Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : PENGABDIAN SOSIAL

PERAN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS DI SMK SCIENCE TECHNOLOGY AND BUSINESS (STB) SAWANGAN Sapto Hadi Imambachri; Turkamun Turkamun; Deni Darmawan; Edi Junaedi; Ismul Bathni Sumadikarta
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.43 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v1i2.13958

Abstract

ABSTRACT Various studies have been carried out aimed at knowing effective communication models and leadership models in an organization. Bartol (2008: 505) states that "Leadership is the process of influencing others to achieve organizational goals". In the implementation of Community Service carried out by the lecturers of  Sekretari D-III Study Program by giving presentations and joint discussions for one day on March 27, 2021 to provide input, how a leader in this case the principal is required to become a professional leader for the teachers at SMK Science Technology and Business (STB) Sawangan and to enhance and understand all aspects that need to be improved in order to have effective communication in democratic leadership in the work place. Communication processes and skills are widely researched as ways to enable school leaders to more fully lead the schools efficiently. According to research, it is known that successful schools are the result of successful leadership policies that rely on effective communication. La Plant (1979) expressed his idea that ideal communication produces good results that affect all angles of the educational process.  After studying a number of school leaders about communication skills and concluded that one of the success factors of a principal is the ability to communicate effectively with others. The communication skills of an effective leader will be able to motivate and inspire teammates to work hard in achieving team targets and organizational goals as well. Effective communication is an advantage of a leader in leading effectively. So, based on many studies on how effective communication plays a big role, many aspects that shape an effective communication  are related to several important things such as whether all the main points that must be conveyed by the leadership when communicating have been carried out on all staff and whether staff have been given the opportunity to provide suggestions to improve communication so that leadership is more effective.  Key Words: Effective Communications, Democratic Leadership, and Communication Process  ABSTRAK Berbagai penelitian telah dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui model komunikasi efektif dan model kepemimpinan dalam suatu organisasi. Bartol (2008:505) menyatakan bahwa “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi”. Dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh dosen Program Studi D-III Kesekretariatan dengan memberikan presentasi dan diskusi bersama selama satu hari pada tanggal 27 Maret 2021 untuk memberikan masukan, bagaimana seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah dituntut untuk menjadi seorang yang profesional. mengarahkan para guru di SMK Sains Teknologi dan Bisnis (STB) Sawangan untuk meningkatkan dan memahami semua aspek yang perlu ditingkatkan untuk memiliki komunikasi yang efektif dalam kepemimpinan yang demokratis. Proses dan keterampilan komunikasi banyak diteliti sebagai cara untuk memungkinkan para pemimpin sekolah memimpin sekolah secara lebih efisien. Menurut penelitian, diketahui bahwa sekolah yang sukses adalah hasil dari kebijakan kepemimpinan yang sukses yang mengandalkan komunikasi yang efektif. La Plant (1979) mengemukakan gagasannya bahwa komunikasi yang ideal menghasilkan hasil yang baik yang mempengaruhi semua sudut proses pendidikan. Setelah mempelajari beberapa kepala sekolah tentang keterampilan komunikasi dan menyimpulkan bahwa salah satu faktor keberhasilan seorang kepala sekolah adalah kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan orang lain. Keterampilan komunikasi seorang pemimpin yang efektif akan mampu memotivasi dan menginspirasi rekan satu tim untuk bekerja keras dalam mencapai target tim dan juga tujuan organisasi. Komunikasi yang efektif merupakan keunggulan seorang pemimpin dalam memimpin secara efektif. Maka berdasarkan banyak kajian tentang bagaimana komunikasi yang efektif berperan besar, banyak aspek yang berkaitan dengan beberapa hal penting seperti apakah semua pokok-pokok utama yang harus disampaikan pimpinan saat berkomunikasi telah dilakukan pada semua staf dan apakah staf sudah diberi kesempatan untuk memberikan saran untuk meningkatkan komunikasi agar kepemimpinan lebih efektif. efektif. Kata Kunci: Komunikasi Efektif, Kepemimpinan Demokratis, dan Proses komunikasi
CREATING AND SHAPING ENTREPRENEURIAL MIND TO FACE THE DIGITAL ERA SOCIETY Sapto Imambachri; Sugiyarto Sugiyarto; Edi Junaedi
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.919 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i2.23145

