Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Nurse-Engineer Opportunities and Education in The Post-Pandemic Nursing Care Rino Ferdian Surakusumah; Rifa Yanti; Icha Fatwasauri
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.719

Abstract

Nurses are one of the frontline professions in dealing with patients affected by Covid-19. Nurses are dealing directly with problems that occur in covid-19 health services. This challenge is an opportunity for the emergence of the competence development of the nursing profession by implementing technological competency. If a nurse has technological competence, they are expected to produce appropriate technological innovations. This paper discusses the opportunities of nurses to implement engineering competency in order to improve innovation opportunities in post-pandemic nursing care. Technological, economic, regulatory, and sociological forces that influence the transformation of the nursing profession into nurse-engineers will be explained below with a new collaborative nurse-engineer educational competencies are also proposed.
Pengembangan Sistem Pengukuran Tingkat Stres Menggunakan Sensor GSR dengan Perbandingan Metode PSS Apza, Rechi Yudha; Surakusumah, Rino Ferdian
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v6i2.23710

Abstract

Stres merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kesejahteraan dan kinerja akademik mahasiswa, sehingga diperlukan metode pengukuran yang akurat dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengukuran tingkat stres berbasis sensor Galvanic Skin Response (GSR) yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dan membandingkan hasilnya dengan metode Perceived Stress Scale (PSS). Sistem yang dikembangkan memungkinkan pemantauan stres secara real-time melalui aplikasi smartphone. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tahap perancangan, pengembangan, serta evaluasi validitas dan reliabilitas sistem. Pengujian dilakukan terhadap 20 mahasiswa semester akhir, dengan hasil menunjukkan bahwa 35% responden dalam kondisi normal, 35% mengalami stres ringan, 10% stres sedang, 5% stres berat, dan 15% mengalami error dalam pengukuran. Perbandingan antara sensor GSR dan metode PSS menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 83,33%, dengan rata-rata selisih nilai sebesar 16,67%, di mana metode PSS cenderung memberikan skor stres yang lebih tinggi dibandingkan sensor GSR. Selain itu, evaluasi usability menunjukkan bahwa sistem memiliki tingkat kepuasan pengguna yang tinggi, dengan skor rata-rata usability 4,48, simplicity 4,35, dan interactivity 4,31 dari skala 5. Kesimpulannya, sistem berbasis sensor GSR yang dikembangkan telah terbukti dapat mengukur tingkat stres dengan tingkat akurasi yang cukup baik dan memiliki potensi sebagai alat pemantauan stres yang objektif, praktis, serta mudah digunakan.
AUDIT RISIKO KALIBRASI ALAT INFUS DAN SYRINGE MELALUI FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS Abd Rahim; Surakusumah, Rino Ferdian; Nik Bulyamin, Nik Zaidi
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6324

Abstract

Latar belakang: Infusion pump dan syringe pump merupakan perangkat medis kritis yang digunakan untuk pemberian cairan atau obat secara presisi kepada pasien. Kalibrasi secara berkala sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keselamatan penggunaan alat. Namun, di beberapa fasilitas kesehatan di Malaysia, proses kalibrasi belum sepenuhnya mengikuti standar internasional, yang dapat berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Tujuan: untuk menganalisis permasalahan dalam proses kalibrasi infusion pump dan syringe pump menggunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta memberikan rekomendasi perbaikan yang relevan untuk meningkatkan mutu kalibrasi dan keselamatan pasien. Metode:menggunakan desain deskriptif observasional melalui observasi lapangan di NIQ Engineering Sdn. Bhd., Malaysia, dan beberapa rumah sakit. Sampel terdiri dari 25 perangkat medis (15 infusion pump dan 10 syringe pump). Data dikumpulkan melalui pengukuran flow rate menggunakan Fluke IDA 4 Plus, uji oklusi, observasi lingkungan menggunakan thermohygrometer, serta wawancara teknisi. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection.. Hasil: menemukan beberapa permasalahan utama dalam proses kalibrasi, antara lain: penggunaan alat uji yang tidak tersertifikasi, penggunaan komponen tidak sesuai spesifikasi, ketiadaan SOP baku, serta kesalahan teknis oleh teknisi yang belum tersertifikasi. Nilai RPN tertinggi diperoleh pada kesalahan pengaturan alat uji (RPN = 270) dan penggunaan komponen tidak standar (RPN = 252). Kesimpulan: Penerapan standar ISO/IEC 17025, pelatihan teknisi yang berkelanjutan, audit independen, serta digitalisasi pencatatan kalibrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan proses kalibrasi. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, edukasi teknisi elektromedis, dan perbaikan mutu layanan rumah sakit secara menyeluruh.
ANALISIS PENGUJIAN ARUS BOCOR PADA PASIEN MONITOR BERDASARKAN METODE STANDAR IEC 62353:2014 Akbar, Muhammad Imamul; Surakusumah, Rino Ferdian; Nik Bulyamin, Nik Zaidi
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i1.6330

Abstract

Latar belakang: Keselamatan listrik pada peralatan medis merupakan aspek yang sangat krusial karena berhubungan langsung dengan perlindungan pasien dan tenaga medis. Arus bocor, meskipun kecil, dapat menimbulkan risiko kejutan listrik yang berbahaya. Oleh sebab itu, diperlukan standar internasional dalam pengujian keselamatan listrik, salah satunya IEC 62353, yang memberikan pedoman praktis dalam pemeriksaan rutin perangkat medis di lapangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan metode pengujian arus bocor pada pasien monitor berdasarkan standar IEC 62353, serta memberikan rekomendasi metode yang paling sesuai dalam menjamin keselamatan listrik peralatan medis. Metode: menggunakan desain eksperimental dengan pengujian pada dua unit pasien monitor, yaitu Dinamap PRO400V2 dan Nihon Kohden. Instrumen yang digunakan adalah Electrical Safety Analyzer Bender UNIMET 810ST. Tiga metode utama dari IEC 62353 diterapkan, yaitu metode Langsung (Direct), Alternatif (Alternative), dan Diferensial (Differential). Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai arus bocor terhadap ambang batas standar. Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh nilai arus bocor masih berada di bawah batas maksimum IEC 62353, yakni 500 µA untuk metode Langsung dan Diferensial, serta 1000 µA untuk metode Alternatif. Analisis menunjukkan bahwa metode Diferensial lebih sensitif, metode Langsung lebih stabil, sedangkan metode Alternatif dapat digunakan untuk peralatan dalam kondisi tidak aktif. Kesimpulan: Pengujian menggunakan standar IEC 62353 terbukti efektif dalam memastikan keselamatan listrik pasien monitor. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kompetensi tenaga elektromedis dan upaya pemeliharaan peralatan medis agar tetap aman, andal, dan sesuai standar internasional.  
Adaptive Stress Prediction with GSR, SMOTE Balancing, and Random Forest Models Surakusumah, Rino Ferdian; Apza, Rechi Yudha
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 9 No 4 (2025): August 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v9i4.6588

