Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR

Analisis Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Kurnia Aldiba; Deli Theo; Juliandi Harahap; Nur Aini; Thomson Parluhutan
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.501

Abstract

Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan dan dokumen yang terdiri dari identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Ketidaklengkapan rekam medis dapat menjadi masalah, dikarenakan rekam medis ini dapat memberikan informasi terinci tentang apa yang sudah terjadi kepada pasien selama berada di rumah sakit, hal ini juga akan berdampak pada mutu rekam medis dan terhadap pelayanan yang diberikan terhadap rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap RSUD Sulthan Thaha Shaifuddin Tebo. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan fenomologe mengambil data primer maupun data sekunder. Informan pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan purposive sampling dengan informan utama dokter rawat inap 6 orang dan perawat 6 orang, sedangkan informan triangulasi kepala unit rekam medis 1 orang dan kepala unit pelayanan medis 1 orang. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan faktor sumber daya manusia, semua informan berperan dalam pengisian berkas rekam medis dan mengetahui arti penting dari rekam medis. Faktor sarana dan prasarana, form rekam medis yang dibutuhkan selalu tersedia dan lengkap. Faktor metode SOP pengisian berkas rekam medis sudah tersedia dan sudah diterapkan. Faktor kebijakan tidak terdapat sanksi jika mengisi rekam medis tidak lengkap. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat inap dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, metode dan kebijakan. Untuk faktor sumber daya manusia, disarankan memperketat kedisiplinan para petugas dalam pengisian berkas rekam medis. Untuk faktor sarana dan prasarana, disarankan menyegerakan pemakaian rekam medis elektronik di pelayanan rawat inap. Untuk faktor metode, disarankan melakukan evaluasi terkait SOP pengisian berkas rekam medis. Untuk faktor kebijakan, memberikan sanksi kepada petugas kesehatan yang mengisi berkas rekam medis tidak lengkap.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI IMPLEMENTASI SASARAN KESELAMATAN PASIEN Fauzi, Muhammad Dahlan; Deli Theo; Nur Aini; Arifah Devi Fitriani; Thomson Parluhutan Nadapdap
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/2rkqw789

Abstract

Keselamatan pasien merupakan elemen kunci dalam pelayanan kesehatan dan menjadi indikator mutu rumah sakit. Implementasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepemimpinan, sumber daya manusia, kerja tim, komunikasi, dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SKP di Rumah Sakit Umum Bandung Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 perawat sebagai responden. Data dianalisis melalui uji univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berpendidikan D3, dan menilai kebijakan SKP dalam kategori “cukup”. Hasil bivariat menunjukkan bahwa kepemimpinan (p = 0,047), komunikasi (p = 0,000), dan kebijakan (p = 0,002) memiliki hubungan signifikan terhadap implementasi SKP. Sementara itu, sumber daya manusia (p = 1,000) dan kerja tim (p = 0,051) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Analisis multivariat memperkuat temuan ini, di mana hanya komunikasi (p = 0,001; Exp(B) = 105,776) dan kebijakan (p = 0,003; Exp(B) = 0.021) yang berpengaruh signifikan, dengan komunikasi menjadi faktor paling dominan. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi SKP sangat bergantung pada efektivitas komunikasi dan kebijakan yang jelas serta terstruktur. Rumah sakit disarankan untuk memperkuat sistem komunikasi internal dan memastikan kebijakan keselamatan pasien diterapkan secara konsisten untuk meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien