Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Konten Soft Selling Instagram @gramediadigital terhadap Minat Beli Produk Gramedia Digital Phoebe Valencia; Asep Soegiarto; Wina Puspita Sari; Anggun Nadia Fatimah; Menati Fajar Rizki
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2499

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam kebiasaan membaca masyarakat, yang kini semakin beralih ke platform digital seperti Gramedia Digital. Dalam menghadapi tantangan pemasaran produk digital, strategi konten soft selling melalui media sosial menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konten soft selling di Instagram @gramediadigital terhadap minat beli produk Gramedia Digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei daring dan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 397 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @gramediadigital dan telah melihat konten soft selling pada periode Januari-April 2025. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi Pearson setelah melalui asumsi uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,884 dan angka signifikansi 0,000 (< 0,05). Sehingga, dapat dinyatakan bahwa hipotesis yang diajukan oleh peneliti terbukti, yaitu adanya pengaruh signifikan dari konten soft selling Instagram @gramediadigital terhadap minat beli produk Gramedia Digital. Dapat disimpulkan bahwa temuan ini membuktikan bahwa strategi konten soft selling yang bersifat halus, informatif, dan menarik secara visual dapat mendorong ketertarikan dan minat beli konsumen terhadap produk secara efektif, serta dapat dijadikan dasar untuk strategi Public Relations, pemasaran digital, dan pengembangan komunikasi yang lebih kreatif dan berkelanjutan
Strategi Copywriting dalam Membentuk Brand Identity pada Konten Instagram @izincoid Hikmatullah Hikmatullah; Asep Soegiarto; Wina Puspita Sari; Indah Fajar Rosalina; Mentari Anugrah Imsa
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi copywriting yang digunakan oleh akun Instagram @izincoid dalam memperkuat citra merek. Penggunaan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi elemen tekstual terhadap pembentukan identitas merek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten pada akun Instagram @izincoid dan wawancara mendalam dengan anggota tim kreatif yang bertanggung jawab atas pembuatan konten. Penelitian ini mengkaji empat aspek utama dalam copywriting: judul (headline), isi teks (body copy), ajakan bertindak (call to action), dan penggunaan tagar (hashtag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa copywriting yang efektif, yang ditandai dengan kejelasan, relevansi, dan kesesuaian dengan ekspektasi audiens, secara signifikan memengaruhi penguatan citra merek. Penggunaan gaya bahasa yang komunikatif dan persuasif secara efektif meningkatkan keterlibatan audiens dengan membangun hubungan yang lebih dekat dengan merek. Selain itu, kemampuan untuk menyesuaikan nada bahasa dan teknik naratif sesuai dengan format konten dan tujuan komunikasi mendukung fleksibilitas dan ketepatan dalam menyampaikan pesan merek. Dengan menerapkan strategi copywriting secara strategis, sebuah merek dapat membangun kepercayaan yang lebih besar dengan audiensnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa copywriting yang dirancang secara efektif, adaptif, dan berorientasi pada audiens merupakan kunci dalam menciptakan identitas merek yang konsisten dan mudah dikenali di platform digital, khususnya Instagram.
Analisis Standarisasi Cover Konten Video Instagram @suaradotcom dalam Meningkatkan Konsistensi dan Brand Awareness Suara.com Anastasia Liana Triastuti; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Anggun Nadia Fatimah; Abdul Kholik
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi standarisasi cover konten video Instagram @suaradotcom dalam meningkatkan konsistensi tampilan visual serta membangun brand awareness Suara.com sebagai salah satu portal media berita digital di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya media sosial Instagram, sebagai salah satu sarana penyebaran informasi dan pembentukan identitas merek di era digital. Suara.com sebelumnya belum memiliki kebijakan standarisasi konten visual yang baku, khususnya pada tampilan cover konten video Instagram @suaradotcom, sehingga membuat tampilan pada feeds Instagram terlihat tidak konsisten yang berpotensi mengurangi kekuatan citra merek di mata audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan terdiri dari tim internal Suara.com dan beberapa followers akun Instagram @suaradotcom. Penelitian ini menggunakan teori identitas merek oleh Aditya Wardhana serta teori brand awareness dari David A. Aaker sebagai landasan dalam menganalisis masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkannya standarisasi visual sejak Januari 2025—dengan elemen khas seperti overlay warna merah dan ungu, tipografi kapital tebal, dan pencantuman logo Suara.com—terjadi peningkatan dalam konsistensi tampilan feeds dan daya tarik visual. Hal ini berdampak positif terhadap brand awareness, terbukti dari meningkatnya jumlah pengikut serta respons positif dari audiens yang merasa tampilan konten menjadi lebih rapi, menarik, dan mudah dikenali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standarisasi visual yang terencana dan konsisten mampu memperkuat identitas merek dan meningkatkan kesadaran audiens terhadap Suara.com. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi media digital lain dalam merancang strategi komunikasi visual di media sosial.
Strategi Social Media Marketing Penerbit Grasindo dalam Meningkatkan Brand Equity Melalui Key Opinion Leader (KOL) di Instagram Anita Firdaus; Menati Fajar Rizki; Asep Soegiarto; Anggun Nadia Fatimah; Muria Putriana
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi social media marketing yang dijalankan oleh Penerbit Grasindo dalam meningkatkan brand equity melalui kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL) di platform Instagram. Seiring meningkatnya peran media sosial dalam pemasaran digital, Grasindo memanfaatkan Instagram sebagai media utama promosi dan komunikasi dengan audiens, khususnya melalui konten yang melibatkan Key Opinion Leader (KOL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi konten Instagram, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grasindo menerapkan strategi social media marketing berdasarkan empat elemen dari Gunelius (2011), yaitu content creation, content sharing, connecting, dan community building. KOL dipilih berdasarkan model VisCAP (Visibility, Credibility, Attraction, Power) untuk memastikan kesesuaian karakter dengan citra merek. Strategi ini berkontribusi terhadap peningkatan brand equity, seperti brand awareness, membentuk asosiasi merek yang positif (brand association), memperkuat persepsi kualitas (perceived quality), serta mendorong loyalitas pembaca terhadap produk Grasindo (brand loyalty). Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dengan KOL melalui media sosial berperan dalam mendukung upaya meningkatkan dan mempertahankan brand equity,, khususnya di industri penerbitan yang semakin kompetitif dan digital
Pengaruh Content Marketing Shopee Affiliate di Tiktok terhadap Minat Beli Generasi Z pada Produk Fesyen Cheryl Olivia Sabina; Asep Soegiarto; Wina Puspita Sari; Mentari Anugrah Imsa; Menati Fajar Rizki
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh content marketing dalam program Shopee Affiliate di TikTok terhadap minat beli Generasi Z pada produk fesyen. Latar belakang penelitian didasari oleh meningkatnya penggunaan TikTok dan keterlibatan Generasi Z dalam konsumsi konten digital berbasis afiliasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 173 mahasiswa Prodi Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Digital UNJ, dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4. Content marketing diukur berdasarkan lima dimensi Karr (2016), dan minat beli berdasarkan model AIDA dari Kotler & Keller (2012). Hasil menunjukkan bahwa content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, dengan nilai path coefficient 0.729, T-statistic 9.134, dan P-value 0.000. Nilai R² sebesar 0.531 mengindikasikan bahwa variabel independen menjelaskan 53,1% variasi minat beli. Dimensi reader cognition, sharing motivation, dan persuasion menjadi faktor dominan, sedangkan action dalam proses pembelian masih cenderung rendah. Penelitian menyimpulkan bahwa strategi content marketing afiliasi di TikTok efektif dalam membentuk minat beli Gen Z, namun konversi ke tindakan perlu diperkuat melalui elemen sosial dan call-to-action yang lebih kuat.
Strategi Komunikasi Humas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Menginformasikan Layanan SAPA 129 Dian Yusuf; Wina Puspita Sari; Asep Soegiarto; Muria Putriana; Menati Fajar Rizki
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam strategi komunikasi yang diterapkan oleh Humas Kemen PPPA dalam menginformasikan layanan SAPA 129, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis model perencanaan strategi komunikasi lima tahap dari Hafied Cangara, yang meliputi Penelitian (Research), Perencanaan (Plan), Pelaksanaan (Execute), Pengukuran (Measure), dan Pelaporan (Report). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan dari Biro Humas Kemen PPPA, observasi, studi dokumentasi, dan diperkuat dengan triangulasi sumber melalui wawancara dengan seorang praktisi komunikasi publik sebagai informan ahli.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas Kemen PPPA telah menerapkan strategi komunikasi secara siklus, terstruktur, dan berbasis data. Proses ini diawali dengan riset mendalam berbasis data dari SIMFONI PPA, dilanjutkan dengan perencanaan multi saluran yang berfokus pada platform digital, diwujudkan melalui diseminasi konten edukatif dan pemanfaatan komunikator kunci, serta dievaluasi dan dilaporkan secara sistematis untuk pengambilan keputusan. Praktik ini divalidasi oleh ahli komunikasi publik sebagai sebuah pendekatan yang profesional dan menunjukkan tingkat kematangan organisasi yang tinggi, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis bukti. Faktor pendukung utama adalah dukungan pimpinan yang kuat dan kolaborasi eksternal yang luas. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, tantangan jangkauan ke daerah 3T, serta tingkat kepercayaan publik yang masih perlu ditingkatkan
Pengaruh CO-Branding Terhadap Brand Awareness (Studi Kuantitatif Terhadap Kolaborasi Selebritas MALIQ & D’Essentials dengan Brand Parfum HMNS di Media Sosial Instagram) Dominikus Tukan; Anggun Fatimah; Asep Soegiarto; Menati Rizki; Muria Putriana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2768

Abstract

Strategi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi co-branding antara selebritas MALIQ & D’Essentials dengan brand parfum lokal HMNS terhadap brand awareness melalui media sosial Instagram. Kolaborasi ini diwujudkan dalam peluncuran parfum edisi khusus yang dipromosikan secara digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 400 pengguna Instagram yang mengikuti akun @hmns.id dan mengetahui kolaborasi tersebut. Instrumen penelitian berupa kuesioner disusun berdasarkan dimensi co-branding dari Keller serta indikator brand awareness. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa co-branding berpengaruh signifikan terhadap brand awareness, ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05). Koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Responden menilai kolaborasi ini menarik, unik, dan mampu membentuk citra positif terhadap HMNS sebagai brand parfum lokal. Dengan demikian, strategi co-branding terbukti efektif sebagai alat komunikasi pemasaran dalam    meningkatkan brand awareness melalui media sosial.
Strategi Manajemen Event Book Tour Seporsi Perjalanan Syifa Rizka Farentia; Wina Puspita Sari; Asep Soegiarto; Muria Putriana; Abdul Kholik
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 3 (2025): Juli
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i3.2594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen acara yang digunakan Grasindo, dengan fokus pada tahapan perencanaan hingga evaluasi. Teori yang digunakan adalah kerangka kerja manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) oleh George R. Terry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan dua penyelenggara internal dan satu praktisi ahli di bidang event. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara dikelola secara sistematis berdasarkan tahapan POAC. Tahap perencanaan mempertimbangkan analisis audiens dan situasi. Tahap pengorganisasian menyoroti pentingnya komunikasi dan kolaborasi lintas divisi. Tahap pelaksanaan menunjukkan keberhasilan dalam membangun koordinasi antar divisi, membangun hubungan dengan eksternal, dan menyiapkan rencana cadangan untuk menghadapi masalah yang tidak terduga. Tahap pengendalian mengukur pencapaian tujuan acara. Sebagai kesimpulan, strategi manajemen event ini dinilai efektif, terutama dalam mengomunikasikan tema kesehatan mental.