Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Tipologi Petani dalam Keberagaman Usahatani Sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Ardi Rumallang; Akbar Akbar
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.37162

Abstract

Tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur merupakan karakter petani sayur dalam melakukan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji tipologi petani dan menganalisis hubungan tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Penelitian dilakukan dari bulan Mei – Agustus 2021 menggunakan metode survei dengan penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan deskrptif kualitatif dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipologi petani dalam keberagaman usahatani sayur di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa yaitu tipologi berdasarkan luas lahan, tipologi berdasarkan orientasi atau tujuan bertani, tipologi berdasarkan teknologi, serta tipologi berdasarkan sifat yang dimiliki petani. Tipologi petani berdasarkan luas lahan terhadap keberagaman usahatani memiliki hubungan yang cukup (nilai korelasi 0,48) dan termasuk kategori korelasi cukup yang berarti petani yang memiliki luas lahan yang cukup maka memungkinkan adanya keberagamaan usahatani sayur yang dilakukan. Tipologi petani berdasarkan orientasi atau tujuan berusahatani terhadap keberagaman usahatani memiliki nilai korelasi 0,81 menunjukkan adanya hubungan atau korelasi yang sangat kuat yang artinya bahwa banyaknya komoditi sayur yang diusahakan oleh petani sangat ditentukan oleh tipologi petani berdasarkan tujuan dalam melakukan usahatani dengan komoditi yang diusahakan adalah kentang, tomat, kubis, daun bawang dan buncis. Demikian juga dengan hubungan tipologi petani berdasarkan sifat terhadap keberagaman usahatani sayur yang diusahakan oleh petani termasuk korelasi sangat kuat (nilai korelasi 0,84) dan memiliki hubungan yang sangat kuat, artinya bahwa tipologi petani berdasarkan sifat sangat menentukan keberagaman usahatani sayur yang akan diusahakan oleh petani di lokasi penelitian.
Analisis Struktur, Perilaku dan Kinerja Pemasaran Kentang di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa Ardi Rumallang; Jumiati Jumiati; Akbar Akbar; Nandir Nandir
Agrikultura Vol 30, No 3 (2019): Desember, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.253 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i3.23963

Abstract

Konteks struktur, perilaku pasar dan kinerja pemasaran kentang di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao sebagai salah satu daerah sentra produksi kentang di Kabupaten Gowa akan membawa dampak signifikan terhadap pembentukan harga kentang di Kabupaten Gowa. Penelitian ini mengkaji struktur, perilaku pasar dan kinerja pemasaran kentang yang berpotensi menjadi salah satu pembentuk harga kentang yang pada gilirannya akan menentukan harga kentang dan pendapatan yang akan diterima oleh petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui dan menganalisis struktur pasar kentang, (2) mengetahui dan menganalisis perilaku pasar, serta (3) mengetahui dan menganalisis kinerja pemasaran kentang di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analasis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur pasar (market structure) secara kualitatif termasuk pasar persaingan sempurna; (2) perilaku pasar membentuk tiga saluran pemasaran yaitu Pemasaran I (produsen – konsumen), Pemasaran II (Produsen – pedagang pengumpul - pedagang pengecer – konsumen), dan Pemasaran III (Produsen – pedagang pengumpul – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen); serta (3) kinerja pemasaran yang paling banyak memperoleh keuntungan yaitu pada Pemasaran III.