Ashari Ashari
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Published : 75 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Handout Berbasis Multiple Intelligence Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Wonosobo Tahun Pelajaran 2013/2014 Dewi Ayu Kusumaningtyas; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian research and development handout berbasis multiple intelligence untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar berupa handout berbasis multiple intelligence untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA 1 SMA Muhammadiyah Wonosobo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 perserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei tahun 2014 dengan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan post-test. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis menggnakan Percentage Agreement (PA). berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase skor daro dosen ahli sebesar 77,50% dan guru fisika sebesar 83,50% dengan kriteria baik sehingga handout berbasis multiple intelligence ini layak digunakan sebagai bahan ajar dengan sedikit revisi. Rerata keterlaksanaan dari dua observer 95,06% dengan kriteria sangat baik. Rerata ketercapaian belajar peserta didik dengan menggunakan handout mencapai 81,15 dan 78,50 untuk post-test sehingga mencapai KKM 70. Respon peserta didik untuk produk yang dikembangkan mendapat persentase 79,66% dengan kiteria baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa handout berbasis multiple intelligence ini layak digunakan sebagai bahan ajar.
Pengaruh Model Pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) Terhadap Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Thera Cahyaning Harsiwi; Arif Maftukhin; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui pengaruh motivasi dan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fisika dengan model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu guna memperoleh data mengenai pengaruh motivasi dan prestasi belajar dapat berkembang pada pembelajaran Fisika materi Perubahan Zat dengan menggunakan metode Predict, Observe, Explain (POE) . Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 9 Purworejo kelas VIIE dan VIIB yang berjumlah 60. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian uji hipotesis menunjukan =2,557 > 1,67155 artinya ditolak (tobservasi ∉ DK). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada kelas eksperimen. Predict, Observe, Explain (POE) terhadap motivasi belajar siswa 72,10% dan motivasi belajar siswa pada kelas kontrol 69,78 % yang berarti kelas eksperimen lebih berpengaruh maka terdapat pengaruh pada model pembelajaran Predict, Observe, Explain (POE) terhadap motivasi siswa.
Peningkatan Motivasi Belajar Fisika melalui Penggunaan Peta Konsep Mandiri pada Siswa Kelas X-1 SMA Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 Ika Chandra Wijayanti; R. Wakhid Akhdinirwanto; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari sedikit yang menyukai pelajaran fisika, sedangkan hasil nilai masih kurang baik. Penelitian ini menerapkan metode peta konsep mandiri untuk meningkatkan motivasi belajar Fisika siswa. Subjek penelitian ini siswa kelas X-1 SMA Negeri 6 Purworejo, yang berjumlah 31 siswa terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penggunaan peta konsep mandiri dapat meningkatkan motivasi belajar fisika pada siswa. Hasil angket motivasi belajar fisika dari pra siklus yang mempunyai persentase 51,6% meningkat pada siklus I menjadi 70,8 dan meningkat menjadi 86,2 pada siklus II. Hasil tes pada pra siklus nilai rata-ratanya yaitu 56. Pada siklus I nilai rata-rata hasil tes siswa mengalami peningkatan yaitu mencapai nilai 73 dan siklus II nilai rata-rata hasil tes siswa meningkat yaitu dengan rata-rata 85. Sehingga penggunaan peta konsep mandiri dapat digunakan sebagai salah satu metode dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Fisika Menggunakan Model Think Talk Write Berbasis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir Arif Nurohman; Ashari Ashari; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA 1 Tahun Pelajaran 2013/2014 dalam pemecahan masalah fisika menggunakan model Think Talk Write (TTW) Berbasis Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) pada pokok bahasan Fluida Dinamis hingga mencapai persentase kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah kurang lebih sebanyak 80%. Hasil penelitian yang dianalisa secara deskriptif menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah siswa yang awalnya memiliki persentase skor tes 64,9% di kegiatan prasiklus meningkat menjadi 72% di akhir siklus I dan meningkat kembali menjadi 80,2% di akhir siklus II. Hasil angket juga menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dari persentase 74,2% di kegiatan prasiklus, menjadi 77% di akhir siklus I dan meningkat kembali menjadi 79,9% di akhir siklus II. Hal tersebut menunjukkan bahwa model TTW berbasis SPPKB dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pemecahan masalah fisika pada pokok bahasan fluida dinamis.
Penerapan Model Pembelajaran Visual Berbasis Software Crocodile Physics untuk Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI TPC SMK TKM Teknik Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013 Heri Purwadi; Raden Wakhid Akhdinirwanto; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar fisika pada siswa kelas XI TPC SMK TKM Teknik Purworejo. Model pembelajaran yang diterapkankan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas masih kurang menyenangkan dan menarik perhatian merupakan salah satu penyebab motivasi belajar fisika pada siswa menjadi rendah. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini yang bertujuan untuk penerapan model pembelajaran visual berbasis software crocodile physics untuk peningkatan motivasi belajar pada siswa kelas XI TPC SMK TKM Teknik Purworejo. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI TPC SMK TKM Teknik Purworejo Tahun Pelajaran 2012/2013, dengan jumlah 36 siswa, yang terdiri dari 2 siswa perempuan dan 34 siswa laki-laki. Faktor yang diteliti yaitu berupa peningkatan motivasi belajar siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi, angket, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran visual berbasis software crocodile physics terjadi peningkatan motivasi belajar siswa kelas XI TPC SMK TKM Teknik Purworejo. Persentase motivasi belajar siswa pada tahap pra siklus rata-rata sebesar 56,66%, meningkat menjadi 63,89% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 76,29% setelah diberi tindakan pada siklus II. Untuk hasil angket motivasi tiap-tiap siswa dengan motivasi terendah meningkat dari 33,33% pada pra siklus menjadi 46,67% pada siklus I dan berubah cukup tinggi menjadi 73,33% pada siklus II. Secara umum terjadi peningkatan motivasi belajar siswa rata-rata sebesar 19,63%. Sehingga penerapan model pembelajaran visual berbasis software crocodile physics dapat diterapkan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Pengembangan Laboratory Work dengan Problem Solving Approach untuk Mengoptimalkan Domain Kognitif pada Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Jimny Gayatri; Nur Ngazizah; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan guna mengembangkan laboratory work dengan problem solving approach untuk mengoptimalkan domain kognitif pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Purworejo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian R & D (Research & Development) yang menggunakan prosedur penelitian model Borg & Gall. Penelitian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Uji coba terbatas dilaksanakan di SMA Negeri 8 Purworejo dengan subyek penelitian berjumlah 26 siswa kelas XI IPA-2 SMA Negeri 8 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan metode angket, dan tes. Berdasarkan analisis data validasi dari empat validator yaitu dosen ahli dan guru fisika diperoleh rata-rata total skor untuk validasi RPP laboratory work sebesar 88 dengan precentage agreement 93,98 %. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas RPP laboratory work termasuk dalam kategori sangat baik dan Reliabel. Rerata total skor validasi panduan laboratory work sebesar 40,75 dengan precentage agreement 92,04 % termasuk dalam kategori baik dan reliabel serta dapat digunakan dalam proses pembelajaran setelah dilakukan sedikit revisi. Keterlaksanaan pembelajaran selama dua kali pertemuan yang diamati oleh dua observer diperoleh rerata skor sebesar 55,25 dengan precentage agreement 98,44 %, termasuk kategori baik dan reliabel. Respon siswa terhadap panduan laboratory work yang dikembangkan adalah sangat setuju dengan skor total 1282 sehingga dapat diartikan bahwa panduan laboratory work yang dikembangkan menarik dan dapat mengoptimalkan domain kognitif siswa. Panduan laboratory work yang dikembangkan mampu mengoptimalkan domain kognitif pada siswa kelas XI IPA dengan kategori baik. Hal ini didasarkan pada rerata skor jawaban pada panduan laboratory work sebesar 912,5 dan rata-rata kelas pada hasil post-test domain kognitif sebesar 79,04 yang telah melebihi batas KKM. Berdasarkan hal di atas, laboratory work dengan problem solving approach untuk mengoptimalkan domain kognitif siswa yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat dikategorikan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran fisika.
Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran Fisika Kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Nur Hamzah; Siska Desy Fatmaryanti; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Purworejo yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan metode tes akhir siklus. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung skor rerata dan persentase. Hasil dari penelitian ini dapat menunjukan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan pemahaman siswa SMA Negeri 3 Purworejo kelas X IPA 3. Rata-rata pemahaman fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 57,53 dengan persentase 12,5%, meningkat menjadi 69,62 dengan persentase 53,12% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 81 dengan persentase 81,25% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran fisika.
Peningkatan Peran Aktif dalam Pembelajaran Fisika dengan Strategi Think-Talk-Write Pada Sisiwa SMP Negeri 4 Karangsambung Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2013/2014 Indarto Indarto; Siska Desy Fatmaryanti; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna meningkatkan peran aktif belajar fisika siswa melalui penerapan startegi ThinkTalk-Write di SMP Negeri 4 Karangsambung Kabupaten Kebumen.Populasi dari Penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Karangsambung dengan penerapan Strategi Think-Talk-Write. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan, (4) refleksi. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 4 Karangsambung Kebumen yang berlangsung pada bulan Mei 2014. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA Semester II Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 22 siswa yang terdiri dari 11 siswa putri dan 11 siswa putra. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dan observasi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik persentase dengan tolak ukur peningkatan keberhasilan sebesar 40% secara kesluruhan.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan strategi Think-Talk-Write dalam pembelajaran fisika mampu meningkatkan peran aktif pembelajaran fisika siswa SMP Negeri 4 Karangsambung. Peran aktif dalam pembelajar fisika siswa meningkat pada pra siklus 39,60% meningkat menjadi 71,98% secara keseluruhan, setelah diberi tindakan siklus I dan meningkat menjadi 80,85% setelah diberi tindakan siklus II secara keseluruhan. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian adalah pembelajaran Strategi Think-Talk-Write dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran yang dapat meningkatan peran aktif siswa dalam belajar fisika.
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Starter Eksperimen Mitra Dewi Rahmawati; Sriyono Sriyono; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian guna mengetahui hasil analisis keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran fisika dengan pendekatan Starter Eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan berpikir kritis pada indikator apa saja yang muncul serta melihat seberapa besar keterampIlan berpikir kritis siswa dapat berkembang pada pembelajaran Fisika materi Kalor dan Perpindahannya dengan pendekatan Starter Eksperimen. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Karanganyar kelas VIIA yang berjumlah 32. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan indikator bertanya dan menjawab pertanyaan merupakan indikator tertiggi yaitu 82,98%, indikator ini diperkuat dengan hasil analisis menggunakan angket dengan persentase tertinggi yaitu sebesar 81,64%. Indikator lainnya yaitu indikator mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi sebesar 75%, indikator menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi sebesar 74,47%, indikator mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak sebesar 74,16%. Aspek yang jumlah persentase rata-rata paling rendah yaitu pada indikator mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi sebesar 72,91%. Rata-rata persentase keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan dari lember observasi menunjukkan keterampilan berpikir kritis yang dicapai siswa sebesar 75,90% dan persentase keseluruhan dari angket respon keterampilan berpikir kritis siswa sebesar 76,79%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Kalor dan Perpindahannya dengan pendekatan Starter Eksperimen tergolong baik. Terdapat kemunculan-kemunculan kegiatan berarti yang merupakan refleksi dari kegiatan berpikir kritis siswa, baik dari individu maupun kelompok selama pembelajaran dengan pendekatan Starter Eksperimen.
Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Fisika Siswa Kelas X SMANegeri 2 Wonosobo Sulistyo Sulistyo; Ashari Ashari; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian adalah rendahnya rata-rata motivasi belajar siswa di SMAN 2 Wonosobo yaitu 48,24%. Sehingga PTK ini bertujuan untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa melalui Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining. Subyek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MIA 5 SMAN 2 Wonosobo yang berisi 34 siswa terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data menggunakan oservasi, angket dan tes. Pengolahan data dengan tehnik Persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan motivasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Wonosobo. Rata-rata motivasi belajar siswa yang sebelumya adalah 48,24%, meningkat menjadi 66,18% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 90,88% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar fisika siswa pada mata pelajaran fisika.