Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pembinaan Program Criminon Bagi Warga Binaan Kategori Pengguna Narkotika di Lapas Narkotika kelas IIA Jakarta Ahmad Zaimsyah; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembinaan narapidana dalam tindak pidana narkotika yang tergolong sebagai pengguna narkoba di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan mendeskripsikan program Criminon sebagai pengobatan yang diberikan kepada narapidana tindak pidana narkotika yang tergolong pengguna narkoba. Durasi program selama 3 (tiga) bulan dan selama program berlangsung, para warga binaan akan ditempatkan di ruangan yang berbeda dengan warga binaan lainnya. Jika mengacu pada filosofi pemasyarakatan, maka program Criminon sejalan dengan filosofi pemasyarakatan yang bertujuan memulihkan narapidana agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi pelanggaran. Selain itu, materi yang diberikan dalam program Criminon seperti peningkatan rasa percaya diri, peningkatan komunikasi dan hubungan interpersonal juga sejalan dengan tujuan layanan pemasyarakatan yang berupaya membangun manusia yang dapat diterima kembali oleh masyarakat dan dapat berperan aktif dalam kehidupan.
ANALISIS CONTAINMENT THEORY TERHADAP PELAKU PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK Nilam Cahya; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kasus kejahatan terhadap anak yang cukup marak belakangan ini yaitu pelecehan seksual. Pelecehan seskual pada anak sering kali dilakukan oleh orang-orang dekat korban. yang dimaksud dengan orang-orang terdekat yaitu guru, teman bermain, tetangga korban, atau bahkan orang yang mereka percaya yaitu adik, kakak, dan orangtuanya sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu ingin membahas atau mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi pelaku pelecehan seksual anak dilihat dari Containment Theory. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan cara mewawancarai secara langsung pelaku tindak pelecehan seksual pada anak. Subjek penelitian berjumlah 9 orang 4 diantaranya para Pembimbing Klien (PK) yang terdapat di Balai Pemasyarakatan klas 1 Cipinang Jakarta Timur- Utara. Sedangkan 5 orang lainnya yaitu pelaku pelecehan seksual pada anak. Faktor yang mempengaruhi pelaku pelecehan seksual pada anak dikarenakan faktor internal yang tidak kuat seperti, karena stress dengan keadaan dan tidak bisa mengendalikan emosinya, merasa rendah diri, tidak mempunyai tujuan di dalam hidupnya, introvert (penyendiri) dll. Selain faktor internal yang buruk faktor eksternal juga dapat mempengaruhi seperti, faktor ekonomi, faktor keluarga yang buruk dll.
Fenomena Bunuh Diri Egostik di Indonesia dalam Perspektif Kriminologi Yosafat Kevin; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 2 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunuh diri dikenal secara umum secara umum sebagai tindakan kematian yang disengaja oleh pelaku dengan penyebab yang kompleks. Masyarakat memiliki norma dalam memahami tindakan bunuh diri sebagai perilaku menyimpang yang moralitas, beberapa norma melihat bunuh diri sebagai isu kesehatan mental, dan norma lain melihat bunuh diri sebagai kejahatan moral yang harus diberi hukum pidana. Banyaknya kasus bunuh diri di dunia, khususnya Indonesia dengan berbagai penyebab yang dapat diklasifikasikan dengan empat tipe bunuh diri milik Emile Durkheim dan pespektif relita sosial kejahatan milik Richard Qinney. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengumpulkan berbagai literatur atau penelitian terdahulu untuk mengkaji fenomena bunuh diri dan mengumpulkan kasus-kasus bunuh diri di Indonesia. Hasil penelitian melihat makna bunuh diri yang relatif, bisa menjadi kejahatan dan bisa menjadi penyimpangan sosial yang ditinjau dari reaksi masyarakat sebagai aktor sosial.
Analisis Teori Aktivtas Rutin terhadap Korban Eksibisionisme Rianti Zahrotul Aini; Nadia Utami Larasati
Anomie Vol. 3 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana Eksibisionisme dapat terjadi di berbagai tempat. Pelaku Eksibisionisme seharusnya mendapat perhatian khusus dari aparat berwajib maupun dari orang sekitarnya termasuk keluarga. Kebanyakan pelaku Eksibisionisme tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya akan merugikan dan meresahkan masyarakat khususnya bagi korban. Teori aktivitas rutin digunakan dalam penelitian ini untuk melihat bagaimana seseorang dapat menjadi korban Eksibisionisme yaitu karena adanya pelaku yang termotivasi, target atau korban yang sesuai, dan ketiadaan penjagaan. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, hal tersebut karena dapat berinteraksi langsung dengan pelaku dan korban agar mendapatkan data yang valid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eksibisionisme terjadi ketika ada pelaku yang termotivasi, ini ditandai dengan rasa keinginan dalam diri guna memenuhi hasrat seksualitas, target yang sesuai yaitu korban yang masih berusia muda serta lingkungan sekitar yang tidak terlalu ramai, dan ketiadaan penjagaan yaitu saat korban yang biasanya berjalan sendirian.
Rehabilitasi sebagai Alternatif Pemidanaan bagi Penyalahguna Narkotika untuk Mengurangi Overcrowding Lembaga Pemasyarakatan Amelia, Dina; Utami Larasati, Nadia
Anomie Vol. 6 No. 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overcrowded yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan memerlukan penanganan yang baik dengan melibatkan sejumlah aparat penegak hukum serta beberapa pihak terkait. Overcrowded diakibatkan oleh tingginya jumlah tindak pidana penyalahguna narkotika yang masuk ke dalam Lapas. Hal tersebut disebabkan karena kurang tepatnya penjatuhan sanksi yang diberikan oleh aparat penegak hukum kepada penyalahguna narkotika. Maka dari itu, diperlukan alternatif pemidanaan berupa penerapan rehabilitasi sebagai upaya menangani overcrowded Lapas. Berdasarkan permasalahan di atas, penelitian ini berfokus untuk mengkaji apakah penerapan rehabilitasi efektif dilakukan sebagai upaya mengatasi overcrowded Lapas yang akan di analisis menggunakan teori rehabilitasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat ini alternatif pidana berupa rehabilitasi sudah diterapkan dengan menggunakan restorative justice, namun belum efektif karena terdapat hambatan dalam pelaksanaan asesmennya. Apabila proses terhadap asesmennya berjalan dengan baik maka penerapan rehabilitasi juga akan berjalan dengan efektif.
Analisis Viktimisasi Struktural Terhadap Eksploitasi Anak Sebagai Pedagang Asongan di Ruang Publik Kreatif Jakarta Tiara Rainpina Putri Hutasoit; Nadia Utami Larasati
UNES Law Review Vol. 6 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i4.2043