Abstract

Stress is a pervasive condition that affects mental health, productivity, and quality of life across populations. Traditional methods for stress assessment, such as the Perceived Stress Scale (PSS), rely on retrospective self-reporting and are limited by subjectivity and delayed feedback. To address this gap, this study developed an integrated real-time stress monitoring system combining Galvanic Skin Response (GSR) sensors, Internet of Things (IoT) technology, and machine learning algorithms. Primary GSR data were collected from 30 participants under varied conditions, supplemented by secondary data from the WESAD dataset. A Random Forest classifier was employed to categorize stress into four levels: normal, mild, moderate, and severe. To address class imbalance, the Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) was applied, leading to improved model robustness. The system achieved a cross-validated classification accuracy of 69%, with substantial improvements in the detection of moderate and severe stress cases compared to traditional threshold-based methods. A strong agreement (Cohen’s Kappa κ = 0.82) was observed between system predictions and PSS-based stress assessments. Feature importance analysis identified mean GSR value and Skin Conductance Response (SCR) amplitude as the most influential indicators of stress. The system was evaluated for usability, receiving high user ratings in terms of accessibility, simplicity, and interactivity. A simple Python-based command-line interface (CLI) was also developed for real-time stress prediction based on input features. This research demonstrates the feasibility and effectiveness of combining physiological sensing, predictive analytics, and user-friendly interfaces to enable scalable and adaptive stress monitoring. Future developments will focus on integrating additional physiological modalities and deep learning techniques to enhance predictive performance and personalization in clinical and everyday contexts.
ANALISIS HASIL PENGUJIAN DAN KALIBRASI SYRINGE PUMP PARAMETER FLOWRATE DAN OCCLUSION MENGGUNAKAN METODE ISO GUM DAN METODE KRAGTEN Angelin, Nadia; Hadziqoh, Nur; Lasiyah, Nani; Surakusumah, Rino Ferdian
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v9i2.6492

Abstract

Latar belakang: Syringe pump merupakan alat penting untuk memberikan cairan dan obat dalam dosis kecil secara akurat dan kontinu, sehingga kesalahan kerja dapat membahayakan pasien. Untuk menjamin keandalannya, alat ini perlu diuji dan dikalibrasi secara berkala, terutama pada parameter flowrate dan occlusion test karena keduanya berperan penting dalam kelancaran terapi. Selain itu, analisis ketidakpastian pengukuran seperti metode ISO GUM masih belum optimal diterapkan, sehingga penelitian ini diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang akurasi dan keandalan kalibrasi syringe pump. Tujuan: menganalisis hasil pengujian dan kalibrasi parameter  flowrate dan occlusion test pada syringe pump menggunakan pendekatan ISO GUM untuk menghitung ketidakpastian pengukuran secara sistematis. Metode: menggunakan metode eksperimental kuantitatif dengan objek syringe pump Medcaptain Sys-3010, di mana data diperoleh melalui kalibrasi langsung sesuai standar MK 047-18 Kemenkes RI. Pengujian dilakukan pada parameter flowrate sebesar 10, 50, dan 100 ml/h serta occlusion test pada 100 ml/h dengan bantuan Infusion Device Analyzer (IDA) sebagai alat standar. Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan dua metode estimasi ketidakpastian, yaitu ISO GUM dan Kragten, untuk menghitung dan membandingkan ketidakpastian pengukuran secara menyeluruh, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif mengenai keandalan hasil pengujian syringe pump tersebut. Hasil: Hasil pengujian pada syringe pump Medcaptain Sys-3010 menunjukkan bahwa metode ISO GUM dan Kragten menghasilkan nilai ketidakpastian yang sangat berdekatan pada seluruh titik ukur. Pada parameter flowrate, ketidakpastian diperluas masing-masing berada di kisaran ±0,18 ml/h (10 ml/h), ±0,64 ml/h (50 ml/h), dan ±0,80 ml/h (100 ml/h) untuk kedua metode, sedangkan pada occlusion test di 100 ml/h diperoleh nilai ketidakpastian yang sama, yaitu ±0,9084 Psi. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metode memberikan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan dalam analisis ketidakpastian pengukuran syringe pump. Kesimpulan: hasil pengujian dan analisis ketidakpastian pada syringe pump Medcaptain Sys-3010 menggunakan metode ISO GUM dan Kragten memberikan nilai ketidakpastian yang konsisten pada parameter flowrate dan occlusion test. Kedua metode menghasilkan estimasi ketidakpastian yang berada dalam batas toleransi standar kalibrasi alat kesehatan, sehingga syringe pump Sys-3010 dinyatakan memiliki kinerja yang akurat dan layak digunakan. Metode ISO GUM dinilai lebih sistematis dan terstruktur dalam menentukan ketidakpastian, sementara metode Kragten lebih praktis dalam perhitungannya namun tetap memberikan hasil yang sebanding.