Claim Missing Document
Check
Articles

Found 97 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisa Pengaruh Intensitas Cahaya Lampu Light Emitting Diode Pada Pertumbuhan Tanaman Bayam (amaranthus Tricolor) Di Dalam Ruangan Nanda Salsabila Nadhifa; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBayam merupakan tanaman hijau yang ditanam untuk dikonsumsi daunnya. Di beberapa negaraberkembang, bayam memiliki banyak peminat karena terdapat banyak kandungan gizi yang baik untuktubuh. Akan tetapi , keterbatasan jumlah lahan dan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala dalammemenuhi tingkat kebutuhan bayam. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menanamtanaman bayam di dalam ruang dengan lampu LED sebagai alternatif pengganti cahaya matahari agartanaman tetap bisa melakukan proses fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhdari perbedaan intensitas cahaya lampu yang diterima oleh tanaman pada pertumbuhan tanaman bayamdi dalam ruangan. Penelitian ini, dilakukan di dalam 10 ruang penanaman dengan intensitas cahaya yang berbeda-bedamenggunakan lampu LED berwarna merah dan biru. Proses pengamatan harian meliputi pengamatanintensitas cahaya LED, kelembaban udara, suhu ruang, tinggi tanaman, panjang daun dan jumlah daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika menggunakan penggabungan cahaya merah dan biru, kualitastanaman lebih baik daripada menggunakan cahaya merah dan biru secara terpisah dan intensitas optimalyang dapat digunakan yaitu 68 Lux dengan rentang hidup 22 hari.Kata Kunci: bayam, LED, intensitasAbstract Spinach is greenery planted for the consumption of the leaves. In some developing countries, spinach hasmany enthusiasts because there is a lot of good nutrient for the body. However, the limitations of land anderratic weather are becoming constraints in meeting the needs of spinach. The solution to overcome thisproblem is to plant spinach plants in the room with LED lights as an alternative to sunlight so that plantscan still carry out a photosynthesis process. This research aims to determine the effect of differences in lightintensity received by plants on the growth of spinach plants in the room. This research was carried out in 10 planting rooms with different light intensities using red and blue LEDlights. Daily observation process includes observation of LED light intensity, humidity, room temperature,plant height, leaf length and the number of leaves. The results showed that when using a combination of redand blue light, the quality of the plant is better than using red and blue light separately and the optimalintensity that can be used is 68 Lux with a life span of 22 days.Keywords: spinach, LED, intensity
Pengaruh Tegangan Terhadap Kapasitas Pelepasan Kalor Kondensor, Kapasitas Pendinginan Evaporator Dan Efisiensi Pada Sistem Refrigerasi Kompresi Uap Adrian Muhammad Irwansyah; Tri Ayodha Ajiwiguna; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBangunan komersial mengkonsumsi energi yang sangat besar hanya untuk sistem tata udara/HVAC (Heating,Ventilating and Air Conditioning). Oleh karena itu dibutuhkan suatu cara untuk memperhemat energi pada sistemtersebut. Salah satu sistem yang banyak digunakan dikehidupan sehari-hari yaitu Sistem Refrigerasi Kompresi Uap(SRKU). Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu menggunakan konduksi kalor yang lebih baik seperti airsebagai objek yang dapat mengurangi temperatur tambahan[4]. Pada studi ini, akan dilakukan analisis pengaruhtegangan terhadap kapasitas pelepasan kalor kondensor, kapasitas pendinginan evaporator dan efisiensi pada sistemrefrigerasi kompresi uap (SRKU). Agar dapat terukur, maka sistem ini dibuat menggunakan air sebagai objek yangdigunakan oleh kondensor maupun evaporator untuk pendinginan tambahan, kemudian air disirkulasikan pompamenuju heat exchanger dan kembali ke tampungan yang berbeda. Hasil penelitian ini adanya kenaikan tegangan padafan cooler sebesar 4,5 volt, 6,5 volt, 8,5 volt, 10,5 volt dan 11,9 volt menyebabkan kenaikan kapasitas pelepasan kalorkondensor masing-masing sebesar 0,043466418 KW, 0,060852985 KW, 0,104319402 KW, 0,104319402 KW dan0,1130127 KW yang berdampak kapasitas pendinginan pun ikut naik masing-masing sebesar 0,052159701 KW,0,069546268 KW, 0,104319402 KW, 0,113012686 KW dan 0,1130127 KW. Setiap tegangan input pada fan coolerdinaikan maka efisiensi Sistem Refrigerasi Kompresi Uap pun akan naik masing-masing sebesar 1,19%, 1,28%,1,45%, 1,46% dan 1,61%. Hal ini terjadi adanya kenaikan tegangan yang menyebabkan fan cooler berputar lebih cepatsehingga suhu air yang keluar dari heat exchanger lebih dingin.Kata kunci: Hemat Energi, SRKU, Sistem