Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Penilaian Kapabilitas Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Kerangka Kerja Cobit 2019 Dengan Fokus Domain Dss Dan Mea Pada Rspau Dr. Suhardi Hardjolukito Madjid , Cheta Kusuma; Nurtrisha , Widyatasya Agustika; Falahah, Falahah
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — RSPAU dr. S. Hardjolukito merupakan rumah sakit yang memberikan layanan kesehatan bagi masyarakatyang berada di Yogyakarta. RSPAU dr. S. Hardjolukito memiliki misi yaitu meningkatkan/memberikan layananunggulan. Dengan demikian untuk melakukan misi tersebut dibutuhkan tata kelola teknologi informasi yang baik.Laporan tugas akhir ini bertujuan mengevaluasi kesenjangan dan memberikan rekomendasi potensi perbaikan tata kelolaTI pada RSPAU dr. S. Hardjolukito agar dapat mengelola risiko TI dan meningkatkan keuntungan. Metode penelitianyang digunakan adalah pendekatan metode kualitatif dengan melakukan wawancara. Penulis memilih kerangka kerjaCOBIT 2019 sebagai standar yang akan diimplementasikan dalam tata kelola TI. Domain yang menjadi fokus ditentukandari analisis design toolkit yang menghasilkan fokus pada domain DSS dan domain MEA. Rekomendasi potensiperbaikan diberikan pada aspek people, aspek proceds dan aspek technology. Dengan adanya rekomendasi inidiharapkan RSPAU dr. S. Hardjolukito mampu meningkatkan kualitas layanan keamanan TI dan kepatuhan terhadap regulasi. Kata kunci— COBIT 2019, RSPAU dr. S. Hardjolukito, Tata kelola TI, DSS dan MEA
Analisis IT Risk Management Pada Bagian Umum LPP TVRI Jabar Dengan Framework ISO/IEC 27005:2022 Wagge, Al Ferdaus Leon; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak LPP TVRI Jabar belum menerapkan proses IT Risk Management yang terstruktur dengan bantuan framework, proses IT Risk Management di Bagian Umum pada LPP TVRI Jabar masih terbatas pada sistem pelaporan kepada person in charge (PIC) yang berada di Bagian Umum. Metode yang digunakan di penelitian dilakukan dengan menggabungkan metodologi pendekatan framework ISO/IEC 27005:2022 dan framework COBIT 2019. Framework ISO/IEC 27005:2022 berfokus pada proses IT Risk Management di Bagian Umum LPP TVRI Jabar, melalui analisis pengelolaan risiko IT yang tahapannya terdiri dari Risk Identification, Risk Analysis, Risk Evaluation, dan Risk Treatment. Sementara framework COBIT 2019 berfokus pada proses penetapan kontrol dan prioritas rekomendasi yang didasarkan pada hasil analisis pengelolaan risiko IT yang telah dilakukan melalui ISO/IEC 27005:2022. Selain itu framework COBIT 2019 juga digunakan sebagai alat bantu dalam mengidentifikasi risiko berdasarkan kategori risk profile, melalui Figure 2.7—Risk Profile Design Factor (IT Risk Categories) [1]. Berdasarkan penelitian, terdapat 25 daftar risiko dengan satu (1) risiko level High, sebelas (11) risiko level Medium, dan tiga belas (13) risiko dengan level Low. Berdasarkan 25 daftar risiko yang telah diidentifikasi, risiko-risiko IT tersebut selanjutnya diberikan penanganan risiko serta penetapan kontrol yang mengacu pada framework COBIT 2019. Pada jurnal ini, untuk bagian Hasil dan Pembahasan hanya mencakup tahapan Risk Analysis, Risk Treatment, dan Penetapan Kontrol Risiko Kata kunci — IT Risk Management, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019, LPP TVRI Jabar
Analisis Manajemen Risiko TI Pada Bagian Konten Media Digital LPP TVRI Jabar Dengan framework ISO/IEC 27005:2022 Ichsan, Fairuz; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi informasi (TI) telah mengubah pola konsumsi informasi dan hiburan dari media konvensional ke digital. Sebagai media publik, LPP TVRI Jawa Barat perlu beradaptasi dengan perubahan ini, terutama dalam pengelolaan konten digital yang cepat, aman, dan andal. Namun, belum adanya kerangka manajemen risiko TI yang menyeluruh menunjukkan perlunya evaluasi dan pembenahan. Penelitian ini menggunakan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk menganalisis manajemen risiko melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan. Selain itu, COBIT 2019 dan ISO/IEC 27001:2022 Annex A digunakan untuk menetapkan kontrol dan prioritas mitigasi berdasarkan klasifikasi risiko. Hasil studi mengidentifikasi 18 risiko TI: 1 risiko tinggi, 8 sedang, dan 9 rendah, yang masing-masing diberikan kontrol sesuai framework. Temuan ini diharapkan memperkuat sistem pengelolaan risiko LPP TVRI Jabar dan menjadi referensi bagi penerapan manajemen risiko TI di organisasi penyiaran dan digital lainnya. Kata kunci — manajemen risiko, teknologi informasi, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019, ISO/IEC 27001:2022 Annex A
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Bagian Teknik di Lembaga Penyiaran Publik Tvri Jawa Barat Dengan Framework Iso/Iec 27005:2022 Narayana, Gede Dipta; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat sangat bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dikelola oleh Bagian Teknik untuk menjaga kontinuitas operasional di tengah era disrupsi digital. Namun, observasi internal menunjukkan bahwa Bagian Teknik belum memiliki proses manajemen risiko TI yang terstruktur dan masih mengandalkan mekanisme pelaporan manual kepada PIC (person in charge) yang bersifat reaktif. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam menghadapi ancaman siber dan teknis yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah panduan manajemen risiko TI yang sistematis dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk proses utama manajemen risiko, serta COBIT 2019 untuk identifikasi profil risiko dan penetapan kontrol. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 risiko TI potensial, yang setelah melalui proses analisis diklasifikasikan menjadi satu (1) risiko dengan level High, sembilan (9) risiko dengan level Medium, dan sepuluh (10) risiko dengan level Low. Berdasarkan evaluasi, ditetapkan 10 risiko prioritas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk risiko-risiko tersebut, dirumuskan respon risiko berupa modification (9 risiko) dan sharing (1 risiko), serta penetapan kontrol relevan yang mengacu pada COBIT 2019 dan Annex A ISO/IEC 27001:2022, yang dikelompokkan ke dalam aspek People, Process, dan Technology. Kata kunci — Manajemen Risiko TI, TVRI Jawa Barat, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019
Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Pada Bagian Teknik di Lembaga Penyiaran Publik Tvri Jawa Barat Dengan Framework Iso/Iec 27005:2022 Narayana , Gede Dipta; Nurtrisha, Widyatasya Agustika; Hanafi, Ridha
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Jawa Barat sangat bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang dikelola oleh Bagian Teknik untuk menjaga kontinuitas operasional di tengah era disrupsi digital. Namun, observasi internal menunjukkan bahwa Bagian Teknik belum memiliki proses manajemen risiko TI yang terstruktur dan masih mengandalkan mekanisme pelaporan manual kepada PIC (person in charge) yang bersifat reaktif. Kondisi ini dinilai tidak ideal dalam menghadapi ancaman siber dan teknis yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah panduan manajemen risiko TI yang sistematis dengan mengadopsi pendekatan kualitatif yang mengintegrasikan framework ISO/IEC 27005:2022 untuk proses utama manajemen risiko, serta COBIT 2019 untuk identifikasi profil risiko dan penetapan kontrol. Hasil penelitian berhasil mengidentifikasi 20 risiko TI potensial, yang setelah melalui proses analisis diklasifikasikan menjadi satu (1) risiko dengan level High, sembilan (9) risiko dengan level Medium, dan sepuluh (10) risiko dengan level Low. Berdasarkan evaluasi, ditetapkan 10 risiko prioritas yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Untuk risiko-risiko tersebut, dirumuskan respon risiko berupa modification (9 risiko) dan sharing (1 risiko), serta penetapan kontrol relevan yang mengacu pada COBIT 2019 dan Annex A ISO/IEC 27001:2022, yang dikelompokkan ke dalam aspek People, Process, dan Technology. Kata kunci — Manajemen Risiko TI, TVRI Jawa Barat, ISO/IEC 27005:2022, COBIT 2019
Asesmen dan Peningkatan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Practice Incident Management dan Problem Management Menggunakan ITIL 4 Studi Kasus : RiYanTI Telkom University Safrina, Savanny Putri; Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Teknologi manajemen layanan teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis saat ini, karena kerentanan terhadap layanan seringkali tidak dapat diprediksi.Pada penelitian ini saya mengambil data di RiYanTI Telkom University yang merupakan salah satu unit riset dan layanan teknologi informasi yang ada di Direktorat Pusat Teknologi Informasi Telkom University. RiYanTI Telkom University sudah memanfaatkan manajemen layanan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnisnya dengan menggunakan ISO 20000-1. Tujuan penelitian Tugas Akhir ini yaitu untuk meningkatkan pengelolaan manajamen layanan teknologi informasi pada practice incident dan problem di RiYanTI Telkom University sesuai dengan sumber yang ada. Sehingga dapat memberikan layanan yang optimal dalam pengelolaan incident dan problem, serta mengetahui sejauh mana pengelolaan incident dan problem diterapkan. Penelitian ini menggunakan framework ITIL 4, karena ITIL 4 merupakan versi terbaru dengan banyak pembaruan praktik ITSM dan mengadopsi cara kerja baru. Penelitian ini akan diajukan sebagai bahan pertimbangan bagi RiYanTI dalam mengelola incident dan problem dengan membandingkan tahapan incident dan problem berdasarkan keadaan sekarang dan menggunakan rekomendasi ITIL 4. Hasil dari penelitian ini akan memberikan rekomendasi dari aspek proses, people dengan assessment menggunakan COBIT 2019 Implementation dan ITIL 4. Kata Kunci — manajemen layanan TI, incident management, problem management, ITIL 4, COBIT 2019 implementation. 
Asesmen dan Peningkatan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Practice Supllier Management dan Service Level Management Menggunakan ITIL 4 Al` Arobi, M Misbachul Ummah; Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Manajemen layanan teknologi informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam memberikan value pada pelanggan berupa layanan guna untuk meningkatkan aktivitas pada perusahaan. RiYanTI Telkom University adalah unit riset dan layanan teknologi informasi di Direktorat Pusat Teknologi Informasi Telkom University. Saat ini RiYanTI Telkom University sudah menggunakan manajemen layanan teknologi informasi guna mendukung proses bisnis menggunakan standar internasional ISO 2000-Penelitian kali ini mempunyai tujuan yaitu meningkatkan manajemen layanan teknologi informasi pada RiYanTI Telkom University pada practice supplier management dan service level management. sehingga peneliti bisa memberikan layanan yang maksimal terkait pengelolaan supplier management dan service level management dan peneliti bisa mengetahui pengelolaan terkait dengan practice supplier management dan service level management yang sudah diterapkan sebelumnya. Untuk penelitian kali ini peneliti menggunakan framework ITIL V4, ITIL V4 adalah ITIL yang terbaru yang mempunyai pembaruan terkait cara kerja dan praktik ITSM. Peneliti akan mengajukan penelitian ini sebagai pertimbangan untuk RiYanTI Telkom University terkait practice supplier management dan service level management dengan membandingkan tingkatan supplier management dan service level management sesuai dengan kondisi saat ini menggunakan framework ITIL V4. Hasil penelitian yang ada dapat memberikan gambaran dari suatu permasalahan, sehingga peneliti dapat memberikan rekomendasi menggunakan COBIT 2019 Implementation dan ITIL V4.Kata Kunci— manajemen layanan TI, supplier management, service level management, ITIL 4, COBIT 2019 implementation. 
Asesmen dan Peningkatan Manajemen Layanan Teknologi Informasi Pada Practice Service Request Management dan Change Control Menggunakan ITIL 4 (Studi Kasus : Unit RiYanTI Telkom University) Djamal, Anjani Aulia Zahra; Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Manajemen Layanan Teknologi Informasi (ITSM) adalah bagian disiplin Ilmu Layanan yang berfokus pada pengiriman dan dukungan operasi TI. TI memainkan peran penting mendukung dan memenuhi kebutuhan bisnis karena kerentanan yang ada dilayanan terkadang tidak dapat diprediksi. ITSM digunakan untuk menjamin kualitas layanan perusahaan. Dalam paradigma saat ini, TI menyediakan layanan penting bagi organisasi untuk mendukung bisnisnya. Diluar kebutuhan untuk mengelola teknologi TI adalah kebutuhan untuk menetapkan dan menerapkan praktik terbaik untuk mengoptimalkan layanan. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan manajemen layanan pada Service Request Management dan Change Control agar RiYanTI dapat memberikan pelayanan optimal dalam Service Request Management dan Change Control. Service Request dan Change Control merupakan practice pada ITIL 4 yang berguna untuk meningkatkan produktivitas organisasi yang mana Service Request merupakan pemenuhan permintaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan sedangkan Change Control bagaimana organisasi mengontrol risiko pada perubahan dan kapan akan melakukan sebuah perubahan. Dilakukan pengambilan data pada RiYanTI yang merupakan salah satu unit yang ada pada Direktur Pusat Teknologi Informasi (PUTI) Universitas Telkom. Pada Praktiknya RiYanTI sendiri sudah menggunakan standar internasional yaitu ISO 20000-1. ITIL4 versi terbaru dan juga framework terbaik untuk penyampaian layanan TI berkualitas tingg. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi dari aspek proses dalam penyelesaian masalah.Kata kunci- ITSM, manajemen layanan TI, service request management, change control, ITIL 4, COBIT 2019 implementation.
