Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : JURNAL PSIKOLOGI UDAYANA

Motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana mengikuti gaya hidup hedonisme Buana, Yuli Endah Purwati Arum; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 02 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.778 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p01

Abstract

Globalisasi memengaruhi berbagai aspek salah satunya gaya hidup. Gaya hidup hedonisme adalah gaya hidup yang memandang kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan hidup. Masyarakat ekonomi menengah ke atas mudah mengikuti gaya hidup hedonisme karena mempunyai modal kapital yang cukup, sedangkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah akan kesulitan karena tidak mempunyai cukup modal. Gaya hidup hedonisme cepat memengaruhi remaja karena pada periode tersebut remaja mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Bali sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia sangat memungkinkan terjadi interaksi warga lokal dan wisatawan mancanegara yang membawa gaya hidup hedonisme, sehingga sangat mungkin remaja Bali menjadi mudah terpengaruh gaya hidup hedonisme. Universitas Udayana sebagai universitas favorit di Bali yang mendapatkan bantuan dana yaitu Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (BIDIKMISI). Mahasiswa penerima beasiwa BIDIKMISI tidak luput dari pengaruh gaya hidup hedonisme, Studi pendahuluan dilakukan tehadap beberapa mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana menunjukkan beberapa mahasiswa memiliki kecenderungan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana untuk mengikuti gaya hidup hedonisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah tujuh orang mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana. Penelitian ini menghasilkan motivasi mengikuti gaya hidup hedonisme pada mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana berasal dari dalam diri yaitu percaya diri dan karier kemudian dari luar diri yaitu promosi, kepercayaan, penyetaraan, model, pengakuan, relasi, dan ingin menjadi terkenal.
Peran intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua terhadap tingkat agresivitas pada remaja awal di Kota Denpasar Permana, I Made Dian; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.924 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p14

Abstract

Kebiasan bermain game online diminati tidak hanya oleh anak-anak, remaja, bahkan juga dewasa. Remaja memiliki keinginan yang tinggi untuk menghabiskan waktu bersama teman sebayanya. Keinginan ini dapat mengakibatkan remaja memiliki intensitas yang tinggi pada game online, serta memungkinkan lebih banyak terpapar konten kekerasan yang dapat memicu timbulnya agresivitas. Perilaku agresif bisa dikurangi dengan melibatkan peran keluarga dalam mendidik anak. Pendidikan berkaitan dengan pola asuh. Pola asuh yang kurang memiliki kendali dan kurangnya aspek hukuman dalam kejelasan komunikasi orangtua dengan anak disebut pola asuh permisif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah intensitas bermain game online dan pola asuh permisif orangtua berperan terhadap meningkatnya agresivitas pada remaja awal di kota Denpasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pemilihan subjek menggunakan cluster sampling. Subjek berjumlah 80 orang, terdiri dari 61 laki-laki dan 19 perempuan dengan rentang 15-18 tahun yang rata-rata usia 15,85 tahun dan mayoritas berusia 16 tahun. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji regresi ganda. Penelitian menggunakan 3 alat ukur, yaitu Skala Intensitas Bermain Game Online berdasarkan pengertian Chaplin, Nashori, Blinka dan Smahel dengan reliabilitas 0,872, Skala Pola Asuh Permisif berdasarkan aspek Baumrind dengan reliabilitas 0,866, dan Skala Agresivitas berdasarkan bentuk agresivitas menurut Johnson dan Medinnus dengan reliabilitas 0,941. Signifikansi hasil uji regresi ganda sebesar 0,000 (p<0,05), berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif berperan terhadap agresivitas. Koefisien regresi sebesar 0,566 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif cukup berperan terhadap tingkat agresivitas. Koefisien determinasi sebesar 0,320 berarti intensitas bermain game online dan pola asuh permisif menentukan 32% taraf agresivitas. Kata kunci: Agresivitas, game online, intensitas bermain game online, pola asuh permisif.
Subjective well-being pada waria Drag Queen di Bali Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus kekerasan pada kelompok gay dan waria di Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan LGBT, khususnya kaum waria, masih belum dapat diterima seutuhnya oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Bali adalah salah satu daerah yang masih banyak ditemukan kelompok waria yang salah satunya yaitu Drag queen, sebagai penghibur wisatawan yang berkunjung ke bar atau club malam Bali. Drag queen menampilkan diri sebagai seorang wanita lengkap dengan pakaian dan atribut yang glamour untuk menghibur penonton, secara langsung harus coming out dimasyarakat, sehingga diasumsikan memiliki subjective well-being yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden penelitian adalah lima orang waria yang berprofesi sebagai drag queen dan dua significant other, dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi terstruktur dan observasi. Analisis data dilakukan dengan theoretical coding yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam temuan yang menggambarkan subjective well-being pada drag queen yaitu kepuasan hidup, harga diri, pengalaman hidup, hubungan romantis dengan pasangan, keluarga, dan agama.
COPING PEREMPUAN BALI SINGLE-PARENT SELAMA MENEMPUH STUDI PROGRAM DOKTOR YANG MENGALAMI GRIEVING DI TENGAH PENYELESAIAN STUDI Nugraha, Aussie Safitri; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.971 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p17

