Nur Ngazizah
Universitas Muhammadiyah Purworejo, Indonesia

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Domain Sikap Sains Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Aplikasi dan Karakter Peserta Didik Dalam Pembelajaran Fisika Kelas X SMA N 1 Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 Supri Hastuti; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian research and development desain pembelajaran berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain pembelajaran berupa silabus dan RPP berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dankarakter peserta didik dalam pembelajaran fisika Kelas X SMA Negeri 1 Kutowinangun tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik Kelas X berjumlah 20 peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2014 dengan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket danpost-test. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis, dengan perolehan skor silabus berdasarkan rerata ketiga validator sebesar 55,5 dengan kategori “Sangat Baik”, serta RPP memperoleh rerata skor sebesar 134,9 dengan kategori “Baik”. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rerata sebesar 3,92 dengan kategori “Baik” dan PercentaseAgreement diperoleh sebesar 96,67%. Sedangkan berdasarkan respon peserta didik diperoleh rerata 3,82 dengan kategori “Baik”. Tingkat ketercapaian untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi sebesar 72% dengan rerata 3,6 dan ketercapaian karakter peserta didik 74% dengan rerata 3,7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis domain sikap sains layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter dalam pembelajaran fisika.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Domain Proses Sains Untuk Mengoptimalkan Keterampilan Proses Sains dan Karakter Siswa SMA N 1 Binangun Kelas X Tahun Pelajaran 2013/2014 Kasiyem Kasiyem; Nur Ngazizah; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan dilakukan penelitian Research and Development (R&D) desain pembelajaran berbasis domain proses untuk mengoptimalkan keterampilan proses sains dan karakter. Sebagai subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA I SMA Negeri 1 Binangun tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan yang dilakukan, telah diperoleh desain pembelajaran yang terdiri dari silabus dan RPP. Rerata skor silabus dari ketiga validator sebesar 56,67 dengan kriteria baik. Sedangkan rerata skor RPP dari ketiga validator sebesar 132 dengan kriteria baik, sehingga desain pembelajaran ini layak sebagai perangkat pembelajaran dengan sedikit revisi. Kelayakan desain pembelajaran terdiri dari keterlaksanaan pembelajaran dan respon peserta didik. Rerata keterlaksanaan pembelajaran dari dua observer 98,6% dengan kriteria sangat baik. Respon peserta didik terhadap desain pembelajaran yang dikembangkan mendapatkan skor rerata 62,8 dengan kriteria baik. Pengoptimalan keterampilan proses sains mendapatkan skor rerata 22,21 dengan kriteria sangat baik, sedangkan pengoptimalan karakter mendapatkan skor rata-rata 21,04 dengan kriteria sangat baik. Ketercapaian hasil belajar diperoleh rerata 82,5 untuk post-test sehingga sudah mencapai KKM (75). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis domain proses sains yang digunakan untuk mengoptimalkan keterampilan proses sains dan karakter ini layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran pada tingkat SMA.
Pengembangan Laboratory Work dengan Scientific Approach untuk Mengoptimalkan Karakter Siswa Kelas XI MAN Kutowinangun Tahun Pelajaran 2014/2015 Khanifatul Khasanah; Nur Ngazizah; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan 4D yang bertujuan untuk mengembangkan laboratory work dengan scientific approach untuk mengoptimalkan karakter siswa kelas XI MAN Kutowinangun. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Kutowinangun Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 siswa. Hasil pengembangan ini merupakan panduan laboratory work dengan scientific approach berbasis karakter. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, angket, dan tes. Analisis data dengan Persentase dan Precentage Agreement. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rerata skor dari semua validator sebesar 73,66 dengan kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan panduan laboratory work menghasilkan skor rerata 4,12 dengan rerata Precentage Agreement 94% dan termasuk dalam kategori “sangat baik”. Respon siswa terhadap laboratory work dengan menggunakan panduan laboratory work menghasilkan skor rerata 67,85 termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian panduan laboratory work layak digunakan sebagai panduan siswa yang dapat mengoptimalkan karakter siswa dengan skor 63,05 dengan kategori sangat baik.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Domain Aplikasi Sains untuk Mengoptimalkan Kemampuan Domain Aplikasi Sains dan Karakter Siswa SMA Negeri 1 Petanahan Tahun Pelajaran 2013/2014 Maghfirotun Farihah; Nur Ngazizah; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk desain pembelajaran berbasis domain aplikasi sains guna mengoptimalkan kemampuan domain aplikasi sains dan karakter siswa kelas X mengenai pokok bahasan alat-alat optik. Pengembangan desain pembelajaran ini menggunakan model R&D (Research and Development), dengan tahapan menentukan potensi dan masalah, mengumpulkan data dan informasi, mendesain produk, memvalidasi produk, merevisi produk, menguji coba terbatas produk, dan merevisi produk setelah uji coba terbatas. Sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas X SOS 2 SMA Negeri 1 Petanahan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, angket, dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan rata-rata dan jumlah total. Berdasarkan hasil validasi, pengembangan desain pembelajaran berbasis domain aplikasi sains layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan domain aplikasi sains dan karakter siswa kelas X SMA Negeri 1 Petanahan dengan skor rerata total silabus 55 dengan kategori “sangat baik” dan rerata total untuk RPP 137 dengan kategori “baik”. Ditinjau dari keterlaksanaan pembelajaran diperoleh skor rerata sebesar 3.99 dikategori “sangat baik”. Hal ini juga diikuti oleh respon siswa dengan skor 93,45 dengan kategori “baik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang telah dikembangkan mampu digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan domain aplikasi sains dan karakter siswa dengan skor kemampuan domain aplikasi sains 49.23 dengan kategori “baik” dan ketercapaian karakter siswa sebesar 35.8 dengan kategori “baik”. Dengan demikian desain pembelajaran dapat digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan domain aplikasi sains dan karakter siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Konstruktivisme Berbasis Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Pada Siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun Kelas X Tahun Pelajaran 2013/2014 Nur Azizah; Siska Desy Fatmaryanti; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan penerapan model pembelajaran konstruktivisme berbasis problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada siswa SMA Negeri 1 Kutowinangun kelas X tahun pelajaran 2013/2014 dengan mengunakan model pembelajaran kontruktivisme berbasis problem based learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kutowinangun. Subyek penelitian adalah 32 siswa dari kelas X MIA 5. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2014 pada pokok bahasa alat optik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan Penerapan Model Pembelajaran kontruktivisme berbasis problem based learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Hal ini dilihat dari data hasil kemampuan berpikir kritis siswa, diperoleh persentase pada pra siklus rata-rata 49%, pada siklus I 60%, dan pada siklus II 84%. Hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I sekor rata-rata 73, dan pada siklus II 82. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kontruktivisme berbasis problem based learning juga mengalami peningkatan pada siklus I 80%, dan pada siklus II 86%.
Pengembangan Laboratory Work dengan Science Process Skills Approach untuk Mengoptimlakan Hard Skills pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Tyas Laras Kurnia; Nur Ngazizah; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengetahui ketercapaian dan kelayakan pengembangan laboratory work dengan science process skills approach untuk mengoptimalkan hard skills siswa kelas X SMA Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 3 Purworejo yang berjumlah 21 orang. Penelitian pengembangan ini menggunakan model R&D. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan angket. Produk pengembangan dalam penelitian ini berupa panduan laboratory work dengan science process skills approach. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh tiga validator dan kisi-kisi yang telah ditetapkan diketahui bahwa panduan laboratory work layak digunakan dengan rerata skor 81,17 dalam kategori baik. Kelayakan ini juga dapat ditunjukan berdasarkan hasil keterlaksanaan pembelajaran dan respon siswa dengan rerata skor masing-masing 4,09 dan 44,33 dalam kategori baik. Penggunaan panduan laboratory work menunjukan bahwa hard skills siswa mampu mencapai optimal dengan rerata 24,03 dan termasuk kategori baik. Dengan demikian laboratory work dengan secience process skills approach untuk mengoptimalkan hard skills siswa hasil pengembangan layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi optik.
Pengembangan Penilaian Unjuk Kerja Berbasis Hands On Activity untuk Mengukur Kreativitas pada Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Atik Hidayati; Arif Maftukhin; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan (R&D) untuk mengukur kreativitas siswa dengan mengembangkan penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 SMA Negeri 5 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan untuk melihat kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity yaitu lembar angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon siswa. Kualitas lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity oleh 2 dosen ahli dari Universitas Muhammadiyah Purworejo, 2 guru Fisika dari SMA Negeri 5 Purworejo serta teman sejawat peneliti yang telah menjadi guru Fisika di SMA Negeri 11 Purworejo dan guru IPA MTS Darrussa”adah di Kebumen. Analisis data dengan Percentages Correction dan Precentage Agreement. Penelitian yang dikembangkan melalui tujuh langkah pengembangan, dengan rerata kelayakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,14 termasuk kategori “baik”. Keterlaksanaan pembelajaran Fisika menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity sebesar 3,21 dengan kategori “baik”. Respon siswa terhadap lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dengan rerata sebesar 3,23 dengan kategori ”baik”. Hasil ketercapaian siswa menggunakan lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity untuk mengukur kreativitas pada pertemuan pertama mencapai rerata 3,03 dalam kategori “baik”, pada pertemuan kedua mencapai rerata 3,11 dengan kategori “baik”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa lembar penilaian unjuk kerja berbasis hands on activity dapat mengukur kreativitas siswa kelas X dan dapat layak digunakan.
Penggunaan Metode Pembelajaran Aktif Type Firing Line untuk Peningkatan Kemampuan Analisis pada Pembelajaran Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Dio Roka Pratama Rahayu; Nur Ngazizah; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) guna mengetahui peningkatan kemampuan analisis siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMP Negeri 6 Purworejo yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode tes siklus, dan metode angket. Pengolahan data dilakukan dengan teknik persentase. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line pada pembelajaran fisika dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa SMP Negeri 6 Purworejo kelas VIII. Kemampuan Analisis fisika siswa pada tahap pra siklus adalah 42,968%, meningkat menjadi 71,429% setelah diberi tindakan pada siklus I, dan meningkat menjadi 77,679% setelah diberi tindakan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran menggunakan metode pembelajaran aktif type firing line dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan analisis siswa dalam pembelajaran fisika.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Domain Sikap Sains Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Aplikasi dan Karakter Peserta Didik Dalam Pembelajaran Fisika Kelas X SMA N 1 Kutowinangun Tahun Pelajaran 2013/2014 Supri Hastuti; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian research and development desain pembelajaran berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain pembelajaran berupa silabus dan RPP berbasis domain sikap sains untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter peserta didik dalam pembelajaran fisika Kelas X SMA Negeri 1 Kutowinangun tahun pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik Kelas X berjumlah 20 peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2014 dengan 3 kali pertemuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan post-test. Setelah data diperoleh kemudian dianalisis, dengan perolehan skor silabus berdasarkan rerata ketiga validator sebesar 55,5 dengan kategori “Sangat Baik”, serta RPP memperoleh rerata skor sebesar 134,9 dengan kategori “Baik”. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran memperoleh rerata sebesar 3,92 dengan kategori “Baik” dan Percentase Agreement diperoleh sebesar 96,67%. Sedangkan berdasarkan respon peserta didik diperoleh rerata 3,82 dengan kategori “Baik”. Tingkat ketercapaian untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi sebesar 72% dengan rerata 3,6 dan ketercapaian karakter peserta didik 74% dengan rerata 3,7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berbasis domain sikap sains layak digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan aplikasi dan karakter dalam pembelajaran fisika.
Akurasi pendekatan Classical Test Theory dan pendekatan Item Response Theory dalam menganalisis soal UAS Fisika semester genap kelas X SMA Negeri di Purworejo Tahun Pelajaran 2013/2014 Suhariyono Suhariyono; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 5 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui: (1) reliabilitas, tingkat kesukaran dan indeks daya beda berdasarkan Classical Test Theory (2) goodnes of fit, thrushole dan indeks daya beda berdasarkan Item Response Theory (3) Standart Error of Measurement pada Classical Test Theory dan Item Response Theory.Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi yaitu mengumpulkan lembar jawab UAS. Analisis menggunakan program ITEMAN dan Program BIGSTEP. Hasil analisis (1) Koefisien reliabilitas untuk soal KTSP sebesar 0,806, soal kurikulum 2013 sebesar 0,576. Tingkat kesukaran untuk soal KTSP adalah sebesar 0,374, soal kurikulum 2013 adalah sebesar 0,364. Indeks daya beda untuk soal KTSP sebesar 0,370, soal kurikulum 2013 adalah sebesar 0,270 (2) Goodnes of fit soal KTSP adalah 14,29% yang tidak fit dengan model dan 85,71% yang fit dengan model, sedangkan soal kurikulum 2013 adalah 14,29% yang tidak fit dengan model dan 85,71% yang fit dengan model. Tingkat kesukaran (Thrushole) diperoleh hasil untuk soal KTSP adalah 9,1% tergolong mudah dan 90,9% tergolong sedang. Pada soal kurikulum 2013 terdapat 3,23% tergolong mudah, dan 96,77% soal tergolong sedang. Indeks daya beda soal untuk KTSP diperoleh 0,299 dan pada soal kurikulum 2013 diperoleh 0,160. (3) Standard Error of Measurement (SEM) dari program ITEMAN diperoleh untuk soal KTSP sebesar 2,48, sedang untuk soal kurikulum 2013 sebesar 2,49. Sedang dari program BIGSTEP diperoleh soal KTSP sebesar 0,12 sedangkan untuk soal kurikulum 2013 sebesar 0,16. Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat akurasi analisis menggunakan pendekatan Item Response Theory lebih tinggi daripada dengan pendekatan Item Response Theory.