Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM ASTAMA DI JAWA POS MSi, Kusnarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2009): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya terhadap progam Astama di surat kabar Jawa pos. Populasi adalah seluruh pembaca surat kabar Jawa Pos yang tinggal di kawasan kota Surabaya selatan dan Tengah. Teknik penarikan sample menggunakan cara  simple random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 100 orang. Pengumpulan data, digunakan data primer dengan teknik survey dengan menyebarkan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yaitu tabel frekuensi yang digunakan untuk menggambarkan data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner yang diisi oleh responden. Data yang diperoleh dari hasil selanjutnya akan diolah untuk mendeskripsikan  terdiri dari mengedit, mengkode, dan memasukkan data tersebut dalam tabulasi data untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif setiap pertanyaan yang diajukan. Dari hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya terhadap progam Astama adalah tinggi. Hal ini diikuti pula dengan minat baca yang tinggi. Kebanyakan dari mereka membaca Jawa Pos secara rutin, baik dengan cara berlangganan maupun membeli secara eceran.
POLA KOMUNIKASI SUAMI ISTRI YANG MENJADI TENAGA PEMBANTU RUMAH TANGGA DI HARI LEBARAN (INFALAN) MSi, Kusnarto; Zuhri, MSi, Saifudin
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komunikasi apa yang digunakan dan karena apa sehingga suaminya rela melepas istrinya bekerja di kota pada waktu lebaran, dihari yang suci itu seharusnya berkumpulnya sana keluarga. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitataif, pengumpulan datanya menggunakan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian ini ternyata pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi seimbang, dan masalah ekonomi. Perlu adanya pembangunan ekonomi pedesaan. Kata Kunci : Lebaran, Pola Komunikasi, Keluarga.
OPINI MASYARAKAT SURABAYA TERHADAP PROGRAM ACARA REALITY SHOW “UYA EMANG KUYA” DI SCTV MSi, Kusnarto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2010): Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Progdi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana opini masyarakat Surabaya terhadap reality show “Uya emang Kuya” di SCTV. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan tabel frekuensi data dari hasil kuesioner kemudian diolah yang terdiri dari: mengedit, mengkode, dan memasukkan data tersebut dalam tabulasi data untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif setiap pertanyaan yang diajukan. Populasi  dalam penelitian ini adalah masyarakat berusia 18-30 tahun  yang pernah menonton acara reality show ”Uya emang Kuya” di SCTV dan bertempat tinggal di Surabaya . Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tehnik non probability yaitu tehnik quota sampling. Adapun kelompok yang dipilih dalam penelitian ini selain berdasarkan karakteristik-karakteristik diatas, ditentukan pula berdasarkan tempat tinggal responden atau pembagian wilayah di kota Surabaya. Dengan asumsi lingkungan sekitar atau tempat tinggal individu cukup besar pengaruhnya terhadap pandangan hidup seseorang (frame of refference). Kesimpulan yang dapat diambil bahwa sebagian besar masyarakat karena menganggap acara reality show “Uya emang Kuya” di SCTV mempunyai sisi baik dan buruk sehingga merasa biasa saja terhadap konsep hiburan yang disajikan. Meskipun hal itu berlawanan dengan kebudayaan dan norma di Indonesia, mereka tidak mempermasalahkannya. Maka penulis menyarankan agar masyarakat yang berperan sebagai pemirsa tayangan yang diberikan oleh media sebaiknya dapat berfikir kritis dalam menyeleksi jenis hiburan yang ada pada saat ini. Kata Kunci : Opini, Reality show, Uya emang Kuya.
SEJARAH KOTA SURABAYA DALAM MATERI KETERAMPILAN MENYIMAK UPAYA INTERNASIONALISASI BAHASA PADA KELAS DARMASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA TAHUN 2019/2020 Kartika, Pheni Cahya; Kusnarto, Kusnarto
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3769

Abstract

Language Internationalization has long been sparked and is the mission of academics who always fight for Indonesian as a national identity. A variety of ways including promoting the culture of Indonesia that are attractive to foreigners aim to want to learn languages and cultures that are referred to as foreign speakers. Surabaya as one of the biggest cities in Indonesia becomes a reference in knowing the culture such as Javanese culture, typical dialect language, history of heroism and historical attractions of the city. The explicit problem is to introduce the history of the city of Surabaya in learning materials in the class listening to the Darmasiswa class. Understanding history is expected to be a bridge in knowing culture and bringing Indonesian to be easily studied by foreign speakers, it is also to find out the success of students in listening to the history material of the city of Surabaya. The research method through a qualitative descriptive approach with the results of data analysis of interviews and observations of learning in class, is expected to form a learning based on local wisdom that is more devoted to the history of the city of Surabaya able to obtain learning objectives, especially success in knowing the language and culture in the effort to internationalize Indonesian.
Penerimaan (Reception) Masyarakat Surabaya Terhadap Bahasa Gaul di Media Sosial kusnarto kusnarto; Sujinah Sujinah
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.026 KB) | DOI: 10.30651/lf.v3i1.2640

