Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kajian Semiotika pada Kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot Olivia Hurit; Imelda Oliva Wissang; Pilipus ai Lawet
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3533

Abstract

Kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot merupakan objek kajian dalam artikel ini. Puisi mengekpresikan pengalaman, pengetahuan, dan perasaan pengarang yang merangsang imajinasi dan tanggapan pembaca. Puisi hadir dalam tanda, simbol, seperti diksi, rima, gaya bahasa, yang mengandung makna yang dapat dikaji antara lain melalui teori semiotika. Artikel ini bertujuan mendekripsikan bentuk dan makna semiotika yang terkandung dalam kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot. Masalah yang dibahas tentang apa saja bentuk semiotika dan makna yang erkandung dalam kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot.Teori yang digunakan adalah teori semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes yang menggunakan 3 (tiga) metode untuk menganalisis karya sastra, yakni menemukan makna denotasi, makna konotasi, dan mitos. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa frasa, kalimat yang terdapat dalam larik-larik puisi pada kumpulan puisi Nyanyian Pesisir karya Marsel Robot. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca berulang, mencatat, dan mendeskripsikan bentuk dan makna puisi yang dianalisis sebanyak 5 (lima) puisi. Puisi yang dianalisis adalah puisi yang berisi kecaman yang bersifat sindiran, seperti puisi Kembang Tepi Jalan dan puisi Memotong Sepi; puisi berisi penyesalan yang memilukan, seperti puisi Gempa di Atas Kertas dan puisi Menggaris Matahari, dan puisi berisi ajakan penyesalan yang memilukan, seperti puisi Gempa di Atas Kertas dan puisi Menggaris Matahari, dan puisi berisi ajakan yang membangkitkan, seperti puisi Cangkulah Bumi, Saudaraku. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis teks. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa kumpulan Puisi Nyanyian Pesisir Karya Marsel Robot, memiliki (1) bentuk-bentuk semiotik yang ditemukan dalam kalimat, dan frasa, dan (2) makna semiotik yang ditemukan dalam makna denotasi, makna konotasi, dan mitos.
Pengaruh Game Online terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik SMAN 1 Adonara Tengah, Desa Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur Tahun Pelajaran 2022/2023 Veronika Frumentia T. Mawar; Imelda Oliva Wissang; Yoakim Yolanda Mario Leu
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3593

Abstract

The purpose of this study was to describe the effect of online games on the learning motivation of student of class X IPS of IPA SMAN 1 Adonara Tengah, Kenotan Village, Adonara Tengah, District, East Flores Regency for the 2022/2023 Academic Year. The problem in this study is how online games influence the learning motivation of student in class X IPA and class X IPS of SMAN 1 Adonara Tengah, Kenotan Village, Adonara Tengah District, East Flores Regency. The population in this study were class X IPA and X IPS of SMAN 1 Adoanara Tengah Kenotan Village, Adonara Tengah Discrict, East Flores Regency for the 2022/2023 academic year, which consisted of 40 student, so the sample was taken from the entire population, namely 40 students. The instruments used in this study were observation and quistionnaires, where the questionnaire contained 20 question items. The data analysis technique used in this study is the product moment correlation formula with the result of the correlation coefficient between online games on student learning motivation ( Rxy ) of 0.3 which shows that there is an influence between online games on student learning motivation carrelated significantly at a significant level of 9%. Then it was tested for significance using the “t” test form;;ula. For a real rate of 0.03, based on the calculation above, tcount = 1,93 while t table = 1. 684 tcount > t table, namely 1.93 > 1. 684, Ha is accepted, Ho is rejected. This shows that between variable X and variable Y it can be concluded that there is and influence of online games on student learning motivation at SMAN 1 Adonara Tengah Kenotan Village, Adonara Tengah District, Esat Flores Regency, in the 2022/2023 Academic Year. So from the calculations obtained above, the effect of online games on student learning motivation SMAN 1 Adonara Tengah, Kenotan Village, Adonara Tengah Discrict, East Flores Regency for the 2022/2023 academic year 9%.
Manifestasi Jati Diri Masyarakat Desa Latonliwo, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur dalam Syair Upacara Adat Tuno Li Bernadus E. Besi Koten; Imelda Oliva Wissang; Pilipus Wai Lawet
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3594

Abstract

This study aims to describe the manifestation of the identity of the people of Latonliwo village, Tanjung Bunga sub-district, East Flores district in the poetry of the Tuno Li traditional ceremony. The Tuno Li traditional ceremony is a traditional ceremony of healing sick people to save the community or an individual from an illness that cannot be cured by medical personnel. The cause of the disease comes from personal mistakes such as mistakes in speech, actions or actions that are done intentionally or unintentionally Morit No'on Koda, Koda No'on Nalan. The research method uses qualitative research. The data were in the form of verbal expressions of traditional Tuno Li ceremony poems obtained from traditional leaders as resource persons. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Checking the validity of the data using triangulation techniques. The results of this study are: (1) The figurative meaning in the poetry of the Tuno Li traditional ceremony, namely a) The figurative meaning of spirituality. b) The figurative meaning of social status. c) The meaning of social figures of speech. d) The figurative meaning of healing or restoration. e) The figurative meaning of giving a blessing. (2) The manifestation of the identity of the Latonliwo Village community in the Tuno Li traditional ceremony, namely a) Religious. b) Hierarchical. c) Please help. d) Compassion. e) Love.
Peran Guru dalam Memotivasi Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDK Penilering Desa Balaweling 1, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur Patrisius Gelupa Werang; Imelda Oliva Wissang; Sirilus Karolus Keroponama Keban
Social Science Academic Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v1i2.3618

Abstract

This study aims to describe the role of the teacher in motivating the learning of fourth grade students in Indonesian subjects at Penilering Elementary School, Balaweling 1 Village, West Solor District, East Flores Regency. This research is a qualitative research. The research data was obtained directly from the research subjects as a data source, namely grade IV students at SDK Penilering Balaweling 1 Village, West Solor District, East Flores Regency totaling 13 students, and class IV teacher Mrs. Okpriasni, S, Pd, and school principal, Mrs. Maria Bunga Sawun, S.Pd. Data collection uses observation, interview, and documentation techniques. Data analysis using data analysis using data reduction techniques, data presentation, drawing conclusions or verification, and triangulation. The results showed that there was a teacher's role in increasing learning motivation in the Indonesian language subject for fourth graders of SDK Penilering, namely: (1) the teacher as a demonstrator by providing varied learning methods and using language that was easy for students to understand, (2) the teacher as class manager with paying attention to student concentration, and rolling seats, (3) the teacher as a facilitator and mediator by preparing various learning facilities and media, and (4) the teacher as an evaluator by giving gifts, grades, punishments and praise.
INTEGRASI SPIRITUALITAS LEVEN DAN BUDAYA BINAWIRAWAN DALAM PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL Nelci Halla; Imelda Oliva Wissang; Sirilus Karolus Keroponama Keban
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi spiritualitas Leven dan budaya Binawirawan dalam pembelajaran muatan lokal sebagai upaya membentuk karakter peserta didik yang holistik. Spiritualitas Leven menekankan kesadaran diri, keseimbangan batin, serta hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan, sementara budaya Binawirawan mengandung nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, dan tanggung jawab. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis konseptual terhadap implementasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi kedua konsep ini dapat dilakukan melalui pembelajaran reflektif, project-based learning, pembiasaan nilai spiritual, serta kegiatan sosial dan budaya. Integrasi ini memberikan dampak positif terhadap penguatan karakter, peningkatan kesadaran sosial, dan pengembangan jiwa kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran muatan lokal berbasis spiritualitas dan budaya dapat menjadi strategi efektif dalam menghadapi tantangan global tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal.
PENERAPAN ANALISIS STATISTIK DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN MENULIS ESAI PADA MAHASISWA Irwanius Piter Muaraya; Imelda Oliva Wissang
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10035

Abstract

This study aims to analyze the application of statistical analysis in evaluating essay writing learning for fourth-semester students in the Mathematics Education Study Program. The subjects consisted of 12 students enrolled in the Educational Management course, who were asked to write essays on the topic “The Importance of Writing Skills for Teachers”. The assessment was conducted using a rubric covering four aspects: content/idea development, essay organization, language use, and writing mechanics. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean, percentage, and standard deviation. The results showed that students’ total scores ranged from 7 to 12, with an average of 9.67 and a standard deviation of 1.91. The category distribution indicated that 70% of students were in the Good category, and 30% in the Sufficient category. Aspect-wise analysis revealed that students’ strengths lay in idea development and organization, while language use and writing mechanics required improvement. This study highlights the importance of systematic writing practice, data-based evaluation, and constructive feedback to enhance students’ academic literacy and prepare them as competent future teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan analisis statistik dalam evaluasi pembelajaran menulis esai pada mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Matematika. Subjek penelitian terdiri dari 12 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Manajemen Pendidikan dan diminta menulis esai dengan topik “Pentingnya Keterampilan Menulis bagi Guru”. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik yang mencakup empat aspek: isi/pengembangan gagasan, organisasi tulisan, penggunaan bahasa, dan mekanika penulisan. Data hasil penilaian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa mean, persentase, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total mahasiswa bervariasi antara 7–12 dengan rata-rata total 9,67 dan standar deviasi 1,91. Distribusi kategori menunjukkan 70% mahasiswa berada pada kategori Baik dan 30% pada kategori Cukup. Analisis per aspek mengungkapkan bahwa kekuatan utama mahasiswa terdapat pada pengembangan gagasan dan organisasi tulisan, sedangkan penggunaan bahasa dan mekanika penulisan masih memerlukan perbaikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya latihan menulis yang sistematis, evaluasi berbasis data, serta umpan balik konstruktif untuk meningkatkan literasi akademik mahasiswa dan mempersiapkan mereka menjadi calon guru yang kompeten.  
ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL DALAM TUTURAN ADAT RITUAL BELO HOWEK, DESA LEWOKLUOK, KECAMATAN DEMON PAGONG, KABUPATEN FLORES TIMUR Elisabeth Ene Lein; Sirilus Karolus Keroponama Keban; Imelda Oliva Wissang
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.15385

Abstract

Traditional speech in the oral traditions of the Lamaholot community in Lewokluok Village faces extinction due to minimal intergenerational transmission and sociocultural modernization. Systematic documentation and semantic decoding of this sacred speech are imperative to preserve indigenous cosmological values, moral philosophy, and local cultural identity. This study aims to describe and reveal the contextual meaning contained in the traditional ritual speech of belo howek in Lewokluok Village, Demon Pagong District, East Flores Regency. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were gathered from tribal elders through participant observation, non-participant observation, audiovisual recording, and field note-taking using observation sheets and interview guides. Data analysis was carried out through transcription, interlinear gloss translation, data identification, and contextual semantic interpretation using Pateda’s framework. The results indicate that five types of context construct meaning in the belo howek ritual speech across the bau baku and eten bine (mula madu) stages: the person context referring to God (Lera Wulan Tanah Ekan) and the ancestors, the purpose context embodying supplication for ancestral blessing and ritual offerings, the situation context reflecting solemn communal solidarity, the mood context radiating inner joy and reverence, and the place context centered at the Kabelen clan house and the sacred spring Wai Maki. In conclusion, the belo howek ritual speech serves as a living cultural representation of the agrarian Lewokluok community that binds harmonious relationships among humanity, the cosmos, and the transcendent creator. ABSTRAK Tuturan adat dalam ritual tradisi lisan masyarakat Lamaholot di Desa Lewokluok menghadapi ancaman kepunahan akibat minimnya pewarisan generasi muda dan pergeseran zaman. Dokumentasi serta pembongkaran makna tuturan sakral ini sangat mendesak agar sistem nilai budaya, kosmologi, dan identitas kultural lokal tetap lestari dan terwariskan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkap makna kontekstual yang terkandung dalam tuturan ritual adat belo howek di Desa Lewokluok, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari tua-tua adat melalui teknik simak libat cakap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat dengan instrumen pedoman observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui transkripsi, penerjemahan gloss, identifikasi data, dan interpretasi semantik kontekstual menurut kerangka teori Pateda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis konteks yang membentuk pemaknaan dalam tuturan ritual belo howek pada tahapan bau baku dan eten bine (mula madu), yaitu konteks orangan yang merujuk pada Tuhan (Lera Wulan Tanah Ekan) dan para leluhur, konteks tujuan berupa permohonan restu dan penyerahan persembahan, konteks situasi yang mencerminkan kekhidmatan prosesi komunal, konteks suasana hati yang sarat dengan kegembiraan dan penghormatan batin, serta konteks tempat yang berpusat pada rumah adat suku Kabelen dan mata air sakral Wai Maki. Dengan demikian, tuturan ritual belo howek bukan sekadar untaian kata estetis, melainkan representasi keutuhan filosofi hidup masyarakat agraris Lewokluok yang mengikat relasi harmonis antara manusia, alam semesta, dan sang pencipta.