Abstract

Pendidikan tinggi telah menjadi suatu kebutuhan bagi individu untuk mencapai kesuksesan. Program doktor merupakan salah satu program pascasarjana sekaligus jenjang tertinggi di universitas. Perempuan dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih tinggi selama menempuh studi program doktor daripada laki-laki. Perempuan kerap menghadapi permasalahan akademik, permasalahan psikososial, dan permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan dan/atau rumah tangga. Menempuh studi program doktor bagi perempuan Bali tentu memiliki kompleksitas tersendiri, mengingat perempuan Bali tidak dapat lepas dari kewajiban adat. Salah satu pengalaman hidup yang dapat menghambat studi mahasiswi program doktor adalah kematian orang yang dicintai, termasuk kematian pasangan. Kematian pasangan menduduki peringkat pertama sebagai peristiwa yang paling menyebabkan kondisi stres pada individu yang dapat mengakibatkan perempuan Bali berubah status menjadi single-parent dan mengalami grieving. Untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut perempuan Bali tentu melakukan coping sehingga berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui coping perempuan Bali single-parent selama menempuh studi program doktor yang mengalami grieving di tengah penyelesaian studi.Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi kasus dengan desain kasus tunggal. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Responden penelitian ini adalah seorang perempuan Bali yang telah berhasil meraih gelar doktor dan menghadapi kematian suami di tengah penyelesaian studi. Penelitian ini menggunakan tiga orang significant others (SO). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden menghadapi permasalahan akademik, permasalahan personal, dan permasalahan sosial selama menempuh studi program doktor serta melakukan berbagai bentuk coping yang bergantung pada permasalahan yang dihadapi. Coping yang digunakan responden untuk mengatasi permasalahan-permasalahan selama menempuh studi program doktor diantaranya adalah seeking social support, planful problem solving, escape-avoidance, accepting responsibility, dan positive reappraisal. Kata kunci: coping, perempuan Bali, program doktor, single-parent, grieving.  
Gambaran Kecemasan Orangtua yang hanya Memiliki Anak Perempuan di Kabupaten Tabanan, Bali Monika, Kadek Ayu; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.559 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p06

Abstract

Indonesia mengenal tiga sistem kekerabatan dalam memperoleh garis keturunan, yaitu sistem kekerabatan patrilineal, sistem kekerabatan matrilineal dan sistem kekerabatan parental (Sukerti, 2012). Bali merupakan salah satu daerah yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, dimana kekerabatan ini ditentukan bahwa garis keturunan hanya dilihat dari garis laki-laki, oleh karena itu konsekuensinya ahli waris hanyalah anak laki-laki (Sukerti, 2012). Hal tersebut berarti bahwa memiliki anak laki-laki adalah sebuah keharusan bagi masyarakatnya untuk tetap meneruskan garis keturunan, dan akan menjadi sebuah masalah bagi individu yang tidak memiliki anak laki-laki, hal tersebut terkait dengan mencari penerus garis keturunan, takut akan kehilangan anak, dan kekhawatiran tidak ada yang akan bertanggung jawab dengan kehidupan orangtua ketika tua (Monika, 2016). Begitupula yang terjadi pada orangtua di Bali khususnya daerah Tabanan, salah satu kabupaten yang terbilang fleksibel atau terbuka, dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang ada di Bali terkait dengan hukum keluarga, khususnya perkawinan, menganggap bahwa dengan hanya memiliki anak perempuan itu berarti tidak dapat meneruskan garis keturunannya. Masyarakat yang tidak dapat meneruskan keturunannya tentu akan merasa cemas akan posisi tersebut. Kecemasan (anxiety) menurut Freud (dalam Feist & Feist, 2013) menjelaskan bahwa merupakan situasi afektif yang dirasa tidak menyenangkan yang diikuti oleh sensasi fisik yang memperingatkan seseorang akan bahaya yang mengancam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk membahas mengenai gambaran kecemasan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan di daerah Tabanan, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi pada tujuh orang responden dan wawancara pada tujuh orang significant others. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran kecemasan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan terdiri dari perasaan orangtua, bentuk kecemasan, faktor yang memicu dan menurunkan kecemasan, serta upaya yang dilakukan orangtua yang hanya memiliki anak perempuan. Kata kunci: kecemasan, orangtua, anak perempuan
MEMAAFKAN PADA PEREMPUAN DEWASA MUDA YANG PERNAH MENGALAMI KEKERASAN OLEH ORANGTUA PADA MASA ANAK-ANAK Yoela, Yemima; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 02 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.523 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i02.p16