Refrigerasi, Efisiensi. Abstract Commercial buildings spend amounts of energy only for air conditioning/HVAC systems (Heating, Ventilation andAir Conditioning). Therefore we need a way to save energy on the system. One of system that is widely used in dailylife is the Vapor Compression Refrigeration System. One of way to increase efficiency is to use better heat conductionsuch as water as an object that can reduce additional temperatures[4]. In this study, an analysis effect of voltage forcapacity of releases heat condenser, cooling capacity evaporator and efficiency in vapor compression refrigerationsystem. In order to be measured, this system was made using water as an object used by a condenser or evaporator foraddition, then the pump is circulated to the heat exchanger and returned to a different reservoir. The results of thisstudy, there is voltage increase on fan cooler of 4.5 volt, 6.5 volt, 8.5 volt, 10.5 volt and 11.9 volt causing an increasein capacity of releases heat condenser each of 0,043466418 KW, 0,60852985 KW, 0.104319402 KW, 0,104319402KW and 0,1130127 KW which had an impact on cooling capacity each of 0,052159701 KW, 0,069546268 KW,0,104319402 KW, 0,113012686 KW and 0,1130127 KW. Each input of voltage on fan cooler was increased, so theefficiency of the Vapor Compression Refrigeration System will increase each of 1.19%, 1.28%, 1.45%, 1.46% and1.61%. This happens because of voltage increase which causes the cooling fan to spin faster so that the temperatureof the air coming out of the heat exchanger was cooler. Key word: Saving Energy, SRKU, Refrigeration System, Efficiency.
Studi Pengaruh Suhu Substrat Teradap Produksi Daya Listrik Microbial Fuel Cell Dengan Substrat Lumpur Sawah Dan Nasi Basi Nur Hidayat Syamsul; Indra Wahyudhin Fathona; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMicrobial Fuel Cell (MFC) merupakan energi terbarukan yang dapat menghasilkan listrik dari proses kimia. Sistem ini menggunakan bakteri sebagai katalisnya untuk mengoksidasi zat organik yang adapada substrat. Tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui pengaruh perubahan suhusubstrat terhadap produksi energi listrik pada sistem MFC. Pengkondisian suhu dilakukan padasubstrat dengan variasi suhu dari suhu kamar (22°C–25°C) hingga 37°C. Reaktor menggunakan sistemdual chamber/ruang ganda dengan kompartemen yang memiliki ukuran 5cm x 10cm x 10cm. BagianAnoda di isi oleh substrat campuran lumpur sawah dan nasi basi (1:1 %vol.), sedangkan katoda di isidengan larutan Akuades. Kedua kompartemen di pisahkan oleh jembatan garam yang dibuat daripilinan sumbu kompor yang sebelumnya telah direndam pada larutan NaCl (1M). Hasil dari penelitianyang dilakukan menunjukan bahwa tegangan dan arus tertinggi mencapai 0,69 V, 1,73 mA, dengandaya listrik daya tertinggi sebesar 1,17 mWatt didapatkan dari substrat dengan kondisi suhu 33°C.Sedangkan tegangan dan arus yang terkecil diperoleh 0,59 V, 0,79 mA, dengan daya listrik sebesar 0,42mWatt didapatkan dari substrat dengan kondisi suhu 29°C. Dari penelitian ini dapat di tarik sebuah kesimpulan dimana suhu dapat mempengaruhi produksi energi listrik. Kata kunci : Microbial Fuel Cell, lumpur sawah, nasi basi, suhu.Abstract Microbial Fuel Cells (MFC) is one of the renewable energies that can produce electricity from chemicalprocesses. This system uses bacteria as a catalyst to oxidize organic matter on the substrate. The purposeof this study is to determine the effect of temperature changes on the production of electrical energy ofthe MFC system. Temperature conditioning conducted on the substrate with temperature variationsfrom room temperature (22°C–25°C) to 37°C. The MFC reactor employed in this study uses a doublespace / dual chamber system with size of 5 cm x 10 cm x 10 cm. In the Anode section chamber filledwith rice field mud and stale rice substrate (1: 1 % vol.) as a habitat of bacteria and food for the bacteria.The cathode chamber is filled with host distilled water. These two compartments are separated by a saltbridge made from a twist axis of the stove that was previously soaked in NaCl (1M) solution. The saltbridge works as a proton transfer medium. The results showed that the highest voltage and currentreached 0,69 V, 1,73 mA, with peak electrical power density of 1,17 mWatt obtained from the substratewith condition of 33°C. While the lowest voltage and current is obtained 0,59 V, 0,79 mA, with electricalpower of 0,42 mWatt obtained from the substrate with a temperature condition of 29°C. Conclusion ofthis study is that temperature can affect the production of electrical energy. Keywords : Microbial Fuel Cell, rice field mud, stale rice, temperature.
