Claim Missing Document
Check
Articles

Found 97 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Sistem Pengukuran Konsentrasi Gas Metana Berbasis Raspberry Pi Dan Sensor Gas Mq-4 Royhan Ardhi Bachtiar; Asep Suhendi; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metana merupakan salah-satu hasil dari fermentasi anaerobik dari bahan-bahan organik pembuatanbiogas. Sebagai salah satu sumber energi alternatif penggunaan biogas masih menyisakan suatu permasalahan.Gas metana yang merupakan salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca, jika jumlahnya berlebihan akanmenimbulkan dampak negatif dalam lingkungan. Dari permasalahan ini maka diperlukan sistem pengukurankonsentrasi gas metana. Gas metana yang akan diukur disimpan dalam gas chamber dan diukur konsentrasi gasmetananya menggunakan sensor MQ-4. Hasil sensor kemudian akan dilanjutkan ke dalam raspberry pi untukdihitung besar konsentrasi gas metananya. Kemudian hasil pengukuran dapat dilihat dalam monitor dan disimpandalam sebuah file untuk dibuka dilain waktu. Digunakan multi-gas detektor untuk proses kalibrasi dan karakterisasipada alat yang dibuat. Alat berhasil dibuat dan sanggup mengukur konsentrasi gas metana dengan range 0% - 20%LEL atau setara dengan 0 ppm – 10.000 ppm dengan error rata- rata 4,8% dan error maksimal 24,6% padakonsentrasi rendah.Kata Kunci : MQ-4, raspberry pi, sensor, gas metana. Abstract Methane is one of the results of anaerobic fermentation of organic materials used in biogas. As analternative energy source, the use of biogas still leaves a problem. Methane gas is one of the causes of greenhouse effect, if the amount is excessive it will have a negative impact on the environment. From this problem, a methanegas concentration measurement system is needed. The methane gas is stored and measured in the gas chamberand the concentration of methane gas is measured using the MQ-4 sensor. The sensor results will then be processedinto raspberry pi to calculate the concentration of methane gas. Then the measurement results can be seen on thedisplay and stored in a file to be opened at another time. In short the purpose of making this tool is to measure theconcentration of methane gas. A multi-gas detector is used for the calibration process and characterization of thetool made. The tool was successfully created and was able to measure the concentration of methane gas withinrange 0% - 20% LEL, equivalent to 0 ppm - 10,000 ppm with an average error of 4.8% and a maximum error of24.6% at low concentrations.Keywords : MQ-4, raspberry pi, sensor, methane gas
Evaluasi Kinerja Perpindahan Kalor Pada Berbagai Variasi Susunan Heat Exchanger Menggunakan Metode Lmtd Dan Ntu Sucika Nandiati; M. Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAlat penukar kalor (Heat Exchanger) adalah satu alat yang digunakan sebagai media perpindahan kalor antara dua fluida atau lebih yang memiliki suhu yang berbeda. Heat exchanger memiliki tipe dan desainstruktur yang berbeda, salah satunya yaitu heat exchanger plate fin yang dilengkapi dengan kipas. Dalampenelitian kali ini dilakukan evaluasi kinerja dari heat exchanger plate fin pada beberapa variasi susunan.Kinerja pada heat exchanger dapat dilihat dari nilai koefisien perpindahan kalor keseluruhan (U) dan efktivitasperpindahan kalor (É›). Eksperimen dilakukan dengan variasi susunan heat exchanger yaitu single, dua buahheat exchanger yg disusun seri dan dua buah heat exchanger yang disusun paralel. Laju aliran hot fluid inputsama pada setiap variasi yaitu sebesar 1 kg/m3. Pengambilan data dilakukan dengan rentang suhu 50-80Cpada kenaikan +5oC dengan data yang direkam oleh datalogger yaitu suhu hot fluid, suhu cold fluid dan suhulingkungan. Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan nilai U dan nilai efektivitas. Berdasarkan hasileksperimen yang telah dilakukan nilai koefisien perpindahan kalor rata-rata pada seri heat exchanger lebihtinggi 72,5916% dari pada single heat exchanger dan paralel heat exchanger lebih tinggi 68,0385% dari padasingle heat exchanger. Sedangkan nilai efektivitas perpindahan kalor pada seri heat exchanger lebih tinggi38,7494% dari pada single heat exchanger dan paralel heat exchanger lebih tinggi 14,0521% dari pada singleheat exchanger.Kata kunci : efektivitas, heat exchanger, koefisien perpindahan kalor, plate fin. AbstractHeat exchanger is a device that is used as a medium for heat transfer between two or more fluids that has a different temperature. The heat exchanger has a different type and design structure, one of which is thefin plate heat exchanger equipped with a fan. In this study an evaluation of the performance of the plate finheat exchanger was carried out on several variations of the arrangement. The performance of the heatexchanger can be seen from the total heat transfer coefficient (U) and the effectiveness of heat transfer (É›).Experiments were carried out with variations in the heat exchanger arrangement namely single, two heatexchangers arranged in series and two heat exchangers arranged in parallel. The hot fluid input flow rate isthe same for each variation, which is 1 kg/m3. Data retrieval was carried out with a temperature range of 5080oC at an increase of +5oC with data recorded by the datalogger namely hot fluid temperature, cold fluidtemperature and environment temperature. Data processing is done to get U value and effectiveness value.Based on the experimental results, the average heat transfer coefficient is 72,5916% higher than the singleheat exchanger than the single heat exchanger and parallel heat exchanger 68,0385% higher than the singleheat exchanger. While the effectiveness of heat transfer in the heat exchanger series is 38,7494% higher thanthe single heat exchanger and the parallel heat exchanger is 14,0521% higher than the single heat exchanger.Keywords: effectiveness, heat exchanger, heat transfer coefficient, plate fin
Analisis Performansi Sistem Tandem Panel Surya-termoelektrik Skala Lab Riswanda Imawan; M. Ramdlan Kirom; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini digunakan panel surya tanpa thermoelectric generator sebagai referensi pembanding dengan panel surya yang menggunakan thermoelectric generator agar dapat diketahui pengaruh terhadapefisiensi listriknya. Modul panel surya yang digunakan berjenis polikristalin silikon dan thermoelectricgenerator yang digunakan berjumlah 10 buah TEG SP 1848. Parameter yang diukur pada penelitian ini diantaranya suhu, arus, dan tegangan pada ketinggian cahaya lampu 35 cm, 40 cm, 45 cm. Dari hasil penelitian inidiperoleh bahwa sistem tandem panel surya dengan thermoelectric generator memiliki persentase efisiensi listrikyang lebih besar dari pada panel surya tanpa thermoelectric generator. Peningkatan efisiensi listrik pada panelsurya disebabkan karena thermoelectric generator mampu menurunkan suhu panel surya sekaligus menghasilkanlistrik. Peningkatan efisiensi listrik rata-rata sistem tandem panel surya dengan thermoelectric generator padaketinggian cahaya lampu 35 cm, 40 cm, 45 cm adalah 0.66%, 0.74%, dan 0.84%. Kata kunci : efisiensi listrik, panel surya, generator termoelektrik AbstractIn this study, solar panels without thermoelectric generators were used as a reference for comparison with solar panels using thermoelectric generators to determine the effect on their electrical efficiency. The solar panelmodules used were polycrystalline silicon and thermoelectric generators used in the amount of 10 1848 SPTEGs. The parameters measured in this study included temperature, current, and voltage at the lamp height 35cm, 40 cm, 45 cm. From the results of this study it was found that tandem solar panel systems withthermoelectric generators have a greater percentage of electrical efficiency than solar panels withoutthermoelectric generators. Increased electricity efficiency in solar panels is caused by thermoelectric generatorscapable of lowering the temperature of solar panels while producing electricity. The increase in the electricalefficiency of the average tandem solar panel system with a thermoelectric generator at the light beam height of35 cm, 40 cm, 45 cm is 0.66%, 0.74%, and 0.84%. Keywords: electricity efficiency, solar panels, thermoelectric generators
Analisis Efisiensi Solar Water Heater Pada Sistem Sirkulasi Langsung Dan Tidak Langsung Nur Putrialita; Tri Ayodha Ajiwiguna; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemanfaatan energi matahari Indonesia sangat berpotensi untuk digunakan. Salah satu pemanfaatanya yaitu dengan menggunakan kolektor surya plat datar untuk pemanasair tenaga surya atau solar water heater (SWH). Pada penelitian ini bertujuan untukmembandingkan nilai efisiensi termal SWH ada sistem sirkulasi langsung dan tidak. Denganmengukur nilai intensitas radiasi, massa air, dan perubahan suhu. Variasi yang dilakukanpada penilitian ini yaitu variasi rata-rata intensitas pada 688,7 W/m2 , 391,54 W/m, dan129,04 W/m2, variasi massa air pada 3 kg, 4 kg, dan 5 kg, variasi pemakaian penukar kalor(heat exchager) dan tidak. Bedasarkan pengujian dengan menggunakan variasi tersebutdidapatkan nilai efisiensi tertingi pada sistem sirkulasi langsung yaitu 74,55% dengan massaair 5 kg dan intensitas 129,04 W/m2. Sedangkan pada sitem sirkulasi tidak langsung nilaiefisiensi tertinggi yaitu 40,36% dengan massa 5 kg dan intensitas 129,04 W/m.Kata kunci : Solar Water Heater, Sirkulasi Langsung, Sirkulasi Tidak Langsung, Efisiensi TermalAbstract The use of Indonesian solar energy is very important to use. One of the uses is to useflat plate solar collectors for solar water heaters or solar water heaters (SWH). SWH has adirect and no circulation system. By measuring the radiation radiation value, air mass, andtemperature change. Variations carried out in this study were variations in average variationat 688.7 W/m2, 391.54 W/m2, and 129.04 W/m2, variations in water mass at 3 kg, 4 kg, and 5kg, variations in the use of heat exchangers ( heat exchanger)) and not. Based on the testingusing these variations, the efficiency value in the direct circulation system is 74.55% with awater mass of 5 kg and an intensity of 129.04 W/m2. Whereas in the indirect circulationsystem the highest efficiency value is 40.36% with a mass of 5 kg and the intensity of 129.04W/m2. Keywords: solar water heater, direct circulation, indirect circulation, thermal efficiency
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Produksi Arus Listrik Pada Reaktor Mfc Dengan Substrat Limbah Pepaya Dede Wega Ningsih; Ahmad Qurthobi; M. Ramdlan Kirom
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan teknologi yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan bantuan mikroorganisme. Bakteri akan memproduksi elektron melalui substrat yang nantinya akan di transfer ke anoda dan akan mengalir ke katoda . Limbah merupakan sisa dari proses yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Banyak limbah yang digunakan di dunia industri salah satu nya yaitu limbah pepaya. Pada limbah pepaya terdapat beberapa bakteri yang bersifat patogen maupun nonpatogen.Agar suhu chamber tetap konstan, maka diperlukan reaktor pemanas. Reaktor adalah alat yang digunakan sebagai tempat terjadinya reaksi kimia maupun reaksi fisika. Sistem pemanas menggunakan sebuah elemen pemanas dan arus yang dialirkan melalui sumber daya dan akan di kontrol menggunakan saklar yang diaktifkan maupun dinonaktifkan melalui sumber arus. Kata kunci : Microbial Fuel Cell, limbah, reaktor, Abstract Microbial Fuel Cell (MFC) is a technology that can convert chemical energy into electrical energy with the help of microorganisms. The bacteria will produce electrons through the substrate which will then be transferred to the anode and will flow to the cathode. Waste is the residue from the process that can no longer be used. A lot of waste is used in the industrial world, one of them is papaya waste. In papaya waste, there are several bacteria that are pathogenic and non-pathogenic. In order for the chamber temperature to remain constant, a heating reactor is needed. A reactor is a device used as a place for chemical and physical reactions to occur. The heating system uses a heating element and the current flows through the power source and will be controlled using a switch that is activated or deactivated via the current source. Keywords : Microbial Fuel Cell, Waste, Reactor
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Daya Yang Dihasilkan Microbial Fuel Cell (mfc) Dengan Substrat Campuran Lumpur Sawah Dan Air Tebu Vebby Tjahyono; M Ramdlan Kirom; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu sumber energi terbarukan yang sedang berkembang saat ini adalah teknologi Microbial Fuel Cell (MFC). MFC memanfaatkan metabolisme bakteri pada substrat untuk menghasilkan listrik. Pada penelitian ini, substrat yang digunakan adalah campuran antara lumpur sawah dan air tebu. Sistem MFC yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan reaktor bertipe dual chamber dengan ukuran yang sama setiap chambenya, yaitu 5 cm x 5 cm x 10 cm. Elektroda yang digunakan pada sistem ini terbuat dari bahan Seng (Zn) dan Tembaga (Cu). Variasi temperatur pada penelitian ini adalah 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, dan 36 oC. Setiap varian temperatur dijaga agar tetap konstan dengan menggunakan kontrol temperatur yang terdiri dari mikrokontroler, sensor temperatur, relay, dan pemanas listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa MFC Dual Chamber dengan substrat campuran lumpur sawah dan air tebu dengan variasi temperatur menghasilkan daya keluaran yang berbeda pada setiap varian temperaturnya. MFC dengan varian temperatur 30 oC menghasilkan daya keluaran yang paling tinggi dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,408 mW, serta menghasilkan daya keluaran rata-rata 15% lebih tinggi dibandingkan dengan MFC pada temperatur ruangan. Sedangkan, MFC dengan varian temperatur 36 oC menghasilkan daya keluaran yang paling rendah dibanding varian temperatur lainnya, yaitu 0,077 mW. Kata kunci : MFC, kontrol temperatur, lumpur, air tebu. Abstract One renewable energy source that is currently developing is Microbial Fuel Cell (MFC) technology. MFC utilizes bacterial metabolism in the substrate to produce electricity. In this study, the substrate used was a mixture of paddy mud and sugarcane juice. The MFC system used for this study uses a dual chamber type reactor of the same size for each chamber, which is 5 cm x 5 cm x 10 cm. The electrodes used in this system are made of zinc (Zn) and copper (Cu). In this study, temperature variations were 26 oC, 28 oC, 30 oC, 32 oC, 34 oC, 36 oC. This study shows that the MFC Dual Chamber with mixed substrates of mud of rice field and cane water with temperature variations generates a different output power at each temperature variant. MFC with temperature variant of 30 oC generates the highest output power compared to other temperature variants, equal to 0.408 mW, also generates an average output power 15% higher compared to MFC at room temperature. Meanwhile, MFC with temperature variant of 36 oC generates the lowest output power compared to other temperature variants, equal to 0.077 mW. Keywords: MFC, temperature control, mud, sugarcane
Analisis Heat Losses Dan Pressure Drops Pada Sistem Pemipaan Panas Bumi Terhadap Daya Masukan Turbin Dengan Simulasi Software Aspen Hysys Di Pt Geo Dipa Energi (persero) Unit Patuha Geraldo Cakrawala Herman; Mukhammad Ramdlan Kirom; Dodi Herman
