Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Biaya Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Garut Trecy Tiara Elsa; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.915

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa terjadinya suatu pergerakan lalu lintas yang dapat mengakibatkan resiko kecelakaan, sehingga mempengaruhi pada manusia sebagai pengendara. Dengan kemajuan alat transportasi dan perkembangan penduduk yang semakin meningkat maka menyebabkan kebutuhan transportasi serta jumlah penduduk yang ikut meningkat di Kabupaten Garut yaitu pada tahun 2019 berjumlah 2.622.425 juta penduduk (Badan Pusat Statistik Kependudukan, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya kecelakaan lalu lintas, mengetahui karakteristik kecelakaan yang ditinjau dari jumlah kejadian, usia korban, jenis kelamin, profesi, pendidikan, waktu kejadian, lokasi kejadian, penyebab kecelakaan dan jenis kendaraan yang terlibat Sebagai tambahan menentukan daerah rawan kecelaka di ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang paling dominan mengalami kecelakaan adalah sepeda motor (71%), usia 16-30 tahun (>48%), laki-laki (>77%), SLTA (60%), karyawan swasta (>40%), pukul 12.00-18.00 WIB (35%), jalan arteri (47%), jalan provinsi (62%), tabrakan depan-depan (43%). Daerah rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score yang paling dominan adalah terdapat di kecamatan Malangbong dan Cilawu. Menghitung biaya satuan korban kecelakaan lalu lintas digunakan metode The Gross, bahwa yang paling dominan adalah sepeda motor pada tahun 2015 – 2019 sebesar 86% sedangkan biaya santunan dari PT. Jasa Raharja yaitu sebesar 84% yang akan diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas.
KONDISI JALAN DENGAN PERSYARATAN TEKNIS KENDARAAN TERHADAP KEJADIAN KECELAKAAN Ida Farida; Teddi Fadilah
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 3 No 1 (2022): Februari
Publisher : Faculty of Engineering, Planning and Architecture, Winaya Mukti University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.274 KB) | DOI: 10.51988/jtsc.v3i1.42

Abstract

Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Kota Tasikmalaya merupakan daerah terlewati jalan nasional kelas III. Pada jalan nasional kelas III ini ada beberapa lokasi yang kerap menyumbang terjadinya kecelakaan. Masih adanya kendaraan yang tidak laik jalan dan pengangkutan yang berlebihan beroperasi dijalan, dengan kondisi tersebut penelitian berupaya untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengujian kelaikan kendaraan dengan metode observasi secara langsung di lapangan, mengetahui hubungan kendaraan yang tidak lolos uji laik dengan kejadian kecelakaan dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman menggunakan SPSS dan kondisi jalan di daerah rawan kecelakaan pada jalan nasional kelas III. Studi ini menggunakan data sekunder, data kecelakaan diperoleh dari instansi kepolisisan dan data kendaraan yang tidak lolos uji laik jalan dari Dinas Perhubungan serta observasi secara langsung di lapangan. Dalam pelaksanaan pengujian kendaraan di daerah studi semua dilaksanakan sesuai prosedur dengan peraturan yang berlaku dengan teknisi yang berkompeten. Nilai korelasi antar variabel tidak ada hubungan yang signifikan (berarti) dengan nilai lebih besar dari 0,05. Tingkat kekuatan (keeratan) hubungan di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut adalah lemah, sedangkan di Kota Tasikmalaya adalah cukup. Dari tiga wilayah yang ada berdasarkan kondisi jalan didapatkan daerah paling rawan yaitu di tanjakan/turunan Gentong dengan derajat tikungan 77o, kelandaian rata-rata 0,123 m/m dengan jenis jalan 2 jalur 1 arah lajur (tidak terbagi).
Kinerja Simpang dan Upaya Penanganan Pada Bundaran Simpang Lima di Kabupaten Garut Ida Farida; Nizar Rahman
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.886

Abstract

Seiring berjalannya waktu di Garut Kota sering terjadi kemacetan lalu lintas. Salah satu titik kemacetan yang ada di Garut terjadi di Bundaran Simpang Lima yaitu pada ruas Jl. Otto Iskandardinata, Jl. Terusan Pembangunan, Jl. Cimanuk, Jl. Pembangunan dan Jl. Patriot. Tujuan penelitian dari ini untk menganalisis knerja bundaran, mengetahui volume lalu lintas tertinggi serta memberikan solusi terhadap kemacetan di Bundaran Simpang Lima Garut. Pengumpulan data dilakukan dengn survei langsung lapangan pada ke 5 pendekat selama 3 minggu per 3 hari pada pukul 06.OO WIB – 18.OO WIB. Analisis kinerja bundaran dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif merujuk pada MKJI (1997) dan PKJI (2014). Hasil kinerja bundaran pada Bundaran Simpang Lima memiliki nilai kapasitas jalinan terbesar sebesar 124990 smp/jam yaitu pada jalinan CD (Jl. Cimanuk), nilai tundaan rata-rata bundaran sebesar 5,5 det/smp, sedangkan untuk derajat kejenuhan terbesar yaitu pada jalinan DE (Jl. Pembangunan) di Bundaran Simpang Lima sebesar 0,77 dimana pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindahl ajur dan mendahului. Volume tertinggi yaitu pada jalinan AB (Jl. Otista) sebesar 17687 smp/jam. Dalam mengatasi kemacetan di Bundaran Simpang Lima pemerintah daerah harus tetap siaga untuk mempersiapkan melakukan manajemen lalu lintas pada jalinan yang sudah mulai mengalami kepadatan lalu lintas seperti pelebaran jalan dan hambatan samping (menyediakan tempat parkir khusus) agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di bahu jalan yang memang menyebabkan terjadinya kemacetan.
Analisis Biaya Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Garut Trecy Tiara Elsa; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.915

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa terjadinya suatu pergerakan lalu lintas yang dapat mengakibatkan resiko kecelakaan, sehingga mempengaruhi pada manusia sebagai pengendara. Dengan kemajuan alat transportasi dan perkembangan penduduk yang semakin meningkat maka menyebabkan kebutuhan transportasi serta jumlah penduduk yang ikut meningkat di Kabupaten Garut yaitu pada tahun 2019 berjumlah 2.622.425 juta penduduk (Badan Pusat Statistik Kependudukan, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya kecelakaan lalu lintas, mengetahui karakteristik kecelakaan yang ditinjau dari jumlah kejadian, usia korban, jenis kelamin, profesi, pendidikan, waktu kejadian, lokasi kejadian, penyebab kecelakaan dan jenis kendaraan yang terlibat Sebagai tambahan menentukan daerah rawan kecelaka di ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang paling dominan mengalami kecelakaan adalah sepeda motor (71%), usia 16-30 tahun (>48%), laki-laki (>77%), SLTA (60%), karyawan swasta (>40%), pukul 12.00-18.00 WIB (35%), jalan arteri (47%), jalan provinsi (62%), tabrakan depan-depan (43%). Daerah rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score yang paling dominan adalah terdapat di kecamatan Malangbong dan Cilawu. Menghitung biaya satuan korban kecelakaan lalu lintas digunakan metode The Gross, bahwa yang paling dominan adalah sepeda motor pada tahun 2015 – 2019 sebesar 86% sedangkan biaya santunan dari PT. Jasa Raharja yaitu sebesar 84% yang akan diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas.
Analisis Pengujian Kendaraan Untuk Meminimalisir Risiko Kecelakaan Lalu Lintas Andin Mulya Rianti; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.20-1.1043

Abstract

Kabupaten Ciamis, Subang, dan Banjar merupakan salah satu Kabupaten yang dikategorikan sebagai kota yang rawan akan kecelakaan lalu lintas. Masyarakat sekitar sering memanfaakan transportasi sebagai penunjang ekonomi. akan tetapi dari kondisi kepadatan penduduk yang setiap tahunnya meningkat, transportasi tersebut dapat mengakibatkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas. Maka dari itu dilakukan analisis pengujian kendaraan bermotor untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan mengggunakan metode kualitatif dnegan memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, dan telaah dokumen. Setelah itu untuk membandingkan antara ketoga kota tersebut maka di analisis dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 22, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecelakaan lalu lintas serta mengetahui kabupaten/kota mana yang paling rawan kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan analisa tersebut di antara ke tiga kota ang dikategorikan sebagai rawan kecelakaan lalu lintas adalah Kabupaten Subang. Dari hasil survei didapatkan beberapa penyebab kecelakaan lalu lintas di karenakan faktor kendaraan, yang disebabkan oleh rem yang tidak berfungsi serta kondisi geometrik jalan yang tidak sesuai, sedikitnya rambu-rambu lalu lintas, dan kurangnya penerangan, sehingga diperlukan upaya penanganan keselamatan lalu lintas seperti prioritas protokol jalan dari ramburambu lalu lintas dan penerangan jalan serta himbauan
Analisis Kebutuhan Angkutan Online di Kabupaten Garut Pebi Kharisma Pratama; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.623 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.18-1.773

Abstract

Transportasi memiliki peran yang sangat penting terhadap perkembangan suatu kota, sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan dan sebagai prasarana bagi pergerakan manusia/barang yang timbul akibat adanya kegiatan diperkotaan tersebut. Dengan perkembangan ilmu tekhnologi saat ini yang dapat mempercepat dan mempermudah kebutuhan masyarakat takterkecuali dalam kebutuhan akan sarana transportasi. Munculnya moda transportasi baru yaitu transportasi berbasis online telah dinikmati namun juga banyak menimbulkan pro dan kontra tersendiri dikalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Garut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kebutuhan angkutan transportasi online di Kabupaten Garut. Dengan menggunakan metode deskriftif kuantitatif. Data yang dibutuhkan meliputi data Primer dan Skunder dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Hasil analisa menjelaskan bahwa, dari factor waktu, keamanan, kenyamanan, dan juga tariff angkutan hanya factor tarif yang menggunakan transportasi konvensional. Dan menurut kebutuhan armada optimal di Kabupaten Garut tentang angkutan kota (angkot) dari lima trayek yang dianalisa hanya 1 trayek yaitu Terminal Guntur-Cempaka yang jumlah armada optimalnya melebihi dari yang telah ditentukan oleh Dinas Perhubungan. Pengaruh positif munculnya transportasi online adalah meningkatkan daya saing. Sedangkan untuk pengaruh negative terhadap angkutan konvensional adalah mengurangi pendapatan.
Efektivitas Kinerja Lalu Lintas Jembatan Cimanuk Maktal II Syamsul Rijal Baihaqi; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.765 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-2.774

Abstract

Jembatan Cimanuk Maktal II terletak di Jalan RSU dr. Slamet Kabupaten Garut dan salah satu bagian dari ruas jalan simpang bersinyal Maktal. Salah satu penyebab kemacetan yang sering terjadi disepanjang Jembatan Cimanuk Maktal lama adalah aktifitas warga yang sangat tinggi dan juga tidak tertatanya dengan baik guna lahan di sekitar Jembatan Cimanuk Maktal.. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu dengan cara menjabarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan faktor-faktor yang tampak disekitar jembatan Cimanuk Maktal II., pengambilan data di peroleh dengan melakukan survey selama 3 periode dalam kurun waktu 6 hari yang akan diambil satu sampel daei salah satu survey di Jembatan Cimanuk Maktal II seperti survey volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, dan juga data geometri jalan serta data pendukung yang di peroleh dari instansi terkait. Parameter dalam kinerja lalu lintas menggunakan perhitungan analisis data berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI,2014) dan nilai DS (Degree of saturation). Dari hasil Penelitian diperoleh kelas hambatan samping pada lokasi Jembatan baru Maktal II adalah sangat rendah, perhitungan kecepatan kendaraan rata-rata yaitu 24 km/jam, untuk segi tingkat pelayanan lokasi Jembatan baru Cimanuk Maktal II tergolong dalam kategori B dan bangkitan pergerakan dari arah RSU dr.Slamet menuju simpang bersinyal Maktal yang terjadi akibat adanya RSU dr.Slamet disekitar jembatan baru maktal II didapat Persentase bangkitan sebesar 18,45 %. Maka berdasarkan penelitian, penulis mencoba memberikan beberapa saran antara lain perlu adanya penambahan marka dan rambu-rambu lalu lintas seperti larangan berhenti dan larangan parkir untuk meminimalisir kemacetan serta penambahan lampu penerangan jalan, agar jarak pandang pengendara lebih maksimal di malam hari.
Risiko Biaya Akibat Kemacetan di Ruas Jalan Lingkar Gentong Tasikmalaya Berdasarkan Biaya Operasi Kendaraan (BOK) Kiki Kurniawan; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.498 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-2.775

Abstract

Kemacetan lalu lintas bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara jumlah penduduk, jumlah kendaraan yang semakin bertambah dari tahun ke tahun, dan jumlah ruas jalan yang ada atau tersedia. Pada tahun 2016 jumlah penduduk Tasikmalaya sebanyak 1.808.506 jiwa, sedangkan pada tahun 2017 jumlah penduduk Tasikmalaya sebanyak 1.976.884 jiwa. Panjang jalan Nasional Kota Tasikmalaya sepanjang 38,28 Km Jalan Nasional dan 137,38 Km Jalan Provinsi (BPS, 2016), sedangkan kendaraan yang beroperasi di Tasikmalaya pada Tahun 2016 mencapai 1.165.855 kendaraan. Salah satu titik ruas jalan yang sering mengalami kemacetan lalu lintas adalah ruas jalan Lingkar Gentong. Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko biaya akibat kemacetan di ruas jalan Lingkar Gentong Tasikmalaya berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK). Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan di jalur Lingkar Gentong pada pagi hari lebih banyak dari utara daripada selatan, untuk kendaraan ringan sebesar Rp 7.896.599/km, kendaraan berat sebesar Rp 24.860.556/km , sedangkan sepeda motor sebesar Rp 3.972.444/km daripada selatan krndaraan ringan sebesar Rp 5.325.116/km, kendaraan berat sebesar Rp 14.971.194, dan sepeda motor sebesar Rp 2.659.322. Sedangkan untuk sore hari biaya yang ditimbulkan akibat kemacetan dari arah selatan lebih banyak daripada utara, kendaraan ringn sebesar Rp 8.843.983/km, kendaraan berat sebesar Rp 22.137.180/km , sedangkan sepeda motor sebesar Rp 3..435.770./km daripada utara kendaraan ringan sebesar Rp 6.958.076/km, kendaraan berat sebesar Rp 11.400.838/km, dan sepeda motor sebesar Rp 1.350.390/km.
Kinerja Simpang dan Upaya Penanganan Pada Bundaran Simpang Lima di Kabupaten Garut Ida Farida; Nizar Rahman
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.37 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.886

Abstract

Seiring berjalannya waktu di Garut Kota sering terjadi kemacetan lalu lintas. Salah satu titik kemacetan yang ada di Garut terjadi di Bundaran Simpang Lima yaitu pada ruas Jl. Otto Iskandardinata, Jl. Terusan Pembangunan, Jl. Cimanuk, Jl. Pembangunan dan Jl. Patriot. Tujuan penelitian dari ini untk menganalisis knerja bundaran, mengetahui volume lalu lintas tertinggi serta memberikan solusi terhadap kemacetan di Bundaran Simpang Lima Garut. Pengumpulan data dilakukan dengn survei langsung lapangan pada ke 5 pendekat selama 3 minggu per 3 hari pada pukul 06.OO WIB – 18.OO WIB. Analisis kinerja bundaran dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif merujuk pada MKJI (1997) dan PKJI (2014). Hasil kinerja bundaran pada Bundaran Simpang Lima memiliki nilai kapasitas jalinan terbesar sebesar 124990 smp/jam yaitu pada jalinan CD (Jl. Cimanuk), nilai tundaan rata-rata bundaran sebesar 5,5 det/smp, sedangkan untuk derajat kejenuhan terbesar yaitu pada jalinan DE (Jl. Pembangunan) di Bundaran Simpang Lima sebesar 0,77 dimana pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindahl ajur dan mendahului. Volume tertinggi yaitu pada jalinan AB (Jl. Otista) sebesar 17687 smp/jam. Dalam mengatasi kemacetan di Bundaran Simpang Lima pemerintah daerah harus tetap siaga untuk mempersiapkan melakukan manajemen lalu lintas pada jalinan yang sudah mulai mengalami kepadatan lalu lintas seperti pelebaran jalan dan hambatan samping (menyediakan tempat parkir khusus) agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di bahu jalan yang memang menyebabkan terjadinya kemacetan.
Analisis Biaya Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Garut Trecy Tiara Elsa; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.118 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-2.915

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan peristiwa terjadinya suatu pergerakan lalu lintas yang dapat mengakibatkan resiko kecelakaan, sehingga mempengaruhi pada manusia sebagai pengendara. Dengan kemajuan alat transportasi dan perkembangan penduduk yang semakin meningkat maka menyebabkan kebutuhan transportasi serta jumlah penduduk yang ikut meningkat di Kabupaten Garut yaitu pada tahun 2019 berjumlah 2.622.425 juta penduduk (Badan Pusat Statistik Kependudukan, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya kecelakaan lalu lintas, mengetahui karakteristik kecelakaan yang ditinjau dari jumlah kejadian, usia korban, jenis kelamin, profesi, pendidikan, waktu kejadian, lokasi kejadian, penyebab kecelakaan dan jenis kendaraan yang terlibat Sebagai tambahan menentukan daerah rawan kecelaka di ruas jalan yang sering terjadi kecelakaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik yang paling dominan mengalami kecelakaan adalah sepeda motor (71%), usia 16-30 tahun (>48%), laki-laki (>77%), SLTA (60%), karyawan swasta (>40%), pukul 12.00-18.00 WIB (35%), jalan arteri (47%), jalan provinsi (62%), tabrakan depan-depan (43%). Daerah rawan kecelakaan menggunakan metode Z-Score yang paling dominan adalah terdapat di kecamatan Malangbong dan Cilawu. Menghitung biaya satuan korban kecelakaan lalu lintas digunakan metode The Gross, bahwa yang paling dominan adalah sepeda motor pada tahun 2015 – 2019 sebesar 86% sedangkan biaya santunan dari PT. Jasa Raharja yaitu sebesar 84% yang akan diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas.