Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Bangelan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Berbasis Potensi Lokal Brihandhono, Ari; Zakaria, Fahmi Arif; Astuti, Farida Kusuma
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i3.7620

Abstract

Usaha peternakan kambing di desa Bangelan masih menghadapi kendala teknis dan sosio-ekonomi, seperti keterbatasan dan kegagalan inovasi pakan, minimnya wawasan peternak tentang teknologi pakan, kurang dimanfaatkannya potensi ternak dan pasar yang belum stabil. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu memberikan Solusi terhadap kendala tersebut melalui penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan silase dan UMB, produksi pupuk organik, legalitas usaha dan marketplace online. Sebagai mitra adalah kelompok ternak Karya Maju Tanaka di desa Bangelan Wonosari Kabupaten Malang dengan anggota 16 peternak. Melalui kegiatan ini, kelompok ternak memiliki pemahaman dan kemampuan praktis tentang potensi, manfaat dan tehnik pembuatan silase, UMB, pupuk organik berbahan feses kambing, pemasaran online dan legalitas usaha. Motivasi peternak dalam memanfaatkan potensi dan teknologi dalam hal pakan, limbah, dan pemasaran semakin meningkat. Hal ini diperlukan agar dengan tehnik dan bahan sederhana yang mudah didapat berdampak positif pada produktivitas, pendapatan peternak, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
(IbM) BAGI GURU SMP BUDIMULIA PAKISAJI MALANG PELATIHAN TENTANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS Kustiani, Lilik; Brihandhono, Ari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.162 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v2i2.2055

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk peningkatkan dan perbaikan praktek pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru.Khalayak sasaran dalam pengabdian ini adalah guru SMP Budimulia Pakisaji Malang. Metode pelaksanaan adalah metode ceramah, diskusi, tanya jawab, wawancara dan pelatihan. Metode penyampaian informasi dilakukan dengan ceramah umum, diskusi dan tanya jawab kepada seluruh peserta. Metode wawancara digunakan untuk menanyakan sejauh mana guru memahami materi dari ceramah umum yang telah disampaikan pengabdi. Metode pelatihan diterapkan untuk melatih guru dalam menyusun PTK. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini adalah seluruh guru di SMP Budimulia Pakisaji Malang telah mampu memahami materi tentang pengertian dan karakteristik PTK, tujuan dan kemanfaatan PTK, bentuk-bentuk PTK, membuat rancangan PTK, dan bisa menerapkan PTK. Manfaat bagi pimpinan sekolah untuk menambah koleksi sekolah berupa laporan PTK, untuk menambah angka kredit saat sekolah ada akreditasi dan untuk mengembangkan kurikulum.
Effect Of Teams Games Tournament (TGT) Cooperative Learning and Quartet Card Media on Elementary Students’ IPAS Learning Outcomes Any Widayati; Ninik Indawati; Ari Brihandhono
Abjadia : International Journal of Education Vol 11, No 2 (2026): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v11i2.41599

Abstract

This study aimed to analyze the effect of the Cooperative Learning model of the Teams Games Tournament (TGT) type and the use of quartet card media on the learning outcomes of fourth-grade students in science (IPAS) subjects, both partially and simultaneously. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design. The study population included all fourth-grade students of SD Negeri Gugus 01, Panggungrejo District, in the 2025/2026 academic year, totaling 120 students, with a sampling technique using total sampling. The experimental group consisted of 60 students who received treatment with the TGT model assisted by quartet card media, and the control group consisted of 60 students who received conventional learning. The data collection instrument was an IPAS learning outcome test that had been tested for validity (r 0.361) and reliability (KR-20 = 0.901). Data analysis techniques used inferential statistical tests, including normality tests, homogeneity tests, linear regression tests, and hypothesis tests with the help of SPSS 25. The results showed that (1) the TGT learning model had a significant effect on science learning outcomes with a regression coefficient of 1.546 and a significance value of 0.000 (0.05); (2) the use of quartet card media had a significant effect on science learning outcomes with a regression coefficient of 0.370 and a significance value of 0.000 (0.05); (3) simultaneously, the TGT learning model and the use of quartet card media had a significant effect on science learning outcomes with a calculated F value of 48.674 (p=0.000) and a coefficient of determination (R²) of 0.631, which means that both variables contributed 63.1% to science learning outcomes. The findings of this study prove that the application of a game-based cooperative learning model supported by interesting learning media can increase student involvement and science-learning outcomes. Therefore, the TGT learning model assisted by quartet card media is recommended as an alternative science learning strategy for elementary schools.
E-Learning, Self-Efficacy, and Motivation: Their Influence on Critical Thinking in IPAS Learning Shohibi Arif; Lilik Sri Hariani; Ari Brihandhono
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i4.737

Abstract

21st-century education requires students not only to master knowledge but also to possess critical, creative, communicative, and collaborative thinking skills (4C skills) to address global challenges. This quantitative correlational study examines the impact of e-learning, self-efficacy, and learning motivation on critical thinking skills in elementary science. The research was conducted with all 63 fourth-grade students at SDN Wonoasih 2 Probolinggo. The research instrument was deemed valid and reliable, and the data were analyzed using classical assumption tests, including the Kolmogorov–Smirnov test for normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. This was followed by t-tests, F-tests, and determination coefficients (R²). The analysis revealed a significant collective impact of e-learning, self-efficacy, and learning motivation on critical thinking. Motivation emerged as the most dominant contributing factor, with self-efficacy and e-learning exhibiting subsequently lesser, yet still significant, influence. Simultaneously, the three variables explained 46.5% of the variation in critical thinking ability, while the remaining factors influenced the remaining variation. These findings underscore the importance of integrating problem-solving-based e-learning, enhancing self-efficacy through constructive feedback, and promoting motivation for relevance-based learning and autonomy. The following study suggested adding other variables, such as learning style, family support, and infrastructure readiness, by using a qualitative or mixed-methods approach, and expanding the sample across different levels and regions to improve generalizability.