Manajemen Risiko Simrs pada Bagian Akuntansi dan Keuangan di Rumah Sakit Al-Ihsan Menggunakan ISO 31000:2018 Akbar, Rafli Firdaus; Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, dalam bentuk jaringan koordinasi prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, serta merupakan bagian dari sistem informasi kesehatan. SIMRS yang berjalan pada rumah sakit harus di dukung oleh perangkat lunak (Software). bagian akuntansi dan keuangan mempunyai peran penting dalam kelangsungan rumah sakit dengan aktivitas yang dilakukan seperti, mencatat semua laporan keuangan dalam kegiatan yang ada di rumah sakit, seperti melakukan pencatatan hutang piutang, laporan neraca, laporan realisasi anggaran, penjualan unit inventory, pembayaran tagihan. Dengan banyak aktivitas menggunakan SIMRS maupun manual yang dilakukan oleh bagian tersebut tidak luput dari risiko yang disebabkan oleh sistem maupun kesalahan manusia Pada tahap identifikasi risiko yang dilakukan terhadap aktivitas SIMRS bagian akuntansi dan keuangan di RSUD AL-IHSAN menghasilkan 22 risiko yang kemungkinan dapat terjadi diantaranya, 1 dengan kategori Loggical Attacks, 1 dengan kategori risiko IT Investment Decision Making, 3 dengan kategori Software, 1 dengan kategori IT Expertise and Skill, 3 dengan kategori Information, 3 dengan kategori Infrastructure dan 10 dengan kategori Staff Operation / Human ErrorKata Kunci-manajemen risiko, ISO 31000:2018, SIMRS, rumah sakit, akuntansi dan keuangan
Manajemen Risiko SIMRS Unit Rekam Medis Di Rumah Sakit Al-Ihsan Menggunakan ISO 31000:2018 Fawaji, Moch Rafi; Santosa, Iqbal; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-SIMRS adalah salah satu dari sekian banyak sistem yang dipakai oleh rumah sakit untuk dapat membantu proses – proses dan dapat membantu ketika mengelola sebuah data informasi terkait rumah sakit. RSUD Al-Ihsan Bandung adalah salah satu rumah sakit yang telah menerapkan SIMRS. Unit rekam medis di RSUD Al-Ihsan menggunakan SIMRS yang didalamnya terdapat beberapa risiko yang dapat menghambat aktivitas operasional maupun non operasional dan unit rekam medis di RSUD Al-Ihsan belum melakukan manajemen risiko dan rekomendasi kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi, analisis dan evaluasi risiko yang muncul di SIMRS unit Rekam Medis. Risiko yang sudah dilakukan penilaian akan dilakukan penanganan dan rekomendasi kontrol. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah ISO 31000:2018 untuk melakukan manajemen risiko dan COBIT 5 For Risk untuk pemberian kontrol. Setelah risiko telah dilakukan identifikasi, risiko yang muncul dilakukan analisis risiko. Selanjutnya melakukan evaluasi risiko yang muncul pada unit rekam medis, terdapat 8 risiko yang harus dilakukan penanganan karena risiko tersebut telah melebihi selera risiko. Risiko yang sebelumnya sudah dilakukan evaluasi diberikan sebuah penanganan dan rekomendasi kontrol. Risiko diberikan rekomendasi dan kontrol berdasarkan 7 enabler pada COBIT 5 For Risk.Kata Kunci-SIMRS, ISO 31000:2018, COBIT 5 for Risk.