Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakterisasi Modul Dedekind yang Dibangun Secara Hingga Melalui Order Modul sirad, La Ode
Jurnal Saintifik Vol 4, No 1 (2018): VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2018
Publisher : Fakultas MIPA UNSULBAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v4i1.138

Abstract

Misalkan R merupakan gelanggang komutatif dengan unsur satuan dan T merupakan himpunan multiplikatif dari semua unsur regular  R. Gelanggang hasil bagi dari R, yaitu RT^-1, senantiasa dapat dikonstruksi sehingga dapat dilakukan penyisipan R ke dalam RT^-1. Salah satu kaitan antara gelanggang dan modul adalah melalui order modul teta (M) . Order modul dapat dipandang sebagai gelanggang komutatif. Lebih jauh, order modul merupakan subgelanggang dari gelanggang hasil bagi. Gelanggang yang setiap ideal tak-nolnya dapat dibalik disebut gelanggang Dedekind. Konsep ideal yang dapat dibalik diperumum ke dalam teori modul. Pada teori modul, telah dikembangkan konsep submodul yang dapat dibalik. Dengan demikian pengertian modul Dedekind dapat dibangun. Pada pengkajian keterkaitan antara struktur dari M suatu modul-R dengan modul-teta (M) , ditemukan bahwa sifat-sifat pada modul-R juga mempengaruhi sifat-sifat pada modul- teta (M). Modul-teta(M)merupakan modul Dedekind, order modul merupakan gelanggang Dedekind dan order modul adalah tertutup secara integral jika M merupakan modul-R Dedekind yang dibangun secara hingga. Hasil utama dalam penelitian ini membahas karakterisasi modul Dedekind yang dibangun secara hingga terkait dengan sifat order modul.Kata kunci: modul Dedekind, order modul, submodul yang dapat dibalik.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATEMATICS PROJECT (MMP) DENGAN METODE TALKING STICK DAN PENEMUAN TERBIMBING supratman 89 Ellang; La Ode Sirad
De Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is an experimental study with the aim of knowing the effectiveness of the application of the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model using the talking stick method and guided discovery. The hypothesis in this study is that the students' mathematics learning outcomes using the Missouri Mathematics Project (MMP) learning method using the talking stick method and guided discovery are more effective than conventional learning models in Class VIII students of SMP Negeri 1 Kolaka. The population in this study were all students of class VIII with a total of 275 people. Sampling was done by random cluster so that selected sample is 2 classes, namely VIIIA and VIIIC. Data were collected by means of learning outcomes tests. The results of inferential research using the t-test have obtained a significant value = 0.036 <α = 0.05, indicating that H0 is rejected and H1 is accepted. This inferential means that there is a significant difference between the mathematics learning outcomes of students taught by the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model with the talking stick method and guided discovery and conventional learning models in Class VIII students of SMP Negeri 1 Kolaka. From the results of these studies, it can be concluded that the mathematics learning outcomes of students with the application of the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model with the talking stick method and guided discovery are more effective than the conventional learning model in Class VIII students of SMP Negeri 1 Kolaka.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS GEOGEBRA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR PADA PEMBELAJARAN VIRTUAL La Ode Sirad; Arbain Arbain
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.682 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i4.4198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengahasilkan video pembelajaran berbasis geogebra yang valid, praktis dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah model Plomp yang terdari atas lima fase, yaitu investigasi awal; desain; konstruksi; uji produk, evaluasi, dan revisi; dan implementasi. Video hasil produksi digunakan sebagai sumber belajar dalam kelas virtual google classroom. Video pembelajaran divalidasi oleh dua orang ahli dengan melakukan penilaian pada aspek kelayakan isi dan kelayakan tampilan. Hasil validasi menyatakan video pembelajaran valid dengan kategori sangat baik. Video diimplementasikan sebagai sumber belajar pada proses pembelajaran secara virtual di SMPN 6 Buton tengah. Respon siswa terhadap penggunaan video sangat positif. Hasil angket respon siswa menunjukkan video sangat praktis. Penerapan video berdampak positif terhadap capaian hasil belajar siswa. video pembelajaran berbasis geogebra memudahkan siswa dalam memvisualisasikan gambar tiga dimensi sehingga meningkatkan pemahaman terhadap konsep bangun ruang. Hasil penilaian efektifitas menyatakan video sangat efektif.
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS MENGGUNAKAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION DAN LEARNING TOGETHER Supratman Supratman; La Ode Sirad Sirad; Andriani Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.964 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3648

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kemampuan berpikir krits matematika siswa pada kelas yang diajar dengan mengunakan model pembelajaran STAD (2) Bagaimana kemampuan berpkir kritis matematika siswa pada kelas yang diajar menggunakan model pembelajran Learning Together (3) Apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan berpkir kritis matematika siswa yang diajar menggunkan model pembelajaran STAD dan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Learning Together. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terapat perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran STAD dan Learning Together. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Latambaga Tahun Ajaran 2018/2019 yang teridiri atas 4 kelas dengan jumlah keseluruhan sebanyak 94 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster random sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Selanjutnya hasil pengujian berdasarkan pengujian hipotesis: dilakukan statistik uji-t (polled varian) diperoleh , yang berarti  diterima. Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai secara signifikan anatara kelas eksperiimen I dan kelas eksperimen II. Kata kunci:  Kemampuan berpikir kritis; learning together; STAD Abstract This research is an experimental research, with the aim of knowing: (1) How are students 'critical thinking skills in a class taught using the STAD learning model (2) How are students' critical mathematical thinking skills in a class taught using the Learning Together learning model (3) Are There is a difference in the average critical thinking ability of students who are taught using the STAD learning model and students who are taught using the Learning Together learning model. The hypothesis in this study is that there is a difference in the average critical thinking ability of students who are taught using the STAD and Learning Together learning models. The population in this study were all class VIII students of SMP Negeri 2 Latambaga for the 2018/2019 academic year, which consisted of 4 classes with a total of 94 students. Sampling was done using cluster random sampling. Sampling was done by random sampling. The data analysis technique uses descriptive statistics and inferential statistics. Furthermore, the test resuLearning Togethers are based on hypothesis testing: t-test statistics are carried out (polled variant) is obtained , which mean received. Thus, there is no significant difference in mean scores between the experimental class I and the experimental class II. Keywords: Critical thinking ability; learning together; STAD
Efektivitas Model Pembelajaran Core dengan Pendekatan Matematika Realistik terhadap Hasil Belajar Matematika Supratman Supratman; La Ode Sirad; Wanti
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 2 No 1: Juni (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tujuan untuk megetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Connecting, Organizinf, Reflecting, and Extending (CORE) dengan pendekatan matematika realistik. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Connecting, Organizinf, Reflecting, and Extending (CORE) dengan pendekatan matematika realistik lebih efektif dibanding model pembelajaran discovery learning  pada siswa kelas XI SMA Negeri 09 Bombana. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI dengan jumlah 120 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random. Pengambilan data dilakukan dengan cara tes hasil belajar hasil secara inferensial dengan menggunakan uji-t pada taraf signifikan = 0,05 telah diperoleh nilai thitung = 3,055 > ttabel = 1,682 menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, secara inferensial ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran Connecting, Organizinf, Reflecting, and Extending (CORE) dengan pendekatan matematika realistik dan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa Kelas XI SMA Negeri 09 Bombana. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran Connecting, Organizinf, Reflecting, and Extending (CORE) dengan pendekatan matematika realistik lebih efektif dibanding model pembelajaran discovery learning  pada siswa kelas XI SMA Negeri 09 Bombana.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Dengan Memaksimalkan Penggunaan Media Pembelajaran Matematika La Ode Sirad; Herlina; Arnawati
Arus Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2: Agustus (2021)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.863 KB)

Abstract

This research is motivated by the desire to know the improvement of student learning outcomes by maximizing the use of mathematics learning media with three-dimensional real objects media. Less interesting learning without the support of effective media and on average students do not like mathematics, causing students' math scores to be low. The low learning outcomes are more visible, especially in abstract subjects that require the use of learning media. The problem studied is "Can maximizing the use of mathematics learning media with three-dimensional real objects media on cubes and blocks material can improve students' mathematics learning outcomes in class VIIIA SMP Negeri 2 Samaturu?". With the action hypothesis, maximizing the use of mathematics learning media with three-dimensional real objects on cubes and blocks can improve mathematics learning outcomes for class VIIIA students of SMP Negeri 2 Samaturu. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in collaboration between teachers, observers and researchers with research procedures that include planning, implementation, observation and reflection. The subjects studied were students in class VIIIA with a total of 29 students. The types of data obtained are qualitative data and quantitative data which are analyzed qualitatively and quantitatively. The results obtained by referring to the Minimum Completeness Criteria (KKM), namely at least 75% of students have obtained a minimum score of 70. In the first cycle of action evaluation, classical completeness was 55.17% with an average value of 69.44. After the evaluation of the second cycle of action, the classical completeness achieved was 86.21% which obtained a score of 70 with an average value of 82.86. So it can be concluded that by maximizing the use of learning media with three-dimensional real objects media can improve mathematics learning outcomes for class VIIIA students of SMP Negeri 2 Samaturu.
Karakterisasi Modul Dedekind yang Dibangun Secara Hingga Melalui Order Modul La Ode sirad
SAINTIFIK Vol 4 No 1 (2018): VOLUME 4 NOMOR 1 JANUARI 2018
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.238 KB) | DOI: 10.31605/saintifik.v4i1.138

Abstract

Misalkan R merupakan gelanggang komutatif dengan unsur satuan dan T merupakan himpunan multiplikatif dari semua unsur regular  R. Gelanggang hasil bagi dari R, yaitu RT^-1, senantiasa dapat dikonstruksi sehingga dapat dilakukan penyisipan R ke dalam RT^-1. Salah satu kaitan antara gelanggang dan modul adalah melalui order modul teta (M) . Order modul dapat dipandang sebagai gelanggang komutatif. Lebih jauh, order modul merupakan subgelanggang dari gelanggang hasil bagi. Gelanggang yang setiap ideal tak-nolnya dapat dibalik disebut gelanggang Dedekind. Konsep ideal yang dapat dibalik diperumum ke dalam teori modul. Pada teori modul, telah dikembangkan konsep submodul yang dapat dibalik. Dengan demikian pengertian modul Dedekind dapat dibangun. Pada pengkajian keterkaitan antara struktur dari M suatu modul-R dengan modul-teta (M) , ditemukan bahwa sifat-sifat pada modul-R juga mempengaruhi sifat-sifat pada modul- teta (M). Modul-teta(M)merupakan modul Dedekind, order modul merupakan gelanggang Dedekind dan order modul adalah tertutup secara integral jika M merupakan modul-R Dedekind yang dibangun secara hingga. Hasil utama dalam penelitian ini membahas karakterisasi modul Dedekind yang dibangun secara hingga terkait dengan sifat order modul.Kata kunci: modul Dedekind, order modul, submodul yang dapat dibalik.
Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru-Guru di Kecamatan Watubangga Supratman Supratman; La Ode Sirad; Fitriyani Hali; Gemi Susanti; Deti Sri Rahayu
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: Desember (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.179 KB)

Abstract

Pelatihan ini di latarbelakngi oleh banyaknya guru yang mengalami kesulitan dalam menulis karya ilmiah sebagai syarat kenaikan pangkat/jabatan bagi guru-guru yang mempunyai golongan ruang IIIa ke atas. Pelatihan ini dberikan kepada 25 guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Watubangga yang bertempat di SMP N 2 Watubangga. Tujuan akhir dengan adanya pelatihan adalah 1) agar para guru memiliki kompetensi dalam menyusun karya ilmiah khususnya penelitian tindakan kelas, 2) dalam rangka meningkatkan profesional guru sehingga dapat memenuhi persyaratan dalam kenaikan pangkat, 3) mendampingi para guru dalam penyusunan proposal penelitian tindakan kelas yang telah disiapkan oleh guru. Dalam pelaksanaan PKM ini dibagi beberapa tahapan : 1) Memberikan materi pelatihan, yaitu : pengenalan PTK, pembuatan pendahuluan, tinjauan pustaka dan metodologi penelitian , 2) Praktik pembuatan proposal PTK. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini, yaitu guru-guru dapat menyusun bab pendahuluan, tinjauan pustaka dan metodologi penelitian. Bahkan beberapa guru sudah mampu menyusun proposal PTK secara utuh.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA USN KOLAKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN DIFFERENSIAL BERDASARKAN TEORI APOS Supratman Supratman; Marniati Marniati; La Ode Sirad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.18 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep mahasiswa USN Kolaka dalam menyelesaikan masalah persamaan diferensial berdasarkan teori APOS. APOS merupakan suatu teori yang diperkenalkan oleh Dubinsky. Inti dari kerangka kerja APOS  Proses, Objek, dan Skema. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga terpilih 3 mahasiswa aktif dengan kemampuan dasar matematika tertinggi pada angkatan 2020 program studi Teknik pertambangan, FST, Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung adalah soal tes pemahaman konsep matematika Hasil analisis yang dilakukan terhadap 3 mahasiswa menunjukkan bahwa ketiga subjek memiliki kelemahan pada tahap Proses, dimana subjek A,B, dan C belum mampu dengan benar mengkonstruksi soal yang diberikan, hal ini diduga belum memahami dengan benar konsep Persamaan diferensial dengan variabel yang terpisah, artinya bahwa pada tahap Aksi, Objek, Proses, dan Skema, selain itu subjek A, B, dan C juga belum mampu memahami kriteria soal yang dimaksud.hal ini disebabkan oleh pembelajaran persamaan diferensial yang hanya terpaku pada rumus dan prosedur penyelesaian, selain pemahaman konsep mahasiswa yang berbeda-beda, beberapa mahasiwa juga masih belum begitu memahami dasar-dasar dari konsep dasar turunan, diferensial dan integral.This study aims to analyze the concept understanding of USN Kolaka students in solving equations based on APOS theory. APOS is a theory introduced by Dubinsky. The core of the Process, Object and Schema APOS framework. This type of research is descriptive qualitative. The subjects in this study were selected using a purposive sampling technique, so that 3 active students with the highest basic mathematical abilities were selected in the 2020 batch of Mining Engineering study program, FST, Ninebelas November Kolaka University. The main instrument in this study was the researcher himself and the supporting instrument was a test of understanding mathematical concepts. The results of the analysis conducted on 3 students showed that the three subjects had weaknesses in the process stage, where subject A, B, and C had not been able to correctly construct the questions given, this is presumably not yet correctly understand the concept of differential equations with separate variables, meaning that at the Action, Object, Process, and Schematic stage, other than that subject A, B, and C also has not been able to understand the criteria for the question in question. different concepts of students, some students also still do not really understand the basics of the basic concepts of derivatives, differentials and integrals.
Menguatkan Resiliensi Matematis dan Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar melalui Inovasi Pembelajaran Kontekstual dan Konstruktif Arbain Arbain; La Ode Sirad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.585 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v12i1.6548

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menguji keefektifan inovasi pembelajaran kontekstual dan konstruktif dalam menguatkan resiliensi matematis dan literasi numerasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Penelitian bertempat di SD Negeri 15 Mawasangka. Sampel peneltian adalah siswa kelas V dengan jumlah siswa 22 orang, yang terdiri atas 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diterapkan inovasi pembelajaran konstekstual dan konstruktif, sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest dianalisi secara deskripif menggunakan gain ternormalisasi (N-gain) dan secara inferensial menggunakan paired sample t test dan independent sample t test. Hasil uji N-gain menunjukkan adanya peningkatan resiliensi matematis dan literasi numerasi kategori sedang baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Hasil uji t menunjukkan siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan resiliensi matematis dan literasi numerasi lebih tinggi dan signifikan dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Dengan pembelajaran kontekstual dan konstruktif, siswa mampu mengetahui keterkaitan materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata, mampu mengetahui betapa bermanfaatnya matematika bagi kehidupan sehari-hari, terlatih untuk berperilaku tangguh dan bertanggung jawab, dan terlatih menggunakan konsep matematika untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan,  sehingga timbul semangat, motivasi, dan ketangguhan siswa untuk belajar matematika yang akhirnya meningkatkan resiliensi matematis dan literasi numerasi siswa.