Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KADAR ASAM URAT PADA REMAJA Tantri Analisawati Sudarsono; Kurnia Ritma Dhanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.682 KB)

Abstract

Latar belakang : Di Indonesia, penyakit asam urat menduduki peringkat kedua terbanyak setelah osteoarthritis. Penyakit asam urat erat kaitannya dengan obesitas, pola hidup kurang olahraga, konsumsi makanan berlemak, berkadar gula tinggi, daging merah, jeroan dan santan serta tidur yang tidak berkualitas. Asam urat tidak hanya menyerang pada orang dewasa tetapi juga pada usia remaja atau bahkan anakanak. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase kejadian kadar asam urat tinggi pada remaja berusia 18-21 tahun dan faktor risiko yang mempengaruhinya. Metode : Metode yang digunakan adalah desain Analitik Korelasi Bivariat untuk mengkaji hubungan antar variabel yang digunakan. Pemeriksaan kadar asam urat dilakukan dengan metode uricase.
PENGENDALIAN KADAR KOLESTEROL SEBAGAI UPAYA PENEKANAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA ANGGOTA AISYIYAH DESA KEBANGGAN KEC SUMBANG Kurnia Ritma Dhanti; Retno Sulistiyowati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.004 KB)

Abstract

Warga Aisyiyah desa Kebanggan kecamatan Sumbang mayoritas bekerja sebagai ibu rumahtangga. Seperti halnya ibu rumah tangga lainnya, kecenderungan untuk hidup hemat terkadang melalaikan resiko bahaya yang bisa mengintai, salah satu contohnya adalah penggunaan minyak goreng secara berulang demi alasan ekonomis. Padahal minyak yang dipanaskan berkali-kali dapat mengalami perubahan struktur menjadi senyawa yang berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian dari tim penyuluh, cincau diketahui dapat menurunkan bilangan peroksida, sehingga dapat menurunkan resiko bahaya jelantah. Pada kegiatan ini, dilakukan sosialisasi penggunaan cincau untuk menurunkan resiko bahaya jelantah. Selain pemaparan tersebut, tim penyuluh juga memberikan materi tentang pemanfaatan jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin. Penyuluhan ini diharapkan warga Aisyiyah desa Kebanggan dapat lebih bijak dalam menggunakan jelantah. Pengurangan pemakaian jelantah secara tidak langsung dapat membantu mengendalikan terjadinya penyakit akibat konsumsi kolesterol berlebih, seperti jantung koroner.
Skrining antikanker menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) dengan partisi etanol Kurnia Ritma Dhanti
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v7i1.129

Abstract

Latar belakang : Pengembangan senyawa antikanker dari bahan alami perlu dilakukan untuk meminimalisir efek samping dari penanganan penyakit kanker yang saat ini banyak dilakukan. Suatu senyawa dapat diketahui potensi antikankernya dengan pendekatan menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test). Ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) bersifat toksik terhadap larva A. salina Leach. Tujuan : Mengetahui bagian teraktif dari ekstrak metanol daun saga yang dipartisi (dipisahkan) menggunakan pelarut etanol. Metode : Ekstrak metanol daun saga dipartisi dengan pelarut etanol hingga terbentuk bagian larut dan tidak larut. Kedua bagian tersebut diuji menggunakan metode BST dengan 5 kali ulangan dan 3 replikasi yang masing-masing menggunakan 10 ekor larva A.salina. Hasil : Dari perhitungan didapatkan nilai LC50 bagian larut etanol sebesar 144,544 ppm sedangkan nilai LC50 bagian tidak larut etanol sebesar 151,356 ppm. Kesimpulan : Bagian larut etanol menyebabkan persentase kematian yang lebih tinggi daripada bagian tidak larut. Nilai LC50 bagian larut etanol lebih rendah dibanding bagian tidak larutnya. Semakin rendah nilai LC50 senyawa, maka semakin berpotensi pula untuk dikembangkan sebagai agen antikanker. Kata kunci : toksisitas, Abrus precatorius L., Artemia salina Leach., antikanker, partisi.
PEMBUATAN DAN UJI ANTIBAKTERI GEL ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Kurniawan - Kurniawan; Aisyah Sabila Rosyada; Arif - Mulyanto; Kurnia Ritma Dhanti
Scripta Biologica Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sb.2023.10.3.1525

Abstract

Staphylococcus aureus is a Gram-positive coccus that is an opportunistic pathogen, namely as a normal flora and also as a pathogen that causes nosocomial infections. This bacterium is able to adapt and easily undergo mutations, giving rise to new strains that are resistant to antibiotics and pose a threat to human health. Efforts to find active ingredients that are effective against S. aureus continue to be carried out by utilizing coconut product waste, namely coconut shell charcoal, which contains active ingredients in the form of antimicrobial compounds. The material is extracted and made into a gel preparation to make it easier to use. The purpose of this study was to obtain the optimal coconut shell charcoal extract gel formula and determine its ability to inhibit the growth of S. aureus bacteria in vitro. This type of research is true experimental, consisting of five groups, namely positive control, negative control, and concentrations of 3%, 6%, and 9%. The extract was prepared in the form of a gel and tested for antibacterial activity using the diffusion method. The optimal preparation of coconut shell charcoal extract gel was achieved at a concentration of 9%, and the greatest antibacterial inhibition against S. aureus bacteria was also obtained at a gel with a concentration of 9%. The coconut shell charcoal extract gel formula with a concentration of 9% is the optimal gel and has the greatest antibacterial inhibition against S. aureus bacteria.Key Words: antibacterial test, coconut shell charcoal, gel preparation, Staphylococcus aureus 
Hubungan Kadar Protein Urin Dengan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1 Banjarnegara Arum Wulandari; Umi Solikhah; Retno Sulistiyowati; Kurnia Ritma Dhanti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsi merupakan gangguan kehamilan yang sering terjadi di usia kehamilan 20 minggu akibat kelainan fungsi endotel dari pembuluh darah yang dapat menurunkan perfusi organ dan dapat mengakibatkan terjadinya protein urin positif dan hipertensi. Protein urin positif merupakan adanya kandungan protein di dalam urin akibat kegagalan ginjal dalam memfiltrasi protein. Sedangkan hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal (≥140/90 mmHg). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar protein urin dengan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi kohort prospektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022. Sebanyak 30 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi akan diambil data tekanan darah dan protein urin secara sekunder pada TM II dan secara primer pada TM III. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square Fisher’s Exact Test. Pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM II diperoleh nilai p:1,000 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah pada ibu hamil TM II. Sedangkan pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III diperoleh nilai p: 0,003 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III.
Viability of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Bacteria Preserved at Different Temperature and Time Sekar Karima Rachma; Kurniawan; Ikhsan Mujahid; Kurnia Ritma Dhanti
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 16 No 2 (2024): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v16i2.60

Abstract

The bacteria Staphylococcus aureus, a normal component of human flora, is easily mutated and antibiotic-resistant, leading to the creation of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This bacterium is a difficult-to-control nosocomial infection in healthcare settings, so it must be stored using specialized preservation agents, like DMSO, to investigate the nature and characteristics of these bacteria for prevention, control, and therapy. The purpose of this study was to evaluate the survival of MRSA bacteria that had been kept in a DMSO solution at various temperatures and periods. This study was carried out between July and October2022 using a one-shot study case research design, data analysis, and quantitative descriptive analysis. According to the findings, MRSA bacteria held in 15% DMSO solution lost viability over time and at various storage temperatures. Among various bacterial species held at various storage temperatures, MRSA bacteria had the lowest colony loss rate (-20 °C). Based on the findings of this study, it can be said that the preservation of MRSA bacteria at freezing temperature (-20 °C) and storage length of one month resulted in the greatest survivability of the bacteria when stored in 15% DMSO solution.