Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBUATAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK KONSERVASI AIR TANAH KELURAHAN NAMOSAIN KOTA KUPANG Paul G. Tamelan; Maximilian M. J. Kapa; Doppy Roy Nendissa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air tanah adalah salah satu elemen terpenting dalam ekosistem kita. Air tanah menyediakan air minum, mendukung pertanian, mengisi sungai, dan menopang flora dan fauna. Di daerah lahan kering seperti Kelurahan Namosain Kota Kupang umumnya ditandai dengan curah hujan yang singkat, tetapi intensitasnya tinggi sehingga menimbulkan banjir dan genangan yang tinggi. Berlandaskan pada masalah tersebut maka perlu dicarikan solusi untuk menanggulangi terjadinya genangan air sekaligus sebagai upaya konservasi air yaitu melalui pembuatan sumur resapan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengimplementasikan pembuatan sumur resapan di daerah yang sering terjadi genangan di lingkungan masyarakat Kelurahan Namosain, Kota Kupang. Implementasi program didahului dengan pengumpulan data, perancangan desain, Grup Diskusi terarah, pembuatan sumur resapan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah pembuatan prototipe satu buah sumur resapan dilingkungan salah satu halaman rumah warga. Monitoring dan evaluasi terhadap sumur resapan menunjukan warga peserta kegiatan dan pemerintah kelurahan Namosain Kota Kupang mendukung keberlanjutan program serta memahaminya sebagai upaya untuk mengatasi masalah limpahan air sekaligus sebagai upaya konservasi air.
Diseminasi dan Intensifikasi Budidaya Jagung Varian Nusa 01 di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur Doppy Roy Nendissa; Susinggih Wijana; Melianus Maimau; Wigbertus Ngabu
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.282

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman serealia bernilai ekonomi tinggi di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan, di mana jagung menjadi komoditas penting bagi masyarakat setempat. Namun, produktivitas jagung di wilayah ini masih rendah karena penggunaan benih lokal dan teknik budidaya yang kurang optimal. Tujuan dari Program Dana Padanan 2024 di kabupaten TTS ini adalah untuk memperkenalkan varietas unggul jagung Nusa 01 kepada petani di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, serta meningkatkan keterampilan budidaya melalui kegiatan diseminasi dan intensifikasi. Metode yang digunakan dalam Program dana padanan ini meliputi sosialisasi, pendampingan teknis budidaya, serta monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan penerapan teknik budidaya yang tepat oleh para petani. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam budidaya jagung, dengan potensi produksi yang mencapai 10-12 ton/ha menggunakan varietas Nusa 01. Penerapan teknik budidaya yang tepat serta penggunaan varietas unggul seperti Nusa 01 dapat meningkatkan produktivitas jagung, mendorong kemandirian benih, serta meningkatkan efisiensi produksi di wilayah Nusa Tenggara Timur.
ANALISIS PENGARUH ANTARA INDEKS HARGA KONSUMEN (IHK) DAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Arlindo Johanes Kami; Doppy Roy Nendissa; Santhy Chamdra
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8938

Abstract

Perubahan harga barang dan jasa yang tercermin dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat memengaruhi daya beli rumah tangga petani dan kesejahteraan petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani (NTP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tren IHK dan NTP serta menguji pengaruh IHK terhadap NTP di Provinsi Nusa Tenggara Timur selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder bulanan IHK dan NTP yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, analisis tren, korelasi Pearson, regresi linier sederhana, serta uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP cenderung meningkat meskipun mengalami fluktuasi, sedangkan IHK meningkat hingga tahun 2023 dan relatif stabil pada tahun 2024. Hasil korelasi menunjukkan hubungan positif yang sangat lemah antara IHK dan NTP dengan koefisien korelasi sebesar 0,183. Namun, hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi sebesar 0,166 (>0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,033 menunjukkan bahwa IHK hanya menjelaskan 3,3% variasi NTP. Dengan demikian, IHK belum berpengaruh signifikan terhadap NTP di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perubahan NTP diduga lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti harga komoditas pertanian, biaya produksi, kondisi cuaca, distribusi, dan kebijakan pertanian.
The Shallot Market Cointegration Between Markets in Province West Southeast and East Nusa Tenggara Sukma Wati; Doppy Roy Nendissa; Tomycho Olviana; Elfis Umbu K Retang
International Journal of Business, Technology and Organizational Behavior (IJBTOB) Vol. 1 No. 3 (2021): International Journal of Business, Technology, and Organizational Behavior (IJB
Publisher : Garuda Prestasi Nusantara Consulting

