Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Vira Ruainiah Ruswandari; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.666 KB)

Abstract

Trichoderma viride is a microorganism that is commonly found in moist soil and can be isolated from the root area of the shallot plant (Allium ascalonicum L.). The study aim was to determine the mechanism and the difference in percentage of inhibitory power by Trichoderma viride in inhibiting growth of Alternaria porri pathogen at pH 4.8 and 7. The descriptive method was used by descriptive method to isolate Alternaria porri and Trichoderma viride fungi and then purified, and the experimental method tested Trichoderma viride fungal antagonists against Alternaria porri with two PDA media treatments pH 4.8 that observed for 3 days and pH 7 observed for 4 days. The results of the percentage of inhibitory power on the day 1,2,3 were 9%, 34.2% and 35% (pH 4.8), and the results of the percentage of inhibition power of the day 1,2,3 and 4 were 1.9%, 29.9%, 35% and 39.4% (pH 7). The inhibition mechanism of Trichoderma viride in inhibiting Alternaria porri fungi through the stages of antibiosis, parasitism and lysis. Keywords: Trichoderma viride, Alternaria porri, shallot plants, pH 4,8 and pH 7. ABSTRAK Jamur Trichoderma viride merupakan mikroorganisme yang umum dijumpai dalam tanah yang lembab dan dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan perbedaan persentase daya hambat oleh jamur Trichoderma viride dalam menghambat pertumbuhan patogen Alternaria porri pada pH 4,8 dan 7. Metode yamg digunakan metode deskriptif dengan mengisolasi jamur Alternaria porri dan Trichoderma viride lalu dimurnikan, dan metode eksperimen melakukan uji antagonis jamur Trichoderma viride terhadap Alternaria porri dengan dua perlakuan media PDA pH 4,8 yamg diaamati selama 3 hari dan pH 7 yang diamati selama 4 hari. Hasil persentase daya hambat pada hari ke 1,2,3 yaitu 9%, 34,2% dan 35% (pH 4,8), dan hasil persentase daya hambat hari ke 1,2,3 dan 4 yaitu 1,9%, 29,9%, 35% dan 39,4% (pH 7). Hal ini diketahui bahwa hasil terakhir persentase daya hambat 35% (pH 4,8) dan 39,4% (pH 7). Mekanisme Penghambatan Jamur Trichoderma viride dalam menghambat jamur Alternaria porri melalui tahap antibiosis, parasitisme dan lisis. Kata kunci: Trichoderma viride, Alternaria porri, tanaman bawang merah, pH 4,8 dan pH 7.
Uji Antagonis Jamur Gliocladium sp dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Fusarium sp Penyebab Penyakit Layu Pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca L.) Taufiq Hidayat; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 2 (2020): Fase Pembentukan Tubuh dan Sebaran Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.078 KB)

Abstract

The fungus Gliocladium sp. is the microbial soil that can be isolated from the root zone of banana plant (Musa Paradica L.) Those fungi are included in the group of potentially antagonistic microbes in the growth inhibiting of Fusarium sp fungus which infects the plants and it cause disease on banana crops withered. This research aim was to know the difference of growth inhibiting percentage of Gliocladium sp, to the Fusarium sp. fungus at pH 5.5 and pH 7. This research uses experiment methods. The results of the growth inhibiting percentage in the last day was higher at pH 5.5 of 35.2% whereas at pH 7 of 14%. This indicates that the growth of the fungus is more suitable in pH acidic approach because of its nature which is able to adjust to the fungal metabolism. The inhibition mechanism of the Gliocladium sp. on fungus inhibiting of Fusarium sp. has the stages of the competition, lysis and mycoparasit. Keywords: Gliocladium sp., Fusarium sp, banana plants, pH ABSTRAK Jamur Gliocladium sp. merupakan mikroba tanah yang dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman pisang (Musa Paradica L.) Jamur tersebut termasuk dalam kelompok mikroba antagonis yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp yang menginfeksi tanaman yang menyebabkan penyakit layu pada tanaman pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persentase daya hambat jamur Gliocladium sp. dalam menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. pada pH 5,5 dan pH 7. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan eksperimen. Hasil dari persentase daya hambat hari terakhir lebih tinggi pada pH 5,5 sebesar 35,2% sedangkan pada pH 7 sebesar 14%. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan jamur lebih cocok di pH mendekati asam karena sifatnya yang mampu menyesuaikan dengan metabolisme jamur. Mekanisme Penghambatan jamur Gliocladium sp. kepada jamur Fusarium sp. mempunyai tahap kompetisi, lisis dan mikoparasit. Kata kunci: Gliocladium sp., Fusarium sp., tanaman pisang, pH
Isolasi, Keanekaragaman Koloni dan Karakterisasi Bakteri Metanogenik pada Sedimen Kolam Ikan Lele (Clarias sp.) Badi'ah Lailun Nahdhlia; Ahmad Syauqi; Hasan Zayadi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.448 KB)