Analisis Efisiensi Termal Pada Kolektor Panas Matahari Terkonsentrasi Tipe Heliostat Atika Rizkiyatul Faizah; M. Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis dan terletak di garis khatulistiwa sehingga berpotensitinggi untuk memanfaatkan energi matahari. Salah satu pemanfaatannya yaitu kolektor panas matahariterkonsentrasi tipe heliostat. Pada penelitian ini akan dilakukan perhitungan nilai efisiensi termal terhadaptipe kolektor tersebut dengan menerapkan beberapa variasi, yaitu menggunakan dan tidak menggunakancermin sebagai reflektor cahaya, menggunakan tabung warna hitam dan perak sebagai receiver panasuntuk menguji kemampuan penyerapan kalor, lima variasi intensitas dari 60 W/m– 136 W/m, serta duavariasi massa air yaitu 0,5 kg dan 1 kg. Pengujian dilakukan di dalam ruang laboratorium denganmemanfaatkan simulator matahari sebagai sumber radiasi dan dilakukan selama 30 menit untuk setiapvariasi. Pada pengujian ini diambil data suhu air, massa air yang hilang, dan intensitas cahaya. Setelahmendapatkan data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan kalor radiasi, kalor serap, dan efisiensitermal. Untuk setiap percobaan pada variasi intensitas cahaya yang sama memiliki nilai kalor radiasi yangsama. Kalor serap terbesar terjadi ketika intensitas cahaya 136 W/m, massa air 1 kg, menggunakan cermindan tabung hitam, yaitu sebesar 8.736 Joule. Sedangkan nilai efisiensi terbesar didapatkan ketika intensitascahaya 61 W/m, massa air 1 kg, menggunakan cermin dan tabung hitam, yaitu sebesar 60 %. Kata kunci : Efisiensi Termal, Kolektor Panas MatahariAbstract Indonesia is a country that has a tropical climate and is located on the equator so that it has a highpotential for utilizing solar energy. One of the uses is that the solar heat collector is concentrated in theheliostat type. In this study the calculation of the value of thermal efficiency on the type of collector will becarried out by applying several variations, namely using and not using a mirror as a light reflector, usingblack and silver tubes as heat receivers to test heat absorption capabilities, five variations in intensity of 60 W/m- 136 W/m, as well as two variations of water mass, namely 0,5 kg and 1 kg. Tests were carried outin the laboratory room by utilizing the sun simulator as a radiation source and carried out for 30 minutesfor each variation. In this test data on water temperature, water mass lost, and light intensity were taken.After getting the data, then the calculation of heat radiation, heat absorbency, and thermal efficiency. Foreach experiment on the same variation in light intensity it has the same radiation calorific value. The largest absorption heat occurs when the light intensity is 136 W/m, the mass of water is 1 kg, using a mirror andblack tube, which is equal to 8.736 Joules. While the greatest efficiency value is obtained when the light intensity is 61 W/m, the mass of water is 1 kg, using a mirror and black tube, which is equal to 60 %. Keywords : Solar Heat Collector, Thermal Efficiency 
Pembuatan Dan Evaluasi Kinerja Penukar Kalor Tipe Cross Flow Untuk Pendingin Central Processing Unit (cpu) Komputer Ardisurya Ardisurya; M. Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenukar kalor adalah suatu alat yang digunakan sebagai pertukaran kalor antar fluida dengan temperaturyang berbeda. Penukar kalor memiliki beberapa tipe yang berbeda dan memiliki jenis aliran yangberbeda. Penelitian ini memiliki rumusan masalah mengenai cara menganalisis nilai koefisienperpindahan kalor dan menganalisis nilai efektivitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkannilai koefisien perpindahan kalor dan efektivitas penukar kalor tersebut. Jenis aliran yang digunakan padapenelitian ini menggunakan cross flow dengan variasi jarak antar pelat pada penukar kalor. Data yangdiperoleh