Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUKUM WARIS DI INDONESIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT Rahmat Haniru
AL-HUKAMA: The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 4 No. 2 (2014): Desember 2014
Publisher : State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.24 KB) | DOI: 10.15642/al-hukama.2014.4.2.456-474

Abstract

Abstract: this article explains the interrelation between Islamic inheritance law and Indonesian customary inheritance law. Islamic inheritance law is a set of rules that regulates the transfer of property from a deceased to the rightful heirs. It means that the law determines who the heirs are and who are not. It also determine the potion or percentage of each heir of the property. Similarly, customary inheritance law regulates the transfer of property and other property-related rights. The comparison between the two laws results in several similar features despite their differences. In customary inheritance law, some property may not be distributed among heirs or their distribution may be deferred to a later time, while in Islamic inheritance law, each inheritor is entitled to request his or her share of inheritance at any time. In customary law, adopted children may become inheritor if the deceased decided to do so, while Islamic inheritance law adopted children does  not have this regulation. in addition, the share of each inheritor is not predetermined in customary law, while Islamic inheritance law determines the share of each inheritor which cannot be negotiated. Abstrak: Hukum waris Islam adalah aturan yang mengatur pengalihan harta dari seseorang yang meninggal dunia kepada ahli warisnya. Hal ini berarti menentukan siapa-siapa yang menjadi ahli waris, porsi bagian masing-masing ahli waris, menentukan bagian harta peninggalan dan harta warisan yang diberikan kepada ahli waris. Hukum waris adat adalah serangkaian peraturan yang mengatur penerusan dan pengoperan harta peninggalan atau harta warisan dari suatu generasi ke generasi lain, baik yang berkaitan dengan harta benda maupun yang berkaitan dengan hak-hak kebendaan. Perbandingan antara hukum waris islam dan hukum waris adat, diantaranya: a. Dalam hukum waris adat, harta peninggalan dapat bersifat tidak dapat dibagi-bagi atau pelaksanaan pembagiannya ditunda. Sedangkan dalan hukum waris Islam, tiap ahli waris dapat menuntut pembagian harta peninggalan tersebut sewaktu-waktu. b. Hukum waris adat memberi kepada anak angkat, hak nafkah dari harta peninggalan orang tua angkatnya. Sedangkan dalam hukum waris Islam, tida ada ketentuan ini. c. Dalam hukum waris adat, pembagiannya merupakan tindakan bersama, berjalan secara rukun dengan memperhatikan keadaan khusus tiap waris. Adapun dalam hukum waris Islam, bagian-bagian para ahli waris telah ditentukan.
Pelatihan Metode Dakwah Pada Kalangan Mubaligh Dan Ormas Islam Kota Baubau: Pengabdian Rahmat Haniru; Safaruddin Yahya; Darmayanti; Madi; Muh Ridwan; La Jidi; Hanudin; Muh. Zaidir; Abdul Kahar Syarifuddin; Muammar; Armed Tahyas; Siti Salmawati Hada. N
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2619

Abstract

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dan penguatan kepada para muballigh dan ormas Islam kota Baubau terkait kompetensi metode dakwah yang efektif dengan mengacu pada prinsip-prinsip dan etika dakwah Islam. Perlunya para muballigh memahami literasi Al Quran dan metode dakwah Nabi Muhammad dan mengimplementasikan metode dakwah dengan pendekatan kontekstual dengan merujuk pada karakteristik pendengar yang beragam. Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi sebagai bagian dari keniscayaan menjadi tuntutan untuk para muballigh menyesuaikan diri memilih tema, konten, metode bahkan media yang harus digunakan agar materi dakwah menjadi menarik. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya antusias dari peserta pelatihan dan pemahaman baru terkait metode-metode dakwah yang inovatif dan kontekstual pada masa kekinian, terutama para muballig di era modern dipandang perlu dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tekhnologi, agar pesan-dakwah tidak hanya disampaikan pada ruang-ruang publik tetapi dapat disampaikan di ruang online.
Strategy To Prevent Bullying Acts In Elementary School Students At SDN 2 Lamangga Baubau City Safaruddin Yahya; Muhamad Ridwan; Maudin; La Hanuddin; Rahmat Haniru; La Jidi; Wa Disa; Nurma
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 4 (2024): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the role of the principal and all levels of teachers in the SD Negeri 2 Baubau school environment in preventing students from carrying out bullying behavior towards each other, whether intentional bullying, verbal or non-verbal. Bullying is the cause of decreased student learning achievement and results in low levels of student self-confidence. This research is field research with a qualitative approach with data collection methods, namely research field observations, interviews and documentation.  The subjects studied were students in grades V and VI at SDN 2 Lamangga. The results of the research show that the school implemented five strategic steps as an effort to prevent bullying in the school environment, including; 1) provide an explanation to students regarding the impact of bullying which will be experienced directly by the victim, 2) build the perception that all students are equal in social status, 3) Provide punishment for bullying behavior directly, 4) Give rewards to students for speaking politely, 5) instill a sense of caring for fellow students.
Bimbingan Keluarga Sakinah Berbasis Hukum Islam Pada Calon Pengantin Sebagai Upaya Menjaga Ketahanan Keluarga Pasca Pernikahan Di Kabupaten Buton Selatan : Pengabdian Rahmat Haniru; La Jidi; Safaruddin Yahya; Falah Sabirin; Nurhijah; Muhamad Awaluddin; Yudhi Asfar Fahruddin; Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan bimbingan keluarga sakinah berbasis hukum perkawinan Islam kepada calon pengantin sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga pasca pernikahan di Kabupaten Buton Selatan. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan calon pengantin dalam memahami tanggung jawab hukum, spiritual, dan sosial dalam kehidupan rumah tangga, yang berpotensi memicu konflik dan ketidakharmonisan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan teknik ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pembahasan studi kasus yang relevan dengan dinamika keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tujuan pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, serta prinsip-prinsip ketahanan keluarga yang meliputi aspek takwa, kesabaran, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab nafkah. Bimbingan keluarga sakinah ini dinilai efektif sebagai langkah preventif dalam membekali calon pengantin untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkelanjutan pasca pernikahan
Penanaman Karakter Islami Melalui Pembiasaan Mengikuti Program Kepesantrenan Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau: Penelitian Madi Maudin; Muhammad Ridwan; Rahmat Haniru; La Hanuddin; Irma Purnamayanti; La Jidi; Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5459

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana proses pembentukan karakter Islami ditanamkan melalui pola pembiasaan dalam program kepesantrenan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau. Pembiasaan dipahami sebagai strategi pendidikan yang menekankan pengulangan aktivitas religius sehingga nilainilai keislaman dapat melekat secara bertahap pada diri santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola pesantren, ustadz/ustadzah, serta santri, dan diperkuat dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyusunan informasi, dan verifikasi temuan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Islami dibangun melalui serangkaian aktivitas harian seperti pelaksanaan shalat berjamaah, kegiatan tahfidz Al-Qur’an, pembacaan wirid dan dzikir, pengajian kitab, serta latihan kedisiplinan. Rutinitas tersebut secara konsisten membentuk perilaku religius, kemandirian, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak mulia pada santri. Faktor-faktor yang memperkuat keberhasilan proses tersebut antara lain keteladanan para pengasuh, suasana pesantren yang mendukung, serta pengawasan yang berkesinambungan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi mencakup perbedaan latar belakang santri, masa penyesuaian terhadap budaya pesantren, serta keterbatasan fasilitas.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembiasaan dalam program kepesantrenan memberikan kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Proses pembentukan karakter tidak hanya melalui penjelasan kognitif, tetapi juga melalui pengulangan praktik keagamaan yang akhirnya membentuk kebiasaan dan identitas religius santri.