Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Potensi Kecelakaan Kerja Pada Pabrik Tahu Dengan Menggunakan Metode HIRARC: (Studi Kasus: Pabrik Tahu BJ) Muhammad Hamzah Alawi; Nana Rahdiana; Karnadi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. I (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keselamatan pekerja di Berkah Jaya, sebuah industri pengolahan tahu, dengan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan mengembangkan saran manajemen. Metodologi yang digunakan adalah HIRARC. Dalam penelitian ini, kami mengidentifikasi bahaya dalam tujuh proses kerja kritis, mengevaluasi risiko berdasarkan probabilitas dan efek, serta menerapkan pengendalian menggunakan teknik, administrasi, dan APD. Sebagai dasar langkah-langkah pengendalian, Peneliti menggunakan sistem skor risiko untuk mengevaluasi setiap risiko yang terdeteksi dan mengklasifikasikannya. Temuan menunjukkan adanya bahaya yang signifikan bagi pekerja di seluruh proses berikut: pencucian, perendaman, penggilingan, perebusan, penggumpalan, pencetakan, dan pemotongan. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengendalian berdasarkan substitusi, teknik, dan pengendalian administratif dapat menurunkan risiko yang awalnya tinggi ke kategori sedang dan rendah. Dengan adanya pengendalian tersebut, tingkat risiko di semua proses kerja yang diperiksa menurun, sehingga tempat kerja menjadi lebih aman bagi semua orang. Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di pabrik tahu, pendekatan HIRARC dan pengendalian berbasis teknik dan administrasi telah berhasil. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai langkah-langkah pengendalian di masa mendatang yang juga dimaksudkan untuk membuat tempat kerja pabrik lebih aman, lebih sedikit rawan kecelakaan, dan lebih menyadari pentingnya keselamatan kerja.
Analisis Efisiensi Kerja Teknisi Maintenance AC Menggunakan Metode Full-Time Equivalent (FTE) dan Time Motion Study Dede Sukendar; Nana Rahdiana; Hilda Tri Yulianti
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v5i3.6446

Abstract

Air conditioning system maintenance is a vital activity to maintain the reliability of production facilities in the manufacturing industry. This study aims to evaluate and balance the workload of eight AC Maintenance technicians operating in tandem in four different work areas. Field observations were conducted using the Stopwatch Time Study approach with the shadowing method to measure the actual work duration, then analyzed using the Full-Time Equivalent (FTE) method. The initial evaluation results showed a significant workload imbalance between operators; two operators in Area 2 (Finishing Area) experienced overload with an average FTE index of 1.49 (149%), while two operators in Area 3 (Cast Coated Area) were underloaded with an average FTE of 0.92 (92%). Through repair simulation scenarios focused on eliminating waste and standardizing standard time per AC unit, activity duration inefficiencies were successfully reduced. Reducing wasted time by 6,452 minutes/month in Area 2 and absorbing the schedule overflow to Area 3 resulted in the normalization of all work areas to inload status (FTE 1.10-1.17). The underload conditions that emerged in Area 1 and Area 3 post-optimization were not directed at reducing the workforce, but rather were optimized through a job enlargement strategy in the form of routine 5S inspection activities, completing preventive maintenance checklists, and cross-area support functions. This study proves that workload balancing based on real-time data is able to produce optimal and balanced manpower allocation without adding or reducing personnel.