Abstract

Bakteri metanogenik adalah bakteri penghasil gas metan. Bakteri ini digolongkan sebagai Archaebacteria yang secara alami hidup di rawa-rawa, tanah becek, kolam dan dalam alat pencernaan hewan besar. Sedimen pada kolam ikan mengandung elemen nutrien yang terbentuk dari aktivitas makhluk hidup seperti sisa pakan dan kotoran ikan sehingga menjadi habitat yang sangat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya bakteri metanogenik dan nilai indeks keanekaragaman pada sedimen kolam ikan lele (Clarias sp.) serta karakter bakteri metanogenik. Pengambilan sampel berasal dari kolam ikan lele (Clarias sp.) di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan yaitu teknik isolasi anaerobik menggunakan media thioglikolat, morfologi sel dengan pewarnaan gram dan fisiologi dengan MR-VP. Hasil yang didapatkan adalah dalam sedimen kolam ikan lele (Clarias sp.) terdapat bakteri metanogenik dengan nilai indeks keanekaragaman koloni kolam A lebih tinggi dibanding kolam B. Keduanya menunjukkan keanekaragaman rendah. Kata kunci : bakteri, metanogenik, sedimen. ABSTRACT Methanogenic bacteria are methane gas producing methane. This bacteria are classified as Archaebacteria which naturally live in swamps, muddy soil, ponds and in the digestive organs of large animals. Sediments in fish ponds contain nutrient elements which are formed from the activity of living things such as food waste and fish feces making it a habitat that strongly supports the growth of microorganisms. The study aimed to determine the presence of methanogenic bacteria and the diversity index value in catfish (Clarias sp.) pond sediments and the characteristics of methanogenic bacteria. Sampling came from catfish (Clarias sp.) ponds in Bendosewu village, Talun sub-district, Blitar district. The method used is anaerobic isolation technique using thioglycolate medium, cell morphology with gram staining and physiology with MR-VP. The result obtained were in catfish (Clarias sp.) pond sediments there were methanogenic bacteria with a diversity index of pond A colonies higher than pond B colonies. Both are showing low diversity. Keywords :bacteria, methanogenic, sediment.
Pola Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa untuk Retting-Embun Serat Kasar pada Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) Eka Prasetyowati; Ahmad Syauqi; Tintrim Rahayu
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 5 No 1 (2019): Keragaman Populasi Makhluk
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.527 KB)

Abstract

Sansivieria trifasciata has a cell wall consisting of high cellulose components which are reinforced by lignin, pectin and hemicellulose. Separation of fibers from bonds that strengthen fibers is still a major problem because the cell walls that are owned are very strong and stiff. In the activity of separating selolusa fiber there needs to be a process called retting. Residues from the retting process with chemicals can pollute the environment, separation by mechanical means produces fibers that are still rigid, and with soaking requires a lot of water and causes odor. The purpose of this study is how long the Pseudomonas earuginosa used can show cell proliferation; get a graph of growth patterns in Sansevieria trifasciata leaf preparations by adding nutrients and fiber quality from dew retting. This study uses an experimental method; there are 2 treatments, namely the addition of nutrition and without nutrition with 6 replications time 5 days, 10, days, 15 days, 20 days and 30 days. The results of this study were the number of treated cells with the addition of nutrients and without the addition of nutrients experiencing the lag phase of the 5th to 10th day and the exponential phase starting from the 10th day to the 30th day. Pseudomonas aeruginosa can soften the cell wall with dew-retting ability obtained by 3.0 nutritional treatment scores and a score of 1.5 treatments without nutrition. In the regression analysis ≥ , where there is a significant influence between the number of cells per unit and the addition of nutrients and without the addition of nutrients. Keywords: growth pattern, Pseudomonas aeruginosa, coarse fiber, Sansevieria trifasciata ABSTRAK Sansivieria trifasciata memiliki dinding sel yang terdiri dari komponen selulosa tinggi yang diperkuat oleh lignin, pektin dan hemiselulosa. Pemisahan serat dari ikatan yang memperkuat serat masih menjadi masalah utama karena dinding sel yang dimiliki sangat kuat dan kaku. Dalam kegiatan pemisahan serat selolusa perlu adanya proses yang dinamakan retting. Residu dari proses retting dengan bahan kimia dapat mencemari lingkungan, pemisahan dengan cara mekanik menghasilkan serat yang masih kaku, dan dengan perendaman membutuhkan air yang cukup banyak serta menimbulkan bau. Tujuan dari penelitian ini adalah berapa lama Pseudomonas earuginosa yang digunakan dapat menunjukkan perkembangbiakan sel, mendapatkan grafik pola pertumbuhan pada sediaan daun Sansevieria trifasciata dengan penambahan nutrisi dan kualitas serat dari retting-embun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, terdapat 2 perlakuan yaitu penambahan nutrisi dan tanpa nutrisi dengan 6 ulangan waktu 5 hari, 10, hari, 15 hari, 20 hari dan 30 hari. Hasil dari penelitian ini jumlah sel perlakuan dengan penambahan nutrisi dan tanpa penambahan nutrisi mengalami fase lag hari ke-5 sampai hari ke-10 dan fase eksponensial dimulai dari hari ke-10 sampai hari ke-30. Pseudomonas aeruginosa dapat melunakkan dinding sel dengan kemampuan retting-embun diperoleh skor 3,0 perlakuan nutrisi dan skor 1,5 parlakuan tanpa nutrisi. Pada analisa regresi ≥ , dimana adanya pengaruh yang signifikan antara jumlah sel setiap unitnya dengan penambahan nutrisi dan tanpa penambahan nutrisi. Kata kunci: Pola Pertumbuhan, Pseudomonas aeruginosa, Serat Kasar dan Sansevieria trifasciata
Persepsi Masyarakat terhadap Kualitas Air Sungai di DAS Metro Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Ghufron Najib; Saimul Laili; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6: Edisi Khusus Tafsir I tentang Masyarakat-Lingkungan-Hayati
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.936 KB)

Abstract

Water is an element that plays an important role and for the lives of all beings on earth. Therefore living things have the right to get water for survival. Humans as a water user community, argue that this existence naturally, is available in sufficient quantities to meet their daily needs. This study aims to determine the public perception of river water quality in the Metro Watershed Merjosari Subdistrict, Lowokwaru District, Malang City. This research was conducted in April-June 2019 using survey and observation methods. The population in this study was the community of Merjosari Village. The samples taken are people who are in the river environment. The technique used in sampling is purposive sampling. The number of respondents taken in this study was 100 respondents. Data obtained from the results of the research that have been carried out in the form of perception value and results of laboratory tests regarding the water quality of the Metro River Lowokwaru District. The results showed that the community's perception of Metro water quality has a high value on the question of water quality, clean river water, polluted metro river water, Metro river water is used for social purposes, many residents dispose of waste in rivers and river water used for building materials while the low to very low perception value is found in the question of river water used as a daily necessity. Laboratory test results on the river water quality of Metro indicate that the Metro river water is polluted. Keywords; polluted, quality, physical parameter, chemical parameter ABSTRAK Air merupakan unsur yang berperan penting dan bagi kehidupan semua makhluk di bumi. Oleh sebab itu makhluk hidup berhak mendapatkan air untuk kelangsungan hidup. Manusia sebagai masyarakat pengguna air, berpendapat bahwa keberadaan ini secara alami, tersedia dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kualitas air sungai di DAS Metro Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Juni 2019 dengan menggunakan metode survey dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Merjosari. Sampel yang diambil adalah masyarakat yang berada di lingkungan sungai. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Purposive Sampling. Jumlah responden yang di ambil dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Data yang didapatkan dari hasil penellitian yang sudah dilakukan berupa nilai presepsi dan hasil uji Laboratorium mengenai kualitas air sungai Metro Kecamatan Lowokwaru. Hasil penelitian didapatkan hasil nilai presepsi masyarakat tentang kualitas air sungai Metro memiliki nilai tinggi pada pertanyaan kualitas air, air sungai bersih, air sungai metro tercemar, air sungai Metro digunakan untuk kepentingan sosial, banyak penduduk membuang limbah di sungai serta air sungai digunakan untuk bahan bangunan sedangkan nilai presepsi yang rendah sampai sangat rendah terdapat pada pertanyaan mengenai air sungai digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Hasil uji Laboratorium tentang kualitas air sungai Metro menunjukkan bahwa air sungai Metro tercemar. Kata kunci; tercemar, kualitas, parameter fisik, parameter kimia
Keanekaragaman Plankton pada Kolam Bioflok Yulan Hardias Putri; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.898 KB)

Abstract

Aquatic fertility in biofloc ponds is very dependent on the presence of plankton, an organism that lives floating in aquatic ponds and plays an important role as a source of natural food. This research aim to analyze the abundance and diversity of plankton in biofloc pools fed with probiotics. This study uses survey methods in the form of observations, measurement of water parameters, plankton sampling in biofloc ponds that have been given probiotic treatment at a dose that has been determined by the farmer at a depth of 1m biofloc pool with a diameter of 2m. The statistical analyzed used is the T test to diversity differences in plankton abundance between morning, afternoon and evening. The results obtained as many as 10 genus of phytoplankton and 26 genus of phytoplankton, namely Class 6 Cyanophyceae genus including Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Chlorophyceae class 6 genus namely Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Bacillariophyceae class 5 genus namely Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Class Trebouxiophyceae 2 genus namely Botryococcus, Dictyosphaerium. The genus Euglenoidea 1 is Euglena. Cryptophyceae class 1 genus is Rhodomonas. Class Charophyceae 2 genus Mougeotia and Cryptomonas. The Zygnematophyceae class contains the Closterium genus. The Cyanophyta class contains the Anacystis genus. The Chrysophyceae class contains Dinobryon genus. From the identification results found Zooplankton with 3 classes and 3 genus namely Branchiopoda class, namely the Holopedium genus. The Maxillopoda class is the Copepoda genus. The Monogononta class is the Ascomorpha genus. The statistical test results showed that the diversity in each test was significantly different. Keywords: Plankton, Probiotics, Biofloc ABSTRAK Kesuburan perairan di kolam bioflok sangat tergantung pada keberadaan plankton yang merupakan organisme yang hidup melayang di kolam perairan dan berperan penting sebagai sumber pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan dan keragaman plankton di kolam bioflok yang diberi probiotik. Penelitian ini menggunakan metode survei berupa pengamatan, pengukuran parameter air, pengambilan sampel plankton pada kolam bioflok yang sudah di beri perlakuan probiotik dengan dosis yang telah di tentukan oleh petani tambak pada kedalaman kolam bioflok 1m dengan diameter 2m. Analisis statistik yang digunakan adalah uji-T untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman plankton antara pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian mendapatkan fitoplankton sebanyak 10 kelas dan 26 genus fitoplankton, yaitu Kelas Cyanophyceae 6 genus meliputi Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Kelas Chlorophyceae 6 genus yaitu Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Kelas Bacillariophyceae 5 genus yaitu Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Kelas Trebouxiophyceae 2 genus yaitu Botryococcus, Dictyosphaerium. Kelas Euglenoidea 1 genus yaitu Euglena. Kelas Cryptophyceae 1 genus yaitu Rhodomonas. Kelas Charophyceae 2 genus Mougeotia dan Cryptomonas. Kelas Zygnematophyceae terdapat genus Closterium. Kelas Cyanophyta terdapat genus Anacystis. Kelas Chrysophyceae terdapat genus Dinobryon. Dari hasil identifikasi ditemukan Zooplankton dengan 3 kelas dan 3 genus yaitu kelas Branchiopoda yaitu genus Holopedium. Kelas Maxillopoda yaitu genus Copepoda. Kelas Monogononta yaitu genus Ascomorpha. Hasil uji statistika menujukan keragaman plankton pada setiap ulangan berbeda nyata. Kata Kunci: Plankton, Probiotik, Bioflok
Penambahan Konsentrasi Antibiotik Monensin dan Efeknya Terhadap Performa Ayam Broiler (Gallus gallus domestica) Hanim Nur Afifah; Hari Santoso; Ahmad Syauqi
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 2 (2021): Memperjelas Fenomena
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.087 KB)

Abstract

Broiler chicken is one of the poultry farms whose growth is fast, can meet the needs of meat in the community. To accelerate chicken growth, addition of Antibiotic Growth Promoter (AGP) was added to the beverage. This study aims to analyze the effect of monensin antibiotic administration on weight gain. The research method uses a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments and 6 replications. P0 Treatment (Control): Basal ration + Water boiled in 1 liter; P1: Basal ration + Boiled water + 0.1 gr / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water; P2: Basal ration + Boiled water + 0.5 gr / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water; P3: Basal ration + Boiled water + 1 gram / day Antibiotic Monensin in 1 liter of water. Data analysis used ANOVA one way variance and continued with the Least Significant Difference Test (LSD) with a confidence level of 5%. The results of the study by giving various concentrations of monensin antibiotics to broilers had significantly affected ration conversion, drinking water consumption and final weight. The administration of 1 gram monensin antibiotic concentration tends to be better for ration consumption, body weight gain, drinking water consumption and final weight of broiler chickens compared to lower concentrations or controls. Keywords: Broiler Chicken, Monensin, Performance ABSTRAK Ayam broiler merupakan salah satu usaha ternak unggas yang pertumbuhannya cepat, dapat memenuhi kebutuhan daging dimasyarakat. Untuk mempercepat pertumbuhan ayam dilakukan penambahan Antibiotic Growth Promoter (AGP) pada minuman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian antibiotik monensin terhadap penambahan berat badan ayam. Metoda penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan P0 (Kontrol): Ransum Basal + Air yang direbus dalam 1 liter; P1 : Ransum Basal + Air yang direbus + 0,1 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air; P2 : Ransum Basal + Air yang direbus + 0,5 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air; P3 : Ransum Basal + Air yang direbus + 1 gr/hari Antibiotik Monensin dalam 1 liter air. Analisa data menggunakan sidik ragam ANOVA one way dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian dengan pemberian berbagai konsentrasi antibiotik monensin terhadap ayam broiler berpengaruh nyata terhadap konversi ransum, konsumsi air minum dan bobot akhir. Pemberian konsentrasi antibiotik monensin 1 gr cenderung lebih baik untuk konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konsumsi air minum dan bobot akhir ayam broiler dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah maupun kontrol. Kata kunci: Ayam Broiler, Monensin, Performa
Kondisi Lingkungan dan Persepsi Masyarakat Perairan Tambak Garam di Dusun Ageng Desa Pinggir Papas, Sumenep Madura Rohmi Romdana; Ahmad Syauqi; Husain Latuconsina
Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic) Vol 6 No 1 (2020): Kondisi Habitat
Publisher : Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam - Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.977 KB)