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52218/ijbtob.v1i3.92

Abstract

Abstract West Nusa Tenggara Province is one of the provinces that has become the centre of shallot production in Indonesia, and this situation has made this province, in addition to being able to produce shallots for the needs of its people it is also able to be distributed in other areas, one of which is East Nusa Tenggara Province. And the price of shallots in West Nusa Tenggara Province is much lower than the price of shallots in East Nusa Tenggara Province. The research objective was to determine the long-term relationship between the cost of shallots between Kupang City, Mataram City and Bima City, and the pattern movement of the price of shallots in Kupang City, Mataram City and Bima City. This study uses monthly price data for 2018-2020, the average price of shallots for traditional markets and large traders in the East Nusa Tenggara and West Nusa Tenggara regions. The data analysis method used is the Error Correction Model (ECM) method. This determines whether there is a long-term and short-term relationship between the three markets. The results showed that there was a long-term and short-term relationship between the price of shallots in Bima City and Kupang City, and Mataram City. The situation illustrates that price changes always follow every price change in Mataram in Bima City and Kupang City. Keywords : Shallot, Market, Cointegration, price.
STRATEGIES FOR DEVELOPING THE COMPETITIVENESS OF HOUSEHOLD FOOD-PRODUCT MSMEs IN SOUTH CENTRAL TIMOR REGENCY Elsiana Brikmar; Doppy Roy Nendissa; Agus A. Nalle
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 9 (2026): AUGUST
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.23022205

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in national and regional economic growth. Nevertheless, household food-product MSMEs in South Central Timor Regency continue to face various constraints that hinder improvements in competitiveness, including weak financial recordkeeping, limited production technology, low workforce knowledge, limited business capital, suboptimal product quality standardization, and inadequate business legality. This study aims to: (1) identify and analyze the factors affecting the competitiveness of household food-product MSMEs in South Central Timor Regency based on the Porter Diamond Model; (2) formulate alternative strategies for developing the competitiveness of household food-product MSMEs in South Central Timor Regency based on SWOT analysis; and (3) determine the most appropriate priority strategies for developing competitive household food-product MSMEs in South Central Timor Regency using the AHP method. A mixed-methods approach combining qualitative and quantitative approaches in a single study was employed through questionnaires and interviews with 56 MSME respondents (determined using Slovin's formula) and five expert respondents purposively selected based on their competence and experience in developing household food MSMEs in TTS Regency. The Internal Factor Evaluation (IFE) matrix yielded a total score of 2.686, while the External Factor Evaluation (EFE) matrix yielded 2.695, placing TTS MSMEs in Cell V (hold and maintain) of the IE matrix. The SWOT analysis produced nine alternative strategies. The AHP analysis identified business legality as the most influential factor (weight: 0.242), with the highest-priority strategy being to build customer trust through legally compliant products (weight: 0.220). These findings offer practical recommendations for the Local Government, MSME actors, and future research. This study also makes a scholarly contribution by integrating the Porter Diamond Model, SWOT, and the Analytic Hierarchy Process (AHP) in formulating strategies to develop the competitiveness of household food MSMEs, an approach that has rarely been applied in previous studies in South Central Timor Regency.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PRODUKSI BAWANG MERAH DI KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Viviyati Messakh; Doppy Roy Nendissa; Santhy Chamdra
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8971

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan dan bernilai ekonomi tinggi di Kabupaten Rote Ndao, namun produksinya masih berfluktuasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi bawang merah serta menentukan faktor yang paling dominan berpengaruh di Kecamatan Rote Barat Daya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga selesai tahun 2026 dengan menggunakan metode deskriptif verifikatif. Sampel penelitian berjumlah 42 petani bawang merah yang diambil secara acak sederhana dari populasi sebanyak 168 orang. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial seluruh variabel bebas yaitu luas lahan, jumlah benih, tenaga kerja, penggunaan pupuk, dan pengalaman usahatani berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang merah (nilai signifikansi < 0,05). Secara simultan kelima variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung sebesar 2,820 dan nilai signifikansi 0,030. Faktor yang paling dominan berpengaruh adalah luas lahan dengan nilai koefisien beta sebesar 0,502. Nilai koefisien determinasi Adjusted R² sebesar 0,182 menunjukkan bahwa 18,2% variasi produksi bawang merah dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sedangkan sisanya 81,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
DISPARITAS HARGA KOMODITAS CABAI RAWIT DI KOTA KUPANG PADA PERIODE SEBELUM, SAAT, DAN SETELAH PANDEMI COVID-19 Afrin Melania Mari; Doppy Roy Nendissa; Santhy Chamdra
PRIMA EKSAKTA Vol 3 No 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pe.v3i2.8984

Abstract

Harga cabai rawit di indonesia sering mengalami fluktuasi tajam karena sifatnya mudah rusak dan sangat bergantung pada musim serta distribusi. Pandemi COVID-19 menambah tekanan pada rantai pasok pangan dan memperbesar ketidakstabilan harga, Penelitian ini bertujuan menganalisis mengukur tingkat disparitas harga, menganalisis tingkat disparitas harga dan membandingkan disparitas harga cabai rawit di kota kupang pada periode sebelum, saat, dan setelah pandemic COVID-19. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi atas data harga cabai rawit bulanan periode Januari 2018 sampai Desember 2025, dengan total 96 observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum, rentang harga, dan standar deviasi, serta koefisien variasi untuk mengukur tingkat fluktuasi harga antarperiode. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata harga meningkat dari Rp36.868,75/kg sebelum COVID-19 menjadi Rp40.076,39/kg saat COVID-19, dan Rp50.188,89/kg setelah COVID-19. Koefisien variasi tertinggi terjadi saat COVID-19 sebesar 47,92 persen, sedangkan setelah COVID-19 sebesar 38,25 persen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pandemi COVID-19 berkaitan dengan naiknya ketidakstabilan harga, tetapi disparitas harga tetap tinggi setelah pandemi akibat faktor struktural seperti pasokan, distribusi, dan musim panen. Temuan ini menjadi dasar bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan daerah yang berkelanjutan.
EFFECTIVENESS OF THE FOOD SELF-RELIANCE SCHOOL MODEL IN STRENGTHENING HOUSEHOLD FOOD SECURITY AS A STRATEGY FOR STUNTING PREVENTION AT DESA OINLASI, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Mariana Dinah Charlota Lerik; Santhy Chamdra; Siska Elvani; Yakobus C.W. Siubelan; Doppy Roy Nendissa
Buletin Ilmiah Impas Vol 27 No 2 (2026): Volume: 27 No.: 2 June Edition 2026
Publisher : Undana Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/impas.v27i2.30211

Abstract

Stunting remains one of the major human development challenges in Indonesia, particularly in regions characterized by high poverty rates and low household food security. Efforts to reduce stunting have predominantly focused on health interventions, while the integration of nutrition literacy, local resource utilization, and community economic empowerment into a comprehensive intervention model has received limited attention. This study aimed to analyze the effectiveness of the Food Self-Reliance School Model in improving nutrition literacy, strengthening household food security, and enhancing community economic empowerment in Oinlasi Village, South Central Timor Regency, Indonesia. The study employed a mixed-methods approach using a one-group pretest-posttest evaluative design. Data were collected through observations, interviews, documentation, and pretest-posttest assessments involving 32 participants, consisting of teachers, students, parents, and community health volunteers (Posyandu cadres). The program included nutrition education, school garden development, home garden utilization, household-scale fish farming, and training on local food processing. The findings revealed that the program improved participants' nutrition literacy with an N-Gain score of 0.60 (moderate category), expanded the utilization of home gardens, increased household food diversification, and promoted value-added food processing based on home garden products. The integration of nutrition education, food production, and community economic empowerment contributed positively to strengthening household food security and encouraging healthier dietary behaviors within the community. The Food Self-Reliance School Model can be considered a promising community empowerment approach for strengthening household food security and supporting accelerated stunting prevention strategies in rural areas.
ANALISIS STRUKTUR DAN PERILAKU PASAR KOMODITAS KAKAO DI KABUPATEN MANGGARAI Alfiani Dela Rosari; Doppy Roy Nendissa; Nikson Tameno
GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 7 No 5 (2026): GLORY Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70581/glory.v7i5.29316

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan perilaku pasar komoditas kakao di Kabupaten Manggarai serta keterkaitannya dengan posisi tawar petani. Penelitian didasarkan pada tren penurunan produksi kakao periode 2021–2025 sebesar 17,1% dari 603 ton menjadi 499,78 ton, serta kondisi pasar yang belum efisien. Data diperoleh dari 104 responden yang terdiri atas petani dan pedagang kakao di kecamatan sentra produksi seperti Ruteng, Satar Mese, dan Cibal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis CR4 dan HHI untuk mengukur konsentrasi pasar, serta analisis perilaku pasar melalui teknik deskriptif kuantitatif dan tabulasi frekuensi terkait mekanisme harga, sistem pembayaran, dan fungsi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan struktur pasar kakao di Manggarai cenderung oligopsoni, ditandai dengan banyaknya petani kecil berhadapan dengan sedikit pedagang pengumpul. Nilai CR4 sebesar 91,06% dan HHI sebesar 2.741,55 menunjukkan konsentrasi pasar sangat tinggi, di mana empat pedagang terbesar menguasai lebih dari 90% pangsa pasar. Kondisi ini memperkuat dominasi pedagang dalam penentuan harga. Perilaku pasar yang ditemukan meliputi penetapan harga sepihak, sistem pembayaran tidak fleksibel, serta indikasi koordinasi antar pedagang. Situasi tersebut melemahkan posisi tawar petani dan menekan kesejahteraan mereka. Penelitian menegaskan perlunya intervensi kebijakan dan penguatan kelembagaan petani untuk menciptakan sistem pemasaran kakao yang lebih kompetitif dan berkeadilan. Kata Kunci : Kakao, Manggarai, Oligopsoni, Perilaku Pasar, Struktur Pasar