Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Deskripsi Singkat Berbahasa Inggris Pada Akun Instagram @Folkative Terhadap Efektivitas Penyampaian Informasi Nickie Renail Asmara; Lusia Handayani
J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung Vol. 11 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jika.v11i1.11603

Abstract

Penggunaan deskripsi singkat berbahasa Inggris ini tentunya dapat menimbulkan kesalahpahaman atau miskomunikasi terhadap informasi yang diberikan karena terdapat faktor pembaca yang kurang menguasai bahasa Inggris dan merasa terlalu rumit jika harus menerjemahkannya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan deskripsi singkat berbahasa Inggris dapat mempengaruhi efektivitas penyampaian informasi dalam akun Instagram @folkative. Penelitian menggunakan teori message design logic, dengan metode kuantitatif pendekatan survei, dan jenis penelitian eksplanatif. Pada   peneltian   ini   menggunakan   teknik   analisis   data   Statistik   inferensial   yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel. Pada penelitian ini juga dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang disebar kepada 30 responden di luar  sampel  penelitian.  Jika semua pernyataan valid dan reliabel maka dapat disebar kepada sampel yaitu 100 responden. Penelitian ini menggunakan followers akun Instagram @folkative sebagai populasi dan menggunakan teknik sampling accidental sampling, dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil perhitungan uji hipotesis menyatakan t hitung 16.014 > t tabel 1.948 yang mengartikan Ha diterima, dapat disimpulkan antara variabel X dan variabel Y memiliki pengaruh yang besar dan signifikan. Hasil uji koefisien determinasi diperoleh tingkat pengaruh antar variabel senilai 72,4%, maka Penggunaan Deskripsi Singkat Berbahasa Inggris pada akun Instagram @folkative memiliki pengaruh yang besar dan signifikan terhadap Efektivitas Penyampaian Informasi, lalu angka koefisien regresi menyatakan nilai 0.767 (positif)
Adopsi Komunikasi Persuasi Ibu Muda dalam Pengembangan Bisnis Multi-Level Marketing (MLM) Vina Mahdalena; Lusia Handayani; Uljanatunnisa Uljanatunnisa
Society Vol 11 No 2 (2023): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v11i2.369

Abstract

Business competition has given birth to a network marketing system or what is commonly referred to as Network Marketing. The utilization used in Network Marketing, or what we currently know as MLM (Multi-Level Marketing), uses a network system where interpersonal communication is required both between MLM members and communication between members, customers, and prospective consultants. The interpersonal communication of consultants determines MLM business. How do they apply persuasive communication to persuade consumers or other consultants to join their network? This research uses a case study method. The results illustrate three important things young mothers do when running an MLM business to build the household economy. First, a trustworthy communicator will build credibility. Second, I need to understand how to convey messages in the MLM trading system; third, I need to choose communication channels that follow the objectives.
Video Edukasi “Daerah Kontras Ibukota” Pada Orang di Luar Daerah Jakarta Vina Mahdalena; Lusia Handayani; Rini Riyantini; Rayhan Althaaf; Chasna Alifia; Azhar Bancar; Sulistia Sulistia; Najwa Syifa
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 1 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Jakarta merupakan salah satu kota yang memiliki masalah yang kompleks. Masalah utama seperti kepadatan penduduk dan tingkat stres merupakan salah satu masalah yang seringkali dihadapi oleh para penduduk Jakarta. Bahkan berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya, Kota Jakarta masuk kedalam 10 besar kota dengan tingkat stres yang tinggi. Salah satu penyebab dari permasalah tersebut adalah tingkat urbanisasi Jakarta yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji coba efektivitas media dalam merubah sikap masyarakat terhadap Kota Jakarta. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre test dan post test, terhadap media yang digunakan berupa video. Peneliti melakukan produksi instrumen berupa video dengan judul “Daerah Kontras Ibukota”. Hasil penelitian menunjukan adanya perubahan sikap dari para responden setelah menyaksikan video yang diberikan.
Ekstasi Komunikasi Sebagai Media Edukasi Untuk Remaja Vina Mahdalena; Lusia Handayani; Rini Riyantini; Muhammad Raihan; Firmansyah Firmansyah; Danu Pudyo Isworo; Ezaa Ezaa; Fillah Fillah
Loka Bhakti : Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Vol 1 No 2 (2025): Loka Bhakti (Jurnal Pengabdian Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstasi komunikasi adalah sebuah fenomena ketika individu mengalami kegembiraan yang mendalam saat berkomunikasi, hal ini biasanya sering terjadi dalam media sosial atau berbagai media komunikasi lainnya. Video edukasi ini bertujuan untuk menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep ekstasi komunikasi, faktor dari apa yang menyebabkan fenomena ini terjadi serta akibat dari ekstasi komunikasi itu sendiri. Ekstasi komunikasi juga dapat menyebabkan hal seperti hiperrealitas terjadi dimana informasi yang serba cepat untuk dibagikan dianggap sebagai kebenaran dan ketepatan informasi. Sehingga banyak orang yang lebih percaya dengan isu atau opini orang tanpa memperhatikan fakta lapangan yang jelas. Target dari edukasi ini dikhususkan pada remaja yang banyak terpapar dengan sosial media. Remaja dapat merefleksikan ekstasi komunikasi dengan kehidupan sehari-hari.
Dinamika Gender dalam Ruang Maya Lusia Handayani; Vina Mahdalena; Ratu Laura Baskara; Uljanatunnisa Uljanatunnisa
Global Komunika : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8 No 2 (2025): Global Komunika Vol. 8 No. 2 2025
Publisher : FISIP UPNVJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33822/gk.v8i2.11359