Abstract

Anak sebagai pedagang asongan menjadi salah satu fenomena yang paling sering ditemui di beberapa lokasi Ruang Publik Kreatif (RPK) di Jakarta. Mayoritas mereka memilih untuk bekerja sebagai pedagang asongan dilatar belakangi oleh kondisi ekonomi yang mencapai tahap kemiskinan, sehingga bekerja dengan berdagang diharapkan dapat membantu mereka untuk memenuhi kehidupan diri sendiri dan keluarga. Meskipun dilatar belakangi kondisi ekonomi, namun perilaku anak sebagai pedagang asongan merupakan hal yang melanggar hukum dan peraturan, terutama peraturan daerah DKI Jakarta karena dianggap tidak memenuhi kriteria kesejahteraan anak. Anak menjadi pedagang asongan dapat dikategorikan dalam viktimisasi struktural jika mengalami penyalahgunaan kekuasaan seperti eksploitasi, diskriminasi, dan penindasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif. Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan konsep viktimisasi struktural oleh Ezzat Fattah yang berasa dari teori viktimologi. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan, keempat subjek dalam penelitian ini mengalami viktimisasi struktural sebagai anak yang menjadi pedagang asongan di RPK Jakarta dengan analisis menggunakan empat faktor struktural yang diidentifikasi oleh Cameron dan Newmann yaitu, faktor ekonomi, faktor sosial, faktor ideologi, dan faktor geopolitik. Faktor-faktor ini turut menjadikan anak sebagai posisi rentan untuk dapat dieksploitasi oleh orang dewasa sebagai pekerja, salah satunya dengan menjadi pedagang asongan.
PEMOLISIAN KOMUNITAS DAN DINAMIKA SOSIAL: MENGUNGKAP FAKTOR SOSIAL DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN ORANG TUA DI TANGERANG Larasati, Nadia Utami; Maryani, Tiya Putri
Jurnal Analisa Sosiologi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jas.v13i1.77868

Abstract

This article discusses the factors that cause parental violence against children as well as community-based prevention efforts to protect children. This research uses a descriptive qualitative approach. Research data was obtained by conducting interviews with 6 (six) research informants consisting of parents of perpetrators of violence, representatives of the Banten Province Child Protection Agency (LPA), psychologists, the community, and local community leaders. The Sociological Model of Child Abuse is used to analyze the causes of children becoming victims of parental violence. The community policing theory which includes 4 (four) variations, namely community policing, environmental security systems, surveillance, and citizen patrols is used to look at measures to prevent violence against children. The results of the research show that the determinants of children becoming victims of parental violence include the socio-economic status of the family, problems in marriage and household disorganization, as well as family size and the age range between children. In terms of community-based violence prevention, community efforts to protect children victims of parental violence in Tangerang have been carried out but strengthening efforts still need to be made to make them more effective. Therefore, this research also provides recommendations for action as a further prevention effort and treatment that also needs to be carried out for parents.