Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Struktur Biaya Produksi Pada Rantai Pasok Buah Naga di Kabupaten Tanah Laut Raden Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 19 No 3 (2019): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v19i3.1150

Abstract

Buah naga merupakan komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Buah naga melewati beberapa proses mulai dari panen, pengangkutan, sortasi, pengemasan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hingga ke konsumen akhir. Dengan banyaknya proses yang dilalui dalam rantai pasok buah naga, maka perlu dilakukan analisis struktur biaya dan titik impas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan struktur impas masing-masing entitas yang terlibat dalam rantai pasok buah naga di Kabupaten Tanah Laut. Semua pengecer yang menjual buah naga didaftar berdasarkan kapasitas usahanya, kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Pencarian rantai pasok selanjutnya ditentukan dengan teknik snowball sampling dimana entitas lain ditentukan berdasarkan informasi dari merchant retailer dari lokasi penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data berupa biaya dasar pada setiap entitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi biaya tetap sangat besar terhadap biaya pokok dan sangat dipengaruhi oleh harga beli rata-rata buah naga. Penjualan di setiap entitas telah melampaui titik impasnya. Hal ini menunjukkan bahwa semua entitas menerima manfaat dalam pemasaran buah naga. Semakin besar selisih antara penjualan dan titik impas, maka keuntungan yang didapat juga semakin besar.
Pemanfaatan jagung (Zea mays) sebagai bahan tambahan dalam pembuatan permen Jelly Raden Rizki Amalia; Ema Lestari; Nia Erika Safitri

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v12i1.2163

Abstract

Candy is a snack that is loved by many people, especially children because it has a sweet taste. The texture of the candy is divided into hard candy (hard candy) and soft candy (soft candy). One example of soft candy is jelly candy. Jelly is a candy made from water or plant juice and gel-forming material. The material that can be used in making jelly candy is juice from corn. Corn is a cereal crop that contains starch or sugar, this corn is usually needed in the industrial world as feed or in the food processing industry. The purpose of this study was to produce corn jelly candy products favored by panelists through hedonic testing, hedonic quality, moisture content, ash content, and pH in accordance with SNI (Indonesian National Standard). This research method is experimental with the addition of corn juice in the manufacture of jelly candy with formulations of 0 grams, 90 grams, 100 grams, and 110 grams, then tested the level of preference (hedonic), hedonic quality, water content, ash content, and acidity. The results showed that the best formulation was 110 grams with hedonic values of color, texture, aroma, and flavor parameters which were highly favored by the panelists, hedonic quality values were very rubbery, the aroma was very flavorful typical of corn and the taste was very corny. Value of water content of 7.80%, ash content of 0.33%, and pH or acidity level 6.
SUBTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK DALAM PEMBUATAN PRODUK SOES KERING PISANG KEPOK Mariatul Kiptiah; Nuryati Nuryati; Raden Rizki Amalia; Maida Hayati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.255 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.98

Abstract

Pengolahan pisang menjadi tepung merupakan alternatif diversifikasi komoditas pisang dalam mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu serta produk berbahan baku beras. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui formulasi soes kering pisang kepok yang disukai panelis dan mengetahui mutu produk soes kering pisang kepok tersebut. Metode peneleitian ini adalah eksperimental dengan membuat soes kering pisang kepok menggunakan formulasi tepung pisang kepok 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Data penelitian didapat dari uji hedonik, uji kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kesukaan panelis terhadap parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur, soes kering yang disukai adalah formulasi A2 dengan penambahan 25% tepung pisang kepok. Formulasi A2 memiliki nilai kadar air 4%, kadar abu 1,5%, dan kadar serat 0,5% yang memenuhi SNI 01-2973-1992 dan kadar lemak 4,19% yang nilainya belum memenuhi SNI 01-2973-1992.
Peramalan Kebutuhan Bahan Baku Tandan Buah Segar (TBS) Menggunakan Metode Exponential Smoothing dan Linier Regresion di PT. Pola Kahuripan Intisawit R. Rizki Amalia; Nina Hairiyah
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.481 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i2.75

Abstract

PT. Pola Kahuripan Intisawit adalah industri yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit. Tandan Buah Segar (TBS) yang digunakan dalam pengolahan Crude Palm Oil (CPO) harus berdasarkan karakteristik yang baik guna mendapatkan CPO yang berkualitas. Dalam menjamin kualitas tersebut, PT. Pola Kahuripan Intisawit juga perlu melakukan manajemen persediaan bahan baku yang sesuai kebutuhan. Manajemen ini juga dilakukan agar memperoleh biaya persediaan yang efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukan peramalan kebutuhan bahan baku TBS menggunakan Eksponential Smoothing dan Linier Regression. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan hasil peramalan dengan ukuran akurasi terbaik mengggunakan metode Exponential Smoothing dan Linier Regression dan menentukan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan data kualitatif dan kuantitatif dari hasil wawancara dan observasi. Hasil peramalan dari ukuran akurasi menggunakan metode Exponential Smoothing diperoleh Mean Absolut Percentage Error (MAPE) 76,87% sedangkan Linier Regression 73,75%, sedangkan untuk peramalan kebutuhan bahan baku TBS untuk periode tahun 2018 didapatkan sebesar 7.234.164,00 ton dengan penambahan kebutuhan bahan baku sebesar 271.903 ton untuk setiap bulan.
Analisis Swot Pemasaran Produk Kerupuk Buah di UD. Sukma Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut Raden Rizki Amalia; Ema Lestari; Meldayanoor Meldayanoor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.337 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v6i2.103

Abstract

UD. Sukma merupakan industri pengolahan kerupuk buah. Permasalahan yang terjadi pada UD. Sukma yaitu dalam menjual produknya belum adanya identifikasi strategi bauran pemasaran yang dilihat dari faktor produk, lokasi, harga dan promosi untuk meningkatkan penjualan produk kerupuk buah yang menghasilkan kontinuitas terhadap penjualannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor yang paling mempengaruhi bauran pemasaran kerupuk buah secara internal dan eksternal serta menentukan strategi pemasaran kerupuk buah menggunakan metode SWOT. Metode penelitian yang digunakan yaitu identifikasi faktor-faktor marketing mix, wawancara, kuisioner, analisis faktor IFAS dan EFAS, dan analisis SWOT. Faktor internal yang paling mempengaruhi kekuatan (strength) yaitu merk yang digunakan sudah diketahui masyarakat sekitar dan sudah memiliki P-IRT, serta sudah mendapatkan label halal dari MUI. Kelemahan dalam faktor internal yaitu kemasan yang digunakan kurang menarik, belum memiliki standar pengolahan produk yang menyebabkan ketidakkonsistenan kualitas produk kerupuk buah, dan tidak adanya promosi menggunakan media sosial. Sedangkan pada faktor eksternal peluang yaitu pengiriman produk tepat waktu pada distributor, mempromosikan produk melalui instansi pemerintah. Adapun ancamannya yaitu kemasan produk lain yang sejenis lebih menarik, terdapat pesaing dengan produk yang sama disatu tempat penjualan dan kerupuk UD. Sukma sudah dijual sampai luar daerah namun merk berbeda. Strategi yang tepat mengatasi pemasalahan UD. Sukma yaitu menggunakan strategi Strength-Oppurtunity (SO) yaitu dengan adanya label halal dan P-IRT merupakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu dengan mempertahankan hubungan yang baik dengan distributor, memperluas area penjualan, serta adanya dukungan dari pemerintah baik melalui promosi berbentuk baliho, maupun mengikutkan pameran agar dikenal masyarakat luas.
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Industri Tahu untuk Meminimalkan Material Handling dengan Algoritma Blocplan Di UD. Pintu Air R. Rizki Amalia; Luthfina Ariyani; Muhammad Noor
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1325.562 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i2.54

Abstract

UD. Pintu Air merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang produksi tahu. Saat ini tata letak fasilitas produksi di UD Pintu Air memiliki kendala terkait dengan pengaturan pernpindahan material. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak industri tahu untuk meminimalkan penanganan perpindahan material. Pendekatan yang digunakan dalam proses perancangan ulang tata letak fasilitas di UD. Pintu Air adalah Algoritma Blocplan. Lebih jauh, efisiensi penanganan material digunakan sebagai parameter untuk mengetahui keberhasilan proses perancangan ulang. Berdasarkan Algoritma Blocplan, dapat diperoleh bahwa jarak total rectalinier adalah 48,25 meter, sedangkan tata letak yang saat ini diterapkan di UD. Pintu Air memiliki jarak total rectalinier sebesar 55 meter. Oleh karena itu, tata letak yang diusulkan dengan menggunakan Algoritma Blocplan dan perhitungan jarak dengan rumus rectalinier dapat dikatakan telah meminimalkan jarak perpindahan material sebesar 6,75 meter.
PENGARUH PERSONAL SELLING DAN PERIKLANAN TERHADAP VOLUME PENJUALAN PRODUK BEPANG UD.DIAH, KECAMATAN PELAIHARI Luthfina Ariyani; R. Rizki Amalia; Yurna Lisa
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.665 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v4i1.48

Abstract

Bepang merupakan produk olahan beras yang telah digiling dan dicampur bersama dengan gula putih dan gula merah sehingga memberikan cita rasa yang khas. Berkaitan dengan aspek pemasaran produk Bepang, promosi memegang peranan yang penting. Promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti personal selling dan periklanan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tahapan dalam melakukan personal selling dan periklanan dari produk Bepang dan mengidentifikasi pengaruh personal selling dan periklanan terhadap volume penjualan produk Bepang. Personal Selling dan periklanan dilakukan melalui dua tahapan. Tahapan pertama bertujuan untuk secara acak menentukan target area promosi berdasarkan jarak dan langkah kedua adalah melakukan aktivitas personal selling dan periklanan selama 16 hari. Sementara itu, analisis pengaruh personal selling dan perikalanan terhadap volume penjualan dilakukan dengan analisis regresi berganda dan menghasilkan persamaan Y = 51,88-0,8151x1-0,7347x2. Berdasarkan persamaan tersebut dapat diidentifikasi bahwa semakin jauh jarak yang ditempuh untuk melakukan penjualan melalui personal selling dan periklanan maka semakin sedikit volume penjualan yang akan didapat. Sementara itu, koefisien determinasi (R2) menunjukkan nilai 0,7214. Hal ini berarti bahwa personal selling dan perikalanan berpengaruh terhadap volume penjualan sebesar 72,14%. Uji parsial (uji t) untuk hasil personal selling menunjukkan bawah thitung> ttabel (2,31817> 2,160) dan untuk periklanan menujukkan hasil bahwa thitung> ttabel (2, 8912> 2,1604) yang berarti bahwa personal selling dan periklanan memiliki hubungan yang signifikan dengan volume penjualan. Selain itu uji regresi simultan (uji F) menghasilkan nilai Fhitung > Ftabel (16,3890> 3,81) yang juga dapat dikatakan bahwa personal selling dan periklanan secara bersamaan mempengaruhi volume penjualan.
PEMANFAATAN TEMULAWAK, JAHE MERAH, KUNYIT PUTIH, KAPULAGA, BUNGA LAWANG, DAUN SALAM SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PEMBUATAN JAMU Muhammad Supandi; Nuryati Nuryati; Rizki Amalia
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.228 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v3i2.3

Abstract

Jamu merupakan ramuan tradisional yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan tanpa penambahan zat kimia. Jamu temulawak yang dipadukan dengan rempah-rempah di Kabupaten Tanah Laut masih belum banyak yang memproduksi, sehingga pembuatan jamu temulawak sebagai salah satu produk olahan temulawak memiliki potensi yang bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pembuatan jamu temulawak dengan penambahan rempah-rempah dan menentukan formulasinya, sehingga dapat meningkatkan nilai jual temulawak dan rempah-rempah (jahe merah, kunyit putih, kapulaga, bunga lawang dan daun salam) yang ada di pasaran. Pembuatan jamu temulawak dilakukan dengan memvariasikan perbandingan temulawak, rempah-rempah dan gula. Proses pembuatan jamu yang terdiri dari tiga tahap yaitu penghalusan, pencampuran dan penyangraian. Hasil uji organoleptik terhadap rasa, aroma dan warna, menunjukkan perlakuan terbaik adalah T15 dengan komposisi 100 g temulawak: 500 g gula. Berdasarkan hasil pengujian kadar air jamu temulawak terbaik adalah T17 dengan kadar air 1,21% dan berdasarkan pengujian kurkumin yang terbaik T16 dan T29 dengan kadar kurkumin 0.996 .10-3% dan T29 0,372%, nilai ini standar SNI 01-4320-2001. Sehingga jumlah kurkumin yang aman dikonsumsi oleh manusia adalah 100 mg/hari sedangkan untuk tikus 5 g/hari.Kata Kunci: Jamu, Temulawak, Kurkumin, Kadar Air
Perencanaan Agregat Produksi Kelapa Parut Kering di PT. XYZ Nina Hairiyah; R. Rizki Amalia
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.48 KB) | DOI: 10.34128/jtai.v5i1.67

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam jenis kelapa parut kering yang berada di kota Ciamis, Jawa Barat. Permintaan produk yang berfluktuasi, sumber daya, dan kapasitas produksi yang terbatas mengakibatkan pihak manajemen perusahaan kesulitan dalam membuat rencana produksi. Tujuan penelitian ini adalah membuat perencanaan agregat produksi kelapa parut kering untuk memenuhi permintaan yang akan datang dengan biaya minimum. Pendekatan yang digunakan dalam membuat perencanaan agregat produksi adalah dengan metode heuristik. Langkah pertama adalah melakukan peramalan permintaan untuk 12 bulan ke depan dengan menggunakan berbagai metode time series. Metode linear regression terpilih dengan kriteria nilai mean square error terkecil. Langkah kedua dengan mengujicobakan tiga strategi (strategi produksi tetap, strategi menaikkan dan menurunkan produksi, dan strategi subkontrak atau outsourcing). Hasil perbandingan total biaya produksi ketiga strategi menunjukkan strategi produksi tetap dipilih karena merupakan strategi dengan total biaya produksi yang minimum.
Analisis Kelayakan Usaha Kerupuk Tapioka Pak Rasianto di Kecamatan Jorong Firdha Nazwa Assivha Utami; Raden Rizki Amalia; Yuliana Ningsih
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v8i2.147

Abstract

Usaha kerupuk tapioka Pak Rasianto di Kecamatan Jorong merupakan usaha mikro yang perlu dinilai kelayakan usahanya karena usaha perlu berkembang didukung oleh lokasi yang strategis yang dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan serta peraturan dan kebijakan pemerintah untuk mendukung pembangunan usaha kecil di Indonesia. Oleh karena itu, analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan hambatan yang muncul di kemudian hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis harga pokok produksi (HPP) dan kelayakan industri rumah tangga UKT Jorong. Metode yang digunakan dalam penentuan harga pokok produksi adalah metode full costing dan untuk analisis kelayakan usaha menggunakan metode perhitungan Break Even Point (BEP), Revenue Cost Ratio (R/C), Payback Period (PBP), dan Net Present Value (NPV). Hasil perhitungan HPP untuk produk kerupuk mentah adalah Rp. 29.846/kg dimana nilai ini lebih tinggi dari harga jual dan untuk produk kerupuk matang Rp. 1.261 / bungkus. Hasil analisis kelayakan unit BEP dan nilai BEP rupiah negatif untuk produk kerupuk mentah, untuk produk kerupuk matang BEP Unit 544 bungkus dan BEP Rp 883.333. Nilai R/C ratio sebesar 0,94, PBP dalam 3,8 tahun dan NPV sebesar Rp28.939.232. Berdasarkan hasil analisis dikatakan layak berdasarkan metode PBP dan NPV. Dan tidak layak berdasarkan Metode R/C ratio dan BEP kerupuk mentah adalah negatif.