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam kurun 2015–2025 telah merevolusi cara komunikasi dan konstruksi jender, sehingga memberi ruang bagi ekspresi gender yang lebih fleksibel. Penelitian ini meninjau literatur terkait praktik ekspresi jender di platform digital seperti Instagram, TikTok, forum daring, dan komunitas gaming. Metode yang digunakan adalah kualitatif-literature review, dengan analisis pada artikel jurnal peer-reviewed (2015–Mei 2025) yang difokuskan pada ekspresi identitas maskulin, feminin, dan non-biner, framing advokasi digital, serta dinamika pelecehan berbasis jender di dunia maya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z dan milenial memanfaatkan fitur multimodal—seperti filter, emotikon, GIF, dan hashtag—untuk membangun “self-branding” jender yang mengaburkan perbedaan tradisional. Identitas non-biner semakin muncul melalui pilihan avatar netral dan penggunaan pronoun “mereka” atau “they/them”. Meskipun ruang digital menawarkan peluang inklusif, bentuk pelecehan (misogini digital, slut-shaming, transfobia) masih marak terjadi, sementara moderasi platform di Indonesia hanya menindaklanjuti sekitar 30% laporan. Selain itu, perbedaan gaya komunikasi maskulin (kompetitif, langsung) dan feminin (kolaboratif, emotif) memudar di medium digital karena emotikon dan GIF menjadi penanda nuansa emosional, dan pengguna non-biner mengembangkan gaya komunikasi hibrid. Implikasi penelitian menekankan pentingnya literasi digital jender dan peningkatan moderasi agar ruang maya menjadi lebih aman dan inklusif.
Audience Reception of Medical Authority in the Ice Cold Documentary Dewi Hanum Firdasari; Vina Mahdalena; Lusia Handayani
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2707

Abstract

Doctor Djaja Surya Atmadja is an expert witness for the defendant who appears in the documentary “Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.” However, Doctor Djaja's explanation of the medical facts surrounding Mirna Salihin's death was not fully accepted by viewers due to a misperception of Doctor Djaja's position. Therefore, this study aims to describe how viewers interpret Doctor Djaja's representation as a medical authority in the documentary Ice Cold. The research methods used are descriptive qualitative, Stuart Hall's audience reception analysis, and in-depth interviews with six informants using purposive sampling techniques. The results of the study describe that five informants were in the position of dominant hegemonic, because they accepted and acknowledged that the documentary represented Doctor Djaja as a medical authority. Meanwhile, one informant was in the position of opposition, because he considered that the documentary only focused on explaining Doctor Djaja's controversial character in the public eye.