Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan Teknologi Bioflok dalam Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Madrasah Aliyah (MA) Miftahussalam Banyumas Defi Sefianingsih; Cahyono Purbomartono; Muhammad Azharul Rijal; Juli Rochmayati; Tumisem Tumisem
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.713

Abstract

Industri perikanan di Indonesia berkembang pesat. Pakan merupakan faktor kunci pada usaha perikanan dan memiliki harga yang sangat tinggi. Penerapan teknologi budidaya sangat berkembang dan bertujuan untuk mengurangi modal pakan pada usaha perikanan budidaya. Hilirisasi penelitian merupakan penerapan hasil penelitian yang dilakukan pada lingkungan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan ilmu dan ketemrampilan masyarakat. Teknologi bioflok merupakan teknologi yang mudah diaplikasikan pada masyarakat. Tujuan hilirisasi penelitian ini adalah agar para siswa dapat melakukan budidaya ikan dengan baik, para siswa dapat menggunakan teknologi bioflok pada budidaya ikan dan siswa berlatih kewirausahaan dan kemandirian. Metode yang dilakukan untuk hilirisasi penelitian ini adalah dengan memberikan materi, pelatihan dan pendampingan kepada para siswa kelas 11 Madrasah Aliyah Miftahusalam Banyumas. Hasil dari hilirisasi ini adalah para siswa dapat mengembangkan ilmu tentang teknologi budidaya yang baik dan melatih keterampilan siswa untuk membuat kolam dan teknologi budidaya, serta para siswa mampu melatih kewirausaan dan kemandirian.
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Effectiveness of Herbal Diet Nigella sativa and Gracilaria verrucosa Against Non-specific Immunity of Tilapia (Oreochromis niloticus) Cahyono Purbomartono; Rofiqoh Rofiqoh; Arief Husin; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16410

Abstract

The addition of Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to feed is used as a supplement to increase non-specific immunity in tilapia. The addition of herbal supplements is safe for consumption, easy to decompose, has no residue on the fish's body, and does not harm the environment. This study aims to find the effectiveness of the addition of the herbs Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to increase non-specific immunity in tilapia. The study used an experimental method with a completely randomized design, applying 4 treatments and 1 control to tilapia. The dietary doses of Nigella sativa were T0 (control, without Nigella sativa), T1 (2.5), T2 (5), T3 (7.5), and T4 (10) (g kg-1 feed). While the dietary doses of Gracilaria verrucosa were T0 (control, without G. verrucosa), T1 (0.5), T2 (1), T3 (1.5), and T4 (2) (g kg-1 feed). The results showed that the percentage of hematocrite increased significantly with the Nigella sativa diet, while on the Gracilaria verrucosa diet, the percentage of hematocrit was not significant. Further, the Nigella sativa diet and the Gracilaria verrucosa diet can significantly increase the percentage of lymphocytes, but not significantly to the percentage of monocytes. In fish farming, the Nigella sativa and Gracilaria verrucosa diets have the potential to be used to increase non-specific immunity in tilapia, but it is more effective to use the Nigella sativa diet at a dose of 5 g kg-1 feed.
Efektivitas dan Potensi Herbal untuk Peningkatan Pertumbuhan Benih Lele dumbo (Clarias gariepinus) Cahyono Purbomartono; Arief Husin; Irene Septya Bagasnabila; Fani Giri Dwi Zularini; Alvia Trisakti Susiyani; Eka Puji Purwaningsih; Purnomo Purnomo
Sainteks Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i2.14903

Abstract

Potensi perikanan Indonesia sangat besar namun belum berhasil seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan seperti adanya hambatan penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan. Pertumbuhan yang optimal merupakan factor utama agar dapat mencapai produktivitas biomass ikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menemumukan efektivitas herbal akuatik maupun teresterial untuk memperoleh pertumbuhan optimal. Metode penelitian adalah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-maisng dengan 3 ulangan. Hasil penelitian membuktikan herbal teresterial temulawak yang dikombinasikan dengan bawang putih dapat meningkatkan semua indikator pertumbuhan yang signifikan dibanding kontrol dengan dosis optimal 20 g temulawak + 4,50 g bawang putih pada lele dumbo. Demikian pula diet herbal teresterial Aloe vera lebih efektif dibanding diet bawang putih yang ditunjukkan dengan capaian berat akhir dan pertambahan berat yang signifikan pada lele dumbo. Selanjutnya, kombinasi herbal akuatik dan teresterial yaitu diet (fucoidan + kunyit) lebih efektif dibanding hanya pemberian diet tunggal fucoidan saja pada lele dumbo dengan meningkatnya pertambahan berat dan panjang yang lebih optimal. Herbal akuatik fucoidan maupun herbal teresterial temulawak, bawang putih, Aloe vera dan kunyit berpotensi digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan pada budidaya ikan yang dapat diberikan secara tunggal maupun kombinasi.
Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.