Abstract

ABSTRACT Entrepreneurship plays a very vital role in the economic growth of a country, including  Indonesia, the role of entrepreneurship in Indonesian economy not only helps the government and society to increase per capita income, but also includes job creation for the people of Indonesia. Seeing the importance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to support the Indonesian economy going forward, the Government of Indonesia is aggressively continuing to improve Indonesia's infrastructure, as well as economic growth centers, such as the inauguration of the Mandalika Circuit of West Nusa Tenggara (NTB), 18 -20 March which initiated the emergence of many entrepreneurs.  Indonesia's entrepreneurship ratio is only around 3.47 percent, and this figure is quite low when compared to fellow ASEAN countries such as Singapore which reached 8.76 percent, Thailand 4.26 percent and Malaysia 4.74 percent. "Some experts say that a country can be said to be developed if it has an entrepreneur ratio of around 10-14 percent,". Looking at the size of Indonesia's population and abundant natural resources, it is certainly not impossible that Indonesia will soon become a developed country if it is supported by reliable human resources. The number of productive population aged between 25 – 54 years is quite large, which is around 113 million (42.56%), so the Indonesian market is a large market that is targeted by many countries in the world. To become a reliable entrepreneur requires high motivation and has self-confidence and dares to take business risks, has a strong leadership spirit and able to see business opportunities by looking at the life around oneself and can provide solutions to problems that are a source of community dissatisfaction by offering new ideas and effective solutions. Seeing the importance of entrepreneurship in the future which will help to make a nation progress, the Secretarial Study Program - Pamulang University in the implementation of its International Community Service (PKM) entitled "Creating and Shaping The Entrepreneurial Mind to Face the Digital Era Society"  conducted an online event on March 24, 2022 by Inviting an Entrepreneur Mr. Diwakar Saraswat CEO of Vorx Information System Pty., Ltd. which is engaged in Integrated Information system software based in Melbourne – Australia. It is hoped that with the presence of PKM regarding entrepreneurship, it will boost the interest of students, start up entrepreneurs in South Tangerang (MSMEs) who are also invited to get enlightenment about entrepreneurship. Key words : Entrepreneurship, Micro small medium enterprises, motivation  ABSTRAK Kewirausahaan memainkan peran yang sangat vital dalam pertumbuhan ekonomi sebuah negara termasuk Di Indonesia, peran wirausaha didalam perekonomian Indonesia tidak saja membantu pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan perkapita, akan tetapi juga meliputi pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Melihat akan pentingnya Usaha  Mikoro kecil dan Menengah (UMKM) untuk menopang ekonomi Indonesia kedepan, maka Pemerintah Indonesia  dengan gencar terus memperbaiki infra struktur Indonesia, demikian juga dengan pusat- pusat pertumbuhan ekonomi terus digalakan seperti diresmikan Sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB), 18-20 Maret  yang menginisiasi banyaknya bermunculan wirausahawan.      Rasio kewirausahaan Indonesia baru berkisar antara 3,47 persen, dan angka ini  cukup rendah bila dibandingkan dengan sesama negara ASEAN seperti Singapura yang mencapai 8,76 persen, Thailand 4,26 persen serta Malaysia 4,74 persen. "Beberapa Pakar mengatakan bahwa  bahwa suatu negara  dapat dikatakan maju apabila  mempunyai  rasio wirausahawan berkisar 10-14 persen,", kalau melihat jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar, serta sumber daya alam yang melimpah tentunya bukan mustahil Indonesia akan segera menjadi negara maju apabila di topang sumber daya Manusia yang handal. Jumlah penduduk yang produktif berusia anta 25 – 54 tahun cukup besar yaitu sekitar 113 juta(42,56%) maka pasar Indonesia merupakan pasar yang besar yang diincar oleh banyak negara di Dunia.  Untuk menjadi seorang wirausahawan yang handal  diperlukan motivasi yang tinggi serta mempunyai kepercayan diri serta berani mengambil resiko usaha., mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat serta dapat melihat peluang bisnis dengan melihat kehidupan sekelilingnya serta dapat memberikan solusi terhadap masalah yang menjadi sumber ketidak puasan masyarakat dengan menawarkan pemikiran baru dan solusi yang tepat guna. Melihat penting kewirausahaan di masa mendatang yang akan membuat sebuah bangsa akan menjadi maju, maka Prodi Sekretari - Universitas Pamulang didalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional nya yang berjudul “ Creating and Shaping The Entrepreneurial Mind to Face the Digital Era Society” diadakan secara Daring pada Tanggal 24  Maret 2022 Mengundang Pembicara Seorang Entrepreneur  Mr. Diwakar Saraswat CEO dari Vorx Information System Pty.,Ltd. yang bergerak dibidang Integrated Information system software berasal dari Melbourne – Australia. Diharapkan dengan hadirnya PKM Mengenai kewirausahaan, akan mendongkrak minat para mahasiswa, UMKM tangsel yang turut diundang untuk mendapat pencerahan mengenai kewirausahaan. Kata Kunci : Entreprenuership, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Motivasi
PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DALAM PENYUSUNAN MODUL BAHAN AJAR DI YAYASAN ISKANDARIYAH TANGERANG SELATAN Edi Junaedi; Turkamun Turkamun; Deni Darmawan; Sapto Hadi Imambachri; Ismul Bathni Sumadikarta
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.162 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i1.18433

Abstract

ABSTRACTThe teaching materials module is one consequence of the implementation of the Competency-Based Education Unit Level Curriculum in schools. The competency approach requires the use of teaching materials modules in the implementation of learning. This teaching material module can assist schools in realizing quality learning and having uniformity in the delivery of subject matter from educators to all students. The application of the teaching material module can condition learning activities to be better, planned, directed, independent, complete and with optimal results in accordance with the initial target and according to the expectations of the school/foundation. Teaching Materials Module is material that is systematically arranged in language that is easily understood by students according to their age and level of knowledge, with the aim that they (students/students) can study independently even with minimal guidance from educators (Andi Prastowo, 2012: 106). The module is a program package that is structured and designed in such a way as a material and reference for student learning and as a teaching reference for all educators. With the Teaching Materials Module, it is hoped that the student's learning process can be independent and also to help students more easily master their learning objectives. Therefore, students can learn according to their respective absorption and capture power. Our intention and purpose of conducting PKM (Community Service) by providing guidance on the preparation of Teaching Materials at the Iskandariyah Ciputat Foundation is based on our desire to play an active role in building a strong and good quality education so that it can provide satisfaction for teachers, students, staff, parents, and the surrounding community in general, whose ultimate goal is that the Iskandariyah Ciputat Education Foundation, South Tangerang, can improve the quality of the learning process, improve the quality of schools in general and be able to produce quality graduates in welcoming the world of work.  ABSTRAK Modul bahan ajar adalah salah satu konsekuensi diterapkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidiakn Berbasis Komptensi di sekolah. Pendekatan kompetensi mempersyaratkan penggunaan modul bahan ajar dalam pelaksanaan pembelajarannya. Modul bahan ajar ini dapat membantu sekolah dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan memiliki keseragaman dalam penyampaian materi pelajaran dari tenaga pendidik kepada seluruh siswa/siswinya. Penerapan modul bahan ajar dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran lebih baik, terencana, terarah, mandiri, tuntas dan dengan hasil (output) yang optimal sesuai dengan target awal dan sesuai harapan pihak sekolah/yayasan. Modul Bahan Ajar merupakan materi yang disusun secara sistematik dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai usia dan tingkat pengetahuan mereka, dengan tujuan agar mereka (siswa/siswi) dapat belajar secara mandiri walaupun dengan tingkat bimbingan yang minim dari pendidik (Andi Prastowo, 2012 : 106). Modul merupakan paket program yang disusun dan didesain sedemikian rupa sebagai bahan dan acuan belajar siswa dan sebagai acuan mengajar semua tenaga pendidik. Dengan adanya Modul Bahan Ajar diharapkan proses belajar siswa bisa mandiri dan juga untuk membantu siwa lebih mudah menguasai tujuan belajarnya. Oleh karena itu, siswa  dapat belajar sesuai dengan daya serap dan daya tangkap masing-masing. Maksud dan tujuan kami melakukan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) dengan memberikan pembinaan tentang penyusunan Bahan Ajar di Yayasan Iskandariyah Ciputat ini didasari oleh keinginan kami untuk ikut berperan aktif dalam membangun kualitas pendidikan yang kuat dan baik sehingga dapat memberikan kepuasan bagi guru, siswa/siswi, staf, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar       pada umumnya, yang tujuan akhirnya agar Yayasan Pendidikan Iskandariyah Ciputat Tangerang Selatan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran, meningkatkan mutu sekolah secara umum dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam menyongsong dunia kerja.
Memahami kepemimpinan lintas Generasi di Era Globalisasi – Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Banten Sapto Hadi Imambachri; Edi Junaedi; Deni Darmawan
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v4i2.41866

Abstract

Pada pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diadakan pada tanggal 22 – 24 Maret 2024 di Desa Sukarame, Kecamatan Pandeglang, dengan judul "Memahami Kepemimpinan Lintas Generasi di Era Globalisasi – Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Banten," Tim PKM Universitas Pamulang Melaksanakan PKM , dikarenakan memahami bahwa Carita merupakan daerah tujuan wisata yang dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai generasi. Hal ini menyebabkan pergeseran budaya yang dapat menimbulkan konflik baik di antara aparatur desa maupun antara aparatur dengan masyarakat lainnya. Metode pelaksanaan PKM ini dilakukan dengan beberapa cara yaitu: memberikan pembinaan dan pelatihan kepada seluruh aparatur Desa Sukarame mengenai pentingnya pemahaman komunikasi yang efektif karena adanya interaksi antar lintas generasi baik secara internal maupun eksternal dengan masyarakat pada umumnya. Selain itu, memberikan kesempatan kepada seluruh peserta PKM untuk menyampaikan pendapat, masukan, dan usulan, serta membuka forum diskusi untuk memberikan pemecahan masalah dan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh aparatur Desa Sukarame. Berdasarkan observasi langsung yang dilakukan dengan mitra, diperoleh beberapa persoalan yang dihadapi, di antaranya adalah: masih adanya aparatur desa Sukarame yang perlu meningkatkan kemampuan komunikasi untuk menghindari miskomunikasi; kendala dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif yang sebagian disebabkan oleh kesenjangan lintas generasi. Untuk memecahkan persoalan-persoalan tersebut, tim pengabdi memberikan beberapa solusi, di antaranya: 1) Memberikan penyuluhan tentang strategi memahami perbedaan generasi; 2) Melatih cara menghadapi dan memahami orang-orang baik internal maupun masyarakat untuk menghindari salah persepsi; 3) Memberikan pelatihan tentang pentingnya pemahaman teknologi digital. Adapun outcome yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah: 1) Meningkatkan pemahaman tentang lintas generasi di masyarakat sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik; 2) Meningkatkan pemahaman tentang cara menghadapi tipe orang yang berbeda di masyarakat sehingga kepuasan masyarakat terhadap pelayanan aparatur Desa Sukarame meningkat; 3) Mengurangi atau menghapus kesenjangan literasi digital yang berdampak pada kecepatan pelayanan aparatur terhadap masyarakat. Luaran PKM ini akan dipresentasikan dan dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi (Jurnal Pengabdian Sosial) dan media online. Kata Kunci : Kepemimpinan, Lintas Generasi,Perubahan sosial
Gerakan Literasi Dalam Membangun Kesadaran Kepedulian ingkungan Melalui Bank Sampah Mutiara Madani di Griya Bunga Asri Desa Cibadung Kecamatan Gunung Sindur Bogor Deni Darmawan; Sapto Hadi; Edi Junaedi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v5i1.47248

Abstract

Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kelompok Bank Sampah Mutiara Madani yang berlokasi di Perumahan Griya Bunga Asri Desa Cibadung RT 002/008 Kecamatan Gunung Sindur, Bogor. Solusi dari gerakan literasi dalam membangun kesadaran kepedulian lingkungan melalui bank sampah sebagai upaya agar masyarakat tercerahkan dan tercerdaskan untuk bisa menyadari akan lingkungan bersih dan mengelola sampah hingga berdaya guna. Gerakan literasi peduli lingkungan bisa dilakukan dengan memperkenalkan buku-buku pendidikan seputar lingkungan dan mengelola sampai berdaya guna. Berbagai bacaan terkait dengan lingkungan hidup seperti mengelola sampah organisasi atau non-organik, daur ulang, dan lain sebagainya. Hal ini akan membantu menanamkan pemahaman mendalam mengenai isu-isu lingkungan. Gerakan literasi membangun kesadaran lingkungan melalui bank sampai bisa mengadakan seminar, pelatihan, bazar, workshop, lokakarya dengan mendatangkan narasumber yang ahli dan berpengalaman untuk membahasa lingkungan hidup seperti memberdayakan plastik, konverasi alam dan energi terbarukan
Pengaruh Soft Skill Terhadap Prestasi Akademik Siswa Generasi Z dan Generasi Alpha di Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Maktabul Aitam, Pakulonan Barat, Kabupaten Tangerang Edi Junaedi; Anugrah Sapto Hadi; Deni Darmawan
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v5i2.51506

Abstract

Soft Skill memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa Generasi Z dan Generasi Alpha. Berikut beberapa Soft Skill yang penting untuk prestasi akademik: Kemampuan komunikasi, Kemampuan berpikir kritis, Kemampuan bekerja sama, Manajemen waktu, Kemampuan beradaptasi. Mereka dapat belajar hal-hal baru dengan cepat dan mengatasi kesulitan dengan efektif. Generasi Z dan Generasi Alpha memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pengaruh Soft Skill terhadap prestasi akademik mereka juga berbeda. Generasi Z, yang tumbuh dengan teknologi, perlu mengembangkan Soft Skill seperti komunikasi interpersonal dan kerja sama tim, karena interaksi langsung seringkali terabaikan. Generasi Alpha, yang sangat visual dan interaktif, perlu mengembangkan Soft Skill seperti fokus dan perhatian, karena mereka terbiasa dengan rangsangan digital yang cepat. Untuk kedua generasi ini, kemampuan berpikir kritis sangatlah penting, guna menyaring informasi yang didapatkan dari berbagai sumber. Kami dari team pengabdi ingi mencoba menggali lebih dalam lagi, sejauh mana Soft Skill yang dimiliki oleh siswa/siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dibina oleh Yayasan Maktabul Aitam tersebut. Kami mencoba mengevaluasi di bagian mana hal-hal yang perlu kami perbaiki dan perlu kami tingkatkan mengenai Soft Skill dari masing-masing siswa/siswi binaan tersebut. Kemampuan akhir yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mengikuti penyuluhan adalah siswa dapat memiliki kemampuan Soft Skill (Percaya diri, berani, adaptif, komunikatif, pantang menyerah, pandai bergaul, daya saing yang tinggi, motivasi yang tinggi dan lain-lain) yang tinggi dan siswa memiliki keterampilan dalam menghadapi tantangan abad 21 dengan ketatnya persaingan untuk mendapat pekerjaan dengan menguasai 4C yaitu: Critical Thinking (berpikir kritis), Collaboration (kolaborasi), Communication (komunikasi) dan Creativity (kreativitas).
Pemanfaatan Internet untuk Mendorong Kemandirian Bisnis Generasi Z di Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok Anugrah Sapto Hadi; Edi Junaedi; Deni Darmawan; Hasniati Halim
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v6i1.57128

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang ekonomi dan bisnis. Internet kini menjadi sarana utama bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengakses informasi, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi. Namun, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar generasi muda masih berperan sebagai konsumen digital daripada pelaku usaha yang produktif. Rendahnya literasi digital, keterampilan kewirausahaan, serta kurangnya pola pikir bisnis menjadi faktor penghambat kemandirian ekonomi mereka. beberapa permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda adalah belum terarahnya tujuan kehadiran internet sekarang, sehingga penggunaan internet terbatas pada penggunaan sosial media dan keterbatasan literasi internet dalam kapasitas job creation. Program PKM ini dirancang untuk mendorong kemandirian bisnis generasi muda melalui pemanfaatan internet secara strategis dan kreatif. Kegiatan utama meliputi pelatihan literasi digital, pendampingan kewirausahaan, pembentukan komunitas bisnis berbasis digital, serta optimalisasi penggunaan platform online untuk pemasaran produk lokal. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan mitra digital, program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan generasi muda dalam mengelola bisnis online secara profesional dan berkelanjutan.Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatnya jumlah wirausaha muda berbasis internet, tumbuhnya kesadaran akan pentingnya literasi digital, serta terbentuknya jejaring komunitas bisnis yang aktif, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian, generasi muda dapat bertransformasi dari pengguna pasif menjadi pelaku ekonomi digital yang mandiri dan berdaya saing tinggi, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional di era digital saat ini.