Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DESAIN PELAT CENDAWAN PADA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.791

Abstract

Selama lebih dari dua dekade ke belakang, perkembangan pembangunan gedung bertingkat di Indonesia cukup signifikan. Beton bertulang merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung-gedung tersebut. Konstruksi beton bertulang memiliki elemen struktur pelat lantai, kolom, balok, serta pelat atap. Konstruksi beton bertulang sangat umum, hal ini dikarenakan konstruksi beton bertulang lebih murah dibandingkan dengan konstruksi baja. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin berkembang pula desain teknologi flatsalab menggunakan pelat cendawan tanpa adanya elemen balok. Metode flatslab ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak sepuluh tahun belakangan ini, terdapat beberapa keuntungan dari pemanfaatan flat slab ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ketebalan dari pelat, dan kolom dengan metode flatslab. Flatslab merupakan teknologi konstruksi bangunan gedung tanpa menggunakan stuktur balok. Dari analisa didapatkan bahwa tebal pelat sebesar 200mm dengan tulangan menggunakan diameter 13 dengan jarak 150mm. Sedangkan pelat cendawan memiliki ketebalan 350mm, dengan dimensi 2800mm x 2800mm dengan tulangan D13-10mm. terdapat dua tipe kolom yang digunakaan k1 800mm x 800mm dan k2 600mm x 600mm. Dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan menggunakan pelat cendawan aman dan dapat digunakan.
EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.894

Abstract

Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa.
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN GEDUNG ASTON SORONG CITY HOTEL BERDASARKAN STANDAR SNI DENGAN EUROCODE Al kautsar, Rakha H.; Saputro, Imam Trianggoro; Samaila, Muh. Akhsan
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.895

Abstract

Standarisasi yang diterapkan pada setiap Negara pastinya memiliki keistimewaan masing – masing sehingga dapat dijadikan acuan perencanaan dalam pembangunan, dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan antar standarisasi yang telah diterapkan. Dalam hal ini penulis mencoba menerapkan Standar Eurocode pada bangunan gedung Aston Sorong City Hotel dapat memenuhi perencanaan di daerah rawan gempa. Struktur yang berdiri 8 lantai dengan ketinggian 29,5 m. Input pembebanan dan dimensi struktur pada permodelan sama dengan aslinya yang dibantu perhitungannya menggunakan program SAP2000. Standarisasi yang dibandingkan antara SNI 2847:2019 dengan EN 1992-1-1:2004. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka diperoleh kebutuhan penulangan D12-250 pada plat menurut SNI lebih renggang dari kebutuhan Eurocode D12-200, sedangkan kebutuhan penulangan Balok 9D-19 menurut SNI yang lebih banyak dari Eurocode 8D-19, dan kebutuhan penulangan Kolom pada kedua standarisasi ini memiliki nilai yang sama sebesar 6869mm2.
DESAIN JALUR EVAKUASI BENCANA PADA GEDUNG SEKOLAH GOLDEN GATE MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FLOYD-WARSHALL Prayoga Sihombing; Imam Trianggoro Saputro
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/bk1cwm34

Abstract

Bencana yang tidak terduga dapat menimbulkan dampak yang fatal, baik dari segi keselamatan jiwa maupun kerugian materi. Oleh sebab itu, perlu disediakan jalur evakuasi yang perlu dirancang dengan matang agar proses evakuasi dapat berlangsung cepat dan aman. Gedung Sekolah merupakan salah satu bangunan yang sangat berisiko menghadapi bencana karena jumlah penghuni yang banyak serta luasnya bangunan. Algoritma FloydWarshall adalah salah satu metode yang digunakan untuk menemukan jalur terpendek. Algoritma ini dapat membantu dalam menghitung jalur evakuasi terpendek, sehingga meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi saat terjadi bencana. titik kumpul pada gedung Sekolah Golden Gate ada 2 titik kumpul pertama berada diparkiran depan gedung sekolah dan titik kmpul kedua berada dilapangan olahraga bagan belakang gedung sekolah. jarak dari tiap ruangan lantai 1 didapatkan 27,58 meter sampai 51,56 meter dengan waktu tempuh 26,23 detik sampai 49,19 detik menuju ttik kumpul AS1 dan AS2, pada lantai 2 didapatkan jarak dari setiap ruangan 27,58 meter sampai 51,56 meter dengan waktu tempuh 26,23 detik sampai 49,19 detik menuju titik kumpul AS1, pada lantai 3 didapatkan jarak dari setiap ruangan 64,59 meter sampai 85,33 meter dengan waktu tempuh 62 detik sampai 83,59 detik menuju titik kumpul AS1. tanda arah evakuasi, tanda exit sesuai dengan standar ISO 7010.
ANALISIS KINERJA JALAN PADA PERIODE ARUS MUDIK NATAL (STUDI KASUS JALAN BASUKI RAHMAT KM 7 KOTA SORONG) Imam Trianggoro Saputro; M.M. Lanny W. Pandjaitan; Lukas
SOSCIED Vol 9 No 1 (2026): SOSCIED - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/3rm5fw79

Abstract

Basuki Rahmat KM 7 Street is one of the main roads in the city of Sorong with a high volume of traffic. Its location in the city center makes this road prone to traffic congestion, especially during rush hour. Therefore, it is crucial to analyze the performance of this road section. The situation becomes even more complex during the Christmas holiday period, when vehicle volume increases significantly, potentially exacerbating traffic congestion. . This study analyzes traffic performance on Basuki Rahmat KM 7 Street during the Christmas holiday using the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2023). The data includes traffic volume, converted into passenger car units (pcu), for both directions—from the regency to the city and vice versa—collected from three days before to three days after the holiday. The analysis looks at traffic volume, degree of saturation (DS), and level of service (LOS). Results show that the highest traffic volumes happen on H-3 and H-1, especially during evening peak hours. The degree of saturation ranges from 0.36 to 0.66, which means traffic is still stable and below maximum capacity. Most of the time, the road operates at LOS C, improving to LOS B on H+3. Overall, Basuki Rahmat Road performs well and can handle traffic changes during the holiday period.
PENERAPAN SISTEM TRANSPORTASI JALAN BERKELANJUTAN DI KOTA SORONG (KAJIAN LITERATUR) Imam Trianggoro Saputro; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/789tf747

Abstract

Transportasi jalan berkelanjutan telah menjadi isu sentral dalam pembangunan perkotaan di negara berkembang, termasuk kota kecil-menengah seperti Kota Sorong di Papua Barat Daya. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif penerapan sistem transportasi jalan berkelanjutan yang relevan bagi Kota Sorong dengan mempertimbangkan karakteristik lokal dan pembelajaran dari berbagai studi kasus. Kajian dilakukan melalui sintesis literatur terhadap kerangka konseptual, tantangan implementasi, strategi dan opsi kebijakan, dampak lingkungan, serta pengalaman kota-kota di Indonesia dan regional. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan pendekatan multi-dimensi yang mengintegrasikan aspek infrastruktur, kebijakan, kelembagaan, sosial-budaya, dan lingkungan. Kota kecil-menengah memiliki potensi besar untuk bertransformasi karena fleksibilitasnya, meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Tantangan utama meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi antar-lembaga, serta kendala topografi dan sosial-budaya khas Papua. Strategi yang direkomendasikan mencakup pengembangan transportasi umum massal, infrastruktur non-motoris, integrasi moda, dan pembangunan berorientasi transit yang diterapkan secara bertahap. Keberhasilan implementasi bergantung pada koordinasi antar pemangku kepentingan, integrasi perencanaan tata ruang dan transportasi, serta partisipasi masyarakat yang didukung sistem monitoring yang terukur.