Janette Maria Pinariya
Communication Study In Postgraduate Programme, Institut Komunikasi Dan Bisnis LSPR Sudirman Park, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. No. 35 Jakarta 10220 - Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Cultural Ambassadorship in the Digital Age: Storytelling Sustainable Tourism through Social Media Wulan Yulianti; Janette Maria Pinariya; Salsabila Tiara Saputri; Dhita Widya Putri
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): June 2026 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/rb6hjd18

Abstract

Tourism communication increasingly relies on digital platforms to promote sustainability and cultural identity. Beauty pageant titleholders, often positioned as cultural ambassadors, play a unique role in this process. This study explores how cultural ambassadors construct narratives of sustainable tourism through their social media presence. Using a qualitative approach, the research relies on in-depth interviews with selected pageant representatives to understand their experiences, strategies, and intentions in employing digital storytelling. Findings reveal that titleholders utilize social media not only to showcase destinations but also to embed messages of cultural preservation, environmental responsibility, and community empowerment. Social media platforms become extensions of their ambassadorship, allowing them to frame personal stories and advocacy in ways that engage diverse audiences. The study concludes that digital storytelling, as practiced by cultural ambassadors, bridges individual identity and collective responsibility in tourism communication. This contributes to a deeper understanding of how personal narratives intersect with sustainability discourses in the digital era.
Komunikasi Kepemimpinan Inklusif Angkie Yudistia Sebagai Sosok Pemimpin Difabel Tirta Nata Adi Wijaya; Janette Maria Pinariya
PRoMEDIA Vol 12, No 1 (2026): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/promedia.v12i1.9275

Abstract

Kepemimpinan dalam organisasi publik menuntut kemampuan komunikasi yang adaptif untuk mengelola dinamika organisasi yang kompleks dan keberagaman latar belakang anggotanya. Tantangan tersebut semakin signifikan tatkala kepemimpinan dijalankan oleh seorang penyandang disabilitas yang harus mengelola keterbatasan personal sekaligus tuntutan institusional. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk komunikasi kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpin disabilitas, dengan studi kasus Angkie Yudistia, baik di ranah internal maupun eksternal organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi kepemimpinan dijalankan secara adaptif dan kontekstual dalam membangun relasi kerja, kejelasan peran, koordinasi aktivitas, serta representasi isu disabilitas di ruang publik.
Indonesia’s Response to Covid-19 Outbreak: Raising Awareness through Community Engagement and Actionable Volunteer Contribution Janette Maria Pinariya; Carelyn Josephine; Wulan Yulianti; Anita Yunia
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021): December 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i2.596

Abstract

The world is in the grip of a health crisis due to the unforeseen consequences of the COVID-19 pandemic causing a substantial increase in distress associated with pain, depression, and loss. Indonesia is not handling the epidemic properly at this early stage due to a lack of planning and readiness on the part of the country. The government subsequently established the COVID-19 national task force, a COVID-19 assistance centre that reflects the government's readiness and urgency in dealing with the COVID-19 pandemic. At the national and regional levels, the task force reports directly to the president, organizes and encourages all connected agencies to respond to the COVID-19 crisis. The task force's other responsibility is to raise awareness about COVID-19 to the general public. The study aims to determine how Indonesia's COVID-19 task force volunteers can act as a communication aid for the public as a source of empowerment during the pandemic, as well as to examine risk communication and community engagement. This research uses a qualitative approach using the theory of social support. As a result, this study has identified new volunteering approaches for Indonesia's COVID-19 task force that could act as a support system as well as improvements on their approach on community engagement with the public.
Fungsi Humas Universitas Negeri Jakarta dalam Membangun Citra Kampus Ramah Disabilitas Arwinda Audiary Silitonga; Janette Maria Pinariya
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i1.319

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya di Jakarta, Humas universitas memegang peran penting dalam membangun komunikasi publik yang aksesibel dan ramah bagi mahasiswa disabilitas. Humas Universitas Negeri Jakarta berperan dalam membangun citra kampus yang inklusif melalui komunikasi publik, branding inklusif, dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini mengacu pada Teori Excellence, dan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan Humas Universitas Negeri Jakarta dalam mensosialisasikan layanan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan, Humas Universitas Negeri Jakarta sangat aktif melakukan publikasi, pemanfaatan media sosial, serta menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak di kampus untuk menciptakan lingkungan kampus ramah disabilitas. Namun ada tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan tenaga ahli bahasa isyarat. Oleh karena itu, peran Humas Universitas Negeri Jakarta dalam mendukung dan edukasi layanan inklusif perlu lebih ditingkatkan untuk memperkuat citra kampus ramah disabilitas
Peningkatan Kapasitas dan Performa Bisnis Kopi UMKM melalui Pelatihan, Sertifikasi, dan Digitalisasi Janette Maria Pinariya; Anita Yunia; Wulan Yulianti; Emilya Setyaningtyas
Journal of Servite Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of SERVITE
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/

Abstract

Industri kopi Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM, namun masih menghadapi tantangan kualitas, konsistensi, dan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten. Amoza Koffie sebagai usaha kopi skala rumah tangga dan Masterbrew Indonesia sebagai lembaga pelatihan menghadapi kebutuhan peningkatan kapasitas SDM, legalitas usaha, dan digitalisasi bisnis. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan performa bisnis kopi UMKM melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pendampingan digital berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, pelatihan dan pendampingan, sertifikasi kompetensi BNSP, digitalisasi bisnis, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Desember 2024 di Jakarta dan Yogyakarta secara luring dan daring. Hasil program menunjukkan peningkatan kompetensi SDM melalui sertifikasi barista BNSP, keberhasilan perolehan izin PIRT, implementasi website dan aplikasi kasir, serta peningkatan penjualan sebesar 30–53% dan perluasan jangkauan pemasaran. Program ini membuktikan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan aspek teknis, manajerial, komunikasi, dan keberlanjutan efektif meningkatkan daya saing UMKM kopi. Keterlibatan LSPR Institute of Communication and Business memperkuat aspek pendampingan berbasis komunikasi dan bisnis berkelanjutan, serta menjadikan program ini relevan untuk direplikasi pada UMKM sektor lain. Kata kunci: UMKM kopi; pelatihan; sertifikasi; digitalisasi; peningkatan kapasistas; performa   The Indonesian coffee industry holds significant potential for MSME development, yet it still faces challenges related to quality, consistency, and a limited supply of qualified human resources. Amoza Koffie, a home-based coffee business, and Masterbrew Indonesia, a vocational training institution, are addressing the need to strengthen human resource capacity, improve business legality, and enhance digitalization. This community service program aims to enhance the capacity and performance of MSME coffee businesses through training, competency certification, and digital mentoring, supported by multi-stakeholder collaboration. The implementation method employs a participatory approach with stages that include needs analysis, training and mentoring, BNSP competency certification, business digitalization, and monitoring and evaluation. Activities will be held from August to December 2024 in Jakarta and Yogyakarta, both offline and online. The program results demonstrate improved human resource competency through BNSP barista certification, successful acquisition of a PIRT permit, implementation of website and cashier applications, and a 30–53% increase in sales and expanded marketing reach. This program demonstrates that a holistic approach integrating technical, managerial, communication, and sustainability aspects effectively enhances the competitiveness of coffee MSMEs. The involvement of the LSPR Institute of Communication and Business strengthens the program's communication-based and sustainable business mentoring components, thereby making it amenable to replication in other MSME sectors. Keywords: coffee MSMEs; training; certification; digitalization; capacity building; performance