Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN PERSEPSI PENGUNJUNG PROSPEKTIF DAN PENGUNJUNG PERTAMA KALI TENTANG KEUNIKAN DAYA TARIK WISATA FARMHOUSE SUSU LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Theresia, Theresia; Marhanah, Sri; Rosita, Rosita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13286

Abstract

Farmhouse Susu Lembang adalah tempat wisata baru yang menyuguhkan suasana Eropa yang nampak dari arsitektur bangunan dan atraksi yang disediakan. Nuansa Eropa tersebut mengundang pengunjung untuk mengabadikannya di media sosial, khususnya akun Instagram. Dari unggahan foto tersebut akan membentuk persepsi masyarakat yang belum pernah mengunjungi Farmhouse Susu Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data informasi tentang perbandingan persepsi pengunjung prospektif dengan stimulus foto dan kalimat unggahan yang dilihat dari Instagram serta persepsi pengunjung yang sudah berkunjung pertama kali. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan kuesioner yang dibagikan kepada 200 responden, 100 responden yang belum pernah berkunjung dan 100 kuesioner lagi untuk responden yang sudah berkunjung sekali. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji beda dengan menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan pengunjung prospektif maupun pengunjung pertama kali setuju bahwa Farmhouse Susu Lembang adalah daya tarik wisata yang unik dan menarik. Perbedaannya terdapat pada skor total persepsi pengunjung prospektif, yang lebih besar daripada skor total persepsi pengunjung pertama kali.Kata kunci: Persepsi, Pengunjung Prospektif, Pengunjung Pertama Kali
PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA CIBURIAL KABUPATEN BANDUNG Anggi Ratna Juwita; Fitri Rahmafitria; Rosita -
Tourism Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/tsj.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat yang berdomisili di sekitar Desa Wisata Ciburial mengenai keberadaan desa sebagai desa wisata dan keberadaan daya tarik disekitar desa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat Desa Ciburial terhadap kegiatan wisata yang terjadi di kawasan Desa Wisata Ciburial serta menganalisis bagaimana pengaruh persepsi tersebut terhadap partisipasi masyarakat di Desa Wisata Ciburial. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode analisis regresi sederhana dengan menjadikan masyarakat Desa Ciburial sebanyak seratus orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian, menemukan bahwa program pengembangan tidak akan berjalan baik jika masyarakat belum memahami apa itu desa wisata. Masyarakat diharapkan dapat lebih kreatif dalam melakukan inovasi dan memanfaatkan hasil bumi serta kreatifitas masyarakat khas Desa Ciburial agar Desa Wisata Ciburial dapat dipilih karena memiliki ciri khas dan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Kata Kunci: Persepsi, Partisipasi, Masyarakat, Desa Wisata.Kata Kunci: Persepsi, Partisipasi, Masyarakat, Desa Wisat
PEMAHAMAN TENTANG EKOLITERASI DAN PERSEPSI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) TERHADAP IMPLEMENTASI CHSE (CLEAN, HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL SUSTAINABILITY) DI KAWASAN GEOPARK GLOBAL CILETUH PALABUHANRATU Ahmad Yani; Asep Mulyadi; Rosita Rosita
Jurnal Samudra Geografi Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsg.v5i1.4784

Abstract

Ciletuh Palabuhanratu is a tourist destination area that has received a UNESCO Geopark certificate. However, the people in it still lack awareness and concern for cleanliness, health, safety, and the environment. Therefore, it is necessary to raise awareness and concern for the environment. The application of environmental awareness in the CHSE (Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability) program needs to be carried out in every tourism service unit through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The question posed in this research is how is the perception of Pokdarwis members and the community towards the implementation of CHSE in the Ciletuh Palabuhanratu Geopark Area? The method used is a survey with 90 respondents. The results showed that the perception of Pokdarwis members and the community towards the implementation of CHSE was relatively good. Researchers recommend making strict rules to maintain environmental sustainability and security in the Ciletuh Palabuhanratu Global Geopark Area.
KOMPARASI PERSEPSI KEPUASAN TAMU SECARA LISAN DAN TERTULIS KETIKA MENGINAP DI HOTEL BINTANG EMPAT Dian Tiur Ulina Pakpahan; A.H.G Kusumah; Rosita Rosita
Jurnal Manajemen Perhotelan Vol. 5 No. 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.875 KB) | DOI: 10.9744/jmp.5.2.94-101

Abstract

Kepuasan akan terjadi ketika harapan yang terbentuk sesuai dan/atau melebihi kenyataan yang diterima. Begitu pun sebaliknya, ketika harapan yang terbentuk tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima akan menimbulkan ketidakpuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kepuasan dan ketidakpuasan tamu secara tertulis dan lisan pada hotel bintang empat di Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa ulasan online dan data primer berupa hasil wawancara dengan narasumber. Dalam penelitian ini, ulasan online yang terkumpul berasal dari situs TripAdvisor dan Google Review dengan jumlah 104 ulasan dari lima hotel bintang empat yang ada di Bandar Lampung. Sedangkan narasumber terdiri dari 14 orang dengan kriteria sudah pernah menginap minimal di salah satu hotel bintang empat di Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kepuasan dan ketidakpuasan tamu jika disampaikan secara tertulis dan lisan. Elemen yang bisa memberikan kepuasan dan ketidakpuasan untuk tamu lebih banyak ditemukan saat disampaikan secara lisan. Ketika menyampaikan melalui tulisan, tamu cenderung menyampaikannya secara singkat, tetapi ketika menyam­paikan kepuasan dan ketidakpuasannya secara lisan, tamu dirasa lebih detail menyampaikan keseluruhan pengalamannya. Namun, ketika menyampaikan secara lisan, tamu cenderung lebih sering menyampaikan kepuasan dibandingkan ketidakpuasan. Untuk itu, diharapkan untuk pihak manajemen hotel bintang empat di Bandar Lampung agar secara berkala melakukan survei secara langsung kepada tamu yang sedang menginap untuk mengetahui kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan sehingga bisa mempertahankan elemen yang sudah baik dan memperbaiki elemen yang dianggap masih kurang
Mapping the Structure of Tourist Space in the North Bandung Conservation Area Pratama, Armandha Redo; Hindayani, Purna; Rosita, Rosita; Sukriah, Erry
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 6, No 2 (2023): Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation (October)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v6i2.69483

Abstract

ABSTRACTSustainable land management is a concept that is integrated between various aspects. This research uses a quantitative approach with the aim of mapping the tourism spatial structure in the North Bantung Conservation Area (KBU). It is recorded in West Java Provincial Government data (2021) that 20.4% of (TAOs) in West Java is in the North Bandung area. So this has great potential in terms of the number of tourist visits. Apart from that, the geographical position of the North Bandung area which is close to other metropolitan cities means that (TAOs) in this area increasingly has large tourist market potential. As a result, the development of tourism and its supporting facilities will also accelerate. This condition will certainly encourage land conversion activities. The occurrence of land conversion in KBU requires control in the implementation stage of space use patterns. The results of the analysis show that creating appropriate zoning in the tourist space structure is an important step in maintaining the authenticity of nature and culture in the North Bandung area. The use of tourist areas in this zone places more emphasis on the ecotourism aspect, with development potential covering an area of 16331.20 hectares located in zone I A (prohibited zone). The next development direction is level I and II buffer zones. The buffer zone is a zone that can be used for the construction of secondary or conditional facilities.ABSTRAKPengelolaan lahan berkelanjutan merupakan sebuah konsep yang terintegrasi antara berbagai aspek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan untuk memetakan struktur ruang wisata di Kawasan Konservasi Bantung Utara (KBU). Tercatat dalam data Pemerintah Provinsi Jawa Barat (2021) sebesar sebesar 20,4% ODTW di Jawa Barat terdapat di Kawasan Bandung Utara. Sehingga hal tersebut menjadi potensi yang besar dalam hal jumlah kunjungan wisatawan. Disamping itu posisi geografis Kawasan Bandung Utara yang memiliki jarak yang dekat dengan kota metropolitan lainnya menjadikan ODTW di kawasan ini semakin memiliki potensi pasar wisatawan yang besar. Hasilnya perkembangan pariwisata dan fasilitas pendukungnya juga akan semakin pesat. Kondisi ini tentu akan mendorong kegiatan alih fungsi lahan. Terjadinya   alih   fungsi   lahan   di   KBU   memerlukan   pengendalian   dalam   tahap pelaksanaan pola pemanfaatan ruang. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembuatan zonasi yang tepat dalam struktur ruang wisata merupakan langkah penting dalam menjaga keaslian alam dan budaya di kawasan Bandung Utara. Pemanfaatan kawasan wisata di zona ini lebih menekankan kepada aspek ekowisata, dengan potensi pengembangan seluas 16331,20 Ha yang berada pada zona I A (zona terlarang). Arahan pengembangan selanjutnya ialah zona penyangga tingkat I dan II. Zona penyangga merupakan zona yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas sekunder ataupun kondisional.
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education R. Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.  AbstrakKeterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa.Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Pengaruh Persepsi Risiko terhadap Perilaku Berwisata di Kala Pandemi Covid-19 (Survei pada Wisatawan Bali Tahun 2020-2021) Salsabila, Audita; Rahmafitria, Fitri; Rosita, Rosita
Tourism and Hospitality Essentials Journal Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtee.v10i2.76968

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persepsi risiko wisatawan terhadap perilaku berwisata kala pandemi Covid – 19. Peneliti menggunakan persepsi risiko yang terdiri dari risiko fisik, risiko sosial-psikologi, risiko finansial, dan risiko performa sebagai variabel eksogen, serta perilaku berwisata kala pandemi sebagai variabel endogen. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode SEM – PLS pada aplikasi Smart–PLS 3.0 dengan responden berjumlah 176 orang dari populasi wisatawan yang pernah mengunjungi Pulau Bali tahun 2020-2021. Berdasarkan hasil penelitian pada pengujian hipotesis, persepsi risiko berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berwisata di kala pandemi. Semakin tingginya persepsi risiko yang dirasakan wisatawan, makan akan semakin tinggi perilaku wisatawan mematuhi protokol kesehatan Covid–19. Kemampuan variabel eksogen dalam menjelaskan variabel endogen adalah sebesar 5,9%, sehingga sisanya sebesar 94,1% berasal dari faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
Analisis Klaster Emerging Adulthood Mengenai Pengaruh Perjalanan Wisata Terhadap Kualitas Hidup Ramadhani, Alya Fitri; Rosita, Rosita; Marhanah, Sri
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i2.4176

Abstract

Travel plays a crucial role in shaping and influencing the quality of life of emerging adulthood who explore their lives. The motivation for travel is a pivotal factor that determines their view about the influence of travel on quality of life. This study focused on individuals aged 18 to 25 who had traveled at least once in the six years (2018-2024). A total of 212 respondents answered the questionnaires distributed to collect data.. The collected data underwent rigorous analysis using various methods, including descriptive statistics, validity and reliability tests, hierarchical cluster analysis, chi-square, and ANOVA. These analyses were conducted with the assistance of the SPSS Statistics version 23 program. The findings of this research indicated that travel has a significant effect on the quality of life of emerging adulthood. Applying cluster analysis to the survey data resulted in the identification of four distinct categories of respondents according to their views on the effects of travel. These categories are (1) the least affected cluster, (2) the cognitively affected cluster, (3) the socially affected cluster, and (4) the most affected cluster. The largest cluster, designated as "cluster 4," encompasses 100 respondents who reported the most significant influence of travel on their quality of life. This research may be utilized to inform the vital role of travel in improving the quality of life of the emerging adulthood segment, as well as to provide suggestions for tourist destinations or travel businesses.
PENGARUH DAYA TARIK WISATA DAN FASILITAS REKREASI TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE SITU BAGENDIT Putri Wafda Fauziah; Fitria Rahmafitria; Rosita, Rosita
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 12: Juli 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the key factors for tourists in choosing a destination is its attractions, both natural and recreational facilities. The general concept suggests that natural attractions and recreational facilities positively influence the decision to visit. This study aims to analyze the impact of these two factors on tourists’ decisions at Situ Bagendit and compare the magnitude of their influence. The revitalization of Situ Bagendit has increased visitor numbers, but many tourists still feel dissatisfied. This research employs a quantitative method with SEM PLS analysis using the Smart PLS 3 application, involving 100 respondents who visited Situ Bagendit between 2018-2023, selected using the Slovin formula and online questionnaires. The results show that natural attractions influence visiting decisions by 68.2%, while recreational facilities account for 23.5%. Thus, natural attractions have a greater impact than recreational facilities on tourists’ decisions to visit Situ Bagendit.
Curriculum evaluation in tourism education: Assessing the fulfillment of OBE principles Rosita Rosita; Rudi Susilana; Rusman Rusman; Lina Rosliana
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v29i2.91567

Abstract

The shift toward Outcome-Based Education (OBE) in higher education requires tourism programs to conduct systematic curriculum evaluations to ensure relevance to evolving societal needs. This study evaluates the fulfillment of OBE principles in the Resort and Leisure Management (MRL) Program using the Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, Product) model. The evaluation analyzed the program’s curriculum document, 30 lesson plans, observed 18 courses, and conducted interviews and FGDs with lecturers, students, and program leaders. Context evaluation findings indicate that 9 of 10 PLOs lack measurable performance demonstrations, with less than half of CLOs consistently aligned with PLOs. Input evaluation supports the feasibility of a redesigned backward curriculum structure, while process evaluation highlights implementation gaps, particularly the predominance of lecture-based teaching, underutilization of digital learning systems, and administrative challenges in applying criteria-based assessments. Product evaluation confirms that although the curriculum is structurally OBE-compliant, its practical enactment does not yet guarantee authentic demonstration of graduate competencies. The study contributes empirical evidence showing the gap between curriculum documentation and instructional reality in tourism education. It also demonstrates the utility of the CIPP model as a system-oriented approach for improving OBE implementation.