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Heat losses dan Pressure drop merupakan hal umum yang terjadi pada sistem pemipaan, ini disebabkan karena beberapa hal. Diantaranya aliran fluida yang mengalir pada sistem pemipaan akan gesekan di sepanjang permukaan pipa dan juga ketika melewati beberapa sambungan pipa, belokan, katup dan komponen lainnya yang terpasang pada sistem pemipaan. Uap yang mengalir pada sistem pemipaan harus dijaga temperatur dan tekanannya agar tidak terjadi kondensasi karena dapat menurunkan entalpi sehingga daya masukan ke turbin akan berkurang. Sistem pemipaan dilapisi dengan insulasi yang berfungsi untuk menjaga terjadinya perpindahan panas dari uap yang keluar dari dalam pipa menuju lingkungan, maka insulasi pada sistem pemipaan harus diperhatikan apakah sudah memiliki konduktifitas thermal yang rendah atau belum. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan simulasi software Aspen Hysys dengan terlebih dahulu mengumpulkan data parameter pipa dan parameter fluida dari masing masing sumur produksi. Analisa yang dilakukan adalah variasi ukuran diameter pipa dan variasi bahan insulasi. Hasil yang didapatkan setelah melakukan simulasi yaitu ternyata Heat losses dan Pressure Drop mempengaruhi daya masukan turbin sehingga dapat menurunkan potensi produksi energi listrik. Model simulasi yang dapat digunakan sebagai alternatif yaitu penggantian bahan insulasi pipa menjadi cotton wool dengan konduktifitas thermal sebesar 0,029 W/mK dan pembesaran diameter pipa menjadi 24” sehingga mendapatkan peningkatan produksi uap sebesar 46.748 watt dan 10.284 watt untuk energi listrik pada jalur setelah SUMUR 5 east line, pembesaran diameter menjadi 32” sehingga mendapatkan peningkatan produksi uap sebesar 62.191 watt dan 13.682 watt untuk energi listrik pada seluruh west line
Analisis Pengaruh Variasi Volume Chamber Terhadap Produksi Listrik Pada Stacked Microbial Fuel Cell Yan Khairul Akbar; M. Ramdlan Kirom; Rahmat Awaludin Salam
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan akan energi listrik khususnya di Indonesia terus meningkat. Sementara ketersediaan sumber energi fosil semakin menipis. Energi terbarukan berbasis bioelektrokimia dapat dijadikan sebagai solusi. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu perangkat berbasis bioelektrokimia. Tujuan yang akan dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efek va
Analisis Pengaruh Intensitas Cahaya Led (light Emitting Diode) Dengan Warna Merah, Biru, Dan Putih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (brassica Rapa Var Parachinensis) Di Dalam Ruang Valentisa Zulviana; M Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah lahan yang semakin berkurang serta cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas baik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan cara menanam tanaman di dalam ruangan. Namun, salah satu kendalanya yaitu tidak ada sinar matahari yang menjadi sumber cahaya. Oleh karena itu, sumber cahaya yang digunakan diganti dengan lampu LED. Sistem penanaman yang dibuat terdiri dari 10 ruang penanaman yang diberi lampu LED dengan intensitas dan spektrum warna cahaya berbeda-beda. Jenis tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah sawi hijau (Brassica rapa var parachinensis) sebanyak tiga bibit di setiap ruangnya. Proses pengamatan akan dilakukan setiap hari selama 20 hari dengan parameter yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dari setiap ruang penanaman akan dibandingkan dengan tanaman yang terkena cahaya matahari langsung untuk mengetahui bagaimana pengaruh intensitas lampu LED dengan warna merah, biru, putih, dan ungu terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau agar dapat membantu proses penanaman di dalam ruang lebih baik lagi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan sebanyak dua kali. Tanaman di ruang ungu 32 lux memiliki rata-rata pertambahan tinggi paling besar yaitu 3.451 cm dan rata-rata jumlah daun paling banyak yaitu 9.111 helai daun. . Kata kunci : sawi hijau, intensitas, LED, spektrum warna The decreasing amount of land and unpredictable weather are obstacles to get good quality crop. One alternative solution that can be used is to plant crops indoor. However, there is no sunlight which is the source of light. Therefore, the light source used is replaced with an LED lamp. The planting system is made up of 10 planting rooms that are given LED lights with varying intensity and color spectrum of light. The type of plant used in this research is mustard greens (Brassica rapa var parachinensis) that consist of three seeds in each planting room. The observation process will be carried out every day for 20 days with parameters measured are plant height and number of leaves. Data from each planting room will be compared with plants that are exposed to direct sunlight to find out how the effect of the intensity of LED lights in red, blue, white, and purple on the growth of green mustard plants in order to help the planting process in the room even better. In this reserach two experiments were carried out. The plants in the 32 Lux purple room had the highest average height, which was of 3.451 cm and the average number of leaves was 9.111 leaves. . Keywords: mustard green, intensity, LED, color spectrum
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sedimen Sel Tunam Mikroba Dengan Menggunakan Limbah Cair Tahu Sebagai Substrat Elza Anggia Putri; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi fosil membutuhkan alternatif berupa energi yang dapat diperbarui. Saat ini energi terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu sel tunam mikroba (STM) yang merupakan sistem yang dapat menghasilkan listrik dari substrat dengan kandungan bahan organik yang dioksidasi oleh mikroorganisme sebagai katalis. Di Indonesia banyak tersebar industri kecil pembuatan tahu yang tidak memiliki saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar baku mutu, sehingga pembuangan limbah secara langsung ke sungai atau badan air dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan limbah cair tahu selain untuk mengurangi pembuangan limbah yang dapat menjadi polutan dipilih karena masih mengandung bahan organik berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk metabolisme bakteri. Penelitian kali ini menggunakan tipe reaktor single chamber yang berjenis sedimen sel tunam mikroba. Sedimen terdiri dari lumpur sawah disekitar Telkom University yang dicampur dengan bahan organik berupa limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Jl. Nyalindung di daerah Dago, Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor I yang berisi lumpur sawah sebanyak 800 ml memiliki rata rata tegangan, arus, dan rapat daya yang paling besar selama 15 hari penelitian yaitu dengan nilai masing masing 0,573 V, 0,306 mA, dan 745,762 mW/m2. Pada penelitian ini adaptasi mikroorganisme pada lumpur sawah sebagai sumber bakteri akan lebih lama apabila volume limbah cair tahu yang ditambahkan lebih banyak dibandingkan volume lumpur sawah, karena penambahan limbah cair tahu memiliki pH rendah sehingga mikroorganisme membutuhkan waktu beradaptasi dengan kondisi baru agar didapatkan kondisi optimum untuk aktivitas metabolisme berlangsung sehingga dapat menghasilkan elektron. Kata kunci: sel tunam mikroba, sedimen, lumpur sawah, limbah cair tahu. Abstract Fossil energy needs an alternative which can be renewable. Currently, the renewable energy that is being developed is the microbial fuel cell (MFC), which is a system that can generate electricity from a substrate containing organic material which is oxidized by microorganisms as a catalyst. In Indonesia, a lot of small industries of tofu