Abstract

Berbagai kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi, berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Keluarga Berencana (KB) dan Perlindungan Perempuan (PP) Kota Denpasar, terdapat 148 kasus kekerasan pada tahun 2013, 143 kasus pada tahun 2014 dan 116 kasus di tahun 2015 (sampai bulan Oktober 2015). Sebanyak 80 persen kekerasan yang menimpa anak-anak dilakukan oleh keluarga, termasuk orangtua. Kekerasan yang dialami akan menimbulkan berbagai macam dampak yang terbawa hingga anak tersebut dewasa, seperti harga diri rendah, mengalami depresi pada masa dewasa, masalah dalam membina hubungan dengan orang lain, agresivitas, dan lain-lain. Kekerasan yang terjadi juga dapat merusak hubungan antara orangtua dengan anak. Salah satu cara agar individu dapat mengalami pemulihan dari dampak-dampak tersebut dan mengembalikan hubungan dengan pelaku adalah dengan memaafkan, yaitu kesediaan individu untuk melepaskan haknya untuk membalas, memberikan penilaian negatif dan menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap pihak yang melakukan kesalahan, merespons dengan belas kasihan, kemurahan hati serta kasih terhadap orang tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana proses memaafkan perempuan dewasa muda yang pernah mengalami kekerasan oleh orangtua pada masa anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak tiga orang perempuan dewasa muda yang sudah memaafkan orangtuanya, beserta satu significant others dari masing-masing responden. Hasil penemuan dalam penelitian ini dibagi dalam dua kategori, yaitu Kategori I: Kekerasan yang Dialami (bentuk kekerasan: emosional/psikis, penelantaran dan fisik, dan dampak kekerasan: diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial) dan Kategori II: Proses Memaafkan (fase menyadari kemarahan, fase memutuskan untuk memaafkan, fase berusaha untuk memaafkan dan fase mendalami). Kekerasan yang dialami ketiga responden, yaitu psikis, penelantaran dan fisik menyebabkan berbagai macam dampak dalam kehidupan masing-masing responden, kemudian ketiganya memutuskan untuk memaafkan orangtua yang melakukan kekerasan setelah menyadari bahwa Tuhan sudah mengampuni dan menginginkan ketiga responden untuk memaafkan. Proses memaafkan tersebut juga dibantu oleh komunitas yang mendorong ketiga responden untuk memaafkan. Kata Kunci: memaafkan, kekerasan pada anak, perempuan dewasa muda.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KONFORMITAS PADA REMAJA LAKI-LAKI YANG MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS (ARAK) DI GIANYAR, BALI Ardyanti, Putu Vebby Diah; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.472 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2017.v04.i01.p04

Abstract

Tradisi minum minuman keras (arak) ditengah kehidupan masyarakat Bali sudah menyatu cukup lama, bahkan minuman keras seperti arak dan berem, termasuk tuak merupakan hal yang wajib ada dalam setiap ritual agama Hindu, sebagai aba-abaan dan tetabuhan untuk Bhuta Kala. Seiring berkembangnya zaman tradisi minum minuman keras menjadi suatu fenomena ditengah kehidupan masyarakat Bali yang merujuk pada remaja-remaja Bali mengkonsumsi minuman keras yang dianggap sebuah kewajaran yang diterima oleh masyarakat Bali. Masa remaja merupakan masa krisis yang ditunjukkan oleh adanya kepekaan dan labilitas tinggi, penuh gejolak dan ketidakseimbangan emosi, sehingga kondisi tersebut mendorong remaja untuk lebih melakukan konformitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling, dengan subjek berjumlah 60 remaja laki-laki usia 13-17 tahun mengkonsumsi minuman keras (arak) sampai sekarang, berdomisili di Gianyar. Skala konsep diri disusun berdasarkan aspek konsep diri yang dikemukakan oleh Berzonsky (dalam Susilowati, 2011) dan skala konformitas  disusun berdasarkan aspek dari teori Myers (dalam Hotpascaman, 2010). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui analisis korelasi Spearman yang dikemukakan oleh Karl Pearson untuk melihat hubungan antara variabel konsep diri dengan konformitas. Analisis korelasi yang dilakukan pada variable konsep diri dan konformitas menghasilkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,465 (p < 0,05) yang mengindikasikan H0 diterima, yaitu tidak adanya hubungan antara konsep diri dengan konformitas pada remaja laki-laki yang mengkonsumsi minuman keras (arak) di Gianyar, Bali.   Kata kunci : Konsep Diri, Konformitas, Remaja Laki-laki, Minuman Keras (Arak)
Hubungan Antara Citra Raga dengan Persepsi Terhadap Produktivitas Sales Promotion Girls Kosmetik Kecantikan di Kota Denpasar Antari, Ayu Paramita; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.846 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2014.v01.i02.p12

Abstract

The increasing sales of cosmetics beauty products make the product marketing technique expanding and  many sales promotion girl are employed to be important part in promoting women beauty product. Attractive physical appearance in sales promotion girls will draw consumer attention to them. Physical appearance itself correlates with body image in sales promotion girls. According Konstanski (2007) body image will be affected to self confidence. Self confidence makes a person develop self-evaluation. The self-evaluation will shape perceptions of productivity. According to that, researcher wants to find relationship between body image and perception of productivity in sales promotion girls of beauty product in Denpasar City.   Method in this research is correlational study. Subjects in this research are 110 sales promotion girls in Denpasar City. Data are collected by body image scale and perception of productivity scale.  Test of item validity in body image scale shows there are 27 invalid items and 23 valid items from 50 items, and its reliability coefficient is 0,829. Test of item validity in perception of productivity scale shows there are 2 invalid items and 23 valid items from 25 items, and its reliability coefficient is 0,838. Data analysis shows data are normal and linear. Pearson’s product moment is run for data analysis.   Coefficient of correlation between body image and productivity is 0,49 in significance level 0,05. It means that hypothesis in this research that states there is relationship between body image and perception of productivity in sales promotion girls of beauty product in Denpasar City is accepted.   Keyword: body image, perception of productivity, sales promotion girls  
GAMBARAN PENERIMAAN DIRI PADA PEREMPUAN BALI PENGIDAP HIV-AIDS Putri, Ida Ayu Karina; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.703 KB)

Abstract

Recent years, development of the epidemic disease of AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) has become quite frightening for the people of the world (Zarpatista, 2012). In Indonesia there are currently 75 regencies/cities which have a very high prevalence of HIV-AIDS, among others due to the increasing of transmission from husband to wife (Wardah, 2013). The province of Bali including is one of the six provinces that has status of epidemic HIV-AIDS besides Papua, Riau, Jakarta, Jawa Barat, and Jawa Timur (Suriyani, 2006). In many cases, women infected with HIV from her partner/husband because women did not have power of both socially and economically to protect herself (Nainggolan, 2004). Based on pre eliminary study that conducted by researchers in Yayasan Citra Usadha (YCUI) on the three regencies area program that is Buleleng, Jembrana, and Karangasem, discrimination recognized did occur in some cases of ODHA in Bali especially women. One of the problem in ODHA’s life is not only related to the stigma and discrimination from the around environment, but also with their self condition acceptance (Rasyida, 2008). This situation attracts researcher to find out the self acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS. This study use qualitative method with phenomenological approach and 5 Balinese women who lives with HIV-AIDS as the respondents, the data collected with observation and in depth-interview conducted during 7 months. The result shows that there 9 representation of self-acceptance in Balinese woman who lives with HIV-AIDS which are be grateful, optimistic and always trying to do the optimum, have the right and feel equal with others, do not want to treated differently, want to help and sharing with others, self introspection, being closer with God. Keywords: HIV-AIDS, Self-Acceptance, Balinese Woman
Konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang Di kabupaten Bangli Cempaka, Ni Luh Mas Ristha; Tobing, David Hizkia
Jurnal Psikologi Udayana Vol 6 No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.934 KB) | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p20

Abstract

Abstrak Bali sangat terkenal dengan kebudayaan dan upacara-upacara adat yang hingga saat ini masih dilestarikan. Salah satu upacara adat yaitu ngerawang merupakan upacara agama yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat salah satu desa di Kabupaten Bangli. Individu yang telah melaksanakan upacara ngerawang memiliki sebutan sebagai seorang jero dan harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin upacara. Seorang jero juga memiliki peran-peran lain yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun peran sebagai seorang jero tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Individu yang tidak dapat menjalankan peran-peran yang dimiliki dengan baik, dapat menimbulkan permasalahan yang memicu timbulnya konflik antar peran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui konflik peran pada jero yang menjalani prosesi ngerawang kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah responden pada penelitian ini adalah dua orang. Responden pertama berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun dengan pekerjaan utama sebagai seorang guru dan responden kedua berjenis kelamin perempuan berusia 24 tahun yang bekerja sebagai bidan. Kedua responden penelitian ini menjalankan prosesi ngerawang dan memiliki peran sebagai jero. Penelitian ini menghasilkan dua tema temuan, yaitu tema pertama adalah pengalaman awal responden sebelum melaksanakan prosesi ngerawang dan tema kedua adalah konflik peran yang merupakan temuan utama dalam penelitian ini. Kata kunci: Jero, konflik, konflik peran, ngerawang
Co-Authors AA Sagung Weni Kumala Ratih Adi, Ida Ayu Ratih Purnama Aditya Pratama Oktaveriyanto Agra Putri Puji Palupi Agrhashakara Tegarpandhiga Nugroho Alfiani, Christina Amanda, Anak Agung Ayu Nisha Anak Agung Ayu Nisha Amanda Anak Agung Sagung Suari Dewi Ananda Aditya Hutapea Ardyanti, Putu Vebby Diah Arini, Ni Ketut Aussie Safitri Nugraha Ayu Paramita Antari Ayu Paramita Antari Buana, Yuli Endah Purwati Arum Cempaka, Ni Luh Mas Ristha Christina Alfiani Delicia Theofilia Evangelista Dewi, A.A. Sagung Suari Dewi, I Gst Ayu Puspasari Dewi, I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dwijayanthi, Ida Ayu Mas Ganggadewi Gede Angga Wiragita Gunawan, Ivana Haryati, Tuningsih Hutapea, Ananda Aditya I Gst Ayu Puspasari Dewi I Gusti Agung Tri Santiari I Gusti Ayu Agung Silvia Wulan Dewi I Made Dian Permana I Nyoman Bagus Darma Yudha I Putu Bagus Swadnyana Ida Ayu Karina Putri Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putri Ida Ayu Mas Ganggadewi Dwijayanthi Ida Ayu Ratih Purnama Adi Ida Bagus Agung Permana Manuaba Kadek Ayu Monika Krisadelia, Ni Putu Leman, Theresia Zefany Hope Leman Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini Mahardini, Ni Made Dwi Mayradevi, Ida Ayu Pringga Meidalinda, Ni Putu Mayunda Meilani, Karunia Monika, Kadek Ayu Naomi Vembriati Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Mas Ristha Cempaka Ni Made Dwi Mahardini Ni Made Suari Dewi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Nita, Ni Made Ayu Asri Nugraha, Aussie Safitri Nugroho, Agrhashakara Tegarpandhiga Oktaveriyanto, Aditya Pratama Pastini, Luh Putu Dewi Pradnyanitya Permana, I Made Dian Puji Palupi, Agra Putri Purnama Devi, Ni Putu Lilis Putri, Ida Ayu Karina Putri, Ida Ayu Kencana Jalatri Samgara Putu Nugrahaeni Widiasavitri Putu Vebby Diah Ardyanti Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratih, AA Sagung Weni Kumala Ratu, Sri Caitanya Maha Santiari, I Gusti Agung Tri Saraswaty, Ratih Simarmata, Marina Somawati, Ida Ayu Putu Suari Dewi, Ni Made Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suwetha, Putu Yudi Swadnyana, I Putu Bagus Swari, Ni Ketut Elsa Parmata Tuhumury, Raynisha Gildasa Putri Tuningsih Haryati Ummi Aimen Wangsa, Pande Ryan Praba Wiragita, Gede Angga Yanti, Made Yemima Yoela Yoela, Yemima Yohanes Kartika Herdiyanto Yudha, I Nyoman Bagus Darma Yuli Endah Purwati Arum Buana