yaitu hot inlet temperature, hot outlet temperature, cold inlet temperature, dan cold outlettemperature. Setelah dilakukan analisis data, diperoleh nilai koefisien perpindahan kalor terbesar ada padavariasi jarak antar pelat 1,5 cm yakni sebesar 1,5962 kW/m2.oC dan yang terkecil ada pada variasi jarakantar pelat 0,5 cm yakni sebesar 0,7242 kW/m2.oC. Sementara nilai efektivitas terbesar ada pada variasijarak antar pelat 0,5 cm yakni sebesar 65,5851% sedangkan nilai efektivitas terkecil ada pada variasi jarakantar pelat 1,5 cm yakni sebesar 61,9787%. Kata kunci : temperatur, cross flow, jarak antar plat, koefisien perpindahan kalor, efektivitas AbstractHeat exchangers are devices that facilitate the exchange of heat between two fluids that are at differenttemperatures. Heat exchanger have many different types and have different type of flow. This researchexplain how to analyze heat transfer coefficient and effectiveness of heat exchanger. Purpose of thisresearch are to acquire heat transfer coefficient and effectiveness. In this research, cross flow is used withvariation of distance between plates. Acquired data are hot inlet temperature, hot outlet temperature, coldinlet temperature, and cold outlet temperature. After analyze the data, the highest of heat transfercoefficient at 1,5 cm distance of plates is 1,5962 kW/m2.oC and the lowest of heat transfer coefficient at 0,5cm distance of plates is 0,7242 kW/m2.oC. Meanwhile, the higest of effectiveness at 0,5 cm distance of platesis 65,5851% and the lowest of effectiveness at 1,5 cm is 61,9787%. Keywords: temperature, cross flow, distance of plates, heat transfer coefficient, effectiveness
Analisis Pemanfaatan Energi Panas Pada Panel Surya Menjadi Energi Listrik Menggunakan Generator Termoelektrik Erik Deardo Purba; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat dibutuhkan hingga saat ini untuk keperluan hidupsehari – hari. Salah satu energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi matahari. Panel suryadapat mengubah radiasi matahari menjadi energi listrik secara langsung, panel surya yang terkena radiasimatahari akan menghasilkan panas pada panel surya. Pada penelitian ini panas yang terjadi pada panelsurya akan dimanfaatkan dengan menggunakan 10 buah generator termoelektrik (TEG) tipe SP1848 27145SA yang disusun secara seri – parallel dan dilekatkan pada bagian bawah dari panel surya untukmenghasilkan energi listrik. Percobaan yang telah dilakukan, daya rata – rata yang dihasilkan panel suryatanpa TEG sebesar 9.319 W dengan efisiensi rata – rata 12.10 % sedangkan panel surya dengan TEGmenghasilkan daya rata – rata sebesar 9.219 W dan besar efisiensi rata – rata 11.97 %. TEG dapatmenghasilkan daya rata – rata sebesar 23.40 mW dengan efisiensi rata – rata 0.00876 %. Efisiensi yangdihasilkan sangat kecil, hal terjadi karena perbedaan suhu yang terjadi pada sisi panas dan sisi dingin TEGcukup kecil yaitu rata – rata 4.34 oC. hal tersebut terjadi karena pada sisi dingin TEG hanya menggunakanheatsink sebagai pembuang kalor dan aliran udara sebagai pendingin alami, sehingga pembuangan kaloroleh heatsink pada sisi dingin TEG tidak cukup baik. Pada sisi panas TEG, suhu yang terjadi disebabkanoleh radiasi matahari sehingga panas yang dihasilkan hanya bergantung pada radiasi matahari sehinggasuhu pada sisi panas TEG tidak terlalu tinggi.Kata kunci : Radiasi Matahari, Generator Termoelektrik, Panel Surya, Efisiensi, Daya, Temperatur.Abstract Electrical energy is one of the energy that is needed today for the purposes of daily life. One of the renewableenergy that can be utilized is solar energy. Solar panels can convert solar radiation into electrical energydirectly, solar panels that emited by solar radiation will produce heat in solar panels. In this study the heatthat occurs on solar panels will be utilized using 10 thermoelectric generators (TEG) type SP1848 27145 SAarranged in parallel - series and affixed to the bottom of the solar panel to produce electrical energy.Experiments that have been done, the average power produced by solar panel without TEG is 9,319 W withan average efficiency of 12.10% while solar panel with TEG produce an average power of 9,219 W and anaverage efficiency of 11.97%. TEG can produce average power of 23.40 mW with an average efficiency of0.00876%. The efficiency produced is very small, that happen because the temperature difference thatoccurs on the hot side and the cold side of the TEG is quite small, which is an average of 4.34 C. this happensbecause on the cold side the TEG only uses the heatsink as a heat dissipator and the air flow as a naturalcoolant, so the heat dissipation by the heatsink on the cold side of the TEG is not good enough. On the hotside of TEG, the temperature that occurs is caused by solar radiation so that the heat generated dependsonly on solar radiation so that the temperature on the hot side of the TEG is not too high.Keywords : Solar Radiation, Thermoelectric Generators, Solar Panel, Efficiency, Power, Temperature.
Studi Pengaruh Waktu Inkubasi Substrat Tomat Busuk Pada Microbial Fuel Cell Terhadap Produksi Energi Listrik Pada Reaktor Dual Chamber Nirwana Prasetia Sipayung; M. Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMicrobial Fuel Cell (MFC) merupakan salah satu jenis energi terbarukan yang dapat digunakan sebagai penghasil listrik. Penggunaan MFC dapat membantu pengolahan limbah yang ada dengan penambahan unsur kimia yang dapatmembantu terjadinya proses pembentukan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh substrattomat busuk yang ditambah dengan lumpur sawah untuk menghasilkan listrik. Reaktor yang digunakan dengan sistemdual-chamber. Penelitian yang dilakukan selama 1 minggu dengan pengambilan data per dua jam dimana menghasilkantegangan dan arus yang bervariasi tetapi perbedaannya tidak secara signifikan. Arus rata – rata yang dihasilkan padasetiap substrat yakni hari ke-3,7,dan 11 yakni 0,17 mA; 0,15mA; 0,18 mA dan tegangan rata–rata yang dihasilkan552,05 mV, 456,17 mV, 439,31 mV. Elektron yang dihasilkan oleh bakteri dari substrat pada kompartemen anodaditransfer menuju kompartemen katoda melalui jembatan garam. Tomat busuk digunakan sebagai substrat padakompartemen anoda, akuades pada kompartemenkatoda,serta jembatan garam (NaCl 1M) sebagai media transferproton. Dengan adanya penambahan temabaga (Cu) dan seng (Zn) yang bersifat elektrolit yang mampu menghasilkanenergi listrik yang baik. Kata kunci : microbial Fuel Cell, tomat busuk ,elektroda AbstractMicrocbial Fuel Cell (MFC) is one of the type of renewable energy to produce electricity. The use of MFC can help manage existing waste without chemicals that can help make electricity. This study aims to determine themagnitude of the effect of rotten tomato substrate coupled with rice mud to produce electricity. The reactor used witha dual-chamber system. The study was conducted for 1 week with data collection per two hours which produced varyingvoltages and currents but the differences were not significant. The average flow produced on each substrate is 3.7, and11 days, which are 0.17 mA; 0,15 mA; 0.18 mA and the resulting average voltage is 552,05 mV, 456,17 mV, 439,31mV. The electrons produced by bacteria from the substrate in the anode compartment are transferred to the cathodecompartment via the salt bridge. Rotten tomatoes are used as substrate in the anode compartment, distilled in thecompartment, and salt bridges (1M NaCl) as proton transfer media. With the addition of electrolyte temabaga (Cu) andzinc (Zn) which are capable of producing good electrical energy. Keywords: Microbial Fuel Cells, rotten tomatoes, electrodes
