofluida Air-Al2O3 yang kemudian diaplikasikan pada model radiator. Hasil yang didapatkan pada penelitian yaitu makin besar konsentrasi Al2O3 nanopartikel yang dimasukan, makin besar penurunan suhu yang terjadi. Penurunan suhu terbesar sebesar 3ï‚°C pada konsentrasi Al2O3 nanopartikel 0,13% volume. Kapasitas panas nanofluida menurun seiring ditabahkan konsentrasi nanopartikel Al2O3, sementara nilai laju perpindahan kalor meningkat seiring dengan kenaikan selisih suhu fluida sebelum dan sesudah didinginkan dengan nilai laju perpindahan kalor tertinggi terjadi pada nanofluida Air-Al2O3 0,13 %volume yaitu sebesar 70,15 J/s. Kata kunci: Al2O3 nanopartikel, nanofluida Air-Al2O3, model radiator, koefisiensi kerja
Analisis Dan Simulasi Pengaruh Jenis Insulator Termal Pada Dinding Tanki Air Panas Terhadap Laju Penurunan Suhu Air Dalam Tanki Dyan Franco Sinulingga; M Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemanfaatan energi, salah satu komponen terpenting adalah media penyimpan energi (energy storage), karena fungsinya untuk mejaga energi yang sudah didapat untuk tidak hilang, agar dapat dimanfaatkan kemudian. Maka perlu dilakukan perancangan sebuah penyimpan energi yang baik, dalam penelitian ini dirancang sebuah tangki air panas yang dapat menahan suhu panas pada air di dalamnya untuk tetap terjaga tinggi, prinsipnya sederahana yaitu hanya dengan menambahkan isolator panas pada dinding tangki air panas tersebut, karena dengan menambahkan bahan yang buruk dalam menghantar panas diharapkan dapat menahan panas keluar dari dalam tangki ke lingkungan. Pada penelitian ini yang dilakukan adalah simulasi dalam bentuk perhitungan secara analitik dan numerik, dan kemudian membandingkan hasil dari kedua metode tersebut. Untuk simulasi dengan metode analitik dilakukan dalam software Comsol Multiphysics 4.3, sedangkan metode numerik dilakukan perhitungan secara manual menggunakan persamaan-persamaan empiris di dalam software Microsoft excel dan R Gui 3.4.2. Pada awal penelitian dilakukan percobaan isolator yang menggunakan Rockwool Cladding Roll dan Glasswool Quietel dengan variasi ketebalan 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm untuk setiap jenis isolator, dan dilakukan simulasi dengan durasi selama 18 jam dengan anggapan tangki menahan panas keluar dari jam 3 sore hingga 9 pagi. Hasil simulasi sistem untuk kedua metode berupa suhu akhir air setelah 18 jam dengan tetapan suhu awal air adalah 80 ℃. Dan hasil akhir suhu air dibandingkan antara simulasi metode analitik dan metode numerik. Sementara untuk selisih nilai akhir simulasi metode numerik dengan simulasi metode analitik adalah < 7 %. Pada tinjauan waktu kerja simulasi 18 jam dan hasil simulasi dibandingankan dalam satuan derajat celcius dan suhu lingkungan steady state 23,3 ℃.
Optimasi Produksi Gas Hidrogen Berdasarkan Perbandingan Limbah Baggase Tebu Dan Tetesan Tebu Menggunakan Single Stage Reaktor Anaerob Reza Ayu Febriana; M. Ramdlan Kirom; Amaliyah Rohsari Indah Utami
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari substrat yang paling optimal dalam menghasilkan gas hidrogen dari limbah baggase tebu, tetes tebu dan pencampuran baggase tebu-tetes tebu. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah baggase tebu dan tetes tebu. Baggase tebu diolah terlebih dahulu melalui proses pretreatment secara kimiawi selama 16 jam dengan konsentrasi NaOH 4% (w/v) sehingga diperoleh selulosa dan hermiselulosa. Setelah itu selulosa dan hermiselulosa pada baggase tebu di hidrolisis selama 42 jam, memggunakan buffer sitrat tekanan 1 atm dan pH=3. Setelah itu akan difermentasi menggunakan bakteri enterobacter aerogenesis selama 96 jam dengan pH=7. Hasil penelitian menunjukan bahwa puncak produksi gas hidrogen terjadi pada jam ke-48. Selain itu, gas hidrogen yang dihasilkan paling optimal diperoleh dari tetesan tebu sebanyak 62,8837%, sedangkan pada baggase tebu 47,4056% dan pencampuran baggase tebu-tetesan tebu 59,4877%. Kata Kunci- Baggase tebu dan tetesan tebu, Enterobacter aerogenesis, Fermentasi, Hidrogen.
Pengaruh Kecepatan Fluida Terhadap Efisiensi Termal Pada Kolektor Panas Matahari Plat Datar Aliran Paralel Daulat Kliston Simatupang; Muhamad Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan plat datar aliran paralel untuk menganalisis kecepatan fluida terhadap efisiensi. Kolektor panas matahari plat datar aliran paralel mengumpulkan dan menyerap radiasi sinar matahari, dimana panas dari matahari di konversikan menjadi panas kolektor yang berguna untuk memanaskan fluida (air) dalam pipa penerima. Kolektor panas terdiri dari plat berbahan tembaga dicat hitam, pipa penerima yang berbahan tembaga yang dicat hitam yang di bentuk paralel serta dasar dari bahan kayu sebagai pelapis dan juga diatas nya diberikan kaca. Desain alat yaitu panjang 0,87 m dan lebar 0,59 m dengan sudut 15o. Pengujian dilakukan dengan lima variable yaitu 0.1 lpm sampai dengan 0.5 lpm. Dari pengujian didapat nilai efisiensi yaitu 23%, 34%, 64,3%, 54,55%, dan 47,62% dan debit 0,1 lpm memiliki nilai efisiensi paling baik yaitu 64,3 %. Dari seluruh pengujian menunjukkan bahwa perbedaan temperatur input dan output fluida (air) pada pipa penerima, serta kecepatan aliran fluida dapat mempengaruhi efisiensi dari kolektor panas matahari plat datar aliran paralel. Kata kunci: Kolektor panas matahari plat datar aliran paralel, variasi kecepatan aliran fluida, efisiensi panas.
Pengaruh Kesalahan Perhitungan Beban Pendinginan Tanpa Koreksi Lintang Selatan Pada Metode Cltd Untuk Bangunan Di Bandung Novika Fithrah Ulfa; Muhamad Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh koreksi lintang selatan pada perhitungan beban pendinginan menggunakan metode CLTD (Colling Load Temperature Difference) berdasarkan ASHRAE GRP 158. Perhitungan beban pendinginan dilakukan pada empat ruang yang berada di gedung deli Universitas Telkom. Keempat ruang yang dijadikan objek penelitian memiliki dinding yang terkena sunlit dari arah yang berbeda. Ruang p 403 memiliki dinding utara sebagai dinding yang terkena sunlit, p 406 memiliki dinding selatan sebagai dinding yang terkena sunlit, laboratorium fisika dasar memiliki dinding timur sebagai dinding yang terkena sunlit, dan laboratorium teknik tenaga listrik memiliki dinding barat sebagai dinding yang terkena sunlit. Perhitungan beban pendinginan dilakukan dengan dua cara yaitu tanpa koreksi lintang selatan dan dengan koreksi lintang selatan, yang hasilnya akan dibandingkan untuk menghasilkan eror. Hasil akhir dari penelitian ini diperoleh bahwa pengaruh kesalahan penggunaan metode CLTD koreksi lintang selatan dengan CLTD tanpa koreksi lintang selatan ternyata tidak terlalu terasa, hal ini dikarenakan pulau jawa terletak paling selatan tidak terlalu jauh dengan garis khatulistiwa atau ekuator, eror yang diperoleh untuk ruang P 403 sebesar 1,834%, P 406 sebesar 2,468%, laboratorium fisika dasar sebesar 0,28%, dan laboratorium teknik tenaga listrik sebesar 0%. Kata kunci: perhitungan beban pendinginan, CLTD, koreksi lintang selatan.
