Articles
REPRESENTASI METROSEKSUAL DALAM VIDEO MUSIK SEVENTEEN “THANKS”
Firda Raudhah Marsila;
Arie Prasetio
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 1 (2022): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tanra.v9i1.32883
Video musik Thanks milik Seventeen ini menampilkan aktivitas sekelompok pria yang merupakan anggota Seventeen dari balik panggung sebagai pekerja industri musik. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui bagaimana pria metroseksual digambarkan dalam video musik. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semotika Charles Sanders Peirce berdasarkan trikotomi tanda berupa representamen (ikon, indeks, simbol), objek (qualisign, sinsign, legisign), dan interpretan (rhema, decisign, argumen). Pria metroseksual dalam video musik ini digambarkan sebagai pria yang berdandan, bersikap pemilih terhadap pakaian, mengikuti trend fashion, dan bekerja di industri musik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya aktivitas pria metroseksual yang biasanya diperuntukan untuk wanita dalam video musik. Tuntutan masyarakat dan pekerjaan merupakan penyebab hal ini terjadi dan membuat pria mau pun wanita dituntut untuk merawat diri. Maka, fenomena metroseksual muncul sebagai bentuk transisi dari maskulinitas tradisional.
REPRESENTASI KELAS SOSIAL DALAM IKLAN (ANALISIS SEMIOTIKA PADA IKLAN “INTRODUCING IPHONE 13 | APPLE”)
Mohammad Restu Ardiansyah;
Arie Prasetio
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 9, No 1 (2022): Januari - April
Publisher : Universitas Negeri makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/tanra.v9i1.31801
Iklan “Introducing iPhone 13 | Apple” adalah iklan yang berisi pesan kontradiktif dimana perusahaan yang identik dengan kelas sosial atas justru memperlihatkan pekerja kurir sebagai representasi kelas sosial bawah. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui representasi tanda kelas sosial sekaligus mengetahui makna tanda kelas sosial secara keseluruhan pada iklan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika sosial Theo Van Leeuwen. Dalam menganalisis iklan tersebut, peneliti menggunakan empat dimensi semiotika sosial yaitu genre, style, modality, dan discourse. Dari dimensi genre, iklan ini dikemas sebagai video yang menceritakan perjuangan kurir di Barcelona. Dimensi style yang diperlihatkan menggambarkan kurir yang berpakaian kasual dan mengendarai motor tua. Melalui dimensi modality, iklan tidak seluruhnya mencerminkan realita, khususnya atribut yang dikenakan oleh kurir tersebut. Melalui dimensi discourse, wacana iklan ini yaitu membuat iklan yang berisi hegemoni melalui Ideological State Apparatus (ISA), yaitu memperkenalkan iPhone 13 dan membujuk kelas sosial bawah untuk membelinya agar Apple mendapatkan keuntungan lebih sekaligus merubah stigma Apple yang selalu diasosiasikan dengan kelas atas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu iklan tersebut merupakan bentuk hegemoni yang diciptakan Apple agar kelas sosial bawah dapat terbujuk untuk membeli produk mahal yang tidak mereka butuhkan, sehingga berpotensi menciptakan perilaku konsumtif di masyarakat kelas tersebut.Kata kunci: iklan apple, kelas sosial, representasi, semiotika theo van leeuwen
Konstruksi Citra Anggota Komunitas Virtual pada Bigo Live
Aftri Mardianti Fitria;
Arie Prasetio
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (878.723 KB)
|
DOI: 10.24198/prh.v3i2.12918
Media sosial terus berkembang membuat interaksi di ruang siber semakin terasa nyata dengan perkembangan fitur yang disediakan oleh media sosial. Bigo Live merupakan media sosial yang muncul di Indonesia pada tanggal 1 Juni 2016 dengan konten live video streaming. Media sosial ini menjadi lebih banyak diminati karena penggunanya dapat mendapatkan penghasilan dari melakukan live. Interaksi sosial yang terjadi di Bigo Live memunculkan fenomena terbentuknya komunitas virtual, salah satunya adalah komunitas virtual KCM (Keluarga Cemara). Jenis penelitian ini menggunakan metode etnografi virtual dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi yang dilakukan secara online maupun offline. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari lima anggota KCM dan satu orang konsultan media digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, interaksi sosial, dan proses pengelolaan kesan dalam komunitas virtual berdasarkan interaksi sosial yang dilakukan oleh pengguna media sosial Bigo Live. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana motif pengguna Bigo Live yaitu ingin mencapai nilai sosial, nilai psikologis, dan nilai material. Interaksi sosial yang terjadi dalam komunitas virtual KCM di Bigo Live di dasari oleh faktor imitasi, faktor sugesti, dan faktor simpati di mana menghasilkan berbagai simbol yang dimaknai bersama sehingga menjadi dasar dalam melakukan interaksi sosial di Bigo Live yang membentuk citra anggota KCM. Tidak hanya itu, terdapat berbagai varietas bahasa yang muncul baik yang berasal dari perangkat maupun dari interaksi sosial yang terjadi di Bigo Live.
Strategi Digital Marketing Perusahaan MGD dalam Mengelola Merek Klien
Muhammad Nabil Hafidli;
Arie Prasetio
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 8 No 1 (2022): FEBRUARI 2022
Publisher : Universitas Telkom
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/liski.v8i1.4310
Sebagai salah satu perusahaan digital marketing terbaik di Kota Bandung, MGD selalu menggunakan strategi yang tepat dan akurat dalam menjalankan kegiatan digital marketing kliennya. Strategi yang digunakan oleh MGD tentunya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dari masingmasing merek sehingga memenuhi tujuan dan ekspektasi kliennya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi digital marketing yang dilakukan oleh perusahaan MGD Digital Marketing Consultant dalam mengelola merek, peneliti akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan menggunakan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini dilakukan atas dasar studi digital marketing yang sebagian besar hanya dilakukan pada sudut pandang sebuah merek, sehingga peneliti akan memberikan gambaran dalam sudut pandang berbeda, yaitu sebuah perusahaan digital marketing consultant. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa dalam mengelola merek, MGD menggunakan konsep strategi digital marketing SOSTAC, penggunaan saluran media digital, serta evaluasi dan peningkatan kinerja berdasarkan buku strategi digital marketing Chaffey (2016). Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai strategi digital marketing yang dilakukan oleh perusahaan digital marketing consultant dalam mengelola merek, sehingga dapat memberikan manfaat dalam lingkup komunikasi dan pemasaran digital. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan manfaat dalam pengembangan konsep digital marketing dan menambah referensi penelitian mengenai digital marketing. Kata Kunci: Strategi Pemasaran Digital, Konsultan Pemasaran Digital, Merek, SOSTAC
MAKNA CANTIK DALAM IKLAN TELEVISI PRODUK CITRA VERSI “PEARLY WHITE UV ESSENCE CREAM”
Ayu Mispa Putri;
Arie Prasetio
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.863 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2131
Konsep cantik dalam iklan memberi makna dari alur cerita yang ditayangkan. Seperti iklan Televisi produk Citra, setiap adegan pada iklan “Citra Pearly White UV Essence” mengandung elemen yang memiliki makna, mulai dari bunyi, gerakan, kata-kata, dan visualnya. Iklan kecantikan biasanya menampilkan seorang wanita yang memiliki tubuh indah, kaki panjang, kulit putih mulus dan indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol atau tanda dan makna kecantikan dalam produk kecantikan Citra versi “Pearly White UV Essence Cream” di televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan data dianalisis dengan menggunakan model Semiotik Charles Sanders Pierce yang menghasilkan data seperti kecantikan yang dimiliki oleh seorang wanita berkulit putih, yang ditampilkan pada setiap tanda pada adegan yang dipotong, seperti tubuh, rambut, wajah hingga atribut yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana iklan Citra menggambarkan kecantikan yang dimiliki oleh wanita berkulit putih. Arti kecantikan dalam iklan Citra versi “Pearly White UV Essence” adalah kecantikan modern, kecantikan religius dan kecantikan yang sehat.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM HABIBIE DAN AINUN (Analisis Semiotika John Fiske dalam film Habibie dan Ainun)
Rony Oktari Hidayat;
Arie Prasetio
Jurnal Visi Komunikasi Vol 14, No 1 (2015): May 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (393.877 KB)
|
DOI: 10.22441/visikom.v14i1.1662
Ainun and Habibie is a film that has the second highest audience after Laskar Pelangi in Indonesia. Film Habibie and Ainun tell the story of Habibie life’s that has a tremendous love for his wife, family and country. Nationalism owned Habibie made him have to choose between his family and his country. Therefore, researchers are interested in analyzing the representation of nationalism owned Habibie and Ainun Habibie film so this research entitled "Representation of Nationalism In Film Habibie and Ainun". The focus of this research is how the representation of nationalism in the film and Ainun Habibie.This study used a qualitative method with semiotic analysis. Signs that represent nationalism in the film Ainun Habibie and the object of this study will be analyzed using the theory of semiotics John Fiske The Codes of Television. Data collection techniques in this research is the analysis of signs and literature.The results of this study is the ideology of nationalism which is owned by Habibie in the film Ainun Habibie and represented by means of speech, movement, expression and dialogue. So although the film Habibie and Ainun wrapped with drama romance between Habibie and Ainun, in this film there is the ideology of nationalism from a Habibie.Film Habibie dan Ainun merupakan film yang memiliki penonton kedua terbanyak setelah Laskar Pelangi di Indonesia. Film Habibie dan Ainun menceritakan kisah kehidupan seorang Habibie yang memiliki cinta yang sangat besar untuk istri, keluarga dan negaranya. Nasionalisme yang dimiliki Habibie membuat beliau harus memilih antara keluarga dan negaranya. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk menganalisis representasi nasionalisme yang dimiliki Habibie dalam film Habibie dan Ainun sehingga penelitian ini berjudul “Representasi Nasionalisme Dalam Film Habibie dan Ainun”. Fokus penelitian ini adalah bagaimana representasi nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika. Tanda yang merepresentasikan nasionalisme dalam film Habibie dan Ainun yang menjadi objek dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan semiotika John Fiske dengan teori The Codes of Television. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis tanda dan studi pustaka.Hasil dari penelitian ini adalah ideologi nasionalisme yang dimiliki oleh Habibie dalam film Habibie dan Ainun di representasikan melalui cara berbicara, gerakan, ekspresi dan dialog. Jadi walaupun film Habibie dan Ainun dibungkus dengan drama percintaan antara Habibie dan Ainun dalam film ini terdapat ideologi nasionalisme dari seorang Habibie.
MAKNA CANTIK DALAM IKLAN TELEVISI PRODUK CITRA VERSI “PEARLY WHITE UV ESSENCE CREAM”
Ayu Mispa Putri;
Arie Prasetio
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (310.863 KB)
|
DOI: 10.20884/1.actadiurna.2019.15.2.2131
Konsep cantik dalam iklan memberi makna dari alur cerita yang ditayangkan. Seperti iklan Televisi produk Citra, setiap adegan pada iklan “Citra Pearly White UV Essence” mengandung elemen yang memiliki makna, mulai dari bunyi, gerakan, kata-kata, dan visualnya. Iklan kecantikan biasanya menampilkan seorang wanita yang memiliki tubuh indah, kaki panjang, kulit putih mulus dan indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol atau tanda dan makna kecantikan dalam produk kecantikan Citra versi “Pearly White UV Essence Cream” di televisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan data dianalisis dengan menggunakan model Semiotik Charles Sanders Pierce yang menghasilkan data seperti kecantikan yang dimiliki oleh seorang wanita berkulit putih, yang ditampilkan pada setiap tanda pada adegan yang dipotong, seperti tubuh, rambut, wajah hingga atribut yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana iklan Citra menggambarkan kecantikan yang dimiliki oleh wanita berkulit putih. Arti kecantikan dalam iklan Citra versi “Pearly White UV Essence” adalah kecantikan modern, kecantikan religius dan kecantikan yang sehat.
Implementasi Tahapan P.O.S.T Pada Program Sekolah Ramah Anak Dalam Kegiatan Sosialisasi KBGO Studi Kasus di SMP Negeri 5 Kota Cirebon
Simanjuntak, Stefanie Natalia;
Prasetio, Arie
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 8 No 3 (2024): JULY-SEPTEMBER 2024
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jtik.v8i3.2127
The development of technology, especially during the COVID-19 pandemic, has changed the patterns of community activities, encouraging a shift to remote activities through the internet and social media. Although it provides convenience, the increasing use of the internet also has negative consequences, especially related to the phenomenon of online gender-based violence (KBGO). This study refers to the implementation of the P.O.S.T. (people, objectives, strategy, and technology) stages in the Friendly School program to socialize the dangers of KBGO in SMP Negeri 5 Kota Cirebon. The method used is a qualitative method with a descriptive case study approach. The results of this study explain the implementation of the P.O.S.T. stages in the social marketing strategy on social media at Friendly School program in SMP Negeri 5 Kota Cirebon, which is effective in socializing the dangers of KBGO. The socialization carried out aims to provide new insights related to the prevention and handling of KBGO and to build a safe environment for individuals who are vulnerable to becoming victims, especially in the context of SMP Negeri 5 Kota Cirebon students.
Makna Generasi Sandwich Pada Film Cinta Pertama, Kedua, dan Ketiga (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Putri, Paramitha Amelia;
Prasetio, Arie
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jimik.v5i2.668
Indonesia is facing the phenomenon of the sandwich generation, which plays a dual role in the financial affairs of three generations at once. Data from the March 2022 National Socio-Economic Survey shows that 8.4 million Indonesians (62.71%) belong to the sandwich generation. The movie "First, Second, and Third Love" reflects this reality, directed by Gina S. Noer based on a true story. This study applies Charles Sanders Peirce's Semiotic method to analyze triadic signs. The research shows that individuals give meaning to societal experiences by using the Social Reality Construction Theory. The movie becomes a representation of social reality, helping to understand the complexity of the sandwich generation's life in the context of Indonesian families. To break the chain of the sandwich generation that can damage the next generation, priority awareness, implementation of life limit setting, role as an entrepreneur, and increased educational awareness are needed to change the toxic culture.
Aktivitas Komunikasi Pemasaran Joongla Melalui Word Of Mouth
Liski, Raihania Khansa;
Prasetio, Arie
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35870/jimik.v5i2.722
One of the areas in West Java with a huge interest in restaurants is Bandung. Joongla became the only one Pop-Up Dining Experiences in Bandung which only uses word-of-mouth for marketing communications. This research causes to be present 5T's elements word of mouth concept (Sernovitz, 2012) with qualitative case study research methods. The research shows that talkers is consumers who care about Indonesian culture and gastronomy and also enjoy spreading information about Joongla. Topics delivered by storytelling or social media. Using social media as a tool by taking a part plays an active role in providing consumer response. Tracking by seeing the performed of the customer's insight, return customer, and hashtag. There is the newest that is Typical that made the novelty through the concept of Indonesian gastronomy by utilizing media of storytelling and multisensory. Word of mouth activity that Joongla is related to the concepts of eWOM Credibility, eWOM Quality, and eWOM Quantity and also ELM theory through out Peripheral Route and Combination Route.