Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Quagga

PERBEDAAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH ANTARA SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PBL (Problem Based Learning) DENGAN MODEL MODIFIED FREE INQUIRY PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS X SMA NEGERI 2 KUNINGAN edi junaedi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v7i1.381

Abstract

The title of this research is “The Difference of Solving Problem Ability Between Students Using Problem Based Learning (PBL) Model and Modified Free Inquiry Model at Environment Pollution Concept in the Tenth Class of SMAN 2 Kuningan”. The background of this research is the lack of students ability in solving the problem because the teacher seldom evaluated the students based on the ability of solving the problem. The other reason of this reseach is to know the better model for increasing the students ability in solving the problem. The purpose of this research is to know the difference of solving problem ability between students using PBL model and Modified Free Inquiry model at environment pollution concept in the tenth class of SMAN 2 Kuningan. The research used quasi experiment method in two experiment classes consisted of the experiment class using Modified Free Inquiry model. The research was implemented to 62 students of the tenth class in SMA N 2 Kuningan. They were devided into 31 students of experiment class using PBL model and the other 31 students of experiment class using Modified Free Inquiry model. The ability of solving the problem was measured by using essay tes consisted of solving problem sbility sums. The tes was given on pretes and postest. The average gain score of pretest and postest result on both of experiment classes showed that the PBL experiment class is 5,04 and MFI experiment class is 2,00. The hypothesis was based on gain score by using t test and showed that the value result of t account is 34,65 and t table with freedom degree of 60 is 2,66. It means that the value of t account is t table, so there is significant difference between learning PBL model and MFI model to ability of students in solving the problem at environment pollution concept in the tenth class of SMAN 2 Kuningan. The power of PBL model is pressed at the involving problem, while the MFI model is pressed at the inquiry process. Because the problem given by the teacher to the students was not hard in the class of MFI, it caused the low response of the students to the importance of the problem in MFI class is low. Key words : solving problem ability, problem based learning, modified free inquiry 
KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI PERAIRAN GUNUNG CIREMAI JALUR PENDAKIAN PALUTUNGAN Iwan Muhamad Purnama; Zaenal Abidin; Edi Junaedi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 9, No 01 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v9i01.586

Abstract

Penelitian tentang “Keanekaragaman Makrozoobentos Di Perairan Gunung Ciremai Jalur Pendakian Palutungan (Sungai Cigowong, Sungai Cibunian dan Curug Putri)” telah dilakukan pada bulan April 2015. Pengambilan sampel yang bertujuan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Sampel diambil dengan menggunakan jaring surber kemudian diidentifikasi di Laboratorium Biologi Umum. Parameter Fisik - Kimia yang diukur yaitu kecepatan arus, lebar sungai, kedalaman sungai, suhu, kecerahan, pH, jenis substrat dasar, DO, BOD serta skor fisik habitat di semua stasiun. Pada tahap pengolahan data kemudian diolah dengan menggunakan indeks biologi diantaranya: indeks keanekaragaman, indeks dominansi, indeks keseragaman, indeks penyebaran dan indeks kemelimpahan. Dari hasil penelitian spesies paling banyak yang didapat antara stasiun yaitu : satasiun I Baetis tricaudatus dengan jumlah 32, stasiun II Polypedium dengan jumlah 6, stasiun III Baetis tricaudatus dengan jumlah 22. Selain itu, data yang didapatkan dianalisis secara statistik SPSS 16 menggunakan Uji analisis regresi linier ganda. Dari ketiga stasiun didapatkan nilai keanekaragaman makrozoobentos yaitu pada kriteria keanekaragaman sedang (1,0 H’ 3,322). Hasil koefisien kesamaan diperoleh perbandingan antara tiap stasiun, stasiun I dengan stasiun II yaitu 77,78, stasiun I dengan stasiun III yaitu 66,67, sedangkan stasiun II dengan stasiun III yaitu 62,5. Hasil analisis uji regresi linier ganda sehingga diperoleh F hitung (0.523) F table (19,85) serta signifikan 0,13 yang hasilnya menunjukan bahwa DO dan BOD berpengaruh secara signifikan terhadap indeks keanekaragaman makrozoobentos.  Kata Kunci :  Makrozoobentos, Perairan Gunung Ciremai Jalur Palutunga , Indeks Biologi, Koefisien Kesamaan, Uji Regresi Linier Ganda. 
MODEL LATIHAN INKUIRI (INQUIRY TRAINING MODEL) ; PEMBELAJARAN BERMAKNA YANG MELATIH KETRAMPILAN-KETRAMPILAN PENELITIAN Edi Junaedi
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v7i1.382

Abstract

Model pembelajaran latihan inkuiri (inquiry training model) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat memunculkan konteks penelitian yang sangat mendukung untuk berkembangnya keterampilan-keterampilan kognitif. Model Latihan Inkuiri merupakan model pembelajaran yang sangat kuat mengedepankan konteks permasalahan, dengan demikian model ini juga sangat sesuai untuk mengembangkan keterampilan kognitif tingkat tinggi. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dalam Model Latihan Inkuiri  juga sangat mengedepankan kemandirian peserta didik dari mulai merumuskan masalah hingga mengevaluasi proses-proses / prosedur-prosedur penelitian yang telah dilaksanakan. Namun model ini juga masih memberikan keleluasaan bagi guru / dosen untuk mengarahkan proses penelitian yang akan berlangsung dengan mengedepankan fenomena-fenomena yang telah dipilih dan dipertimbangkan oleh guru / dosen yang bersangkutan.