Abstract

Salt is one of the strategic commodity products for human life today, not only used as consumption, salt is now widely used as material for industry, beauty products, agriculture and health. Determination of salt quality depends on the condition of the waters and environmental conditions that are made as a place of salt production. The purpose of this research is to determine the initial conditions of salt pond waters and community perceptions about the environmental conditions in Ageng hamlet of Pinggir Papas village, Sumenep Madura. The method used explorative quantitative descriptive and data collection techniques in this study using purposive sampling. Data retrieval is done at 3 stations (pond) with duplo tests. The results of the measurement of the average initial conditions of salt pond waters in the village of Ageng obtained temperatures between 31-34 ° C, turbidity of 5.80-7.91 NTU, conductivity 1985-1988 µS / cm, pH 7.2-7.5, COD 20.45-26.23 mg / L, 2-4 plastic particles, coliform 15-150 / 100 ml and for the value of perception found high values. The condition of the waters and the environment of salt ponds in the Ageng hamlet shows conditions that are classified as normal limits to mild contamination for raw materials for salt production. Keywords: salt production, water conditions and community perception ABSTRAK Garam meupakan salah satu produk komodatis yang strategis bagi kehidupan manusia saat ini, tidak hanya digunakan sebagi konsumsi, garam saat ini sudah banyak di gunakan sebagai bahan untuk industri, produk kecantikan, pertanian dan kesehatan. Penentu kualitas garam tergantung dari kondisi perairan dan kondisi lingkungan sekitar yang di jadikan sebagai tempat produksi garam. Tujuan penelitain ini yaitu untuk mengetahui kondisi awal perairan tambak garam dan persepsi masyarakat tentang kondisi lingkungan di dusun Ageng desa Pinggir Papas, Sumenep Madura. Metode yang diguankan pada penelitain yaitu metode deskriptif kuantitatif ekploratif dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada 3 stasiun (Kolam) dengan ulangan Duplo. Hasil rata-rata pengukuran kondisi awal perairan tambak garam di dusun Ageng diperoleh suhu antara 31-34 °C, kekeruhan 5,80-7,91 NTU, Konduktivitas 1985-1988 µS/cm, pH 7,2-7,5, COD 20,45-26,23 mg/L, plastic 2-4 partikel, coliform 15-150/100 ml dan untuk nilai persepsi didapati nilai yang tinggi. Kondisi perairan dan lingkungan tambak garam di dusun Ageng menunjukan kondisi yang tergolong batas normal hingga tercemar ringan untuk bahan baku produksi garam. Kata Kunci: produksi garam, kondisi perairan dan persepsi masyarakat
Uji Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) Sebagai Antibakteri Pada Bakteri Escherichia coli Susi Apriliani; Ahmad Syauqi; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.9907

Abstract

Maja fruit (Aegle marmelos) is a fruit that contains substances such as balm oil, 2-furocoumarins-psoralen and marmelosin (C13H12O). Maja fruit, roots and leaves have antibiotic properties. Plants that contain chemicals in the maja fruit can potentially act as antibacterials that inhibit bacterial growth. The bacteria that cause diarrhea are Coliform, Escherichia coli, Salmonella enterica and Shigella which are bacteria that cause food poisoning or gastrointestinal disorders. Chemical content of maja fruit (Aegle marmelos), namely alkaloids, terpenoids, coumarin, phenylpropanoids, tannins, polysaccharides and flavonoids. This study aims to determine the maja fruit extract has an anti-bacterial effect on minimum bacterial inhibitory growth and to determine the concentration of maja fruit extract on the minimum inhibitory growth of Escherechia coli bacteria. In this study, using the experimental method completely randomized design (CRD). Using 4 treatments and 6 repetitions. By using EMB and BGLB media. The mean of observations on the inhibitory growth test of Escherichia coli bacteria at a concentration of 19.2 was 0.43, a concentration of 35.7 was 0.48, at a concentration of 37.5 was 1.703 and a control was 0.33. Anova test results showed that there was a significant difference, after being treated with a concentration of 0%, 19.2%, 35.7% and 37.5%, the most effective results were with a solution concentration of 37.5% with an average of 1.703 mm.Keywords: Antibacterial, Maja Frutt, Escherechia coli ABSTRAK Buah maja (Aegle marmelos) adalah buah yang mengandung substansi seperti minyak balsem, 2-furocoumarins-psoralen dan marmelosin (C13H12O). Buah, akar dan daun maja mempunyai sifat antibiotik. Tumbuhan yang memiliki kandungan kimia pada buah maja dapat berpotensi sebagai antibakteri yang menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri yang menimbulkan diare adalah Coliform, Escherichia coli, Salmonella enterica, Shigella yang merupakan bakteri penyebab keracunan makanan atau gangguan saluran cerna. Kandungan kimia dari ekstrak buah maja yaitu alkaloid, terpenoid, kumarin, pherilpropanoid, tannin, polisakarida dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ekstrak buah maja memiliki pengsruh antibakteri terhadap pertumbuhan hambat minimal bakteri Escherichia coli dan menentukan konsentrasi ekstrak buah maja terhadap pertumbuhan hambat minimal bakteri Escherichia coli. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Menggunakan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dengan menggunakan media EMB dan BGLB. Rerata pengamatan pada pertumbuhan uji daya hambat bakteri pada konsentrasi 19,2 % yaitu 0,43 mm, konsentrasi 35,7% yaitu 0,48 mm, konsentrasi 37,5% yaitu I,70 mm dan pada kontrol 0,33 mm. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, setelah diberi perlakuan konsentrasi 0%,19,2%,35,7% dan 37,5% hasil yang paling efektif yaitu dengan konsentrasi larutan 37,5% dengan rata-rata 1,703 mm. Kata kunci : Antibakteri, Buah Maja, Escherechia coli
Uji Antibakteri Ekstrak Eucheuma cottonii Terhadap Bakteri Escherichia coli Sofiyatul Umaroh; Ahmad Syauqi; Ratna Djuniwati Lisminingsih
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v4i1.9909

