Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Self-Directed Learning Dan Literasi Digital Terhadap Tingkat HOTS Siswa SMK Teknik Otomotif Farthur Ahkyat Ahkyat; Riza Hasan; Efri Meldianto; Anggie Marsyaelina
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v12i1.76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari (1) kemampuan belajar mandiri (Self-Directed Learning) dan (2) tingkat literasi digital terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills/HOTS) pada siswa SMK Program Keahlian Teknik Otomotif di wilayah DIY. Metode penelitian yang digunakan adalah ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 360 siswa kelas XI jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK terpilih di daerah tersebut, dengan 187 siswa sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui regresi ganda dengan pengujian koefisien korelasi, determinasi, serta uji signifikansi menggunakan program SPSS 21.0 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Self-Directed Learning memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap HOTS siswa dengan kontribusi efektif sebesar 47,2%; (2) Literasi Digital juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap HOTS siswa dengan kontribusi efektif 27,1%; dan (3) secara simultan, Self-Directed Learning dan Literasi Digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan HOTS siswa dengan kontribusi efektif sebesar 53,5%.
SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK : GERAKAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI BIOPORI DI SMAN 1 MEUREUBO, KABUPATEN ACEH BARAT Andi Mustari; Hilma Erliana; Intan Wulan Sari; Luthfi Luthfi; Farthur Ahkyat; Riza Hasan
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39349

Abstract

ABSTRAKKabupaten Aceh Barat, SMAN 1 Meureubo menghadapi permasalahan lingkungan berupa penumpukan sampah organik (sisa kantin dan dedaunan) serta genangan air akibat daya serap tanah yang rendah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan siswa melalui penerapan teknologi biopori sekaligus mengelola sampah organik menjadi kompos dan mengurangi genangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan tahapan: penyuluhan, pelatihan praktik (learning by doing), pendampingan, dan evaluasi keberhasilah kegiatan. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan April 2025 selama 2 bulan (60 hari) : penyuluhan (sosialisasi) pada hari ke-1, pelatihan praktik pada hari ke-2, pendampingan dan pemantauan setiap 3–5 hari sekali, serta evaluasi akhir pada hari ke-60. Mitra kegiatan adalah 58 siswa kelas X dan XI SMAN 1 Meureubo. Hasil yang dicapai menunjukkan rata-rata capaian aspek pengetahuan (84,8%), keterampilan (83,2%), dan sikap kepedulian lingkungan (85,0%) dengan kategori sangat tinggi. Terpasang 12 unit lubang biopori yang terbukti mengurangi genangan air hingga 70% (metode pengukuran kedalaman genangan di titik yang sama sebelum dan sesudah pemasangan biopori) dan menyusutkan volume sampah organik sebesar 40–50% dalam 2 minggu. Terbentuk tim lingkungan siswa untuk perawatan rutin, dan sekolah berkomitmen melanjutkan program menuju predikat Adiwiyata. Kegiatan ini berhasil membangun karakter peduli lingkungan dan keterampilan praktis siswa secara berkelanjutan.Kata kunci: Biopori; Sampah Organik; Genangan Air; Kepedulian Lingkungan; Sekolah Adiwiyata. ABSTRACTWest Aceh Regency, SMAN 1 Meureubo faces environmental problems of organic waste accumulation (canteen leftovers and fallen leaves) and waterlogging due to low soil permeability. This activity aims to enhance students' environmental awareness through the application of biopore technology while managing organic waste into compost and reducing waterlogging. The method used is an educational-participatory approach consisting of counseling, hands-on training (learning by doing), mentoring, and evaluation of activity success. The activity was carried out starting in April 2025 for 2 months (60 days), with details: counseling (socialization) on day 4, hands-on training on day 5, mentoring and monitoring every 3–5 days until day 56, and final evaluation on day 60. The activity partners were 58 students from grades X and XI of SMAN 1 Meureubo. The results showed average achievement in the knowledge aspect (84.8%), skills (83.2%), and environmental awareness attitude (85.0%) in the very high category. Twelve biopore holes were installed, proven to reduce waterlogging by up to 70% (using the method of measuring water depth at the same point before and after biopore installation) and to reduce organic waste volume by 40–50% within 2 weeks. A student environmental team was formed for routine maintenance, and the school is committed to continuing the program towards the Adiwiyata predicate. This activity successfully built students' environmental awareness and practical skills in a sustainable manner.Keywords: Biopore; Organic Waste; Waterlogging; Environmental Awareness; Adiwiyata School.