Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Analisis Prisoner’s Dilemma dalam Dinamika Promosi dan Perang Harga E-Commerce di Indonesia Riski Aprilianti; Fatmawati Fatmawati; Sri Undai Nurbayani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5618

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Building Information Modelling (BIM) terhadap efisiensi manajemen proyek konstruksi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen proyek yang melibatkan BIM engineer, project manager, konsultan, serta tenaga teknis lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi proyek melalui empat aspek utama: akurasi desain, efektivitas koordinasi, efisiensi biaya, dan optimalisasi perencanaan waktu. Pada aspek desain, fitur clash detection terbukti mengurangi kesalahan teknis dan rework secara signifikan. Sementara itu, koordinasi lintas disiplin berlangsung lebih efektif karena seluruh pemangku kepentingan bekerja menggunakan model terintegrasi yang mempercepat proses komunikasi dan pengambilan keputusan.Temuan lain menunjukkan bahwa BIM mampu meningkatkan efisiensi biaya melalui perhitungan otomatis dalam 5D modelling, yang memudahkan penyesuaian anggaran sesuai perubahan desain. Namun, penelitian ini juga mengungkap hambatan berupa rendahnya kompetensi SDM, keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi organisasi, dan minimnya standardisasi nasional. Faktor-faktor tersebut menyebabkan adopsi BIM belum dilakukan secara optimal pada seluruh tahapan proyek, terutama pada fase konstruksi dan operasi. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi transformasi digital yang mencakup pelatihan berkelanjutan, investasi teknologi, penyusunan standar BIM, dan dukungan kebijakan pemerintah untuk mempercepat penerapan BIM secara menyeluruh. Dengan demikian, BIM memiliki potensi besar sebagai alat strategis dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas proyek konstruksi di Indonesia.
Persaingan Monopolistik dan Oligopoli: Kajian Literatur tentang Struktur Pasar, Strategi Harga, dan Perilaku Strategis Perusahaan Rhena J; Fatmawati Fatmawati; Sri Undai Nurbayani; Rusli Rusli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5678

Abstract

Struktur pasar merupakan komponen fundamental dalam kajian ekonomi mikro dan organisasi industri karena menentukan cara perusahaan beroperasi, menetapkan harga, serta merespons tindakan pesaing dalam suatu industri. Dua struktur pasar yang paling dominan dalam perekonomian modern adalah persaingan monopolistik dan oligopoli, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda namun sama-sama menampilkan dinamika persaingan yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep persaingan monopolistik dan oligopoli dengan menitikberatkan pada struktur pasar, strategi harga, serta perilaku strategis perusahaan sebagaimana dijelaskan dalam literatur ekonomi mikro dan teori organisasi industri. Penelitian ini menggunakan metode literature review naratif dengan mengkaji buku teks ekonomi mikro, teori organisasi industri, teori permainan, serta jurnal ilmiah yang relevan. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi konsep utama, pengelompokan teori, sintesis teoretis, serta analisis implikasi struktur pasar terhadap konsumen, perusahaan, dan kebijakan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa persaingan monopolistik ditandai oleh jumlah perusahaan yang relatif banyak dengan tingkat diferensiasi produk yang tinggi, sehingga setiap perusahaan memiliki kekuatan pasar terbatas dalam menentukan harga. Diferensiasi produk, baik melalui kualitas, merek, kemasan, maupun simbol budaya, menjadi strategi utama dalam membentuk preferensi konsumen dan menciptakan loyalitas pasar. Namun demikian, sebagaimana dikemukakan oleh Chamberlin (1962, hlm. 76–82, Harvard University Press), keuntungan dalam pasar persaingan monopolistik cenderung bersifat sementara karena masuknya pesaing baru dalam jangka panjang, yang mengakibatkan laba ekonomi tereliminasi. Di sisi lain, struktur oligopoli dicirikan oleh sedikitnya jumlah perusahaan dominan dengan tingkat interdependensi yang tinggi, sehingga setiap keputusan harga dan output sangat dipengaruhi oleh reaksi pesaing. Fenomena persaingan harga dalam oligopoli sering kali tidak menghasilkan perubahan harga yang signifikan, yang dapat dijelaskan melalui model kurva permintaan patah (kinked demand curve) sebagaimana dikemukakan oleh Sweezy (1939, hlm. 568–573, Journal of Political Economy), yang menjelaskan kecenderungan harga kaku (sticky prices) dalam pasar oligopolistik. Lebih lanjut, kajian ini menunjukkan bahwa dilema antara kompetisi dan kolusi dalam oligopoli dapat dianalisis menggunakan pendekatan prisoner’s dilemma dan repeated game. Dalam permainan satu periode, perusahaan cenderung memilih strategi kompetitif meskipun kolusi secara kolektif lebih menguntungkan, sebagaimana dijelaskan oleh Fudenberg dan Tirole (1991, hlm. 33–45, MIT Press). Namun, dalam interaksi jangka panjang, kolusi berpotensi stabil apabila perusahaan memiliki orientasi jangka panjang dan mekanisme hukuman yang kredibel terhadap pelanggaran kesepakatan harga, sebagaimana dirumuskan oleh Friedman (1971, hlm. 1–12, The Review of Economic Studies). Temuan ini menegaskan pentingnya peran regulator dalam mengawasi praktik pasar oligopolistik guna menjaga efisiensi persaingan dan melindungi kesejahteraan konsumen .