Abstract

Seaweed is a plant as a source of bioactive compounds which produces various kinds of secondary metabolites characterized by a wide spectrum of biological activity. Various benefits of seaweed, namely as a food ingredient, as an ingredient in the pharmaceutical industry and food industry. The content of bioactive compounds in seaweed as secondary metabolites is antibacteria, antioxide, and anticoagulant. Quite a few people know about Escherichia coli, which causes gastrointestinal infections, one of Eucheuma cottonii extract concentration in ethanol as an antibacterial against the growth of Escherichia coli bacteria and to study the maximum inhibition area of Eucheuma cottonii extract against Escherichia coli bacteria. In this study, an experimntal method was used completely randomized design (CRD). It used 4 treatments and 6 replications. By using EMB and BGLB media for antibacterial test. ANOVA test results showed that there was a significant of o%, 19,2%, 35,7%, and 37,5% the results with an average of 3 mm, at a concentration of 37,5% as highest concentration but still in a weak category.Keywords: Eucheuma cottonii, Antibacteria, Escherichia coli ABSTRAK Eucheuma cottonii adalah  salah satu tanaman sebagai sumber senyawa bioaktif yang menghasilkan berbagai macam metabolit sekunder yang dicirikan oleh spektum aktivitas biologis yang luas. Berbagai manfaat rumput laut yaitu sebagai bahan pangan, sebagai bahan industri farmasi dan industri makanan. Kandungan senyawa bioaktif pada Eucheuma cottonii sebagai metabolit sekunder adalah sebagai antibakteri, antioksida, antikoagulan. Beberapa masyarakat yang mengetahui tentang bakteri Escherichia coli sebagai  penyebab penyakit infeksi saluran pencernaan, bakteri Escherichia coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh kosentrasi ektrak Eucheuma cottonii dalam etanol sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. dan mempelajari daerah hambat maksimum ektrak Eucheuma cottonii sebagai antibakteri pada bakteri Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Menggunakan 4 perlakuan dan 6 kali ulangan. Dengan menggunakan media EMB dan BGLB untuk uji antibakteri. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan signifikan, setelah diberi perlakuan konsentrasi 0%,19,2%,35,7% dan 37,5% hasil dengan konsentrasi larutan 37,5% dengan rata-rata 3 mm, pada kosentrasi 37,5% sebagagai kosentrasi tertinggi tetapi masih katagori lemah. Kata kunci : Eucheuma cottonii, Antibakteri, Escherichia coli