Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pengujian Kendaraan Untuk Meminimalisir Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Andin Mulya Rianti; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.126 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1043

Abstract

Kabupaten Ciamis, Subang, dan Banjar merupakan salah satu Kabupaten yang dikategorikan sebagai kota yang rawan akan kecelakaan lalu lintas. Masyarakat sekitar sering memanfaakan transportasi sebagai penunjang ekonomi. akan tetapi dari kondisi kepadatan penduduk yang setiap tahunnya meningkat, transportasi tersebut dapat mengakibatkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu dilakukan analisis pengujian kendaraan bermotor untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengggunakan metode kualitatif dnegan memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, dan telaah dokumen. Setelah itu untuk membandingkan antara ketoga kota tersebut maka di analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 22, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas serta mengetahui kabupaten/kota mana yang paling rawan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan analisa tersebut di antara ke tiga kota ang dikategorikan sebagai rawan kecelakaan lalu lintas adalah Kabupaten Subang. Dari hasil survei didapatkan beberapa penyebab kecelakaan lalu lintas di karenakan faktor kendaraan, yang disebabkan oleh rem yang tidak berfungsi serta kondisi geometrik jalan yang tidak sesuai, sedikitnya rambu-rambu lalu lintas, dan kurangnya penerangan, sehingga diperlukan upaya penanganan keselamatan lalu lintas seperti prioritas protokol jalan dari ramburambu lalu lintas dan penerangan jalan serta himbauan
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles Anggie Rahman Hakim; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-2.1201

Abstract

This study aims to determine the causes of congestion that often occurs on Jalan Raya Leles during rush hours and determine the impact of implementing one-way roads on performance on Jalan Raya Leles during rush hours. This analysis was carried out by analyzing the existing road conditions as well as the one-way road conditions using the PTV software. Vissim. The cause of congestion on Jalan Raya Leles on existing road conditions is due to an increase in vehicle volume, namely 433 vehicles/minute or 3,468 vehicles/hour which causes a decrease in speed, namely 15.11 km/minute and an increase in density, namely 28.68 vehicles/minute. The implementation of one-way roads on the Leles Highway and Leles Ring Road sections in both scenarios results in an increase in vehicle speed and a decrease in vehicle density on the existing road. In scenario 1, the average vehicle speed is 45.70 veh/min and the vehicle density is 9.69 veh/km and the vehicle volume is 441 veh/min with an average confidence level of the modeling results using PTV software. Vissim that is 98%. In scenario 2 the average vehicle speed is 44.55 veh/min and the vehicle density is 6.70 veh/km and the vehicle volume is 450 veh/min with an average confidence level of modeling results using PTV software. Vissim that is 96%. So the implementation of one-way roads on the Leles Highway and Leles Ring Road sections can reduce congestion during rush hours. It is necessary to arrange more effective vehicle flow patterns so that they do not have a significant impact on increasing vehicle traffic on Jalan Raya Leles. Implementing a one-way road by diverting traffic flow during rush hours from Bandung to the Leles Ring Road section with a composition of motorbikes, private cars, freight transport while public transport vehicles and buses continue to pass Jalan Raya Leles. Meanwhile, from the direction of Garut on Jalan Raya Leles with a composition of motorbikes, private cars, goods transport, public transport and buses still passing through Jalan Raya Leles.
Analisis Penerapan Jalan Satu Arah di Ruas Jalan Raya Leles-Jalan Lingkar Leles Anggie Rahman Hakim; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 2 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-2.1201

Abstract

This study aims to determine the causes of congestion that often occurs on Jalan Raya Leles during rush hours and determine the impact of implementing one-way roads on performance on Jalan Raya Leles during rush hours. This analysis was carried out by analyzing the existing road conditions as well as the one-way road conditions using the PTV software. Vissim. The cause of congestion on Jalan Raya Leles on existing road conditions is due to an increase in vehicle volume, namely 433 vehicles/minute or 3,468 vehicles/hour which causes a decrease in speed, namely 15.11 km/minute and an increase in density, namely 28.68 vehicles/minute. The implementation of one-way roads on the Leles Highway and Leles Ring Road sections in both scenarios results in an increase in vehicle speed and a decrease in vehicle density on the existing road. In scenario 1, the average vehicle speed is 45.70 veh/min and the vehicle density is 9.69 veh/km and the vehicle volume is 441 veh/min with an average confidence level of the modeling results using PTV software. Vissim that is 98%. In scenario 2 the average vehicle speed is 44.55 veh/min and the vehicle density is 6.70 veh/km and the vehicle volume is 450 veh/min with an average confidence level of modeling results using PTV software. Vissim that is 96%. So the implementation of one-way roads on the Leles Highway and Leles Ring Road sections can reduce congestion during rush hours. It is necessary to arrange more effective vehicle flow patterns so that they do not have a significant impact on increasing vehicle traffic on Jalan Raya Leles. Implementing a one-way road by diverting traffic flow during rush hours from Bandung to the Leles Ring Road section with a composition of motorbikes, private cars, freight transport while public transport vehicles and buses continue to pass Jalan Raya Leles. Meanwhile, from the direction of Garut on Jalan Raya Leles with a composition of motorbikes, private cars, goods transport, public transport and buses still passing through Jalan Raya Leles.
Penerapan Algoritma k-Means Clustering untuk Pengelompokan Pembangunan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Dede Kurniadi; Yoga Handoko Agustin; Hari Ilham Nur Akbar; Ida Farida
AITI Vol 20 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/aiti.v20i1.64-77

Abstract

Determining road construction priorities at the Garut Regency Public Works and Spatial Planning (PUPR) Office could be more effective in terms of validity in achieving goals and recap time because it needs good clustering. This study uses the Cross-Industry Standard Process for Data Mining and the k-means algorithm to classify road construction data with type, length, and construction cost attributes. The results of this study are the selection of five clusters with the smallest Davies-Bouldin index evaluation value of 0.1617. The analysis of the characteristics of the largest cluster road construction is from Group 1, Group 2, Group 3, Group 5, and Group 4, with nominal development depending on the type of construction. From the clustering knowledge and cluster characteristics results, the Garut District PUPR office can prioritize the construction of small roads more than the construction of medium or large roads by looking at the submissions based on the cluster.
Evaluasi Struktur Atas Komponen Jalan Rel dalam Kegiatan Reaktivasi Jalur Cibatu Cikajang Mega Azahra Yusuf; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.745 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.926

Abstract

Jalur kereta Api nonaktif yang menghubungkan Stasiun Cibatu dan Stasiun Cikajang panjang lintas kurang lebih 47 kilometer, dan saat ini untuk segmen antara Cibatu – Garut Kota dengan panjang kurang lebih 19 km sedang dalan proses reaktivitasi dengan struktur atas yang melewati 3 stasiun ini dilakukan dengan pergantian rel R52 dan bantalan kayu/baja dengan rel tipe R.42 dengan bantalan beton. Evaluasi komponen perkeretapian yang dipasang pada rel dengan menghitung beban dinamis menggunakan metode berikut persamaan tablot dan di bandingkan dengan komponen jalan rel terpasang Menurut standar perencanaan perkeretapian, ini diklasifikasikan menurut nilai perkeretaapian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkeretaapian diklasifikasikan menjadi tiga kategori beban dinamis 12.745,152 Kg, Untuk analisa beban cross-bearing beton produksi WIKA sudah memenuhi persyaratan, namun untuk perkeretaapian perhitungannya didasarkan pada tegangan ijin yang muncul pada pondasi perkeretaapian. = 1.16 7,943 Kg/cm2 < 1.476,3 Kg/cm2 (memenuhi syarat), adi tidak perlu ada pergantian rel karena komponen ini sudah Sesuai dengan daya dukung perlintasan KA tersebut memenuhi standar operasional pelayanan KA.
Evaluasi Tebal Perkerasan Jalan untuk Menahan Beban Rencana Lalu Lintas Ilyas Nannmar; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 21 No 1 (2023): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.21-1.1274

Abstract

Tuntutan sarana infrastruktur selalu bertambah, suatu wilayah yang berdampak pada pertumbuhan lalu lintas menjadi meningkat. Metodologi penelitian menggunakan analisis dengan mempergunakan metode Analisis Komponen serta Austroads dengan program Pavement Analysis and Design, berdasarkan studi dan data lapangan dari Gambar Kerja pada Pekerjaan Peningkatan. Jalan Situ Cangkuang-Leles untuk dasar evaluasi perencanaan tebal perkerasan. Tujuan penelitan adalah mengevaluasi ketebalan lapis perkerasan metode analisa komponen dan Austroads. Hasil tebal perkerasan mempergunakan metode analisa komponen didapatkan 5 centimeter (laston. AC), 10 centimeter (laston. atasnya), serta 15 centimeter (sirtunya class A), disamping itu dengan mempergunakan cara Austroads setebal 18 cm (lapisan aspalnya 3.000 MPa), 10 centimeter (lapisan granular), serta 40 centimeter (lapisan semennya 5.000 MPa). Setelah menghitungkan tebal lapis perkerasannya mempergunakan program Pavement Analysis and Design didapat nilai repetisi beban retak lelah pada tebal perkerasan metode Analisa Komponen sebesar 735081.13 dengan nilai repetisi beban retak alur sebesar 105016,9141 dan tebal perkerasan pada metode Austroads sebesar 1284589,075 dengan nilai repetisi beban retak alur sebesar 179792712,5. Analisis rusaknya perkerasan. jalan di tebal perkerasannya analisis komponen serta Austroads didapatkan bahwasannya tebal perkerasannya analisis komponen sedianya tidak dapat menahan beban rencananya. sebanyak 640000, disamping itu tebal perkerasannya mempergunakan Austroads dapat sedianya menahan beban rencana sebanyak 640000.