Evaluasi Kinerja Alat Penukar Kalor Spiral Tube In Shell Pada Parallel Flow Dan Counter Flow Rifqi Firdaus; Tri Ayodha Ajiwiguna; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAlat penukar kalor ( heat exchanger ) adalah suatu perangkat dimana dua aliran fluida dengan suhuyang berbeda bergerak bertukar kalor. Penukar kalor mempunyai tipe dan desain yang berbeda, salah satujenisnya yaitu penukar kalor spiral tube in shell. Umumnya pada penukar kalor tipe spiral tube in shellterdapat dua jenis aliran yaitu parallel dan counter flow. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasikinerja penukar kalor spiral tube in shell pada dua arah aliran yang berbeda. Dengan menggunakan jenisfluida yang sama yaitu air dan laju aliran massa yang sama di kedua sisi yaitu sebesar 0.017 kg/s makakinerja alat penukar kalor dapat dievaluasi melalui nilai U dan nilai effectiveness (𝜀). Rentang pengambilandata yaitu dari suhu hot fluid inlet sebesar 50 – 80 oC, pengambilan data dilakukan dengan mencatat seluruhinformasi suhu pada thermocouple display saat suhu hot fluid inlet menunjukkan kenaikan ±5C darirentang minimum. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan nilai U pada arah aliran parallel flowmenghasilkan nilai sebesar 0.5462 kW/m2.K sedangkan pada counter flow menghasilkan nilai 1.4200 %lebih tinggi yaitu 0.5604 kW/m2.K. Untuk arah aliran parallel flow menghasilkan effectiveness 36.9815 %sedangkan arah counter flow menghasilkan effectiveness 5.0415 % lebih tinggi yaitu 42.0229 % Kata kunci : efektivitas, koefisien perpindahan kalor, parallel flow, counter flow Abstract Heat exchanger is a device where two fluid flows with different temperatures move to exchange heat.Heat exchangers have different types and designs, one of which is a spiral tube in shell heat exchanger.Generally in spiral tube in shell heat exchanger there are two types of flow, namely parallel and counterflow. This study was conducted to evaluate the performance of spiral tube in shell heat exchangers in twodifferent flow directions. By using the same type of fluid, namely water and the same mass flow rate on bothsides, which is equal to 0.017 kg / s, the performance of heat exchanger can be evaluated through U valueand effectiveness value (ε). Data retrieval range is from the hot fluid inlet temperature of 50 - 80 C, datacollection is done by recording all temperature information on the thermocouple display when the hot fluidinlet temperature shows an increase of ± 5 oC from the minimum range. Based on experiments carried outthe U value in the direction of parallel flow produces a value of 0.5462 kW/m2.K while the counter flowproduces a value of 1.4200 % higher that is 0.5604 kW/m2.K. For parallel flow direction, it produceseffectiveness of 36.9815% while the counter flow direction results in effectiveness 5.0415% higher, that is42.0229%.Key word : effectiveness, heat transfer coefficient, parallel flow, counter flow
Analisis Pengaruh Laju Aliran Air Pada Aplikasi Pendinginan Thermoelectric Cooler Terhadap Cooling Box Faiz Auliya Ramadhan; M. Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakThermoelectric cooler (TEC) merupakan sebuah perangkat yang memanfaatkan arus DC untukmenghasilkan fenomena pompa kalor. Ketika diberi sumber tegangan maka akan terjadi perbedaan temperatur(∆T) pada kedua sisi TEC, fenomena tersebut dinamakan efek peltier. Pada penelitian ini, dibuat sebuah sistempendingin dengan memanfaatkan TEC-12706 untuk mendinginkan air di dalam cooling box sebanyak 1.5kg danmemvariasikan laju alirannya yang keluar dari pompa sebesar 1LPM, 2LPM, dan 3LPM. Target temperatur airyang akan didinginkan adalah 20oC pada setiap variasi laju aliran. Pengambilan data temperatur menggunakantermokopel tipe-K yang terhubung kepada data logger HE804. Selama percobaan, pengambilan data dilakukansecara real time yang kemudian