Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGENDALIAN KADAR KOLESTEROL SEBAGAI UPAYA PENEKANAN PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA ANGGOTA AISYIYAH DESA KEBANGGAN KEC SUMBANG Kurnia Ritma Dhanti; Retno Sulistiyowati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 1 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.004 KB)

Abstract

Warga Aisyiyah desa Kebanggan kecamatan Sumbang mayoritas bekerja sebagai ibu rumahtangga. Seperti halnya ibu rumah tangga lainnya, kecenderungan untuk hidup hemat terkadang melalaikan resiko bahaya yang bisa mengintai, salah satu contohnya adalah penggunaan minyak goreng secara berulang demi alasan ekonomis. Padahal minyak yang dipanaskan berkali-kali dapat mengalami perubahan struktur menjadi senyawa yang berbahaya. Berdasarkan hasil penelitian dari tim penyuluh, cincau diketahui dapat menurunkan bilangan peroksida, sehingga dapat menurunkan resiko bahaya jelantah. Pada kegiatan ini, dilakukan sosialisasi penggunaan cincau untuk menurunkan resiko bahaya jelantah. Selain pemaparan tersebut, tim penyuluh juga memberikan materi tentang pemanfaatan jelantah sebagai bahan dasar pembuatan lilin. Penyuluhan ini diharapkan warga Aisyiyah desa Kebanggan dapat lebih bijak dalam menggunakan jelantah. Pengurangan pemakaian jelantah secara tidak langsung dapat membantu mengendalikan terjadinya penyakit akibat konsumsi kolesterol berlebih, seperti jantung koroner.
Skrining antikanker menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) dengan partisi etanol Kurnia Ritma Dhanti
Riset Informasi Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v7i1.129

Abstract

Latar belakang : Pengembangan senyawa antikanker dari bahan alami perlu dilakukan untuk meminimalisir efek samping dari penanganan penyakit kanker yang saat ini banyak dilakukan. Suatu senyawa dapat diketahui potensi antikankernya dengan pendekatan menggunakan metode BST (Brine Shrimp Lethality Test). Ekstrak metanol daun saga (Abrus precatorius L.) bersifat toksik terhadap larva A. salina Leach. Tujuan : Mengetahui bagian teraktif dari ekstrak metanol daun saga yang dipartisi (dipisahkan) menggunakan pelarut etanol. Metode : Ekstrak metanol daun saga dipartisi dengan pelarut etanol hingga terbentuk bagian larut dan tidak larut. Kedua bagian tersebut diuji menggunakan metode BST dengan 5 kali ulangan dan 3 replikasi yang masing-masing menggunakan 10 ekor larva A.salina. Hasil : Dari perhitungan didapatkan nilai LC50 bagian larut etanol sebesar 144,544 ppm sedangkan nilai LC50 bagian tidak larut etanol sebesar 151,356 ppm. Kesimpulan : Bagian larut etanol menyebabkan persentase kematian yang lebih tinggi daripada bagian tidak larut. Nilai LC50 bagian larut etanol lebih rendah dibanding bagian tidak larutnya. Semakin rendah nilai LC50 senyawa, maka semakin berpotensi pula untuk dikembangkan sebagai agen antikanker. Kata kunci : toksisitas, Abrus precatorius L., Artemia salina Leach., antikanker, partisi.
PEMBUATAN DAN UJI ANTIBAKTERI GEL ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Kurniawan - Kurniawan; Aisyah Sabila Rosyada; Arif - Mulyanto; Kurnia Ritma Dhanti
Scripta Biologica Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.sb.2023.10.3.1525