factory do not have sewage drains which meet quality standards, so their direct disposal of waste into rivers or water bodies can cause pollution. The use of tofu wastewater in addition to reduce the disposal of waste which can become pollutants was chosen because tofu wastewater still contains organic materials which are protein, carbohydrates and fats which can be used as an energy source for bacterial metabolism. This research used a single chamber reactor type, which is a type of sediment microbial fuel cell. The sediment consists of paddy mud around Telkom University mixed with organic material in the form of tofu wastewater from the Tofu Factory Jl. Nyalindung in Dago, Bandung. The results of the study showed that reactor I containing 800 ml of paddy mud had the greatest average voltage, current, and power density during the 15 days of the research, with respective values of 0.573 V, 0.306 mA, and 745.762 mW/m2. In this research, the adaptation of microorganisms in paddy mud as the source of bacteria will take longer time if the added volume of tofu wastewater is more than the volume of paddy mud, because the addition of tofu liquid waste has a low pH, so microorganisms need time to adapt to new conditions in order to obtain the optimum conditions for metabolism activity so that it can produce electrons. Keywords: microbial fuel cell, sediment, paddy mud, tofu wastewater
Co-Authors Abrar Ismardi Ade Gafar Abdullah Adi, Yeremia Kristianto Aditya Pratama Rusdiyono Adrian Muhammad Irwansyah Ahmad Qurthobi Ahmad Qurtobi Ahmad Rizal D. Akhmad Hambali Amaliyah Rohsari Indah Utami Andhika Pratama Andre Farlianto Annisa Nabilah Kalzoum Antita Kusuma Putri Aprilianto, Khoirul Tri Ardisurya Ardisurya Arika Primayosa Asep Suhendi Atika Rizkiyatul Faizah Bahtiar Yoga Prasetyo Bayu Setiawan Bella Pratiwi Benny Sarihot Tua Silalahi Chaidir Azwin Dani Gustaman Syarif Daulat Kliston Simatupang Dede Wega Ningsih Devi Silfia Istiqomah Dodi Herman Dyan Franco Sinulingga Eddy Ariffin Edric Sunfresly Zalukhu Eka Vonia Nurcahyani Elsa Krisdiana Elza Anggia Putri Endang Rosdiana Erik Deardo Purba Ery Djunaedy Fahad Hermawan Widodo Faiz Auliya Ramadhan Fajri Amenda Putra Faris Akhmad Diawan Fasha, Muhammad Aderaka Febriansah Setiawan Geraldo Cakrawala Herman Ghani Gumilang Heliadi Hafidah, Fiolyta Hertiana Bethaningtyas I Putu Arya Suarsana Ian Hariananda Ihsan Adhi Nugroho Ihsan Saputro Indah Utami, Amaliyah Rohsari Indra Wahyudin Fathonah Ismudiati Puri Handayani Joko Suryo Sumbodo Kartika Dian Kurniasari Koko Friansa M An Naas M S Mahesa Agni Mega Anita Sari Mochamad Firman Muzaqi Alhaq Moh Riswandha Imawan Muhammad Alfi Sazali Muhammad Aslam Muhammad Farhan Nur Islam Muhammad Ilham Kurniawan Muhammad Manarul Huda Muhammad Yusuf Darmawan Musfar, Syafrialdi Musrinah Musrinah Nanda Salsabila Nadhifa Nirwana Prasetia Sipayung Novian Lisdi Wahyoto Novika Fithrah Ulfa Nugroho Wisnu Murti Nur Hidayat Syamsul Nur Putrialita Nurwulan Fitriyanti Oki Maulana Rosadi Paramitha Octavia Porman Pangaribuan Pristian Firzatama Putri, Monica Tri Buana R. Biantoro Kusumo Setiawan Raafi Nindyo Haswoto Raden Rizki Mulia Putra Radian Maulana Muhamad Rahmat Awaludin Salam Ramadani Dwisatya Ramadani Dwisatya Reza Ayu Febriana Reza Fauzi Iskandar Rifqi Firdaus Roma Danil Royhan Ardhi Bachtiar Rozan Widhi Jatnika Rubensio Arigeni Sampoerna Romadhona Satria Pambudi Shelvy Adila El Safura Siti Nurdianti Sholihat Sucika Nandiati Sugianto Sugianto Susetyo Agung Prabowo Suwandi Suwandi Syamhudi, Moch. Ahkas Rezky T. Nuzul Akbar Tagrid Ruwaida Tantri Apriyaningrum Tesla Pinantun Hamonangan Tri Ayodha Ajiwiguna umi nihayah Valentisa Zulviana Vebby Tjahyono Wenny Harifadillah. A Wildan Fauzan Wisnu Abdiguna Surahman Murti Yan Dewa Prabawa Yan Khairul Akbar Yandi Firdaus Yasir Rizki Yeremia Kristianto Adi Yohana Tisca Tiurma Limbong Zulhendri Zulhendri