Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) BERBASIS POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA I Made Diarta; Desak Nyoman Budiningsih
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i1.6054

Abstract

Hasil belajar siswa belum maksimal, sebelum diterapkannya model pembelajaran yang inovatif.  Sebenarnya di sekolah ini sudah tersedia LCD sebagai media pembelajaran dengan jumlah yang cukup memadai, hanya saja tidak semua guru memanfaatkan LCD tersebut untuk mengajar di kelas. Adapun tujuan penelitian adalah untuk menganalisis  penerapan  Problem-based Learning (PBL) berbasis media PowerPoint terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA (SLUA) Saraswati 1 Denpasar. Populasi adalah seluruh siswa kelas X, dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Hasil belajar dianalisis dengan uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol, didapatkan hasil belajar yang berbeda. Hasil belajar di uji dengan  T-test, dimana didapatkan nilai yang signifikan (p=0,000<0,01). Simpulan penelitian adalah bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis PowerPoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PEMBERDAYAAN PETANI IKAN LELE MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN VAKSINASI HYDROVAC Dian Tariningsih; I Made Diarta; I Wayan Widnyana
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol. 1 No. 2 April, 2020
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v1i2.33

Abstract

Pemeliharaan ikan lele yang dilakukan oleh kelompok budidaya ikan lele di Desa Kusamba masih menghadapi berbagai kendala, yaitu tingginya tingkat kematian benih ikan lele selama proses pemeliharaan berlangsung. Pengetahuan dan ketrampilan petani tentang teknologi budidaya ikan lele belum memadai untuk mampu menanggulangi permasalahan yang dihadapi. Tujuan dari pemberdayaan masyarakat ini adalah (1) untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang vaksinasi hydroVac, (2) untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan lele melalui inovasi teknologi vaksinasi hydroVac. Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini menggunakan pendekatan Technology Transfer (TT). melalui penyuluhan, pelatihan, dan demplot aplikasi vaksinasi hydroVaac. Pengetahuan dan ketrampilan petani diukur dengan skala tiga. Hasil pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa (1) tingkat pengetahuan dan ketrampilan petani meningkat setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan vaksinasi hydroVac. (2) Inovasi teknologi vaksinasi hydroVac mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan lele.
LEARNING COMMUNITY: ALTERNATIF SOLUSI PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU TERHADAP ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA I Made Surya Hermawan; I Made Diarta; I Ketut Wardana; Dewa Gede Agus Putra Prabawa; Jesminarti Lero Zogara; Ni Kadek Sintya Purnama Sari
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v13i2.7415

Abstract

Baru-baru ini, Indonesia melakukan peralihan kurikulum pendidikan dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka. Dalam menyikapi perubahan tersebut, diperlukan upaya peningkatan pemahaman guru sehingga esensi perubahan kurikulum dapat dicapai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman guru tentang asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka melalui strategi Learning Community (LC). Penelitian ini dilaksanakan di SMPN Negeri 2 Kerambitan dari bulan Juni sampai dengan Agustus 2023 yang melibatkan 46 orang guru. Pendekatan pra eksperimen digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini dengan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan instrumen tes yang terdiri atas 15 soal pilihan ganda. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif yang dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman guru terhadap asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka setelah penerapan strategi LC yang signifikan (p<0,05). Ditemukan pula terjadi pengurangan gap pemahaman antarguru setelah perlakuan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap efektivitas LC dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan melibatkan subjek yang lebih luas serta menggunakan pendekatan penelitian kuasi eksperimen.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEDERHANA PADA PEMBUATAN PREPARAT BASAH BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DAN SISWA DI SMA NEGERI 1 MENGWI Desak Nyoman Budiningsih; Dewa Ayu Puspawati; Dewa Ayu Sri Ratnani; I Made Diarta; Ni Komang Dina Suciari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i5.6481

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pengajaran di bidang biologi tidak cukup hanya dilakukan dengan memahami materi di ruang kelas saja, namun perlu didukung dengan kegiatan praktikum di laboratorium (Puger, 2012). Tujuan kegiatan PkM ini adalah melatih guru dan para siswa/siswi dalam pembuatan preparat basah/ segar Biologi yang akan dimanfaatkan dalam melaksanakan praktikum di laboratorium, untuk mendukung proses belajar mengajar Biologi di kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti peserta sebanyak 30 siswa/i dan Guru- Guru Biologi SMA Negeri 1 Mengwi diawali dengan tahap observasi, dilanjutkan dengan sosialisasi tentang materi pengabdian sesuai topik yang akan diberikan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan/pendampingan secara praktek langsung untuk membuat preparat basah di laboratorium. Preparat basah yang dihasilkan pada saat pelatihan dengan metode template stomata ada 3 macam preparat yaitu preparat stomata pada daun Rhoeo discolor, trikoma pada daun durian (Durio zibethinus), trikoma pada daun waru (Hibiscus tiliaceus) dan 1 preparat sel epitel mukosa pipi. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang dapat meningkatkan keterampilan Guru- Guru Biologi dan siswa-siswi dalam membuat preparat basah pada saat praktikum di laboratorium.
PELATIHAN ASESMEN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA DI SMPN 2 KERAMBITAN, TABANAN, BALI I Made Surya Hermawan; Dewa Gede Agus Putra Prabawa; I Made Diarta; I Ketut Wardana; Jesminarti Lero Zogara; Ni Kadek Sintya Purnama Sari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6803

Abstract

Asesmen Kurikulum Merdeka merupakan salah satu aspek pembeda substantif dengan kurikulum pendidikan sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan guru mengalami berbagai kendala dalam penyusunan dan penerapannya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan menerapkan asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka di SMPN 2 Kerambitan. Sejumlah 46 orang guru terlibat dalam proram yang dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan November 2023 ini. Terdapat empat kegiatan dalam program ini yaitu 1) workshop asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka, 2) FGD penyusunan instrumen asesmen formatif, 3) FGD penyusunan instrumen asesmen sumatif berbasis higher-order thinking skills (HOTS), dan 4) sosialisasi penggunaan aplikasi Sistem Penilaian Terpadu Kurikulum Merdeka (Sipadu Merdeka). Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam program ini telah mencapai indikator ketercapaian kegiatan yang ditetapkan. Salah satunya yaitu peningkatan pemahaman guru tentang prinsip asesmen Kurikulum Merdeka. Lebih lanjut, keberlanjutan program pengembangan kompetensi guru dalam asesmen pembelajaran Kurikulum Merdeka harus terus dilakukan. Hal tersebut agar substansi Kurikulum Merdeka dapat dilaksanakan sehingga tujuan implementasinya dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dapat tercapai.
IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MEMBANGUN KOMUNITAS BELAJAR DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR Ekayanti, Ni Wayan; Dewi Setiawati, Gusti Ayu; Diarta, I Made; Murdo Yuwono, Cornelius Sri; Puspawati, Dewa Ayu
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 17 No 1 (2019)
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.714 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk komunitas belajar di program studi pendidikan biologi dengan mengimplementasikan lesson study dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pelaksanaan lesson studydiperlukan kolaborasi antara mahasiswa dengan dosen, dosen dengan dosen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode etnogra?. Peneliti melibatkan diri sebagai pengamat partisipatif (participant observation), kegiatan penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2017. Ada lima dosen yang terlibat dalam kegiatan plan, do dan see. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dosen, lembar observasi mahasiswa, lembar pengamatan, dan notulen dari para observer. Lesson study mampu memfasilitasi dosen dalam membangun komunitas belajar di program studi pendidikan biologi, yang ditunjukkan dengan adanya perbaikan bahan ajar yang dirumuskan bersama kelompok dosen, perbaikan cara mengajar dengan masukan dari observer dan evaluasi mahasiswa, interaksi yang semakin baik antara dosen dengan dosen dan dosen dengan mahasiswa.
EKSPLORASI TEORETIS DAN PRAKTIS ASESMEN PEMBELAJARAN MENDALAM: WORKSHOP DI SMKS KESEHATAN BALI MEDIKA DENPASAR Hermawan, I Made Surya; Ekayanti, Ni Wayan; Diarta, I Made; Kumara, Komang Ayu Shri Candrika; Saputra, Pande Putu Eka; Budiasih, Fitri Nursiam
Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : LPPM Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/mahajana.v6i3.5959

Abstract

Recently, the policy of deep learning approaches has emerged as a key innovation in Indonesian education. In response, teachers must be adequately prepared, both theoretically and practically, to ensure meaningful implementation of this policy. This community engagement activity aimed to enhance the theoretical understanding and practical competence of teachers at SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar regarding assessment for deep learning. The activity was conducted through a workshop method, encompassing the delivery of theoretical concepts on deep learning assessment as well as the development of formative and summative assessment instruments. A total of 30 teachers participated in the workshop, guided by six facilitators from the Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Mahasaraswati Denpasar. The outcomes of the activity were found to be effective. In terms of theoretical understanding, the participants’ presentations demonstrated a comprehensive grasp of assessment for deep learning, particularly in balancing formative and summative assessments and in promoting student involvement through learning feedback, self-assessment, and peer-assessment. In terms of practical competence, the teachers successfully developed problem-based assessment rubrics. A notable improvement was observed between the initial rubrics and those refined through collaborative discussion, particularly in the objectivity of the scoring categories, which shifted from potentially biased to more objective formulations. Despite these improvements in theoretical and practical aspects as targeted, continuous professional development remains essential to sustain and deepen teachers’ understanding amidst evolving educational policies. Furthermore, the development of summative assessment instruments must be expanded beyond problem-based rubrics to include observation checklists, project and product assessment rubrics, as well as portfolio evaluations.
Membangun Keterampilan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar: Akselerasi Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila Paraniti, Anak Agung Inten; Dina Suciari, Ni Komang; Diarta, I Made; Hermawan, I Made Surya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JPMI - April 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1907

Abstract

Kurikulum merdeka mendukung paradigma pembelajarn aktif yang berpusat kepada siswa melalui implementasi model-model pembelajaran inovatif. Proses pembelajaran inovatif tersebut dapat membangun keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar dan keterampilan berpikir kritis merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, sehingga dalam kurikulum merdeka kedua komponen tersebut tertuang ke dalam profil pelajar pancasila. Pengukuran terhadap penguasaan keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan instrumen keterampilan berpikir kritis dan instrumen kemandirian belajar. Namun demikian, wawasan, pengalaman dan kemampuan guru dalam merancang instrrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa masih rendah. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini  adalah untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di SMA Negeri 1 Mengwi dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa SMA. Metode kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan penyusunan instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Peserta pelatihan ini sebanyak 70 guru-guru di lingkungan SMA Negeri 1 Mengwi, 10 dosen dan 3 mahasiswa di lingkungan program studi pendidikan biologi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan guru dalam menyusun instrumen keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa. Melalui penguasaan penyusunan instrumen guru dapat memetakan dan mengevaluasi pembelejaran secara lebih holistik terhadap kemajuan siswa dalam aspek intelektual dan kreatif.