Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DIBAWAH USIA 18 TAHUN Dina Khairunnisa; Basri Aramico lb; Tiara Mairani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58577

Abstract

Perilaku merokok merupakan perilaku berisiko yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan masih menjadi masalah serius pada remaja. Kelompok ini rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial dan faktor psikologis sehingga berpotensi memulai kebiasaan merokok sejak dini. Peningkatan jumlah perokok pemula di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, menunjukkan pentingnya identifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di bawah usia 18 tahun di SMA Negeri 11 Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 44 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan pada Juli 2025 menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-square menggunakan SPSS 25.  Hasil menunjukkan 52,3% responden memiliki perilaku merokok kategori baik. Sebagian besar memiliki pengetahuan baik, sikap positif, dan tindakan pencegahan yang baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tindakan, alasan psikologis, dan lingkungan sosial dengan perilaku merokok, sementara pengetahuan, sikap, serta sarana prasarana tidak menunjukkan hubungan signifikan. Disarankan peningkatan edukasi, pengawasan, dan lingkungan yang kondusif untuk pencegahan
FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR Rifqa Alfina; Farrah Fahdhienie; Tiara Mairani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58997

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Faktor lingkungan dan perilaku masyarakat diduga berperan terhadap kejadian DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko lingkungan dan perilaku dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain case-control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 responden yang terdiri dari 14 kasus dan 28 kontrol dengan rasio 1:2. Kasus dipilih menggunakan total sampling, sedangkan kontrol dipilih menggunakan random sampling. Variabel yang diteliti meliputi: suhu, kelembaban, penggunaan kasa nyamuk, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat nyamuk dan praktik 3M. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menggantung pakaian (p = 0,014; OR = 6,92), penggunaan obat nyamuk (p = 0,013; OR = 5,4), dan praktik 3M (p = 0,004; OR = 7,5) berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Sementara itu, suhu dan penggunaan kasa nyamuk tidak berhubungan dengan kejadian DBD (p>0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kebiasaan menggantung pakaian merupakan faktor yang paling berisiko terhadap kejadian DBD (p = 0,043; OR = 8,137). Disimpulkan bahwa faktor perilaku berhubungan dengan kejadian DBD dengan kebiasaan menggantung pakaian sebagai faktor yang paling berisiko. Puskesmas perlu memprioritaskan intervensi berbasis perubahan perilaku dalam upaya pengendalian DBD.
Hubungan Faktor Manusia dengan Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Bongkar Muat di Pelabuhan Balohan Sabang Muhammad Noval; Wardiati Wardiati; Tiara Mairani
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i4.8800

Abstract

“Human factors such as knowledge, work fatigue, attitudes, and manual material handling practices are considered important determinants of occupational accidents among loading and unloading workers. This study aimed to determine the relationship between human factors and occupational accidents among loading and unloading workers at Balohan Port, Sabang. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population consisted of all freelance loading and unloading workers at Balohan Port, with a total sample of 37 respondents selected using the total population technique. Data were collected through interviews using standardized questionnaires and analyzed using Fisher’s Exact Test. The results showed that most respondents had good knowledge (75.7%), moderate work fatigue (73%), positive attitudes toward occupational safety (73%), and fairly good manual material handling practices (67.6%). Occupational accidents were still relatively high at 59.5%. Bivariate analysis showed a significant relationship between work fatigue (p-value =0.028) and attitude (p-value =0.028) with occupational accidents. Meanwhile, knowledge (p-value =0.056) and manual material handling (p-value =0.073) were not significantly associated with occupational accidents. The study concludes that work fatigue and worker attitudes are dominant factors related to occupational accidents among loading and unloading workers at Balohan Port.