Sintesis Zro2 Nanopartikel Dari Pasir Zirkon Untuk Aplikasi Pada Model Radiator Antita Kusuma Putri; Muhamad Ramdlan Kirom; Dani Gustaman Syarif
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian saat ini sedang mengembangkan konsep nanopartikel sebagai salah satu aplikasi dari nanoteknologi. Zirkonium merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan nanopartikel ini karena memiliki sifat tahan panas dan juga sifat anti korosif. Pada penelitian ini ZrO2 nanopartikel diperoleh dengan proses ekstraksi dari pasir zircon menjadi ZrOCl2.8H2O, kemudian disintesis mengunakan metode Sol-Gel menjadi ZrO2 nanopartikel. Selanjutnya dibuat menjadi nanofluida air-ZrO2 dan diukur pH dari campuran tersebut. Nanopartikel yang dibuat akan dianalisis struktur kristalnya dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan diukur diameter partikelnya dengan menggunakan Surface Area Meter (SAM). Pada Penelitian ini nanofluida akan diaplikasikan pada radiator sebagai cairan pendingin radiator. Tujuannya agar nanofluida bisa menjadi penyerap panas yang baik sehingga dapat menurunkan suhu tinggi pada radiator mobil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kosentrasi berbanding lurus dengan besar ∆t yang terukur,yaitu untuk kosentrasi tertinggi 0,5 gram hasil penurunan diketahui sebesar 4,5oC dengan nilai koefisien kinerja radiator sebesar 266,07. Kata Kunci : Nanopartikel, Nanofluida, Zirkonium, sol-gel.
Rancang Bangun Sistem Kontrol Logika Fuzzy Untuk Pengaturan Konsentrasi Hidroponik Pada Metoda Pengairan Nutrient Film Technique Shelvy Adila El Safura; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada teknik budaya hidroponik dengan metoda pengairan NFT (Nutrient Film Technique) pemupukan dilakukan pada bak nutrisi kemudian dialirkan keseluruh tanaman. Larutan nutrisi hidroponik tersebut mengandung semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman agar tercapai pertumbuhan yang baik. Nutrisi yang diperlukan terdiri dari unsur makro dan mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman hidroponik terdiri atas unsur N, K, Ca, dan Fe sedangkan unsur mikro yang diperlukan terdiri atas unsur P, Mg, S, B, Mn, Cu, Na, Mo, dan Zn. Kadar nutrisi akan berubah seiring dengan pertumbuhan tanaman hidroponik. Larutan nutrisi harus diatur kadarnya dan pada air kadar nutrisi akan berkurang setiap kali penyerapan oleh tanaman maupun penguapan yang disebabkan oleh suhu udara. Umumnya nutrisi dikontrol secara manual dengan mengukur kadar nutrisi pada bak menggunakan TDS (Total Dissolved Solid) meter pada waktu tertentu dan menambahkan kadar nutrisi sesuai dengan yang dibutuhkan. Kekurangan dari kontrol nutrisi secara manual tersebut adalah tidak diketahui waktu secara pasti kadar nutrisi sudah mulai berkurang, oleh karena itu perlu dibuat suatu sistem kontrol otomatik yang dapat memonitoring sistem hidroponik tersebut.