Abstract

Staphylococcus aureus is a Gram-positive coccus that is an opportunistic pathogen, namely as a normal flora and also as a pathogen that causes nosocomial infections. This bacterium is able to adapt and easily undergo mutations, giving rise to new strains that are resistant to antibiotics and pose a threat to human health. Efforts to find active ingredients that are effective against S. aureus continue to be carried out by utilizing coconut product waste, namely coconut shell charcoal, which contains active ingredients in the form of antimicrobial compounds. The material is extracted and made into a gel preparation to make it easier to use. The purpose of this study was to obtain the optimal coconut shell charcoal extract gel formula and determine its ability to inhibit the growth of S. aureus bacteria in vitro. This type of research is true experimental, consisting of five groups, namely positive control, negative control, and concentrations of 3%, 6%, and 9%. The extract was prepared in the form of a gel and tested for antibacterial activity using the diffusion method. The optimal preparation of coconut shell charcoal extract gel was achieved at a concentration of 9%, and the greatest antibacterial inhibition against S. aureus bacteria was also obtained at a gel with a concentration of 9%. The coconut shell charcoal extract gel formula with a concentration of 9% is the optimal gel and has the greatest antibacterial inhibition against S. aureus bacteria.Key Words: antibacterial test, coconut shell charcoal, gel preparation, Staphylococcus aureus 
Hubungan Kadar Protein Urin Dengan Tekanan Darah Pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1 Banjarnegara Arum Wulandari; Umi Solikhah; Retno Sulistiyowati; Kurnia Ritma Dhanti
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklamsi merupakan gangguan kehamilan yang sering terjadi di usia kehamilan 20 minggu akibat kelainan fungsi endotel dari pembuluh darah yang dapat menurunkan perfusi organ dan dapat mengakibatkan terjadinya protein urin positif dan hipertensi. Protein urin positif merupakan adanya kandungan protein di dalam urin akibat kegagalan ginjal dalam memfiltrasi protein. Sedangkan hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal (≥140/90 mmHg). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar protein urin dengan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Madukara 1. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi kohort prospektif. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2022. Sebanyak 30 sampel ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi akan diambil data tekanan darah dan protein urin secara sekunder pada TM II dan secara primer pada TM III. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square Fisher’s Exact Test. Pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM II diperoleh nilai p:1,000 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah pada ibu hamil TM II. Sedangkan pada pemeriksaan hubungan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III diperoleh nilai p: 0,003 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara protein urin terhadap tekanan darah ibu hamil TM III.
Viability of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Bacteria Preserved at Different Temperature and Time Sekar Karima Rachma; Kurniawan; Ikhsan Mujahid; Kurnia Ritma Dhanti
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 16 No 2 (2024): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v16i2.60

Abstract

The bacteria Staphylococcus aureus, a normal component of human flora, is easily mutated and antibiotic-resistant, leading to the creation of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). This bacterium is a difficult-to-control nosocomial infection in healthcare settings, so it must be stored using specialized preservation agents, like DMSO, to investigate the nature and characteristics of these bacteria for prevention, control, and therapy. The purpose of this study was to evaluate the survival of MRSA bacteria that had been kept in a DMSO solution at various temperatures and periods. This study was carried out between July and October2022 using a one-shot study case research design, data analysis, and quantitative descriptive analysis. According to the findings, MRSA bacteria held in 15% DMSO solution lost viability over time and at various storage temperatures. Among various bacterial species held at various storage temperatures, MRSA bacteria had the lowest colony loss rate (-20 °C). Based on the findings of this study, it can be said that the preservation of MRSA bacteria at freezing temperature (-20 °C) and storage length of one month resulted in the greatest survivability of the bacteria when stored in 15% DMSO solution.
Optimization of Business Plan in Creating the Creativity of Home Business Actors in Aisyiyah Members Nur Isna Inayati; Kurnia Ritma Dhanti; Ira Hapsari
Journal of Society, Community and Business Development Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/scbd.v1i1.58

Abstract

The Indonesian nation, including Muslim women's movements such as Aisyiyah, is faced with the challenges of very complex problems and dynamics of social change. For example, the problem of poverty, and violence against women and children. There are several obstacles for women in increasing their business, including not understanding the business plan in doing business. As we know today technology continues to develop and telecommunications are increasingly innovating. With advances in the field of information and communication technology today, the world no longer knows boundaries, distance, space and time. The internet has had a great impact because it created a new paradigm in entrepreneurship and business. Community Service Activities the Science and Technology Program for the Community with the title "Optimizing Business Plans in Creating Creativity for Home Business Actors in Aisyiyah Members" in Banyumas Regency has been carried out smoothly and well. The participants of the socialization were able to receive the socialization that was delivered well, was active and as expected. There is interest from participants to know more so that later it is hoped that it will increase the creativity and understanding of participants in doing business.
Correlation Between Lead Levels and Percentage of Basophilic Stippling in the Blood of Silver Men Ratu Azzahra; Kurnia Ritma Dhanti; Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Retno Sulistiyowati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6818

Abstract

The phenomenon of silver men has become increasingly prevalent in recent years. The direct application of metallic paint to the body and the nature of their activities are major factors contributing to potential lead expsure. Elevated blood lead levels can disrupt hematopoiesis, leading to various blood abnormalities, including the presence of basophilic stippling. Basophilic stippling is a distinctive marker indicative of heavy metal toxicity, particularly lead poisoning. This study aims to examine the correlation between blood lead levels and the presence of basophilic stippling in the blood of silver men in Purbalingga Regency and Purwokerto Sub-district. This study employed an observational analytical design with a cross-sectional approach. The research sample consisted of blood specimens from 14 silver men, selected using accidental sampling. Blood samples (3 mL) were collected from the respondents arms into EDTA tubes. Blood lead levels were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while basophilic stippling was examined through Giemsa-stained blood smears observed under a microscope. The collected data were analyzed using Pearsons correlation test. The Pearson correlation test yielded a p-value of 0.045 (p 0.05) and a correlation coefficient of 0.542, indicating a strong positive correlation. There is a strong correlation between blood lead levels andthe presence of basophilic stippling in silver men. An increase in blood lead levels is accompanied by the occurrence of basophilic stippling, highlighting the potential toxic effects of lead exposure in this population.
Studi Fenomenologis Pengembangan Kesehatan Melalui Program PKH di Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis: Phenomenological Study of Health Development Through the PKH Program in Banjaranyar District, Ciamis Regency Hikam Mika'il; Kurnia Ritma Dhanti; Supriyadi; Dita Pratiwi Kusuma Wardani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2433

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan merupakan aspek terpenting dalam kehidupan seseorang, keluhan kesehatan pada seseorang dapat menurunkan produktivitas. Data sensus keluhan kesehatan pada tahun 2021, 27 dari 100 penduduk Indonesia mempunyai keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir dan 13 dari 100 kegiatan sehari-hari menjadi terganggu akibat keluhan kesehatan. Tujuan: Pengembangan kesehatan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diharapkan mampu untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya peserta PKH. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil: Hasil penelitian berupa komponen input, proses, dan output. Seluruh hasil penelitian diolah secara deskriptif dan disampaikan dalam bentuk narasi disertai rangkuman berbentuk tabel. Kesimpulan: Upaya pengembangan kesehatan melalui program PKH berasal dari inovasi kebijakan yang mengedepankan penyempurnaan.
Hubungan Antara Kadar Procalcitonin dengan Jumlah Leukosit pada Penderita Diabetes Melitus Pasca Terapi Bekam Basah: The Correlation between Procalcitonin Levels And Leukocyte Counts In Patients with Diabetes Mellitus After Wet Cupping Therapy ANNISA SHOFIA FAJRO; DITA PRATIWI KUSUMA WARDANI; ULI MASULIYAH INDARWATI; RETNO SULISTIYOWATI; KURNIA RITMA DHANTI
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12484

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kompleks yang ditandai hiperglikemia dan melibatkan disfungsi multiorgan, termasuk sel β pankreas, jaringan adiposa, otot rangka, dan hati. Penderita diabetes melitus diketahui memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi daripada pasien non-diabetes akibat gangguan sistem imun dan kondisi inflamasi kronis. Procalcitonin merupakan biomerker yang meningkat pada infeksi bakteri/sepsis dan digunakan sebagai indikator inflamasi sistemik, sementara leukosit mencerminkan respon imun seluler terhadap proses inflamasi dan infeksi. Kedua parameter ini dapat memberikan gambaran kondisi inflamasi pada penderita DM. Selain itu terapi komplementer seperti bekam basah telah digunakan lama dan diyakini memiliki efek terhadap perbaikan sirkulasi darah dan respon imun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar procalcitonin dengan jumlah leukosit pada penderita diabetes melitus pasca terapi bekam basah. Penelitian ini berjenis quasi-experimental dengan rancangan one group posttest only design yang melibatkan 22 orang penderita DM tipe 2 yang menjalani terapi bekam basah. Data kadar procalcitonin dan jumlah leukosit dianalisis dengan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil uji korelasi Spearman’s rho menunjukkan nilai p = 0.635 dan nilai r = 0.107. Tidak terdapat hubungan kadar procalcitonin dengan jumlah leukosit pada pasien DM tipe 2 pasca terapi bekam basah.
Edukasi Golden Time Stroke: Pentingnya CT Scan Tepat Waktu untuk Pencegahan Risiko Stroke Berat Lutfatul Fitriana; Cindy Rozza Bella; Kurnia Ritma Dhanti
Awal Bros Journal of Community Development Vol 7 No 2 (2026): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v7i2.930

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Keberhasilan penanganan stroke sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien memperoleh pelayanan medis dalam periode golden time, yaitu 0–4,5 jam sejak munculnya gejala. Pemeriksaan CT Scan berperan penting dalam menentukan jenis stroke dan terapi yang tepat. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai golden time stroke dan pentingnya CT Scan masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota Aisyiyah Banteran mengenai deteksi dini stroke dan urgensi pemeriksaan CT Scan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi metode FAST (Face, Arm, Speech, Time), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 29 peserta berusia 30–60 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi diberikan. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep golden time stroke, metode FAST, dan peran CT Scan dalam diagnosis stroke. Kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini stroke dan pentingnya penanganan cepat untuk mencegah kecacatan maupun kematian akibat stroke.