Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Culture Shock pada Santri Putri Baru di Pondok Pesantren Salwa Alya Azzahra; Wahyu Endang Setyowati; Betie Febriana
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 3 No. 2 (2025): Juni : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v3i2.1209

Abstract

Most students who have just arrived and live in a new area experience culture shock. This is because it is difficult to adapt and adjust to their social life. Social support is very important to be given especially to new students, because social support can provide comfort and a feeling of being loved. Method: Quantitative research type with cross sectional approach. The sample used was 100 students in Lasem with the technique used was total sampling. The correlation test used in this study was the Chi-square test. The results of the study showed that the majority of students had good social support with moderate culture shock, namely 58 students (58%). Based on the Chi-square test, a p-value of 0.000 (<0.05) was obtained, which means that there is a relationship between social support and culture shock in students at Islamic Boarding Schools in Lasem. There is a close relationship between social support and culture shock in students in Lasem (p value 0.000).
Hubungan Kepercayaan Diri dengan Kejadiab Bullying Korban Bullying pada Remaja SMP Viskhania Al Aulia Afita Ismi; Wahyu Endang Setyowati; Betie Febriana
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2397

Abstract

Background: Adolescence, especially aged 12-19 years, is a transition period from children to adults who experience the development of all aspects or functions to enter adulthood. At this age, teenagers usually have an emotional attitude and many teenagers have not reached maturity and freedom, so many teenagers do things freely and are selfish in wanting to win for themselves, which gives rise to incidents of bullying. Bullying incidents continue to be a threat to Indonesian teenagers, both physical and non-physical bullying. The impact of bullying on victims will have health and mental disorders, sleep disorders, a feeling of wanting revenge and one of them is self-confidence. Method: This research is a type of quantitative research with a cross sectional approach. The sample used was students at Sultan Agung Islamic Middle School 4 Semarang. The technique used was random sampling of 112. The correlation test used in this research was gamma rank Results: Based on the results of the analysis, it was found that of the 112 research respondents, the majority had age characteristics of 13 years, 69 or 69 61.6% and female gender, 60 or 53.6%. The research results showed that 67.9% of teenagers had sufficient self-confidence, and 52.7% of teenagers who experienced bullying (victims of bullying) were. The results of the gamma rank test show a p value of 0.003 and the r value is found to be ( ) this indicates that there is a correlation in the same direction. Conclusion: There is a close relationshipbetween self-confidence and incidents of bullying (victims of bullying) in young women (p value 0.003)
Hubungan Kejadian Perilaku Bullying Verbal dengan Tingkat Stres (Korban) pada Remaja Putri Tika Fitriyani; Wahyu Endang Setyowati; Betie Febriana
Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/quwell.v2i1.1384

Abstract

Adolescence is a time of fast physical and psychological development. Between the ages of 10 and 19, adolescence takes place during the childhood and adulthood periods. Teenagers are particularly susceptible to abnormal behavior, such as bullying. Bullying is common in schools and can be brought on by bad settings or family dynamics. The effects of bullying behavior include tension, anxiety, and sadness. Stress usually occurs where bullying demands are usually like cognitive environments, personality. Untreated stress in teenagers can result in substance abuse, suicidal thoughts, and other negative interactions. Method: This study uses a cross-sectional technique and is classified as quantitative research. Female students from SMP Islam Sultan Agung 4 Semarang served as the sample. Simple random sampling was the method employed, with 114 participants. The chi square test was the correlation test employed in this investigation. Results: Based on the results of the analysis, it was obtained that of the 114 respondents, most of them had age characteristics of 13 years as many as 51 or 44.7%, and were female as many as 114 or 100.0%. According to the study's findings, 67.5% of female students reported having high stress levels, while 63.2% reported moderate verbal bullying. A p value of 0.035 was revealed by statistical testing that used the chi square test. Conclusion: Stress levels (victims) and the prevalence of verbal bullying behavior in female teenagers are closely correlated (p value 0.035).
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi di Rumah Sakit Bhakti Asih Jatibarang Murniyanti, Murniyanti; Wahyu Endang Setyowati; Betie Febriana
An-Najat Vol. 3 No. 2 (2025): Mei : An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i2.2463

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan gelisah yang tidak memiliki objek yang jelas serta bersifat menyebar, yang muncul akibat ketidakpastian dan perasaan tidak berdaya. Sementara itu, dukungan keluarga mengacu pada bentuk perhatian dan bantuan yang diberikan oleh anggota keluarga kepada salah satu anggotanya yang sedang mengalami masalah kesehatan. Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap tingkat kecemasan Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif kolerasi dengan menggunakan pendekatan non-probability sampling dengan metode total sampling dengan 75 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga dan kuesioner HARS.  Hasil menunjukkan dukungan keluarga tinggi dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 25 orang (53,2%), ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dengan nilai p = 0,009 (p<0,05). Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi di RS Bhakti Asih Jatibarang. Hasil Penelitian ini dapat menjadi refrensi penelitian selanjutnya terkait dukungan keluarga dan tingkat kecemasan
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Pertandingan Atletik di Jawa Tengah Risky Bagas Sadzali; Wahyu Endang Styowati; Betie Febriana
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i1.1756

Abstract

Self-confidence and anxiety are the main factors that affect an athlete's performance during a match. High self-confidence has a positive impact on an athlete's ability to focus, control themselves, and perform optimally, while high anxiety tends to decrease an athlete's concentration, stamina, and performance. Data shows that many athletes in Indonesia experience anxiety before a match, which significantly affects their performance. Therefore, efforts to increase self-confidence and reduce anxiety levels are very important to help athletes perform optimally, achieve achievements, and bring pride to the nation. Quantitative research type with cross sectional approach. The sample used was 17-year-old athletes who participated in the 2024 Bahurekso Cup. The technique used in sampling was total sampling of 109 respondents. The correlation test used in this study was uci chi square. The results of the study using the Chi Square test obtained a p value = 0.000 (p <0.05) which means that there is a relationship between self-confidence and anxiety levels in athletes when facing matches. There is a close relationship between self-confidence and anxiety levels in facing athletic matches in Central Java.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK Khairunnisa, Hana Kamiliya; Febriana, Betie; Setyowati, Wahyu Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43081

Abstract

Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diberikan oleh orang tua. Pola asuh yang buruk dapat berdampak negatif, terutama dalam hal kemandirian anak. Jika pola asuh ini tidak diatasi, dapat menghambat perkembangan sosial dan emosional mereka. Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki pola asuh yang tidak efektif agar tidak mengganggu kemandirian dan perkembangan anak secara keseluruhan, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, cerdas dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang melibatkan seluruh murid di KB Kamboja. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Uji korelasi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah uji Gamma, yang dirancang atau dibuat untuk mengukur hubungan antara dua variabel ordinal. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), yang berarti bahwa hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian anak adalah signifikan. Selain itu, nilai koefisien korelasi sebesar 0,868 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan arah positif. Artinya, semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua, semakin tinggi tingkat kemandirian anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan erat antara pola asuh orang tua yang bekerja dan tingkat kemandirian anak di KB Kamboja dengan p value 0,000.
PENGARUH TERAPI MEWARNAI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA MASA REMAJA AKHIR Simotalisa, Lintang; Febriana, Betie; Setyowati, Wahyu Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43088

Abstract

Masa remaja akhir merupakan periode transisi penting dalam kehidupan individu. Pada tahap ini, tekanan adaptasi sering kali memicu gangguan psikologis seperti kecemasan. Kecemasan memiliki dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan psikologis individu, Berbagai metode telah dikembangkan untuk mengurangi kecemasan, salah satunya adalah terapi mewarnai. Terapi ini memungkinkan individu mengekspresikan pikiran dan perasaan secara bebas melalui warna dan membantu individu menyalurkan emosi secara terapeutik, serta mendukung pemahaman diri melalui ekspresi warna. True Experiment Pre-Post Test With Control Group dipakai sebagai model desain dalam penelitian ini, yang mengadopsi jenis eksperimen semu (Quasi Experiment). Pelaksanaan pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuisioner. Dimana jumlah respondennya sebanyak 40 responden yang dibagi jadi 20 responden sebagai kelompok dengan perlakuan dan 20 responden berperan sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan tehnik consecutive sampling. Uji marginal homogenity diterapkan dalam pengolahan data yang diperoleh secara statistik dan dibandingkan dengan uji mann-whitney. Pada penelitian ini melibatkan 40 reponden remaja akhir yang mengalami kecemasan, analisi statistik menggunakan uji marginal homogenity mengungkapkan adanya pengaruh terapi mewarnai terhadap kelompok perlakuan , p-value <0,001 yang berarti ditemukannya perbedaan pada remaja akhir antara sebelum dan setelah pemberian terapi mewarnai. Pada uji mann-whitney didapatkan nilai p ialah <0,001 (p<0,05) yang berarti ditemukannya perbedaan tingkat kecemasan setelah diberikan terapi pada kelompok kontrol dan perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwasannya ada pengaruh antara pemberian Terapi Mewarnai dengan tingkat kecemasan.
PENGARUH TERAPI TEHNIK HIPNOTIS LIMA JARI TERHADAP TINGKAT STRES PADA SISWA – SISWI SMA Hadiningrum, Laura; Febriana, Betie; Setyowati, Wahyu Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43089

Abstract

Masa remaja merupakan periode peralihan perkembangan yang melibatkan perubahan fisik, biologis,sosio-emosional, dan kognitif, yang dapat menyebabkan stres, termasuk stres akademik. Stres ini berdampak positif atau negatif, dengan dampak positif berupa peningkatan kemampuan, namunjuga berakibat dampak negatif seperti gangguan konsentrasi, masalah memori, gangguan emosional dan penurunan prestasi. Salah satu metode untuk mengatasi stres akademik adalah dengan menggunakan tehnik hipnotis lima jari, yang dapat memberikan efek relaksasi tinggi, meningkatkan kesejahteraan emosional dan mengurangi stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi tehnik hipnotis lima jari terhadap tingkat stres pada siswa – siswi SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen pre-post test. Dengan 40 responden, terdiri dari 20 kelompok intervensi dan 20 kelompok kontrol. Menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji marginal homogeneity dan uji mann-whitney. Hasil penelitian yang dilakukan melibatkan 40 siswa – siswi SMA yang memiliki tingkat stres sedang – berat, analisis statistik menggunakan uji marginal homogeneity mengungkapkan adanya pengaruh tehnik hipnotis lima jari pada tingkat stres siswa-siswi SMA pada kelompok perlakuan, p-value 0,001 yang berarti ada perbedaan tingkat stres pada siswa-siswi SMA antara sebelum dan setelah pemberian tehnik hipnotis lima jari. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pemberian tehnik hipnotis lima jari dengan tingkat stres. Terapi hipnotis lima jari memberikan kondisi lebih santai, siswa – siswi mampu merilekskan kondisi otot yang tegang, mengurangi stres, dan membuat rasa nyaman untuk individu yang mengalami stres, segingga stres yang dialami menurun.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN INTERAKSI SOSIAL PADA MAHASISWA Hariyani, Ibyah; Febriana, Betie; Setyowati, Wahyu Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43124

Abstract

Stres merupakan kondisi yang umum dialami mahasiswa akibat berbagai tuntutan akademik dan sosial. Tingkat stres yang tinggi dapat mempengaruhi aspek psikologis, emosional, serta interaksi sosial mahasiswa. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan mahasiswa menarik diri dari lingkungan sosial, sehingga berdampak pada kualitas hubungan interpersonal mereka. Sebaliknya, interaksi sosial yang baik dapat menjadi faktor protektif dalam menghadapi stres. Interaksi sosial yang baik jugaberperan penting dalam kesejahteraan psikososial individu dan dapat membantu dalam mengurangi dampak negatif stres. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan interaksi sosial pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pada 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi gamma untuk melihat hubungan antara tingkat stres dan interaksi sosial mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami stres berat (40,8%) dan sedang (28,3%). Selain itu, sebanyak 72,5% mahasiswa memiliki interaksi sosial yang buruk. Uji korelasi Gamma menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan interaksi sosial dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi (r = -0,918). Korelasi negatif ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres, semakin buruk interaksi sosial mahasiswa. Maka terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan interaksi sosial pada mahasiswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya untuk mengelola stres guna meningkatkan kualitas interaksi sosial mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN GAME ONLINE DENGAN PERILAKU KEKERASAN PADA REMAJA SMA Elisya, Vika Akhda; Febriana, Betie; Setyowati, Wahyu Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43305

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat pada tahun 2023 telah memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi manusia, salah satunya adalah game online, yang menjadi kegiatan yang populer di kalangan remaja SMA. Game online dapat memberikan dampak positif, seperti pengembangan keterampilan sosial, namun juga dapat memberikan dampak negatif seperti perilaku kekerasan dan kecanduan pada remaja. Paparan terhadap konten kekerasan dalam game, dapat meningkatkan perilaku agresif pada remaja, dan semakin lama durasi bermain game online, semakin besar potensi kecanduan. Penggunaan game online oleh remaja SMA, juga menimbulkan kekhawatiran terkait dengan pengaruhnya terhadap aktivitas belajar dan kualitas tidur remaja. Penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah siswi SMA N 10 Semarang . Teknik yang digunakan adalah simple random sampling sebanyak 192 responden. Uji korelasi yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Gamma. Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan yaitu 0,000 (p<0,05) yang artinya adanya hubungan antara kecanduan game online dengan perilaku kekersan pada remaja SMA adalah bermakna. Nilai Corelation coefficient sebesar 0,717 menunjukkan bahwa kekuatan korelasi kuat dan positif yang berarti semakin berat angka kecanduan game online maka semakin berat juga angka perilaku kekerasan. Kesimpulan yaitu terdapat keeratan hubungan anatara kecanduan game online dengan perilaku kekrasan pada remaja SMA (p value 0,000).