Abstract

Fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Penerimaan Masyarakat Surabaya terhadap bahasa Gaul di Media Sosial.Teori yang digunakan penelitian ini teori SOR, Sikap, dan Peneriman (Reception) pendapat Hall. Metode yang digunakan metode kualitatif, dengan analisis penerimaan (Reception) pendapat Hall yang terdiri The dominant-hegemonic, The negotiated rading, dan The oppositional reading. Berdasarkan analisis dan pembahasan masyarakat Surabaya menerima (The negotiated) terhadap bahasa Gaul di media sosial dengan argumentasi bahasa Gaul tidak digunakan di forum resmi atau formal. Bahasa gaul sekarang digunakan sebagai bahasa bisnis terutama bisnis daring.
HARMONISASI NILAI-NILAI BELA NEGARA DENGAN SISTEM NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN NASIONALISME Endang Sholihatin; Kusnarto Kusnarto; Warsiman Warsiman
Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol 2 No 2 (2020): Public Administration Journal of Research
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/paj.v2i2.43

Abstract

Era digitalisasi dan revolusi industri 4.0 yang didukung dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi tantangan bagi persatuan Indonesia. Oleh sebab itu, dasar nilai-nilai kearifan lokal dinilai menarik untuk digali dan dikembangkan untuk diharmonisasi dengan nilai-nilai bela negara dalam meningkatkan nasionalisme masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi nilai-nilai bela negara dalam sistem nilai kearifan lokal masyarakat; dan (2) mendeskripsikan harmonisasi nilai-nilai bela negara dengan sistem nilai kearifan lokal masyarakat. Lokasi penelitian ini di Desa Semanding, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Kesimpulan penelitian ini yaitu identifikasi nilai-nilai bela negara dengan sistem nilai kearifan lokal masyarakat meliputi bentuk penyelenggaraan usaha bela negara, bentuk bela negara di lingkungan masyarakat, dan bentuk bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, harmonisasi nilai-nilai bela negara dengan sistem nilai kearifan lokal masyarakat terdapat dalam aktivitas nyadran, upacara bersih desa, nilai kosmologi rukun agawe santosa, crah agawe bubrah, dan tata tentrem karta raharja. Harmoni dengan nilai-nilai lokal tersebut adalah bentuk bela negara menjaga persatuan dan kesatuan, taat pada peraturan hukum yang berlaku, menjaga kelestarian lingkungan. Kata Kunci: bela negara, nilai-nilai kearifan lokal, harmonisasi, dan nasionalisme.
PENGGUNAAN GAWAI PADA KELUARGA BERPOLA KOMUNIKASI PERMISIF Kusnarto Kusnarto; Tri Agus Mahadika
Jurnal Penelitian Administrasi Publik Vol 2 No 2 (2020): Public Administration Journal of Research
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/paj.v2i2.47

Abstract

Pada era digital ini, penggunaan perangkat teknologi pada anak-anak dalam sebuah keluarga bukanlah sesuatu yang luar biasa. Khususnya untuk keluarga dengan orang tua yang bekerja, yang mana memiliki tingkat kesibukan yang lebih tinggi. Padatnya jam kerja mengharuskan orang tua yang bekerja mempekerjakan pengasuh anak atau asisten rumah tangga. Dalam temuan penelitian sebelumnya yang relevan, pola komunikasi dalam keluarga yang sama disebut sebagai pola komunikasi permissive. Penelitian ini ingin menjelaskan bagaimana penggunaan gadget dalam keluarga dengan pola komunikasi keluarga permisif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis komparatif pada 2 keluarga yang menerapkan pola komunikasi permisif dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam penggunaan perangkat pada dua keluarga tersebut. Dalam keluarga A, sebagian besar periode penggunaan digunakan untuk mengakses gim online di mana anak-anak bermain sendiri tanpa pengawasan. Waktu yang digunakan untuk mengakses gim online adalah sekitar 3-4 jam per hari. Ini dapat dikategorikan sebagai kecanduan. Sementara di keluarga B, penggunaan perangkat lebih untuk mengakses Youtube. Saat mengakses Youtube, anak-anak terkadang didampingi oleh pengasuh dan orang tua. Namun, sebagian besar waktu anak-anak mengakses Youtube sendiri. Lamanya mengakses Youtube pada anak-anak keluarga B adalah sekitar 3-4 jam dalam sehari.
Sosial Media Marketing : Peluang & Tantangan bagi UMKM Lokal Di Masa Pandemi Covid-19 Heidy Arviani; Dyva Claretta; Kusnarto Kusnarto; Nisrina Delinda; Savira Izzaanti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4356

Abstract

Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh dalam perekonomian Indonesia pada tahun 2020 termasuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM). Untuk mensiasatinya, para pelaku UMKM melakukan pemasaran online menggunakan sosial media yang mampu menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya operasional yang minim. Tujuan dalam penelitian ini adalah Bagaimana respon dan pengalaman pelaku UMKM lokal dalam penerapan Sosial Media Marketing. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara. Hasil penelitian bahwa sebagian besar para pelaku UMKM merupakan generasi X dengan tahun kelahiran 1965-1980 berlatar belakang pendidikan yang rendah cenderung kesulitan menyesuaikan diri dengan teknologi khususnya pada masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan segala sesuatu serba online. Mereka tidak memiliki skill desain dan tidak mengerti bagaimana teknik foto produk yang menarik dan memiliki nilai jual. Kesimpulan penelitian ini para pelaku UMKM merupakan generasi X kesulitan untuk belajar menyesuaikan diri dengan teknologi khususnya pada masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan segala sesuatu serba online.
Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 Kusnarto Kusnarto; Dewi Puspa Arum; endang sholihatin
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.25623

Abstract

Adanya patologi yaitu bahwa Kota Surabaya dibelakukan PSBB I dan PSBB II namun justru jumlah pasien positif corona naik dari 542 menjadi 2095 atau naik 386,5%. Keingintahuan peneliti adalah mengungkap gejala pertambahan pasien covid-19 yang pesat disurabaya. Tujuan penelitian adalah: (1) Mendeskripsikan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam mitigasi pandemi covid-19; dan (2) Mendeskripsikan sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat  dalam mitigasi pandemi covid-19. Urgensi penelitian ini untuk menjawab persoalan menekan laju pandemi covid-19 dengan studi kasus pada Kota Surabaya melalui Sinergitas Pemkot Surabaya dan Masyarakat dalam Mitigasi Pandemi Covid-19. Selanjutnya dapat tersusun rekomendasi kebijakan sinergitas Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat  Dalam Mitigasi Pandemi Covid-19.Untuk menjawab permasalahan digunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Kota Surabaya. Penelitian dilakukan pada rentang waktu 1 Juli – 29 September 2020. Alasan memilih topik ini adalah rendahnya sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan masyarakat  dalam mitigasi pandemi covid-19. Pengumpulan data penelitian melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. individu masyarakat, birokrasi dan kebijakan. Tipe penelitian ini adalah deskriptif. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif. Kesimpulan penelitian pelaksanaan PSBB I dan II, Kebijakan pemerintah Kota Surabaya terkait peningkatan kewaspadaan pada penyebaran virus corona tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Surabaya, Nomor 360/3324/436.8.4/2020 tertanggal 20 Maret 2020 dan surat edaran nomor 443.1/3687/436.8.4/2020 tertanggal 7 April 2020. Sinergitas Pemerintah Kota Surabaya dan Masyarakat  dalam Mitigasi Pandemi Covid-19 dengan membentuk “Kampung Wani Covid 19” pada semua RW di Kota Surabaya.
Budaya komunikasi virtual di Twitter dan Tiktok: Perluasan makna kata estetik Marisa Oktaviana; Zainal Abidin Achmad; Heidy Arviani; Kusnarto Kusnarto
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v5i2.17560

Abstract

Kata estetik mengalami perluasan makna dari makna asalnya akibat penggunaannya di Twitter dan TikTok. Perluasan makna itu menimbulkan perdebatan pada pengguna kedua media sosial tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab dan proses terjadinya perluasan makna, termasuk motivasi pengguna Twitter dan TikTok menggunakan kata estetik yang maknanya berbeda dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Studi berjenis kualitatif ini menggunakan pendekatan etnografi virtual dengan mewawancarai tujuh informan pengguna Twitter dan TikTok. Empat orang informan pengguna Twitter, yaitu @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, dan @CharmingDevilll. Tiga orang informan pengguna TikTok, yaitu @Wiyantika, @aqua.ush, dan @pcynjm131. Hasil penelusuran virtual menunjukkan bahwa kata estetik telah mengalami perluasan makna. Kata estetik tidak sekadar bermakna indah tetapi juga berarti ungkapan kelucuan, ekspresi sindiran, dan pujian penampilan fisik. Penyebab perluasan makna adalah penggunaan kata estetik pada caption, cuitan, komentar, dan tagar oleh pengguna Twitter dan TikTok. Motivasi penggunaan kata estetik, disebabkan mengikuti tren, keisengan, dan candaan. Budaya berkomunikasi di media sosial berperan penting dalam perluasan makna kata dan penciptaan kata-kata baru.   The word aesthetic has expanded from its original meaning due to its use on Twitter and TikTok. The expansion of meaning has caused debate among users of the two social media. This study aims to determine the causes and processes of the expansion of meaning, including Twitter and TikTok users' motivation to use aesthetic words that have different meanings from the Indonesian Dictionary (KBBI). The type of research is qualitative with a virtual ethnographic approach by interviewing seven informants using Twitter and TikTok. Four Twitter user informants, namely @iyayaudahgpp, @semanismimpimu, @s8joh, and @CharmingDevilll. Three informants using TikTok, namely @Wiyantika, @aqua.ush, and @pcynjm131. The virtual search results show that the word aesthetic has expanded its meaning. The word aesthetic does not only mean beautiful but also means an expression of cuteness, an expression of satire, and a compliment of physical appearance. The cause of the expansion of meaning is the use of aesthetic words in captions, tweets, comments, and hashtags by Twitter and TikTok users. The motivation for using the word aesthetic is due to following trends, fads, and jokes. The culture of communicating on social media has an essential role in expanding the meaning of words and creating new words.