Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis dan Peningkatan Kinerja Mesin Bubut Menggunakan Failure Mode Effects Criticality Analysis di Bengkel XYZ Yogi Purnomo; Ayu Anggraeni Sibarani; Indro Prakoso
Dinamika Rekayasa Vol 19, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Dinamika Rekayasa - Agustus 2023
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.dr.2023.19.2.1425

Abstract

Bengkel XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi dan memperbaiki produk komponen. Bengkel XYZ sering menghadapi masalah downtime sehingga aktivitas produksi menjadi terhambat dan menyebabkan tertundanya pengiriman pesanan konsumen. Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) menunjukan terdapat mesin bubut  yang memiliki nilai OEE dibawah 85%, yang berarti kinerjanya belum baik berdasarkan standard yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM), yaitu pada mesin bubut IK, mesin bubut IIS, dan mesin bubut IIIS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh mesin bubut yang memiliki kinerja belum baik menggunakan failure mode effect and criticality analysis (FMECA). Hasil analisis identifikasi FMECA menunjukkan: (1) pada mesin bubut IK potential failure modes terdapat 1 kategori tolerable dan 8 kategori unacceptable memiliki critical priority tertinggi, yaitu ketidak-presisian pada chuck dengan nilai RPN sebesar 900, (2) pada mesin bubut IIS potential failure modes terdapat 1 kategori tolerable dan 7 kategori unacceptable memiliki critical priority tertinggi yaitu kerusakan pada main bearing dan kerusakan pada gearbox dengan nilai RPN a sebesar 900, (3) pada mesin bubut IIIS potential failure modes terdapat 2 kategori tolerable dan 9 kategori unacceptable dengan critical priority tertinggi, yaitu kerusakan pada internal dinamo motor memiliki nilai RPN 900. Perbaikan yang dilakukan Bengkel XYZ adalah dengan membuat perencanaan perawatan mesin bubut, standar kebersihan mesin, tanggung jawab bagi operator, dan pelatihan bagi operator serta untuk mempertahankan kondisi mesin agar tetap terkontrol dapat melakukan daily checklist untuk memeriksa keadaan mesin
Analisis Quality Control Pada Proses Sewing Dengan Statistical Process Control (SPC) dan 5-Why’s Analysis: (Studi Kasus: PT. YZ Tbk.) Ayu Anggraeni Sibarani; Vendy Mohammad Abdul Fatah; Dewi Tria Setyaningrum
Journal of Research in Industrial Engineering and Management Vol 1 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61221/jriem.v1i1.4

Abstract

PT. YZ Tbk. is a textile company headquartered in Sukoharjo, Central Java. The problem that exists in the company is the presence of defective products that cannot be avoided. Based on observations made on the sewing process in the garment section 2, there are problems related to quality control. There is product damage caused by various factors such as human factors, machines, raw materials and methods. If a defective product is found, the product will be repaired immediately until it is felt that the product meets the quality standards set by the company and the quality standards requested by consumers. This study aims to provide suggestions and recommendations for improvement efforts made to companies and formulate repair solutions using a statistical process control approach to reduce the number of defects that occur and meet company targets. The results of this study are that there are two types of defects that have the most defects and suggestions for improvement are given to reduce defects in the form of evaluation and repair, checking before production, and tightening inspections on the production line.
Prototype Game Education Number Box Toys sebagai Upaya Mengembangkan Keterampilan Kognitif dan Motorik Anak Prakoso, Indro; Ayu Anggraeni Sibarani; Sarah Nurmalawati; Valent Okky Nurcahya
SPECTA Journal of Technology Vol. 8 No. 1 (2024): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v8i1.1080

Abstract

Number Box Toys are children’s toys for children aged 1 to 4 years, designed to help children develop their cognitive and motor skills and learn about different number shapes and colors, including the number 0 to 9. The aim of developing this educational game prototype is to provide a visual image of the product and determine the production cost of the Number Box Toys product which is manufactured using 3D printing machine. Before making a prototype, Number Box Toys product design was created in 2D and 3D using Solidwork software, and then a Bill of Materials (BOM) and Operation Process Chart (OPC) were created. When producing the Number Box Toys prototype, simulation software was used using the Creality Slicer application to show the total time required to produce a Number Box Toys product, which was approximately 1803,78 minutes or 30,063 hours. The total time required to complete the entire operation process chart of Number Box Toys is 1822,78 minutes or about 30,38 hours, with details of 57 operation processes and 18 inspection processes. The results of calculating the production cost of the Number Box Toys educational game based on the total time required, material prices and labor costs resulted in a production cost value of Rp 404.690,89 and the selling price is Rp 465.383,03 with a profit of 15% of the cost price is Rp 60.702,13. There is a significant price difference compared to similar products sold on the market because Number Box Toys’ product prototype is made using 3D printing process, which requires a lot of time to make each part but has a size or shape that can be customized to suit the consumer.
Application of Lean Manufacturing to Minimize Production Cycle Time in the Aluminum Furniture Division Muhammad Ilwas fathyudha; Indro Prakoso; Ayu Anggraeni Sibarani
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v9i1.4848