Monitoring Dan Kontrol Nutrisi Pada Sistem Hidroponik Nft Berbasis Konduktivitas Elektrik Ghani Gumilang Heliadi; M. Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidroponik adalah membudidayakan tanaman tanpa menggunakan tanah tetapi menggunakan air dan larutan nutrisi sebagai media tanam. Ada berbagai macam metode dalam pengairan nutrisi hidroponik, salah satunya Nutrient Film Technique (NFT). Pada Tugas Akhir ini, dirancang 2 buah reservoir untuk menampung nutrisi sistem secara bertingkat agar tidak ada pengendapan nutrisi. Dalam sistem hidroponik, konsentrasi larutan nutrisi merupakan salah satu parameter yang menentukan kualitas dan hasil panen tanaman. Oleh karena itu, perlu adanya usaha dalam mengontrol konsentrasi larutan tersebut agar hasil budidaya dari teknik NFT dapat mencapai tingkat maksimal. Konsentrasi larutan nutrisi tersebut direpresentasikan dengan nilai electrical conductivity (EC). Pada penelitian ini akan dilakukan monitoring dan kontrol otomasi larutan nutrisi pada hidroponik NFT. Sistem kontrol menggunakan logika fuzzy agar dapat mempertahankan kebutuhan rentang nilai EC tanaman sawi pakcoy tetap pada nilai 1.5-2 mS/cm selama proses tanam. Dari percobaan diperoleh sistem kontrol logika fuzzy dapat mempertahankan rentang nilai EC sesuai dengan kebutuhan tanaman sawi pakcoy.
Rancang Bangun Sistem Pemanas Substrat Pada Reaktor Hidrogen Termofilik Menggunakan Fuzzy Logic Bella Pratiwi; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hidrogen dapat diproduksi dari biomassa dengan proses fermentasi gelap. Fermentasi gelap merupakan cara produksi hidrogen menggunakan bakteri anaerobik, yang tumbuh tanpa cahaya pada substrat kaya karbohidrat dimana siklus hidup bakteri tersebut secara alami memproduksi hidrogen sebagai produk samping dari proses metabolisme. Produksi hidrogen pada proses ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti temperatur. Diketahui bahwa produksi hidrogen pada temperatur termofilik dengan rentang 40 - 65 °C lebih efisien. Produksi hidrogen dengan proses fermentasi gelap di temperatur termofilik membutuhkan sistem pemanas untuk mengatur temperatur substrat pada rentang yang dibutuhkan. Setelah mencapai rentang temperatur termofilik, sistem harus dapat menjaga substrat pada satu nilai temperatur selama proses produksi berlangsung karena fluktuasi 1°C dapat berpengaruh negatif pada produksi hidrogen. Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah nasi. Untuk mengontrol temperatur substrat, reaktor hidrogen termofilik dilengkapi dengan jaket air panas yang mengelilingi reaktor dan logika fuzzy sebagai sistem kontrol. Logika fuzzy digunakan untuk mengontrol temperatur substrat agar sesuai dengan set point. Set point temperatur substrat adalah 55°C. Dari percobaan diperoleh sistem pemanas dapat mengkondisikan substrat pada rentang termofilik dan dapat mengontrol temperatur substrat stabil di set point dengan rata-rata error 0,0017°C. Kata kunci: logika fuzzy; temperatur; biomassa; termofilik.
Pengaruh Laju Aliran Fluida Terhadap Efisiensi Termal Pada Kolektor Panas Matahari Jenis Plat Datar Yan Dewa Prabawa; Muhamad Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat-plate solar collector (FPC) merupakan salah satu aplikasi panel surya. FPC dapat mengumpulkan dan menyerap radiasi sinar matahari ke arah bagian plat penyerap dengan bergantung luasan kolektor. Model FPSC terdiri dari penyerap berbahan plat tembaga, pipa penerima yang berbahan tembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laju aliran fluida kerja yang mengalir terhadap efisiensi termal. Desain kolektor panas dibuat dengan lebar 0,59 m, panjang 0,87 m, sudut penempatan kolektor 15o tegak lurus dengan matahari. Pengujian dilakukan menggunakan bahan pipa penerima dengan panjang total 5.46 m dan debit aliran fluida divariasikan dari 0,1 liter/menit sampai dengan 0,5 liter/menit. Hasil yang diperoleh selama 5 jam dari pengujian pada bahan pipa penerima dan debit aliran fluida 0.3 liter/menit menghasilkan nilai efisiensi panas 85%. Dari seluruh pengujian menunjukkan bahwa perbedaan temperatur input dan output fluida pada pipa penerima, dan debit aliran fluida dapat mempengaruhi efisiensi FPC. Kata kunci : Flat-plate solar collector, variasi debit aliran fluida, efisiensi panas.
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri