Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

E-Learning, Self-Efficacy, and Motivation: Their Influence on Critical Thinking in IPAS Learning Shohibi Arif; Lilik Sri Hariani; Ari Brihandhono
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i4.737

Abstract

21st-century education requires students not only to master knowledge but also to possess critical, creative, communicative, and collaborative thinking skills (4C skills) to address global challenges. This quantitative correlational study examines the impact of e-learning, self-efficacy, and learning motivation on critical thinking skills in elementary science. The research was conducted with all 63 fourth-grade students at SDN Wonoasih 2 Probolinggo. The research instrument was deemed valid and reliable, and the data were analyzed using classical assumption tests, including the Kolmogorov–Smirnov test for normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. This was followed by t-tests, F-tests, and determination coefficients (R²). The analysis revealed a significant collective impact of e-learning, self-efficacy, and learning motivation on critical thinking. Motivation emerged as the most dominant contributing factor, with self-efficacy and e-learning exhibiting subsequently lesser, yet still significant, influence. Simultaneously, the three variables explained 46.5% of the variation in critical thinking ability, while the remaining factors influenced the remaining variation. These findings underscore the importance of integrating problem-solving-based e-learning, enhancing self-efficacy through constructive feedback, and promoting motivation for relevance-based learning and autonomy. The following study suggested adding other variables, such as learning style, family support, and infrastructure readiness, by using a qualitative or mixed-methods approach, and expanding the sample across different levels and regions to improve generalizability.
Penerapan Pendekatan Meaningful Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar pada Pembelajaran IPAS Wahyuni Parmaningsih, Dwi; Sri Hariani, Lilik; Brihandhono, Ari
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 10 No 3 (2026): Volume 10, Nomor 3, Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v10i3.1574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pendekatan Meaningful Learning terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V Sekolah Dasar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa dalam memahami materi secara mendalam serta kurangnya keterampilan berpikir kritis dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata. Pendekatan Meaningful Learning diyakini dapat membantu siswa mengaitkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, sehingga proses belajar menjadi lebih aktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas V SDN Pandanwangi 4 Kota Malang. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar dan angket kemampuan berpikir kritis. Teknik analisis data mencakup uji paired sample t-test, analisis regresi linier sederhana, dan uji jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Meaningful Learning memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, kemampuan berpikir kritis terbukti memediasi hubungan antara pendekatan Meaningful Learning dan hasil belajar, yang berarti pendekatan ini dapat meningkatkan hasil belajar baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peningkatan kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, Meaningful Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kritis berperan sebagai mediator penting dalam peningkatan hasil belajar. Pendekatan ini dapat menjadi strategi alternatif pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar.
PEMANFAATAN FITOBIOTIK BERBASIS DAUN SIRIH (Piper betle linn) PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN (PBB) TERNAK AYAM KAMPUNG Tri Ida Wahyu Kustyorini; Ari Brihandhono; Hilarius Supardi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22105

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of betel leaf (Piper betle Linn)-based phytobiotics in drinking water on feed consumption and body weight gain (BWG) in native chickens, using two-month-old female chickens with an average initial weight of 1 kg in a completely randomized design (CRD). The treatments consisted of P0 (control, no betel leaf powder), P1 (2% betel leaf powder), and P2 (2.5% betel leaf powder), each replicated three times. Data on feed intake and BWG were analyzed using ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test for significant results. The findings revealed that betel leaf phytobiotics had a highly significant effect (P 0.01) on feed consumption and a significant effect (P 0.05) on BWG, with P1 yielding the highest feed intake (133.67 g/bird/day) and P2 producing the highest BWG (12.22 g/bird/day). In conclusion, supplementing drinking water with 2.5% betel leaf powder optimized weight gain, while 2% supplementation maximized feed consumption, indicating that betel leaf phytobiotics can enhance native chicken growth performance, with dosage adjustments based on targeted outcomes.
PEMANFAATAN FITOBIOTIK BERBASIS DAUN SIRIH (Piper betle linn) PADA AIR MINUM TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN (PBB) TERNAK AYAM KAMPUNG Tri Ida Wahyu Kustyorini; Ari Brihandhono; Hilarius Supardi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian fitobiotik berbasis daun sirih (Piper betle Linn) dalam air minum terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan (PBB) ayam kampung. Penelitian menggunakan ayam betina berumur dua bulan dengan bobot awal rata-rata 1 kg, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol, tanpa tepung daun sirih), P1 (tepung daun sirih 2%), dan P2 (tepung daun sirih 2,5%), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Data konsumsi pakan dan PBB dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk hasil yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fitobiotik daun sirih berpengaruh sangat nyata (P 0,01) terhadap konsumsi pakan dan berpengaruh nyata (P 0,05) terhadap PBB, dengan P1 menghasilkan konsumsi pakan tertinggi (133,67 g/ekor/hari) dan P2 menghasilkan PBB tertinggi (12,22 g/ekor/hari). Kesimpulannya, suplementasi air minum dengan 2,5% tepung daun sirih mengoptimalkan pertambahan bobot badan, sedangkan suplementasi 2% memaksimalkan konsumsi pakan, menunjukkan bahwa fitobiotik daun sirih dapat meningkatkan performa pertumbuhan ayam kampung dengan penyesuaian dosis sesuai target hasil yang diinginkan.
(IbM) BAGI GURU SMP BUDIMULIA PAKISAJI MALANG PELATIHAN TENTANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS Lilik Kustiani; Ari Brihandhono
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.162 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v2i2.2055

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatkan dan perbaikan praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru.Khalayak sasaran dalam pengabdian ini adalah guru SMP Budimulia Pakisaji Malang. Metode pelaksanaan adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, wawancara dan pelatihan. Metode penyampaian informasi dilakukan dengan ceramah umum, diskusi dan tanya jawab kepada seluruh peserta. Metode wawancara digunakan untuk menanyakan sejauh mana guru memahami materi dari ceramah umum yang telah disampaikan pengabdi. Metode pelatihan diterapkan untuk melatih guru dalam menyusun PTK. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah seluruh guru di SMP Budimulia Pakisaji Malang telah mampu memahami materi tentang pengertian dan karakteristik PTK, tujuan dan kemanfaatan PTK, bentuk-bentuk PTK, membuat rancangan PTK, dan bisa menerapkan PTK. Manfaat bagi pimpinan sekolah untuk menambah koleksi sekolah berupa laporan PTK, untuk menambah angka kredit saat sekolah ada akreditasi dan untuk mengembangkan kurikulum.
TRANSFORMASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI PROGRAM DUTA 8 PARU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPAS Devi Wahyuningsih; Endah Andayani; Sulistyo; Ari Brihandhono
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/xa3ngf24

Abstract

The low quality of integrated science and social studies (IPAS) learning in elementary schools is a major challenge in the implementation of Kurikulum Merdeka. This study aims to analyze the effect of the Duta 8 Paru Program on the quality of IPAS learning, both directly and through teacher pedagogical competence as a mediating variable. This study employed a quantitative approach with an explanatory survey design. The population consisted of 46 teachers who implemented the program, and the entire population was selected as the sample using a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS) with the help of SmartPLS 4 software. The results showed that the Duta 8 Paru Program had a significant direct effect on the quality of IPAS learning (β=0.422; p<0.05). Furthermore, teacher pedagogical competence acted as a significant partial mediator in this relationship (indirect effect=0.258; p<0.05). The structural model of the study had strong predictive ability, with an R² value of 0.611 for the quality of IPAS learning and a large predictive relevance (Q²=0.427). These findings conclude that the effectiveness of the Duta 8 Paru Program in improving the quality of IPAS learning will be very strong if accompanied by an increase in teacher pedagogical competence.