Abstract

The production process efficiency is the company's ability to produce optimal output using available resources. When carrying out the production process of aluminium furniture, PT Rajawali Perkasa Furnitur (RPF) has a significantly long cycle time, which results in low efficiency or can be said to be experiencing wastefulness. Through the implementation of lean manufacturing using Value Stream Mapping (VSM) and Process Activity Mapping (PAM) methods, this study aims to minimize the cycle time. The production process of aluminium furniture includes (1) cutting, (2) bending, (3) assembly, (4) leveling, (5) QC, (6) Treatment, (7) powder coating, (8) weaving, (9) touch up, (10) inspect, and (11) packaging. The total cycle time for these processes is 13.431 seconds. Based on the research, it is found that there are 3 non-value-added activities, namely 2 activities in the weaving process and 1 activity in the packaging process. The elimination of these 3 activities results in a reduction of the cycle time by 464 seconds to 12.967 seconds.
Usulan Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) Pada Departemen Coumpound Industri Manufaktur Sepatu Rahayu Ningrat, Siti Kurnaesih; Sibarani, Ayu Anggraeni; Syahrullah, Yudi; Setyaningrum, Dewi Tria; Prasetyo, M. Agung; Ambarwati, Sri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 18, No 3 (2024): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2024.v18i3.006

Abstract

Tata letak fasilitas yang optimal sangat penting untuk mencapai efisiensi dan efektivitas biaya dalam industri manufaktur, termasuk industri sepatu. Pada salah satu pabrik sepatu, khususnya dalam proses produksi compound, terjadi aliran silang akibat beberapa proses yang dilakukan bolak-balik. Aliran ini memperpanjang jarak tempuh antar stasiun dan meningkatkan biaya material handling. Oleh karena itu, perancangan ulang tata letak diperlukan untuk memperbaiki aliran material. Metode Systematic Layout Planning (SLP) dipilih karena kemampuannya dalam merancang tata letak yang efisien dengan meminimalkan material handling. Metode ini mempertimbangkan alur material dan produksi melalui Activity Relationship Chart, Activity Relationship Diagram, dan From-To Chart (FTC). Berdasarkan pengolahan data, diperoleh dua alternatif tata letak, dan alternatif kesatu dipilih karena menunjukkan perbaikan signifikan. Pada alternatif tata letak kesatu ini, total jarak antar stasiun berkurang dari 243,36 meter menjadi 167 meter, dan biaya material handling harian turun dari Rp 92.234,08 menjadi Rp 47.566,95. Penurunan ini menunjukkan bahwa tata letak usulan dengan metode SLP mampu meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya operasional.
Analisis Bahaya Pada Area Confined Space Menggunakan Metode HIRARC di PT. ABC Aji, Pandu Wahyu; Sibarani, Ayu Anggraeni
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 2 No 2 (2024): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2024.2.2.12999

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan insiden tidak terduga yang merugikan individu atau organisasi. Risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir dengan identifikasi terhadap potensi bahaya dengan penilaian risk matrix pada severity dan likelihoodnya dengan matrik Australian Standard/New Zealand Standard. Metode HIRARC dapat digunakan untuk meminimalisir masalah risiko kecelakaan kerja dan untuk mengaudit perusahaan kedepan. PT ABC merupakan perusahaan yang berfokus pada industri bahan bangunan dan memproduksi produk utama berupa semen yang memiliki data diwayat kecelakaan kerja dari tahun 2018 sampai tahun 2022. Hasil penelitian menggunakan metode HIRARC menunjukkan 8 aktivitas yang memiliki risk rating tertinggi, yaitu Isolation and lock out permit, Replace Lifter Liner, Replace Liner Diafragma, Chipping Cilpeb, Order Safety mengukur O2, CO, & Temperature, Start Pompa Hydraulic secara Manual, Matikan inching (Lokal Switch posisi off) & di LOTO, lakukan test remote dan tetap siaga menekan Emergency Switch. Solusi dari 8 aktivitas dengan risk rating tertinggi yaitu menginstalasi papan peringatan bekerja di Area Confined Space yang dilengkapi dengan barcode.
Analisis Line Balancing Produksi Kain Grey Pada Perusahaan Textile Sibarani, Ayu Anggraeni; Dewanto, Rizky Ramdhani; Faujiyah, Firdhani
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 9, No 2 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v9i2.12817

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil yang memproduksi kain grey. PT ABC mengalami kendala karena dalam proses produksi kain grey terdapat perbedaan waktu pengerjaan yang tinggi untuk setiap workstation di lantai produksi. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya bottleneck yang menyebabkan PT ABC terlambat memenuhi permintaan dari pelanggan. Masalah ini dapat diatasi dengan line balancing. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan keseimbangan antara stasiun kerja dalam proses produksi kain grey dan memberikan usulan line balancing yang dapat meningkatkan kecepatan produksi untuk setiap stasiun kerja di lantai produksi. Pada penelitian ini analisis line balancing dilakukan dengan Largest Candidate Rule dan Rank Positional Weight. Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan kondisi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Largest Candidate Rule memberikan hasil yang terbaik,  yaitu jumlah workstation berkurang yang semula dari 6 menjadi 4, efisiensi lintasan  sebesar 71.77%, balance delay sebesar 28.23%, waktu idle sebesar 91.05 menit, dan smoothing indeks sebesar 54.3. Kata Kunci: Line balancing, Largest Candidate Rule, Ranked Positional Weight, Bottleneck
PENGARUH LAPORAN KEUANGAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP PEMAHAMAN AKUNTANSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA Julialevi, Karina Odia; Susilowati, Dewi; Sibarani, Ayu Anggraeni
Jurnal Riset Akuntansi Soedirman Vol 3 No 1 (2024): JURNAL RISET AKUNTANSI SOEDIRMAN (JRAS)
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/1.jras.2024.3.1.11264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana pemahaman UMKM di Kabupaten Banyumas tentang akuntansi dan keterampilan SDM berdampak pada kualitas laporan keuangan yang mereka buat. Studi ini menggunakan metode survei dan deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan. Data dianalisis dengan model regresi berganda menggunakan program SPSS v.23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antara kualitas laporan keuangan UMKM dan kompetensi SDM yang baik. Namun, pemahaman akuntansi tidak mempengaruhi kualitas laporan keuangan UMKM.
Analisis Postur Kerja Posisi Memanjat pada Petani Gula Kelapa Kabupaten Banyumas Imran, Rani Aulia; Purnamasari, Ajeng Dian; Sibarani, Ayu Anggraeni
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v3i2.709

Abstract

Banyumas adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memproduksi lebih dari 20.000 ton produksi gula aren per tahun dan menempati posisi pertama agroindustri jenis pengolahan di Banyumas. Jumlah petani gula aren (penderes) pada tahun 2017 adalah 20.293 petani. Namun, jumlah petani ini terus berkurang karena pekerjaan sebagai penderes memiliki resiko kerja dan keselamatan dari petani belum terjamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja petani gula aren saat memanjat pohon kelapa. Rekaman video proses pengambilan nira dari 48 data sekunder dikumpulkan. Setiap posisi representatif berdasarkan gait sequence memanjat dianalisis untuk mengidentifikasi postur memanjat dan tinjauan literatur untuk referensi. Evaluasi postur menggunakan REBA dan dihitung skor resikonya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam posisi memanjat pohon memiliki risiko sangat tinggi dari pendekatan postur kerja dengan nilai skor 8 sampai 11, dan perlu adanya implementasi perubahan. Nilai skor REBA terbesar yakni 11 terjadi pada postur foot flat (10%) dan midswing (80%). Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi sistem muskuloskeletal yang berkontribusi dalam kegiatan memanjat pohon dan rekomendasi untuk mengurangi risiko kerja, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani gula aren.
Total Productive Maintenance Analysis of Wrapping Machine Line 4 through Overall Equipment Effectiveness and Six Big Losses at PT XY, Cirebon – West Java Ayu Anggraeni Sibarani; Katon Muhammad; April Yanti
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 7 No 02 (2020): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v7i2.425

Abstract

PT. XY is a company engaged in the food industry, namely instant noodles. The problem encountered atPT XY was that one of the machines that used in instant noodle production often stopped operating due toa breakdown. The machine that often experiences breakdowns is the Wrapping Line 4 machine, which is apackaging machine for cup noodle products. This results in a long machine downtime so that theproduction target is not achieved. One approach to addressing this problem is Total ProductiveMaintenance (TPM) which is measured through Overall Equipment Effectiveness (OEE) and Six BigLosses. This study aims to calculate the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value, calculate the valueof the Six Big Losses factor and determine the root cause of the dominant problem of the Six Big Lossesfactor using a fishbone diagram. The calculation results show that the OEE value on the Wrapping Line 4is below the international standard, which is 78.03%. Dominant factors that cause machine effectivenesswas low are quality defect losses by 63,54% and reduce speed losses by 24,87%.