Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Profil Berpikir Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Ahmad Isroil; I Ketut Budayasa; Masriyah Masriyah
JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika) Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.062 KB) | DOI: 10.15642/jrpm.2017.2.2.93-105

Abstract

This study has aims to describe the profile of junior high school students’ Thinking in Solving math problems. The subjects of this research are three students of high, medium and low in mathematical ability. Thinking profile of students described as follows: Understanding the problem, students received information by reading problems, then they recalled, processed, and stored information. Devising a plan, students processed, stored, and recalled information. Carrying out the plan, students recalled, processed, and stored information. Looking back, students stored information by performing a repletion of steps looking back.
Misconceptions and Scaffolding Students in Solving Algebraic Operation Problems in Terms of Cognitive Style Erisca Lusy Rusdianti; Masriyah Masriyah
MAJAMATH: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Vol. 4 No.1 Maret 2021
Publisher : Prodi Pendidikan matematika Universitas Islam Majapahit (UNIM), Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamath.v4i1.897

Abstract

Purpose of the research is to describe the types and causes of student misconceptions with field dependent and field independent cognitive styles. As well as providing scaffolding which is used to reduce student misconceptions in solving algebraic operation problems. This research is a qualitative research and was conducted by selecting 2 students of UPT SMPN 33 Gresik who experienced misconceptions with field dependent and field independent cognitive styles. The instruments used were the first and second misconception diagnostic tests which were equipped with CRI, interview guidelines and scaffolding guidelines. The results showed that students with field dependent and field independent cognitive styles experienced classificational, theoretical and correlational misconceptions. The cause of the misconception is the condition of students, students' abilities and books. After being given scaffolding, students with a field dependent cognitive style can solve the questions given and the misconceptions that occur are reduced. As well as misconceptions in students with an independent field cognitive style can be reduced and the process is more systematic. It can be said that giving scaffolding can reduce students' misconceptions in solving algebraic operation problems in students with field dependent and field independent cognitive styles. Keywords: misconception; scaffolding; cognitive style; algebra.
Proses Berpikir Kritis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD) Wihda Urfita Syafiti; I Ketut Budayasa; Masriyah Masriyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2793

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa SMP dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Subjek penelitian ini terdiri dari 2 siswa kelas VIII SMP dengan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Pemilihan kedua subjek juga mempertimbangkan kemampuan matematika setara, jenis kelamin yang sama, komunikatif, dan bersedia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan GEFT (Group Embedded Figures Test), tes penyelesaian masalah matematika, dan wawancara. Data dianalisis berdasarkan indikator berpikir kritis yang termuat dalam FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, Overview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir kritis kedua subjek dalam menyelesaikan masalah relatif sama. Pada tahap melaksanakan rencana siswa FI mampu mengungkapkan faktor-faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam membuat kesimpulan, siswa FI juga lebih dapat memberikan dan  menjelakan solusi alternatif dari masalah yang diberikan dengan lengkap dan benar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif FI dalam menjawab permasalahan yang diberikan dapat memahami sesuatu setahap demi setahap, menganalisis dengan jauh lebih baik, serta melakukan perencanaan dan mengikuti rencana itu, sehingga siswa dengan gaya kognitif FI dapat berpikir secara kritis ketika menghadapi permasalahan yang diberikan.
Workshop Merancang Pembelajaran Daring Berbantuan Edmodo dan Cloud di Masa COVID-19 Untuk KKG Gugus 02 Kranggan Mojokerto Evangelista LW Palupi; Susanah Susanah; Dayat Hidayat; Shofan Fiangga; Masriyah Masriyah
Jurnal Anugerah Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.506 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v2i2.2739

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dalam merancang pembelajaran daring dengan memanfaatkan platform online Edmodo dan cloud kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kranggan Mojokerto. Hal ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru-guru dalam menavigasikan digital platform pembelajaran, memindahkan pembelajaran luring ke pembelajaran daring, serta mengorganisir tugas-tugas peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu ceramah/direct instruction dan demonstrasi yang dilaksanakan secara ­syncronous dan asyncronous. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru Sekolah Dasar (SD) KKG Gugus 02 Kranggan Mojokerto Jawa Timur. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah angket/kuesioner. Angket ini digunakan untuk mengetahui wawasan dan persepsi awal peserta pelatihan terhadap pembelajaran daring yang telah mereka lakukan serta mengetahui wawasan dan persepsi mereka setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil angket, workshop yang telah dilakukan memberikan dampak yang positif dan bermanfaat bagi guru-guru Sekolah Dasar di Krangga Mojokerto.
Profil Kemampuan Pemecahan Masalah PISA pada Konten Change and Relationship Berdasarkan Taksonomi SOLO Nanda Putri Wahyuni; Masriyah Masriyah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 3 (2021): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i3.901

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa memiliki tingkat yang berbeda-beda, terlebih pada konteks PISA yang jarang ditemui dalam pembelajaran umum di sekolah. Untuk mengukur tingkat kemampuan pemecahan masalah tersebut dapat menggunakan suatu metode yang disebut dengan Taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah PISA konten change and relationship pada siswa yang memiliki kemampuan matematis tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan Taksonomi SOLO. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa dari kelas IX, yang terdiri dari siswa dengan kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes, dan wawancara. Kemudian instrumen penelitian yang digunakan yaitu Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tes Pemecahan Masalah (TPM), dan pedoman wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah PISA konten change and relationship pada siswa dengan kemampuan matematika tinggi mampu mencapai level extended abstract, siswa dengan kemampuan matematika sedang mampu mencapai level multistructural, dan siswa dengan kemampuan matematika rendah mencapai level unistructural.
Profil Miskonsepsi Siswa SMA Kelas XI pada Materi Turunan Fungsi Aljabar Cahanila Gema Lintang Sukma; Masriyah Masriyah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.947

Abstract

Identifikasi miskonsepsi siswa penting dilakukan agar dapat membantu siswa dalam mengurangi dan menempatkan kembali pengetahuan awal menjadi konsep yang sesuai dengan teori dan pendapat para ahli. Tujuan dari dari penelitian ini adalah mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami oleh siswa materi turunan fungsi aljabar, mengetahui penyebab terjadinya miskonsepsi dan memberikan beberapa alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi terjadinya miskonsepsi siswa pada materi turunan fungsi aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan kepada siswa kelas XI SMA, instrumen pengumpulan data dapat berupa tes miskonsepsi yang terdiri dari 10 pertanyaan dan wawancara semi-terstruktur.Pemilihan subjek dilakukan dengan mempertimbangkan hasil tes pekerjaan siswa dengan tingkat CRI yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Miskonsepsi yang dialami oleh siswa adalah jenis miskonsepsi klarifikasional dan miskonsepsi teoritikal. (2) Miskonsepsi dialami oleh siswa dikarenakan kurangnya penekanan materi dan konsep turunan fungsi aljabar oleh guru matematika kepada siswa saat pembelajaran berlangsung, adanya kesalahan pemahaman oleh individu saat kegiatan pembelajaran, dan adanya kendala dengan jaringan internet saat pembelajaran matematika secara daring berlangsung.(3).Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya miskonsepsi pada materi turunan fungsi aljabar adalah dengan menerapkan model pembelajaran generatif dan bantuan softwere algebra system maple pada turunan fungsi aljabar.
Improving Students’ Creative Problem-Solving Skills in Online-Onsite Based Mathematics Learning Tetty Natalia Sipayung; Imelda Imelda; Tatag Yuli Eko Siswono; Masriyah Masriyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 2 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.366 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v14i2.1423

Abstract

Learning during the COVID-19 period is a concern in the world of education. This is because the learning system has changed from the previous one and it has not been used by both students and teachers. In response to this, it is necessary to conduct action research using the Kemmis and McTaggart models on online-onsite mathematics learning, namely boldly through online platforms and the request of students. The subjects of this study were seventh-grade junior high school students who found 27 people. In contrast, the object of this research is to increase students’ creative problem-solving skills and increase teacher activity and student behaviour. Through the instruments used in online-onsite based learning, the results show that there is an increase in the percentage of classical learning completeness in creative problem-solving abilities of students who pass the minimum KKM in the 1st cycle from the percentage of initial ability results but have not shown achievement. While the results of observations of student behaviour and teacher activities meet the criteria achieved. Therefore, it is continued to cycle II by correcting the weakness in cycle I. The implementation of cycle II shows that all performance indicators have been achieved. Through these results, of course, it is a consideration that in improving problem-solving skills, it is recommended to do online-onsite based learning, especially in mathematics.
Workshop Merancang Pembelajaran Daring Berbantuan Edmodo dan Cloud di Masa COVID-19 Untuk KKG Gugus 02 Kranggan Mojokerto Evangelista LW Palupi; Susanah Susanah; Dayat Hidayat; Shofan Fiangga; Masriyah Masriyah
Jurnal Anugerah Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.506 KB) | DOI: 10.31629/anugerah.v2i2.2739

Abstract

Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dalam merancang pembelajaran daring dengan memanfaatkan platform online Edmodo dan cloud kepada Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 02 Kranggan Mojokerto. Hal ini dilatarbelakangi oleh permasalahan guru-guru dalam menavigasikan digital platform pembelajaran, memindahkan pembelajaran luring ke pembelajaran daring, serta mengorganisir tugas-tugas peserta didik. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu ceramah/direct instruction dan demonstrasi yang dilaksanakan secara ­syncronous dan asyncronous. Peserta dalam kegiatan ini adalah guru-guru Sekolah Dasar (SD) KKG Gugus 02 Kranggan Mojokerto Jawa Timur. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah angket/kuesioner. Angket ini digunakan untuk mengetahui wawasan dan persepsi awal peserta pelatihan terhadap pembelajaran daring yang telah mereka lakukan serta mengetahui wawasan dan persepsi mereka setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil angket, workshop yang telah dilakukan memberikan dampak yang positif dan bermanfaat bagi guru-guru Sekolah Dasar di Krangga Mojokerto.
PROSES BERPIKIR ALJABAR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Mifta Ismayanti; Masriyah Masriyah; Siti Khabibah
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.038 KB)

Abstract

Aljabar merupakan materi yang penting dalam pelajaran matematika maupun kehidupan sehari-hari. Penelitian tentang pengajaran dan pembelajaran aljabar dengan jelas menunjukkan perlu mempelajari perkembangan berpikir aljabar siswa dari waktu ke waktu, Berpikir aljabar adalah aktivitas mental untuk beroperasi pada pembentukan generalisasi dari pengetahuan dengan bilangan dan komputasi, memformalkan beragam gagasan dengan memakai sistem simbol yang bermakna dan mengeksplorasi konsep pola suatu fungsi seolah-olah sebagai kuantitas yang diketahui. A large number of researchers investigated the nature of algebraic thinking. Many of them focused on what individuals do and in what way their abilities for generalizing and using symbols develop”. Proses penyelesaian masalah tidak selalu berjalan lancer sesuai keinginan.Siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah terlalu sering, khususnya masalah matematika.Keadaan ini disebabkan perbedaan kemampuan dan daya juang menyelesaikan masalah yang dimiliki masing-masing individu. Tiap individutersebut akan bertanya apakah ia akan menyerah atau menaklukkan kesulitan tersebut atau terus berjuang untuk mengatasi kesulitan tersebut. Setiap siswa memiliki kemampuan dalam mengatasi kesulitan yang berbeda-beda. Keadaan ini memberikan akibat yang berbeda ketika siswa menyelesaikan masalah matematika khususnya pada siswa sekolah menengah pertama. Dalam memecahkan masalah matematika, proses berpikir aljabar sangat penting untuk diketahui bagi pendidik agar dapat mengelola belajar dengan baik demi keberhasilan siswa, sehingga perlu dicari berpikir Aljabar siswa SMP ketika menyelesaikan masalah matematika.
Konsepsi Siswa pada Materi Himpunan dengan Metode CRI (Certainty of Response Index) Riadhotus Sholikhah; Masriyah Masriyah
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 6 No. 1 (2022): JRPIPM SEPTEMBER 2022 VOLUME 6 NOMOR 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v6n1.p1-14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsepsi siswa pada materi himpunan, mendeskripsikan penyebab siswa kurang pengetahuan, dan mendeskripsikan penyebab miskonsepsi terjadi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif evaluatif dengan instrumen utama peneliti sedangkan instrumen pendukung yaitu soal tes konsepsi dilengkapi dengan CRI dan pedoman wawancara. Sumber data penelitian yaitu 31 siswa kelas VII salah satu SMP negeri di Tuban. Data tes konsepsi dianalisis dengan cara mengoreksi jawaban siswa dan mengecek skala CRI yang diberikan siswa pada setiap soal. Data hasil wawancara dianalisis merujuk model Miles dan Huberman [1]. Dalam penelitian ini didapatkan hasil, siswa mempunyai konsepsi bahwa syarat tertentu dan jelas pada pengertian himpunan berarti syarat yang diberikan harus mengacu pada satu kumpulan objek saja, irisan beberapa himpunan adalah himpunan yang beranggotakan semua anggota himpunan yang diketahui, himpunan selalu mempunyai anggota, anggota yang sama dari beberapa himpunan yang diketahui bukan termasuk anggota gabungan,  komplemen dari suatu himpunan merupakan himpunan itu sendiri, himpunan bagian bukan berupa himpunan akan tetapi himpunan bagian merupakan anggota himpunan tersebut, semua anggota himpunan semesta termuat dalam himpunan yang dibahas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan guru pertimbangan untuk menentukan metode yang tepat dalam pembelajaran materi himpunan. Kata Kunci: Konsepsi, Miskonsepsi, Kurang Pengetahuan, Himpunan