dilakukan pembagian data waktu setiap 10 menit sampai temperatur mencapai20oC. Pembagian data dilakukan agar perubahan temperatur dapat terlihat dengan jelas dan mudah untuk dianalisis.Hasil dari perubahan temperatur secara percobaan dapat dibandingkan dengan perhitungan. Dari hasil pengujiansampai 20oC didapatkan bahwa untuk mencapai 20oC, pada 1 LPM, 2 LPM, dan 3 LPM membutuhkan waktusebesar 70 menit, 110 menit, dan 180 menit. Berdasarkan perhitungan pada 1 LPM,2 LPM, dan 3 LPM waktu yangdibutuhkan sebesar 11.88 menit, 25.33 menit, dan 39.79 menit.Kata Kunci: Thermoelectric cooler (TEC), Laju aliran, Temperatur, dan Cooling Box.Abstract Thermoelectric cooler (TEC) is a device that requires DC current to produce the heat pump phenomenon. Whengiven a voltage source there will be a temperature difference (∆T) on the second side of the TEC, the phenomenonis called the peltier effect. In this study, a cooling system was made by using TEC-12706 to cool the air inside thecooler as much as 1.5 kg and vary the flow rate out of the pump by 1LPM, 2LPM, and 3LPM. The targettemperature of the air to be cooled is 20oC at each flow rate variation. Retrieval of temperature data using a KtypethermocoupleconnectedtotheHE804datalogger.Duringtheexperiment,thedatacollectionwascarriedoutinrealtimeandthenthetimewassharedevery10minutesuntilthetemperaturereached20C. Data sharingis done so that changes in temperature can be seen clearly and easily done. Results from temperature changes.Can be compared with calculations. From the test results up to 20oC obtained from reaching 20C, at 1 LPM, 2LPM, and 3 LPM takes 70 minutes, 110 minutes, and 180 minutes. Based on calculations on 1 LPM, 2 LPM, and3 LPM the time required is 11.88 minutes, 25.33 minutes, and 39.79 minutes. Keywords: Thermoelectric cooler (TEC), flow rate, temperature, and Cooling Box.
Analisis Efisiensi Pada Kolektor Termal Surya Pelat Datar Dengan Simulator Radiasi Matahari Yandi Firdaus; Tri Ayodha Ajiwiguna; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia sangat besar untuk dimanfaatkan dan dikembangkan. Kolektor termal surya adalah salah satu teknologi yang digunakan untukmenyerap energi termal/panas dari matahari. Pada penelitian ini dibuat dan diuji suatukolektor termal surya tipe pelat datar. Kolektor termal ini diuji dengan beberapa variasiuntuk mendapatkan nilai efisiensi dari kolektor tersebut. Kolektor ini diuji didalam ruangandengan menggunakan simulator radiasi matahari sebagai sumber radiasi buatammenggantikan matahari. Dari percobaan telah didapatkan bahwa kolektor termal surya yangtelah dibuat memiliki efisiensi rata-rata paling besar sekitar 54,33%. Kedepannya,diharapkan pemanfaatan kolektor termal surya ini dapat digunakan lebih luas mengingatsangat besarnya potensi energi matahari untuk digunakan di Indonesia.Kata kunci : Energi Surya, Kolektor Termal, Efisiensi, Radiasi MatahariAbstract The potential of renewable energy in Indonesia is very large to be utilized anddeveloped. The solar thermal collector is one of the technologies that can be use to absorbthermal/heat energy from the sun. In this research a flat plate solar thermal collector wasmade and tasted. the efficiency value was obtained with many variations. This thermalcollector was tested with several variations to obtain the efficiency value of the collector. Thiscollector was tested indoor using a solar radiation simulator as a source of radiation to replacethe sun. From the experiments, that the solar thermal collectors have the highest averageefficiency around 54.33%. In the future, it is expected that the use of solar heat collectors canbe used more broadly given the enormous potential of solar energy to be used in Indonesia.Keywords: Solar Energy, Thermal Collectors, Efficiency, Solar Radiation
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri